
Sang serigala hitam terdiam, ia masih belum beranjak kemanapun.
Sejak kapan sang serigala putih jadi lembek begini?
Untuk pertama kalinya setelah sekian lama dia membiarkan makhluk lemah datang ke area kekuasannya.
Sudah pasti ada alasan jelas dibalik itu.
Namun tak disangka alasannya malah begini.
Kenapa keroco-keroco itu bisa menarik perhatiannya?
Situasi jadi tegang akibat persitegangan ini.
John masih mengamatinya dengan seksama.
Lagi-lagi, ini masih belum waktunya untuk menilai apa yang terjadi.
Mungkin memang mereka terlihat tidak berada di pihak yang sama.
Namun pada akhirnya apa yang dilihat mata bisa saja salah.
Ada baiknya untuk tetap waspada sampai akhir.
'HM.' Felicia terdiam, persitegangan masih berlangsung.
'MEREKA TAK AKUR.' Sementara itu Felicia sudah sampai pada kesimpulannya sendiri.
Dari awal pun ibu cantik itu hanya tersenyum menanggapi serigala hitam yang datang itu.
Bukan senyum ramah, melainkan senyum yang lain.
Senyum palsu terkadang lebih mengerikan dari senyum biasa.
Felicia yakin ibu serba putih itu tak bersekongkol dengan serigala hitam yang datang.
Yah setidaknya untuk sekarang.
Felicia masih belum bisa percaya sepenuhnya pada dugaannya.
Ia tak mau melonggarkan kewaspadaannya juga.
SSIINGG....
"!" Lagi-lagi perasaan ini.
Raut wajah pemuda ini makin terlihat serius.
Alis matanya menurun tajam.
Ia meningkatkan kekuatannya.
Bahaya datang....
BUMMM!!!
"!" Ledakan besar tiba-tiba saja terjadi!
"A- APA!?" Felicia berusaha bertahan.
Sungguhlah momen yang tak disangka.
"Eh?" Ia tak terhempas!
"!" Pemuda itu menciptakan aura perlindungan transparan!
Kok bisa?
Dia sudah tahu apa yang terjadi?
Pada akhirnya memang begitulah kenyataannya.
Insting tajamnya memberi tahunya.
'W- wow.' Felicia terkesan dengan aura perlindungan pemuda ini.
Cukup kuat bahkan bisa menahan efek ledakan hebat sedekat ini.
Butuh tak sedikit tenaga untuk melakukannya.
Felicia akhirnya bisa melihat keunikan lain dari pemuda satu ini.
Selain 'title'nya yang tak biasa, dia juga bisa mengeluarkan kekuatan yang tak biasa juga.
Tak peduli dengan level dan statusnya.
Entah apa jadinya kalau ia tak dilindungi oleh aura pertahanan ini.
Sudah pasti akan terjadi hal yang tak diinginkan.
__ADS_1
Felicia terlambat sadar.
Ledakan besar itu terjadi begitu cepat dan tak disangka-sangka.
Efek angin dan getaran akibat ledakan tadi pun masih terasa.
"...." John terdiam dengan tatapan serius.
Kini tak ada yang bisa ia lakukan selain menunggu situasi kembali kondusif.
BAM!!
BUMM!!
“!” Suara dentuman keras berulang kali terdengar.
‘Mereka….’ Felicia terdiam, ia sudah tahu apa yang terjadi meski tak melihatnya secara langsung.
Apalagi kalau bukan pertarungan antar dua makhluk yang bersitegang tadi?
'MEREKA EMANG NGGAK AKUR.' Felicia jadi tambah yakin soal ini.
Yah tak mungkin juga kalau akur berantem satu sama lain kan?
"...." John terdiam, sejauh ini kecurigaannya belum terbukti.
Pastilah ada alasan jelas dibalik persitegangan mereka.
Masih belum waktunya untuk menilai apa yang terjadi.
Setiap ledakan yang tercipta menghasilkan energi kuat yang berbahaya.
Perlahan namu pasti aura perlindungannya terkikis, jelas ini tidak bagus.
Shhhh....
John menguatkan lagi aura pertahanannya.
Yah ia memang hanya bisa bertahan dan menunggu semua ini selesai dengan sendirinya.
Momen dentuman, ledakan dan hempasan yang makin brutal menghiasi beberapa momen ke depan.
