Level One

Level One
Other Side


__ADS_3

Dugaan liar pun mencuat.


Yah kekuatannya diluar nalar sih.


“Ah.” Rasanya nyaman.


Kekuatan menyelimuti tubuhnya.


John bisa saja pakai teknik yang sama seperti sebelumnya, namun iatak melakukannya.


Bosan juga kalau harus pakai teknik yang sama.


Itulah sebabnya ia pakai teknik yang beda.


Tekniknya kali ini lebih efektif dan fleksibel dibanding yang sebelumnya.


Tak hanya untuk bertahan saja, namun lebih multi fungsi.


BUMMMM!!!


Ledakan nggak ngotak kembali terjadi.


‘He- hebat.’ Felicia terkesan, ia tak beranjak sedikit pun dari tempatnya.


Padahal ledakan besar dan hempasan menerpanya.


Rasanya seperti tak terjadi apa-apa.


Inilah kekuatan jubah transparan sang John Wack.


Jubah itu bisa menetralkan serangan berkekuatan besar yang akhirnya takkan menimbulkan damage apapun.


“!” Mata gadis ini terbuka lebar.


Ia bisa melihat apa yang terjadi dengan jelas!


Padahal sebelumnya pergerakan mereka tak terlihat sama sekali!


Sungguhlah perubahan yang siginifikan.


Yah pada akhirnya semua ini mungkin karena kekuatan yang menyelimuti tubuhnya ini.


Kini Felicia bisa melihat setiap detail pertarungan yang sedang terjadi, dan kalau boleh jujur … ini hebat sekali!


Kapan lagi bisa jadi saksi dari pertarungan dua makhluk kuat ini? Dentuman layaknya bom dan hempasan angin berputar layaknya tornado sudah jadi hal umum di sini.


John terdiam dan melihat apa yang sedang terjadi.


Pertarungan sudah naik ke level yang lebih tinggi.


Dan hal-hal baru pun mulai terkuak.


Pada akhirnya kecurigaannya mulai menurun drastis.


Rasanya keterlaluan kalau ia masih saja curiga setelah melihat semua yang terjadi.


Sang nona Wolf itu sudah menunjukkan banyak bukti bahwa dia dipihaknya.


Bahkan rela sampai bertarung dengan anggota keluarganya sendiri.


Pasti akan merepotkan berhadapan musuh kuat tanpa bantuan nona itu.


BUMM!!!


“!”


Ledakan dan hempasan kuat terjadi, dan pemandangan tak menyenangkan langsung terlihat.


Terlihatlah sang nona Wolf yang terkena serangan fisik bertubi-tubi dari sosok berjubah hitam.


“….” Namun sang nona itu tak terhempas dan benar-benar menerima serangan lawannya mentah-mentah.


‘Kenapa?’ Felicia terdiam, ia tak senang melihat hal yang begini.


Ia pikir ibu cantik itu bisa menanganinya dengan mudah.


Namun pada akhirnya kenyataan berkata lain.


Bahkan dengan aura kekuatan besar sekalipun masih belum cukup untuk membawa kemenangan ditangannya.


Sang perempuan cantik itu mengangkat kepalanya. “Boleh juga.”


“!”


DUAR!!

__ADS_1


Ledakan api besar langsung tercipta dan menghempaskan sang sosok jubah hitam itu.


“Pyuh.” Felicia menghela nafas lega.


Tadi agak panik sih hehe.


Serangan balik cepat langsung keluar daripadanya.


Dan itu memang bagian dari strateginya.


Sang perempuan serba putih sengaja membiarkan dirinya sendiri terserang dan menunggu momen ini.


Dan terbukti serangan baliknya itu memang efektif.


Sosok berjubah hitam itu terhempas tak terlalu jauh.


Kini terlihatlah api menyelimuti tubuhnya.


Namun ia tak masalah dengan itu dan tetap berdiri santai.


“Tch.” Sang sosok berjubah hitam itu mengangkat kepalanya.


Kini raut wajahnya bisa terlihat jelas.


“!” Felicia terdiam, ternyata ikemen!


SYUT!


Dan sosok berjubah hitam itu pun langsung menghilang.


“….” Nona Wolf terdiam, ia tak menyangka adiknya mundur juga.


Padahal mereka belum bertarung habis-habisan.


Yah bukannya ingin bertarung habis-habisan juga sih.


Adiknya sudah mengambil keputusan yang tepat.


Yah ada baiknya sadar diri di awal.


Pada akhirnya memang itulah alasan kenapa sang pria berjubah hitam itu mundur.


Karena memang dia belum bisa menandingi kakaknya sendiri.


Pertarungan memang belum sampai pada klimaksnya.


