
Felicia yakin keanehan yang terjadi pada pemuda ini bisa dipecahkan.
Dengan mengambil misi sangat berbahaya ini, maka ia punya kesempatan untuk mencari tahu info lain.
‘BENERAN DIJADIIN TUMBAL YA.’ Yah ia nggak sepemahaman sama sang nona ini sih.
TAP.
John menghentikan langkah kakinya.
“?” Gadis cantik itu terdiam. “Ada apa?” Kenapa tiba-tiba berhenti?
John menarik nafas dalam dan menghembuskannya.
Yah tenang dulu nggak sih?
“Tidak apa-apa nona.” John tersenyum kecil.
*
Mereka berdua menghabiskan waktu sejenak di kota.
Mulai dari mengumpulkan informasi dan membaca dokumen pendukung misi itu.
Yah pada akhirnya butuh persiapan matang untuk mulai menjalankan misi ini.
Mereka memgunjungi perpustakaan umum, tempat dimana pengetahuan bisa didapatkan oleh siapa saja.
Dan sejujurnya mereka menghabiskan banyak waktu di tempat ini.
Perpustakaan Evergrande.
Sebuah bangunan besar yang memuat banyak buku, dokumen, dan arsip.
“OHOHO.” Felicia terlihat tenggelam dalam lautan informasi yang tengah dibacanya ini.
Sementara John hanya menatap jendela besar dan melihat pemandangan di luar.
Kebetulan mereka sedang ada di lantai dua.
John terkesan dengan pemandangan dari sini.
Rasa-rasanya ia sudah terbiasa sama tempat fantasi deh ya.
Ia sudah pindah golongan dari nolep jadi calon petualang.
Mungkin sebagian dari kita ada yang penasaran.
Kenapa pemuda ini tak ikut juga mengumpulkan informasi demi misi yang tengah diembannya ini?
Bukankah ia juga perlu berkontribusi untuk mencari tahu info apa saja yang diperlukan untuk misi ini?
Dengan begitu mereka bisa menghemat waktu dan tenaga.
Namun pada akhirnya John hanya bersantai dan melihat pemandangan kota indah ini.
Ada alasan dibalik aksinya ini.
Yang tak lain tak bukan adalah ia sudah tahu sebagian besar isi buku dan data-data penting di sini.
Yah berkat pengalamannya jadi yang terkuat sebelumnya.
Ia sudah familiar dengan kebanyakan informasi dan tak perlu lagi membacanya.
Santai dulu gak sih?
John ingin membersihkan pikirannya dari hal-hal yang tak penting.
Yah masih untung ia bisa ingat apa saja yang sudah dilaluinya di game ini.
Setidaknya ada hal positif dibalik teresetnya status dan levelnya ini.
__ADS_1
Kalau tak ingat apapun pasti bakal repot sih ya.
Yah statusnya yang tereset bikin repot juga sih.
Tahu sebagian besar info misi dan lore dunia tak membuatnya tahu alasan kenapa levelnya nge-stuck begini.
Yah orang yang malas mikir (termasuk dirinya) sudah pasti menduga ini adalah bug.
Namun pada akhirnya butuh bukti kuat untuk memastikan dugannya itu.
Ia tak pernah menemui player yang stuck level begini sebelumnya.
Namun bukan berarti tak ada juga.
Kalau ia masih punya skill dan kemampuan khusus pasti bukan hal sulit untuk memecahkan ini.
Namun yah apa boleh buat itu tinggal hanya harapan.
“OHOHO!” Felicia makin terbawa suasana.
“….” Yah mengisi pikiran dengan pengetahuan memanglah memuaskan.
Waktu terus berlalu dan hari mulai beranjak petang.
Felicia dan John akhirnya selesai juga mengumpulkan informasi di tempat itu.
“Pyuh~” Felicia kenyang dengan berbagai info yang sudah diserapnya.
Namun dengan cepat juga raut wajahnya jadi serius.
Gadis cantik ini memang lebih berpengalaman di lapangan.
Ia lebih suka langsung beraksi juga sih.
Namun kali ini berbeda.
Sudah jelas tingkat kesulitan misi jauh berbeda dari kebanyakan misi yang pernah diselesaikannya.
Bahkan makhluk kuat sekalipun akan berpikir berkali-kali menerima misi triple S ini.
