Level One

Level One
Surprise


__ADS_3

“!” Langkah kaki pemuda ini terhenti, ia melayangkan pandangannya ke area sekitar hutan.


Perlahan namun pasti ekpresinya mulai berubah, kini kelihatan lebih serius.


John melihat ke sekitaran area hutan.


Ekspresi serius langsung terlihat dari pemuda ini.


Entah kenapa rasanya ada yang tak beres.


Ia tak melihat perubahan ekspresi atau tingkah laku dari kedua rekan party-nya ini.


MASA NGGAK SADAR?


Felicia dan nona Wolf terlihat masih asyik mengobrol satu sama lain.


John berusaha menenangkan dirinya.


Bisa saja ini hanya perasaannya saja.


'UH.' Waktu terus berjalan.


INI BUKAN HANYA SEKEDAR PERASAANNYA SAJA.


Emosi reguler biasanya akan segera berlalu, namun kali ini beda.


Ini lebih ke arah instingnya.


Insting tajamnya sudah kembali.


John terdiam, ia masih menganalis apa yang dikatakan instingnya padanya.


Ada suatu energi asing dari kejauhan yang tiba-tiba terasa.


Memang hawa kehadiran banyak makhluk terasa di tempat ini.


Namun yang satu ini berbeda.


"Hm?" Felicia menengok ke belakang, kok pemuda itu tiba-tiba berhenti sih?


"ROOKIEE!" Felicia melambaikan tangannya.


Bukan saatnya melamun sih.


"Ah." John menyudahi pemikirannya dan melangkah lagi.


DEG.


Perasaan ketidakberesan ini makin menjadi-jadi.


"!" Mata pemuda ini perlahan terbuka lebar.


BLIZT!


HUSH!


"Eh?"


Apa yang terjadi?


Felicia terlihat bingung.


Entah kenapa tiba-tiba saja tubuhnya terangkat.


"!" Akhirnya ia sadar juga, pemuda ini menggedongnya!


Pemuda ini menggendongnya dan berpindah tempat cepat!


Kenapa?


Pasti ada alasannya kan?


"...." Untuk pertama kalinya ia melihat raut wajah serius dari pemuda ini.


Tak biasanya dia seperti ini.


Aura yang terpancar darinya pun agak beda.


"Maaf tiba-tiba nona." Masih dengan pandangan serius, John menurunkan nona penyelamatnya ini.


Tap.


'Ada apa ya?' batin gadis cantik ini.


Tiba-tiba saja mereka jaga jarak dengan ibu muda anggota baru itu.


"?" Nona Wolf terlihat penasaran juga, kenapa meeka tiba-tiba menjauhinya begini?


"H- hei?" Ia berusaha memanggilnya dari kejauhan.


"...." Felicia terdiam, ia masih belum mengerti.


Sementara pemuda ini masih saja terlihat serius.


DRRTTT....

__ADS_1


"!" Getaran tak menyenangkan tiba-tiba saja terjadi.


Ini tak terduga sama sekali.


Padahal mereka sudah berjalan beberapa waktu dan sejauh ini aman-aman saja.


Namun pada akhirnya tidak sepenuhnya begitu ya.


Ada saja hal terduga yang terjadi.


Felicia terdiam, kini ekspresinya mulai berubah serius juga.


Tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba saja ada aura misterus.


Felicia bersiaga, ia akhirnya tahu kenapa pemuda ini terlihat begitu serius.


Tapi kenapa harus menjauh dari ibu muda itu?


“Ah.” Nona Wolf terlihat menyadari sesuatu


Jadi ini alasan mereka menjauhinya?


Mereka meragukannya sebagai penguasa area hutan ini.


Yah sang perempuan serigala ini memang sudah mengusahakan semuanya berjalan aman.


Namun pada akhirnya tak sesuai dengan harapannya.


John punya satu dugaan.


Hal mencurigakan apapun di tempat ini, pasti ada hubungannya dengan nona Wolf itu.


Yah dia pimpinannya sih.


Itulah kenapa ia menjaga jarak.


Mencegah lebih baik daripada mengobati.


John menatap tajam.


Ia kelihatan seperti orang lain.


Yang menunjukkan keseriusannya.


Tak perlu waktu lama untuk membuktikan lagi apa yang direncanakan nona serigala itu.


Apa ada rencana terselubung?


Tak lama lagi semuanya akan segera terjawab.


Kurigaan mereka bukan tanpa alasan.


Perkataan saja takkan cukup untuk membuat mereka percaya.


Ia tak menjamin perjalanan ini akan berjalan mulus.


Mungkin sebagian dari kita menyangka semuanya dalam kendali karena sang White Wolf lah yang pegang kendali.


Namun pada akhirnya tidak seperti itu.


