Level One

Level One
I Know


__ADS_3

"Kerja bagus." Felicia langsung tahu itulah yang dimintanya.


"?" John melihat buku itu dengan seksama, penampilan buku ini nggak biasa sih, sesuai namanya.


Tapi apa ini yang benar-benar dicarinya.


Ia nggak ngerti bahasanya sih.


Apa ini bahasa in-game?


"Perlu saya jelaskan nona?" Pelayan itu terlihat serius.


"Mohon bantuannya." Mendengar penjelasan tidaklah rugi kan?


Dengan cepat sang pelayan itu memulai penjelasannya.


"!" Akhirnya John tahu kenapa ia tak mengerti bahasa buku ini.


Tak lain tak bukan karena isinya ter-enkripsi.


Dengan kata lain, isi bukunya rahasia.


“Bagaimana cara membukanya?” Felicia langsung ke intinya.


Percuma juga dapat buku ini kalau tidak tahu isinya sih.


Pasti ada cara untuk mengungkapnya.


….


Sang pelayan terlihat serius.


Situasi langsung hening.


Aura keseriusan makin menjadi-jadi.


Sang pelayan makin terlihat serius.


Tak ada lagi pelayanan ceria seperti tadi.


Yah memang wajar juga serius di topik begini sih.


Akhirnya sang pelayan mulai bicara juga.


John dan Felicia mendengarkan dengan seksama.


"!" Pada akhirnya penjelasannya usai.


Dan kini terungkap sudah bagaimana cara membuat buku tebal ini bisa terbaca lagi.


"Apa Tuan bercanda?" Felicia ingin meng-klarifikasi apa yang sudah didengarnya.


"Begitulah caranya nona."


Ada alasan jelas kenapa John dan Felicia kaget begini.


Yang tak lain tak bukan karena mendengar syarat yang diperlukan untuk membuat buku satu ini bisa dimengerti.


Yang mungkin membuat kita bertanya-tanya, syarat seperti apakah itu?


Yah sudah jelas syaratnya sulit sih.


Saking sulitnya sampai siapapun yang mendengarnya tak mau memikirkannya lagi.


"HM." Felicia termenung.


"SEBAIKNYA JANGAN DIPIKIRKAN NONA." John langsung memperingatkannya.


John tak mau membuat nona ini pusing gara-gara dirinya.


Semua ini memang idenya, namun kalau sulit begini ya mau gimana lagi sih.


Ia tak bisa memaksakan strateginya ini.


Sang pelayan sudah menduga para pengunjung ini akan bereaksi seperti itu.


Itulah kenapa ia tak asal menjelaskannya tadi.


Dengan syarat serumit itu pasti mereka akan....


"Oke." Felicia terdengar serius.

__ADS_1


"!" John tak bisa menahan kekagetannya.


Maksudnya oke setuju, atau oke nyerah ya?


Namun dari nada serius itu keknya....


"SEBAIKNYA JANGAN-"


"Kita harus melakukannya." Felicia langsung menatap tajam.


Dan akhirnya keputusan pun dibuat.


Felicia sudah membulatkan keputusannya dan tak bisa diganggu gugat.


John masih tak menyangka, namun inilah yang terjadi.


Nona itu masih mau untuk melanjutkan misi ini.


Kini saatnya untuk mempersiapkan apa yang dibutuhkan demi memenuhi syarat.


“KITA HARUS CARI UANG.” Felicia terdengar serius.


Dan ia memang benar-benar serius sih.


Ya benar, salah satu syaratnya tak lain tak bukan adalah biayanya yang besar.


Satu juta koin emas.


Satu koin emas aja bernilai tinggi, lah ini sejuta?


Itulah yang membuat mereka pusing tujuh keliling.


Biayanya benar-benar nggak masuk akal.


Yah lagi-lagi, kalau kondisinya tak seperti ini jelas ini bukan masalah sih.


Ia punya banyak gold dari perjuangannya.


Namun sayang semuanya itu hanya di masa lalu saja.


Memikirkannya lagi tak membuat hartanya datang kembali sih.


Udah syaratnya banyak, pada nggak masuk akal juga, jadi mager sih.


Semangat apinya hampir padam, namun tak benar-benar padam berkat nona ini yang masih bertahan.


John masih tak habis pikir kenapa nona ini mau melanjutkan misi ini.