Jadi sekarang gimana?
Ia sudah mengumpulkan banyak info, namun pada akhirnya masih banyak yang perlu digali juga.
Merepotkan sih, namun semua ini demi kelancaran misi.
“….” John terdiam, entah kenapa nona satu ini kelihatan begitu serius.
Yah makhluk kuat biasanya santai-santai saja menghadapi sesuatu kan?
“Tenang saja rookie, tak perlu tegang.” Tak ada yang perlu dikhawatirkan.
BUKANNYA BELIAU YANG TEGANG YA?
Yah John sih santai-santai saja dari semenjak ada di perpustakaan kota sih.
Satu-satunya hal yang ada dipikirannya bukanlah misi ini, melainkan hal yang sama dari awal.
John masih belum tahu tujuan nona satu ini yang sebenarnya.
Ia masih memikirkan pernyataan yang keluar dari nona itu.
‘APA BENERAN MAU MENOLONGKU?’ Yah ia bukan tipe yang curigaan juga sih.
Tak bisa dipungkiri nona satu ini memang kelihatan meyakinkan sih.
Ia tak merasakan adanya aura kebohongan juga darinya.
Namun rasanya ini terlalu indah untuk jadi kenyataan.
Kembali lagi ke fakta nona itu adalah makhluk kuat.
__ADS_1
Makhluk kuat bisa melakukan apapun yang diinginkannya.
Bisa jadi pernyataannya hanyalah kata-kata belaka.
Namun di sisi lain ada kemungkinan benarnya juga sih.
Pada akhirnya John juga masih belum menyusun rencana besarnya untuk mengungkap misteri yang terjadi padanya sih.
Namun dalam bayangannya ia pasti akan sulit mengungkap kebenaran dengan keadaannya yang seperti ini.
Ia tak berhadapan dengan deadline, namun adalah lebih baik kalau bisa terungkap cepat juga.
Namun sepertinya harapannya ini ketinggian ya.
Yah yang penting ia masih bisa berharap sih.
Berbagai hal yang terjadi setelah ia tahu tentang apa yang terjadi pada dirinya.
Semangatnya untuk leveling menurun drastis bahkan hampir tidak ada.
Yah gimana mau leveling kalau nggak bisa naik level?
Nggak bisa naik level=nggak bisa tambah kuat.
Itu prinsip yang masuk akal di dunia game seperti ini.
Yah akhir-akhir ini ia lagi kena mental sih.
Namun untunglah ia bisa menekan perasaannya dan tak mengganggunya bekerja demi mengumpulkan uang untuk pengobatan.
Namun kini rutinitasnya sudah berhenti, serangan mental malah menjadi-jadi.
Api semangatnya padam sedikit demi sedikit oleh perasaan negatif ini.
Ini jelas nggak bagus sih.
John berusaha mengendalikan dirinya, mempertahankan ketenangan yang sudah ia bangun susah payah.
‘Aku takkan kalah.’ Fisiknya memang lemah, tapi tidak dengan mentalnya!
*
-Pemakaman Evergrande.
Sebuah tempat peristirahatan terakhir bagi yang sudah meninggalkan dunia ini.
Tak disangka di pinggiran kota ini adalah wilayah khusus seperti ini.
‘KOK KE SINI?’ John terdiam. Sekarang hampir tengah malam dan mereka malah ke tempat ini?
“Indah ya.” Felivia melayangkan pandangannya ke tempat ini.
Tak ada yang lain selain batu nisan kuburan dan beberapa pohon yang tinggal rantingnya saja.
John terdiam. Selera tempat yang tak biasa sih.
Sang perempuan cantik ini langsung memasuki area kuburan ini.
“….” John mengikutinya dari belakang.
Sudah lama ia tak menjelajah tempat ini.
Yah mengingat sebelumnya ia hanya berkeliaran di tempat bahaya sih.
Melakukan rutinitas biasanya grinding terus agar bisa naik level cepat.
Ah, masa-masa yang indah ya.
Kembali lagi ke dunianya yang sekarang.
Terpaan angin dingin malam terasa menusuk tubuh.
__ADS_1
Kesuraman dan kesepiannya sih tak jauh beda dari yang di dunia nyata.
‘INI BUKAN GAME HOROR.’ John mengingatkan dirinya sendiri.