Level One

Level One
Regret


__ADS_3

Kedengaran berlebihan?


Felicia tak masalah dengan itu.


Tak peduli dengan apa yang terjadi, ia tak mau jauh-jauh darinya.


SREET….


Felicia makin terdorong menjauh, aura pertahanan transparannya terkikis cepat.


Harusnya tenaganya cukup kuat untuk menahannya beberapa lama.


Namun pada akhirnya tidak seperti yang dipikirkannya.


Ia memang tak bisa banyak berguna di sini dan tak mau mau menambah ketidakbergunaannya dengan lari begitu saja.


Ternyata ada hal lain dibalik tekad kuatnya itu.


Perasaannya.


Ya, Felicia merasa bersalah karena akhir-akhir ini tak bisa banyak membantu.


Yang ia lakukan hanyalah mengalahkan monster dan musuh biasa.


Yang lain pun bisa melakukannya.


Ia merasa tak banyak berkontribusi pada party-nya ini.


Padahal ide dari semua ini jelas-jelas dari dirinya.


Tapi kenapa ia sendiri yang malah jadi tak berguna?


Sang ibu cantik dan pemuda itu sudah banyak mengurus hal-hal besar.


Dengan kekuatan mereka yang diluar nalar itu, masalah dan rintangan pun dilibas dengan mantap.


Mereka menunjukkan progress yang memuaskan.


Sedangkan apa yang sudah dilakukannya?


Apa saja pencapaian yang ia bisa berikan untuk kemajuan misinya ini?


Tidak ada.


Kedengarannya menggelikan, namun pada akhirnya begitulah kenyataannya.


Percuma saja jadi iniasitor tapi tak bisa melakukan apapun.


Itulah yang ada di pikiran gadis cantik satu ini.


Tak disangka dibalik tekad kuatnya itu, ia sedang bertarung juga dengan pikirannya sendiri.


Felicia tak merasa apa yang dilakukannya ini salah.


Sebaliknya, ia akan menyesal kalau tiba-tiba mundur begitu saja.


Apapun yang terjadi ia tetap pada pendiriannya.


Biasanya ia bukanlah makhluk ceroboh tanpa perhitungan yang bertindak berdasarkan perasaan.


Namun ia selalu bangga dengan apa yang dilakukannya.


Ia tetap jadi diri sendiri, tidak peduli sebodoh apapun tindakannya.


SWWUUSSH!!!


SERANGAN ENERGI ANGIN TAK KELIHATAN LANGSUNG MENGINCAR GADIS SATU INI!


FELICIA TAK MENYADARINYA SAMA SEKALI!


INILAH DIA! RISIKO MENGERIKAN YANG BISA TERJADI KALAU DEKAT-DEKAT DENGAN PERTARUNGAN DUA MAKHLUK KUAT ITU!


GADIS ITU AKAN BERAKHIR SEBELUM IA MENGETAHUINYA!


BAGAIMANA INI!?


TRANG!!!


“!”


Seketika itu juga suara benturan benda logam sangat keras terdengar.

__ADS_1


‘A- apa?’ Felicia tak bisa menahan kekagetannya.


Bola matanya membesar tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


“Roo- kie?”


Pemuda itu ada di depannya….


Tap.


Kenapa dia ada di sini? Bukankah dia sedang bertarung?


Ia sama sekali tak ada niat untuk mengganggu pertarungan ini.


Ia hanya ingin meringankan beban pikirannya saja kok!


Pada akhirnya ada alasan kuat kenapa John ada di tempat ini.


Apalagi kalau bukan untuk melindungi nona penyelamatnya?


Benar sekali, nona penyelamatnya ini diincar oleh serangan musuhnya


Setelah diladeni olehnya, masih saja nyerang yang lain, haduh.


Pada akhirnya bukan tanpa alasan sang sosok musuhnya itu melakukan ini.


Karena memang itulah juga tujuan sang makhluk misterius berjubah merah Itu.


John paham, pada akhirnya tak hanya dirinya yang diincar, namun semua anggota party-nya.


Yang adalah nona penyelamatnya dan nona Wolf.


Itu berarti musuhnya masih belum cukup sibuk.


John terdiam, setelah semua yang terjadi, situasi masih belum ada dipihaknya.


Musuh tetap santai menghadapinya dan bahkan masih mengincar targetnya yang lain.


John tak mengerti kenapa nona penyelamatnya ini tak mundur seperti nona Wolf.


Namun yah, ia tak meragukan apa pilihannya.


“….” Felicia terdiam.