Yah ia yakin sebagai makhluk hebat, tentu beliau bisa mengambil keputusan terbaik dengan cepat.


Apalagi kalau bukan mundur dari misi?


Itulah cara terbaik yang bisa dilakukan.


Dan yah emang nggak perlu pikir panjang juga sih.


Siapa juga yang mau nyusahin diri sendiri di misi beginian?


Lebih baik cari misi lain yang lebih make sense.


Namun yang terjadi malah sebaliknya sih.


Sang penyelamatnya tetap maju sih.


Sulit dipercaya, namun inilah kenyataannya.


John bisa melihat tekad yang tak main-main dari beliau.


Keseriusan nona itu malahan lebih besar darinya yang memberi ide.


Harusnya ia malu sih.


John tak bermaksud memberi beban besar begini, namun yah semuanya sudah terjadi juga sih.


Nona itu tetap teguh pada pendiriannya.


John menarik nafas dalam dan menghembuskannya.


"Ada apa?" Felicia penasaran melihat pemuda satu ini.


Yah dia kelihatan kek banyak beban gitu ya.

__ADS_1


"Ahaha." John menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Sebaiknya ia mulai percaya pada nona ini.


John mengesampingkan segala pikiran yang tak berguna dan berusaha fokus dengan keberadaannya sekarang.


Ia hanya perlu percaya, maka semuanya akan mengikuti.


"Eh, ada yang lagi ngebangun!" Mata pemuda ini langsung berbinar!


"JANGAN." Felicia melarang keras.


"Eh?" Bukankah mereka harus cari uang biar bisa dapet sejuta gold ya?


"Kelamaan." Gadis itu langsung blak-blakan.


Bisa-bisa keburu mati duluan sebelum bisa mencapai target.


"...." John terdiam, tak bisa dipungkiri hal seperti itu bisa kejadian sih.


Imbalannya memang tak seberapa, sebelumnya pun ia hanya bisa membayar biaya pengobatan nona ini dan makan seadanya.


Belum lagi beban kerjanya yang tak bersahabat.


Namun ia tak punya pilihan lain selain bekerja keras di bidang bangunan ini sih.


Seperti yang sudah kita tahu, pemuda ini memang tak bisa sembarang mengambil misi, menyelesaikannya, dan dapat uang.


Main aman adalah strategi paling bagus di sini.


"NGGAK BOLEH." Felicia makin tegas.


LAH KALAU GITU GIMANA MAU DAPAT UANG?


Kenapa nona ini melarangnya kerja?


Padahal ini solusi terbaik yang bisa dieksekusi.


Yah mungkin lama, tapi setidaknya ia bisa berproses untuk dapat uang!


"Oh." Felicia melihat ada papan pengumuman tak jauh dari tempat mereka berdiri.


Dengan sigap Felicia langsung menghampiri papan pengumuman itu dan John mengikutinya dari belakang.


Terlihatlah banyak daftar misi yang bisa diambil.


Felicia memerhatikan dengan seksama misi-misi itu.


Yah kebanyakan diantaranya sih punya tingkat kesulitan yang sama.


Biasanya misi yang terpajang di papan pengumuman ini misi yang harus segera diselesaikan.


Beda dengan yang di guild yang bisa dikerjakan santai.


Namun entah kenapa masih banyak misi yang ada di sini sih.


Kenapa orang-orang tak mengambil misi sih?


'Waduh.' John terdiam melihat banyak misi yang terpampang ini.


Baru kali ini ia melihat misi sebanyak ini di papan pengumuman.


Keknya mereka butuh papan pengumuman yang lain deh, demi menampung banyaknya misi yang ada.


Yah kadang orang-orang juga pengen santai nggak ngambil misi apa-apa.


Tapi kalau ini kelewat santai sih.


Kenapa nggak ada yang ngambil misi sih?


Keheranan muncul juga pada pemuda ini.


John memerhatikan misi yang ada.


"!" Dan malah berakhir terdiam.


'Apa-apaan?' John tak percaya dengan yang dilihatnya.


Namun memang itulah yang dilihatnya.


"INI DIA!" Gadis disebelahnya malah melihat dengan mata berbinar.

__ADS_1


Ini adalah solusi dari permasalahannya!


'JANGAN-JANGAN....' John terdiam, tanpa diberi tahu pun ia sudah tahu.


__ADS_2