Ia tak selalu bisa mengontrol apa yang terjadi di wilayah kekuasaannya ini.


SWUSH!!!


Hempasan kencang entah darimana tiba-tiba muncul begitu saja!


Aura ancaman semakin terasa jelas.


“….” White Wolf terdiam, ia merasa tak asing dengan aura kekuatan yang dirasakannya ini.


Tak disangka pemuda itu bisa menyadarinya lebih awal ketimbang dirinya.


“OI.” Felicia terlihat tak senang.


Yah perjalanan yang damai tiba-tiba berubah jadi mencekam begini.


Yah Felicia masih ingin menikmati waktunya dengan anggota party-nya yang baru. Lagi seru-serunya sih.


Felicia mengubah mode santai-nya jadi mode serius.


Ia sudah terlena dengan kenyamanan.


Sampai tak sadar ada hal tak menyenangkan yang terjadi.


Sejujurnya ia tak merasakan kecurigaan apapun pada ibu muda itu.


Tingkahnya tak ada yang aneh dan dia ramah seperti biasanya.


Tak ada aura jahat yang terpancar padanya.


Namun pada akhirnya kejadian ini membantah semua itu.


Pemuda itu sudah melakukan hal yang benar.


Kini mereka tak punya pilihan lain selain serius.

__ADS_1


Perlahan namun pasti getaran mulai berhenti.


Namun aura jahat makin terasa menyengat.


"UH." Felicia menutup hidungnya.


Untuk pertama kali setelah sekian lama ia mencium aura menyengat begini.


Jauh lebih kuat dari slime merah jahat.


'Te- tenang Felicia.' Felicia berusaha mengendalikan dirinya.


Ia tak boleh kalah oleh perasaannya sendiri.


Untung saja pemuda itu menolongnya menjauh sebelum semuanya terlambat.


BLIZT!


"!" MUNCUL! MAKHLUK MISTERIUS YANG PUNYA KEKUATAN BESAR!


'ITU!?' Felicia terdiam, ia tak menyangka dengan apa yang dilihatnya.


Serigala hitam besar muncul disamping nona serba putih itu.


Tidak salah lagi, dialah makhluk yang sudah membuat getaran dan hempasan hebat sebelumnya.


Kenapa?


Berbagai dugaan muncul di benaknya.


Namun satu hal yang sudah jelas.


Kedatangan makhluk berkekuatan besar itu kemari bukanlah untuk senang-senang.


John terlihat lebih dingin dari biasanya.


Ia mengerahkan segenap fokusnya dan tak membiarkan hal lain lewat di benaknya.


"Ara~" Sang perempuan cantik itu terlihat agak terkejut.


"Kenapa ada makhluk lemah di wilayahmu?"


'BISA NGOMONG!?' Felicia tak percaya dengan apa yang sudah didengarnya.


Suara pria berat terdengar dari serigala hitam besar itu.


Tak bisa dipungkiri gadis ini memang jarang menemui binatang yang bisa bicara.


Namun setelah melihat binatang yang bisa berubah wujud, hal begini mungkin terjadi sih.


Kekagetannya pun tak bertahan lama.


"...." John terdiam, tak banyak perubahan ekspresi yang terlihat darinya.


Ia tak berekspektasi apapun soal musuh yang akan datang.


Setelah serigala putih, sekarang hitam huh?


Entah kenapa John merasa mereka ada hubungan satu sama lain.


Yah sekarang saja mereka mengobrol santai begitu.


John mengesampingkan dugaannya, kini ia memilih untuk mengamati dua makhluk itu.


"Apa urusanmu?" Sang perempuan cantik ini tersenyum kecil.


Ia tak terlihat senang dengan kedatangan makhluk yang baru datang ini.


"Aku tak senang." Suara pria itu makin berat dan lantang.


"Apa aku terlihat peduli?" Sang perempuan cantik ini masih tersenyum.


"LHA?" Felicia terdiam, apa ia nggak salah denger?


Kenapa mereka malah kedengeran tak akrab begitu?


Bukankah mereka ada di pihak yang sama?


"...." John terdiam, ia sama herannya juga.


Pastilah ada alasan dibalik ke-tidak-akraban mereka itu.


Masih terlalu awal untuk menilai apa yang terjadi.


"Bisakah kau pergi?" pinta nona Wolf dengan penuh sopan santun.


“….” Sang serigala hitam terdiam.


Ekspresinya tidak bersahabat.


Ia tak senang dengan apa yang didengarnya.


“Sejak kapan kau jadi lembut begini?” Sang serigala hitam terdengar penasaran.


“Itu … bukan urusanmu kan?” Nona Wolf masih tersenyum, kesabarannya hampir habis.

__ADS_1


Ia hanya ingin menikmati waktu dengan makhluk yang sudah menarik perhatiannya.


__ADS_2