Dia hanya berdiri saja.


‘AKU NGGAK DIPEDULIKAN YA!?’


Jelas-jelas ia merasa dicuekin sih.


Yah sikapnya jadi dingin seperti biasanya.


Ia nggak bisa banyak protes soal ini sih.


Masih untung sudah ditolong juga.


Felicia sadar musuh melancarkan serangan kejutan, dan ia sama sekali tak sadar soal itu.


Pemuda ini datang dan menyelamatkannya.


Entah apa jadinya kalau dia tak datang tepat waktu.


Pasti ngeri sih.


‘KALAU GINI LEBIH BAIK MENJAUH SIH.’ Gadis ini akhirnya sadar.


Ia tak menyangka bakal ketahuan musuh dan malah ngerepotin pemuda ini.


Tanpa sadar malah sudah jadi beban tambahan.


Apa sekarang aja larinya ya?


Dengan begitu pemuda ini bisa leluasa lagi bertarung tanpa gangguan.


SWUSSH!!!


Hempasan kencang langsung tercipta.


‘NGGAK BISA YA.’ Felicia langsung sadar juga.


Musuhnya mengalihkan perhatiannya dan datang ke sini.

__ADS_1


Felicia menggelengkan kepalanya.


Apa ia tak bisa berhenti merepotkan makhluk lain ya?


Kini bukannya merasa lebih baik, malah sebaliknya.


Felicia berusaha menguatkan dirinya.


Perasaannya tak penting lagi.


Ia tak boleh menyia-nyiakan kepercayaan itu.


Felicia menguatkan dirinya, karena hanya itulah pilihan terbaik yang bisa diambil sekarang ini.


Kini sang sosok misterius berjubah merah sudah berdiri tak jauh dari mereka.


Penampilannya tak jauh berubah, namun aura kekuatannya sudah jauh lebih kuat dari sebelumnya.


Inilah dia lawan misterius yang masih merepotkan sampai sekarang.


“Uh.” Felicia merasakan tekanan yang berarti ketika baru saja melihat lawannya itu.


Tubuhnya jadi terasa berat.


Apa gara-gara ia kehilangan banyak kekuatan saat berusaha bertahan di sini?


Tak bisa dipungkiri untuk bertahan memang perlu kekuatan besar.


Felicia tahu ia sudah menggunakan banyak kekuatannya untuk itu.


....


Namun pada akhirnya ia tak merasa bahwa itu adalah penyebabnya.


Ini bukan hanya sekedar perasaannya saja.


Ia masih bisa nyicil ngumpulin energi dikit-dikit untuk meningkatkan survivability-nya.


Ia harusnya masih bisa bertahan beberapa lama sih.


Namun semuanya berubah ketika negara api menyerang- ah maksudnya, lawannya yang mengalihkan perhatian padanya.


Kondisinya berubah drastis tepat ketika ia melihat langsung lawannya.


‘Begitu ya.’ Akhirnya Felicia tahu juga kenapa bisa jadi begini.


Semuanya tak lain tak bukan gara-gara lawannya sendiri.


Kekuatan sang makhluk misterius berjubah hitamlah yang membuatnya jadi begini.


Ia tak tahan dengan kekuatan lawannya yang semakin besar.


Felicia bisa merasakan kekuatannya meninggalkannya lebih cepat dari yang seharusnya.


Jadi apa artinya dengan semua kekuatan yang sudah ia kumpulkan dengan susah payah ini?


Namun pada akhirnya ia tak bisa berbuat apa-apa soal ini.


Lari? Musuh tentu tidak akan membiarkannya.


Maju? Kekuatannya sekarang tidak memungkinkan untuk itu.


Jadi apa yang bisa dilakukannya sekarang?


Tak lain tak bukan hanyalah tetap tinggal di tempat dimana ia sedang berdiri sekarang.


Karena ia memang tak punya pilihan lain lagi selain itu.


Mau mundur nggak bisa, maju apalagi.


“Haa ... haaah....” Felicia terengah-engah.


Tak perlu waktu lama sampai akhirnya kondisinya jadi seperti ini.


Usahanya untuk mengumpulkan energi tak sebanding dengan kekuatannya yang terkuras juga disaat yang bersamaan.


Felicia terdiam, pada akhirnya ia tak bisa sok keren dengan tetap berada di sini.


Yang ada malah mati konyol.


Ia terlalu mementingkan ego-nya sendiri yang pada akhirnya membuat semuanya jadi begini.

__ADS_1


Penyesalan memang selalu datang di akhir.


__ADS_2