
Dan tanpa basa-basi para penjaga itu langsung meninggalkan mereka begitu saja.
"Whoa." John terkesan.
Ia langsung memerhatikan kartu emas miliknya.
Eh iya, ngomong-ngomong tuan itu tak menjelaskan kegunaan kartu ini sih.
"Ini adalah PASS." Gadis ini langsung membuka mulutnya.
"PASS?" John terdiam, dan tak lama akhirnya sadar juga.
"Dengan kartu ini, kita tak perlu khawatir ditangkap. Status kita jadi naik dan layak ada di tempat ini." Felicia tak keberatan menjelaskannya.
Felicia memang masih bisa masuk ke kota ini tanpa kartu emas rekannya, namun pergerakannya akan terbatas.
Dengan kata lain ia tak bisa bebas melakukan hal yang diinginkannya di tempat ini.
Namun dengan adanya PASS, maka kini tak ada yang bisa menghalangi pergerakannya.
Mungkin di sini ada yang penasaran, 'pergerakan' yang bagaimana?
Seperti yang kita tahu, banyak peraturan ketat yang diterapkan di kota ini.
Bahkan untuk hal kecil sekalipun.
Namun siapapun yang memegang 'kartu emas' ini, maka mereka akan dibebaskan melakukan apapun dan peraturan kecil nan ketat tak berlaku lagi.
Namun kalau melanggar hukum berat, ya lain lagi ceritanya.
Dan kebebasan adalah hal yang dicari semua orang bukan?
Kini mereka bisa melanjutkan rencana mereka di tempat ini dengan tenang.
'JANGAN SAMPE HILANG.' John langsung mengamankan kartu itu di sakunya.
Yah bakal repot kalau hilang sih.
Tak disangka tuan Jin itu mau mempercayai mereka untuk berkeliaran di tempat ini.
"Yah untunglah kita punya ini ya." Felicia tersenyum kecil.
Rekan lamanya itu ternyata baik hati seperti dulu.
Entah apa jadinya kalau dia tak mau membantunya.
Pasti bakal sulit sih.
Kini mereka berdua masih dalam perjalanan menuju tempat yang ingin dituju.
Yah masih butuh beberapa waktu sih mengingat luasnya kota ini.
John memanfaatkan waktunya untuk memerhatikan apa saja yang ada di sekitarnya.
Dan memang cukup banyak juga yang terjadi sih.
Ada yang ditangkap karena buang sampah sembarangan, meludah, tali sepatunya terlepas dan masih banyak lagi.
"Uh." Melihat banyak larangan begini seram juga ya.
John merasa iba bagi mereka yang tak punya kartu emas.
Tapi yah mau gimana lagi ya.
Tak semua orang punya kartu ini juga.
Sret.
Tak lama kemudian, mereka akhirnya sampai juga di sebuah bangunan sederhana.
Memang tak sebesar bangunan lain, namun setidaknya punya ciri khasnya sendiri.
-TOKO ALAT AJAIB-
__ADS_1
Seperti namanya, toko ini penuh dengan alat ajaib dengan kegunaan uniknya masing-masing.
Dengan font ciamik yang terpampang, membuat siapapun yang melihatnya akan terkesan dengan desainnya.
'Wah.' John terdiam, untuk pertama kalinya ia mampir ke tempat ini.
Tanpa pikir panjang keduanya pun segera masuk ke dalam.
"SELAMAT DATANG!" Suara pria lantang langsung terdengar.
Membuat kebanyakan yang mendengarnya terkejut, termasuk John sendiri.
"WEEEELLCOOOMEE!"
Tak hanya sekali, namun dua kali!
Sungguhlah cara yang semangat untuk menyambut pengunjungnya.
"ADA YANG BISA KUBANTU?" Pria besar dengan pakaian pelayan tersenyum ramah.
"...." John terdiam, yah sambutannya bagus sih.
Tapi lebih bagus lagi kalau gadis cantik yang menyambutnya, gyehehe.
"Hm? Tuan?" Pelayan pria itu langsung menatap John.
"Y-ya!?" John terkejut, yah ia lagi melamun sih.
"Apa ada sesuatu dalam pikiran Tuan?" Pelayan pria itu terlihat peduli.