Sang sosok berjubah hitam itu hanya mengambil sedikit risiko.


Serangan terakhir yang diterimanya adalah jadi titik sadarnya.


Bukankah serangan tadi hanya ledakan api biasa?


Kenapa sampai membuat sang sosok berjubah hitam itu mundur?


Pada akhirnya tidaklah seperti itu.


Serangan balik tadi lebih kuat dari yang bisa dibayangkan.


Ia mengerahkan sebagian besar tenaganya di serangan ledakan yang tadi.


Yang akhirnya sampai membuat lawannya terbakar dan mundur.


Api yang menyelimuti lawannya itu bukanlah api biasa, melainkan api yang susah padam.


Butuh tenaga yang besar untuk mengusir keberadaan api tersebut.


Itulah alasan dibalik kemunduran sang sosok berjubah hitam itu.


Yah nona Wolf ini tak mau mengulur-ngulur pertarungan juga.


Lebih cepat selesai lebih baik kan?


“WAH!” Felicia suka yang happy ending begini.


Kakaknya sendiri di lawan! Rasain!


“....” John melihat dengan seksama apa yang terjadi.


Ia tak mendeteksi ancaman apapun lagi di sini.


Perlahan namun pasti raut wajah seriusnya mulai menghilang.


Jubah transparannya menghilang dan kekuatannya sudah normal lagi.


“Eh?” Sang pemuda ini seperti tersadarkan akan sesuatu.

__ADS_1


‘Apa yang terjadi?’ John terdiam dengan heran.


John melihat sekitar dan keheranannya makin menjadi-jadi.


Kenapa bisa-bisanya begini?


‘TIME SKIP?’


Apa yang ia lihat sekarang tak sinkron dengan apa yang dilihatnya sebelumnya.


‘BUG?’


Berbagai dugaan dan spekulasi muncul dibenaknya, alasan kenapa peristiwa aneh ini bisa terjadi.


Kehancuran yang tak terkira adalah hal pertama yang dilihatnya.


Ini jelas pemandangan yang menyakitkan untuk pencinta alam sih.


Namun disamping itu, sang nona penyelamatnya kelihatan gembira.


Kok gitu?


JANGAN-JANGAN BELIAU BUKAN PECINTA ALAM YA?


“Syukurlah~” Sang perempuan cantik dan serba putih ini tiba-tiba mendatangi mereka.


“Wah!” Felicia meluapkan kegembiraannya dengan memeluk sang nona Wolf.


“?” John hanya bisa memasang ekspresi penuh pertanyaan di sini.


Mungkinkah ada bug bencana alam yang terjadi di sini?


“Tadi hanya pertarungan kecil kok.” Sang perempuan cantik itu tersenyum.


Yah ia tak bisa membiarkan sang pemuda itu terus keheranan sih.


‘Oalah.’ John pikir bug.


Satu pertanyaan sudah terjawab.


Namun masih ada hal yang mengganjal di sini.


Kenapa ia tak sadar akan pertarungan yang berlangsung?


Apa jangan-jangan teknik musuh yang membuatnya tak sadarkan diri?


“Te- terima kasih Rookie.” Felicia mendekati John.


“?” John terdiam, ia belum paham apa maksudnya.


Kenapa nona itu tiba-tiba berterima kasih?


Ada yang aneh.


Tak biasanya nona penyelamatnya menundukkan kepalanya begini.


Yah beliau biasanya semangat sih.


Tapi kok tiba-tiba jadi begini?


Pada akhirnya butuh keberanian untuk mengungkapkan apa yang gadis cantik ini rasakan.


Dan yah, yang penting ia sudah melakukannya.


Yah jelas Felicia agak malu mengakuinya.


Melindungi pemuda itu adalah kewajibannya, namun yang terjadi malah sebaliknya.


John memegang kepalanya, yah ada baiknya ia tak terlalu memikirkan apa yang terjadi.


Agak pusing sih jadinya.


“….” Sang nona Wolf terdiam, ia mulai tahu apa yang terjadi di sini.


Tak salah ia memutuskan untuk mengikutinya.


Yah banyak hal menarik yang bisa dilihatnya sih.


Yang tak lain tak bukan adalah sang pemuda satu ini.


Baru pertama kali ia melihat makhluk se-unik dan penuh misteri sepertinya.


Ia jadi ingin lebih mengenalnya lagi.


Tapi sebelum itu tidak baik kalau tak memberitahunya apa yang terjadi.

__ADS_1


Dengan cepat sang perempuan cantik ini mengeluarkan dugaan besarnya kenapa dia bisa tak sadarkan diri.


“Sisi lain?” John terdiam.


__ADS_2