Level One

Level One
Unexpected


__ADS_3

Ledakan besar ini adalah pemandangan mengerikan bagi yang melihatnya.


Bagaimana tidak? Ledakannya benar-benar hebat.


Entah dampak seperti apa yang akan dihasilkan peristiwa besar ini.


Kini debu tanah bersamaan dengan hempasan brutal menghalangi pandangan siapapun yang penasaran dengan situasi saat ini.


Namun melihat dampak serangan yang begitu hebat seperti ini, safe to say untuk berpendapat John dan Felicia tidak dalam kondisi yang baik.


Situasi berubah jadi seperti ini tepat ketika sosok berjubah merah itu menyerang.


Itu menunjukan bahwa sosok berjubah merah itu tak main-main.


Ia benar-benar ingin menyingkirkan lawannya dengan cepat.


Kekuatannya terlalu besar untuk bisa diprediksi.


Jadi apakah ini kemenangannya?


Apakah ia berhasil mengeliminasi dua makhluk merepotkan yang mengincar tuannya?


Tak lama lagi semuanya itu akan terjawab.


Namun sang sosok berjubah merah itu yakin urusannya sudah selesai di sini.


Kedua makhluk ini lemah, berbeda dengan yang satunya lagi.


Segera setelah menyelesaikan ini, ia akan melanjutkan urusannya dengan mengakhiri juga yang tersisa.


Hempasan brutal dan debu masih bertahan beberapa lama, dan sepertinya takkan berhenti dengan cepat


Wajar saja ini bukan hanya hempasan biasa, melainkan hempasan penuh energi kekuatan.


Jadilah efeknya bisa bertahan lama seperti ini.


Semakin lama hempasan yang berlangsung, semakin menunjukkan juga seberapa besar kekuatan makhluk jubah merah satu ini.

__ADS_1


Inilah akibat bagi siapapa dan apapun makhluk yang berusaha mengganggu tuannya.


Sang tuannya sudah memberikan mandat baginya untuk menjauhkan setiap ancaman makhluk apapun.


Dan kini ia tengah menjalankan tugasnya itu


Sejauh ini berjalan mulus seperti yang seharusnya.


Kenapa bisa-bisanya makhluk rendahan seperti mereka punya niat tidak terpuji seperti itu?


Kenapa mereka gegabah sekali dalam menentukan tujuan?


Tidakkah mereka berpikir dua kali atau lebih?


Ditengah kebrutalan serangannya ini, masih ada kepedulian dari sang sosok jubah merah ini.


Mereka seharusnya punya waktu yang lebih lama kalau tak berurusan dengan tuannya.


Masih banyak hal lain yang bisa mereka lakukan ketimbang menyerahkan nyawanya begitu saja.


Pada akhirnya semuanya sudah terlambat.


Mereka sudah terlalu jauh melangkah, dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


Tak ada hal lain yang menunggu mereka selain hukuman berat karena sudah berniat seperti ini.


Yah setidaknya perlawanan dari kedua makhluk lemah ini bisa jadi hiburan.


Ia berharap banyak pada makhluk yang selanjutnya.


Semoga tak mengecewakannya.


Ia sudah berbaik hati dengan memberi mereka akhir yang tak menyakitkan.


Ia tak menyiksa mereka.


Yah anggap saja sebagai hadiah kebaikan darinya.

__ADS_1


Yah meski tak bisa dianggap sebagai kebaikan yang sesungguhnya, tapi setidaknya masih lebih baik daripada menyiksa sampai mati ‘kan?


HUSSSH!!


Perlahan namun pasti hempasan kencang ini mulai mereda.


Akhirnya penantian lamanya terbayarkan juga.


Yah tak bisa dipungkiri ia harus sabar menunggu sampai efek hempasan ini berakhir dengan sendirinya.


Nah, saatnya melihat keindahan alam yang tercipta berkat serangannya ini.


“!”


….


Sang sosok berjubah merah ini terdiam.


Ia tak menyangka dengan apa yang dilihatnya.


Kenapa bisa-bisanya?


Tak ada kehancuran sedikit pun di sini.


Ini benar-benar tak sesuai dugaannya.


KENAPA?


Ia tak melihat kedua makhluk lemah itu juga.


Hal yang tak disangkakannya malah terjadi.


Sang sosok berjubah merah itu terdiam dan tertunduk kecil.


Tubuhnya bergetar, dan aura kekuatannya bergejolak tak karuan.


Dari sini kita seharusnya tahu apa yang terjadi dengan sang sosok berjubah merah ini.

__ADS_1


__ADS_2