"Ahaha, nggak kok." John tersenyum kecil.
"HM." Pelayan pria itu menatapnya serius, ia terlihat tak percaya dengan omongan pengunjungnya ini.
Yah sebagai pelayan, ia sudah berpengalaman melihat reaksi para pengunjungnya.
"Kami mencari sesuatu." Feliciia langsung nimbrung.
"KATAKAN APA SAJA! SAYA AKAN LEKAS MENCARIKANNYA!" Pria itu memainkan tangannya sembari bicara.
"Fake Level Guide." Felicia terdengar serius.
"!" Sang pelayan terdiam, ia terlihat terkejut dengan apa yang didengarnya.
Fake Level Guide, sebuah buku khusus yang memuat informasi rahasia bagaimana memanipulasi level.
Ya benar, itulah rencana yang diusulkan oleh pemuda ini.
John tak tahu banyak hal soal apa yang dicarinya.
Namun ia masih ingat ada suatu item dalam game ini yang bisa membantu permasalahan levelnya ini.
Dan itu tak lain tak bukan adalah 'FAKE LEVEL GUIDE' itu sendiri.
John belum pernah melihat item itu secara langsung.
Yah, sebelumnya ia tak bermasalah dengan level sih.
Ia masih ingat menemukan info begini di guide internet.
Yah, pengetahuannya tentang game ini memang meluas sampai ke dunia internet.
Ia mengulik segala info yang berhubungan dengan game ini.
Dan tak disangka informasi yang dikumpulkannya itu berguna dimasa sekarang.
Di awal ia tak menganggap semua info terutama item dengan nama aneh seperti ini ada.
Namun tak lama lagi kebenaran akan segera terungkap.
Di guide yang dibacanya, item ini memang hanya ada di tempat ini.
Kini waktunya untuk pembuktian.
__ADS_1
Untuk pertama kali setelah sekian lama sang pelayan mendengar ada yang mencari hal itu.
....
Keheningan tercipta.
'MUNGKIN HOAX.' John tak berharap banyak pada info yang tersebar di internet.
Yah mungkin tuan pelayan itu tak mengerti dengan apa yang dicarinya.
John sudah siap kecewa.
Siap juga menerima amarah nona yang sudah membantunya ini.
Ia tak jujur dengan perasaannya yang sebenarnya dan memakai topeng keseriusan.
Yah, setidaknya ia sudah berusaha, benar nggak?
"Nona yakin?" Sang pelayan meng-konfirmasi lagi.
'Eh?' John terdiam. Reaksinya tak seperti yang ia pikirkan sih.
Felicia mengangguk kecil, raut wajah seriusnya sudah cukup untuk menjawab pertanyaan itu.
Aura serius langsung memenuhi tempat ini.
"Silahkan duduk dulu." Sang pelayan langsung undur dari hadapan mereka.
'EH!?' John terkaget dalam diam.
'JADI BENERAN ADA?'
Felicia langsung duduk.
"Kenapa?" Kok pemuda itu tegang sih?
Apa takut sama pria pelayan tadi?
"Ng-nggak papa nona." John duduk juga sembari menenangkan dirinya.
Yah harapannya memang menanjak.
Namun ia masih harus menunggu.
Ia mengarahkan pandangannya ke sekitarnya.
Tempat ini punya nuansa yang santai dan klasik.
Ada tempat duduk dan meja untuk rileks.
Sementara itu di sisi lain ada rak-rak besar yang memajang banyak benda-benda.
Yah, seperti senjata, armor, pakaian, aksesoris, buku dan yang lainnya.
Yang jelas berbagai kategori benda ada di sini.
John baru tahu ada toko serba ada begini.
Kalau tahu dari awal tentu ia bakal sering berkunjung sih.
Yah ia tak perlu repot-repot cari toko yang sesuai, toh ada yang serba ada juga.
Nama toko ini memang nggak biasa.
John penasaran ingin melihat apa-apa saja yang ditawarkan di sini.
Mungkinkah ada benda aneh juga?
BRUK!
Sang pelayan kembali dengan membawa buku yang sangat tebal.
"Oh?" John terdiam, baru kali ini ia melihat buku sebesar itu.
__ADS_1
"Ini yang nona cari?" Pelayan itu menatap tajam.