'SAMPAI KAPAN?' Felicia terdiam, ini lebih lama dari yang ia pikirkan.
Ia tak bisa melihat pertarungan dengan jelas, kondisi tubuhnya masih belum bugar seperti biasanya.
Benar sekali, ia mulai kewalahan dengan semua beban yang ditanggungnya ini.
Efek pertarungan dua makhluk itu makin menjadi-jadi dan butuh lebih dari sekedar tenaga besar untuk mengatasinya.
Sedang ia sudah mengerahkan sebagian besar kekuatannya di awal tadi.
Namun pertarungan masih belum selesai.
John tak punya waktu untuk memedulikan perasaannya.
Kini satu-satunya hal yang penting adalah bertahan.
"...." Felicia terdiam, ia tak menyangka pemuda ini sampai sejauh ini.
DRRR....
Sekarang kekuatan pemuda ini jelas-jelas sudah melampauinya.
"Tenang saja nona."
"!"
John bisa merasakan kebimbangan dari nona penyelamatnya ini.
Tak perlu khawatir, semuanya masih aman terkendali.
Tak lama kemudian, akhirnya ledakan keras, hempasan, dan getaran mulai berhenti.
"Halooo?" Terdengarlah suara asing dari balik debu tanah yang menyelimuti ini.
"!" Suara sang ibu cantik itu!
John tak langsung menanggapi suara yang muncul itu.
Masih belum ada jaminan siapa yang bicara itu adalah benar-benar nona serigala putih.
Bisa saja dia musuh yang menyamar 'kan?
Namun Felicia dengan cepat meyakinkannya bahwa itu adalah makhluk yang bisa dipercayai.
John pun menghentikan teknik pertahanannya ini setelah diyakinkan nona penyelamatnya itu.
John pun langsung menyudahi teknik perlindungannya ini.
__ADS_1
Dan terlihatlah sang sosok tak asing yang sedang berdiri.
Yang adalah sang nona Wolf sendiri!
"Syukurlah kalian bertahan." Terlihatlah raut wajah lega dari sang perempuan cantik satu ini.
Yah ia pikir rekannya dalam bahaya, tadi banyak ledakan sih.
"...." John terdiam, tak disangka makhluk kuat satu ini sangat peduli.
Yah padahal belum lama mereka bersama.
"...." John terdiam, ia masih kelihatan serius.
Pada akhirnya ia masih belum bisa melonggarkan kewaspadaannya.
"Maaf ada gangguan hehe." Sang perempuan cantik itu menggaruk kepalanya.
"Waduh, nggak papa kok bu." Felicia pun melakukan hal yang sama.
Yah tadi memang agak mencekam, tapi semuanya sudah berlalu.
Kepulan debu tebal masih menyelimuti tempat ini.
Sang serigala hitam itu sudah kalah?
Tak bisa dipungkiri aura kekuatan makhluk itu tak sebesar di awal tadi.
Apa dia benar-benar kalah?
HUSSSSH!!
Hempasan kencang seketika itu juga langsung tercipta.
Mengibaskan debu tanah tebal yang menyelimuti tempat ini.
"!?" Felicia tak menyangka dengan apa yang dilihatnya.
Kehancuran hebat langsung tersaji di depan matanya.
Banyak lubang besar menganga di sini.
Pohon-pohon besar sudah tak ada lagi di tempatnya, tak ada yang tersisa.
Daan dari jarak yang cukup jauh terlihatlah sosok hitam tak asing.
YANG TAK LAIN TAK BUKAN ADALAH SANG SOSOK SERIGALA HITAM ITU SENDIRI!
Sang serigala hitam itu menatap tajam.
"Wah~" Sang perempuan cantik ini agak terkejut.
'MASA NGGAK SADAR?" Felicia terdiam.
Padahal dia sendiri yang bertarung dengan serigala hitam itu.
Yah sang perempuan cantik ini memang tak menyangka lawannya langsung siap lagi sih.
Yah ia pikir dia sudah mundur, namun ternyata tidak ya.
"BOLEH JUGA." Terdengarlah suara kegeraman dari sang sosok serigala hitam itu.
Aura kengerian kuat langsung terpancar darinya.
"Uh...." Felicia terdiam, sudah lama ia tak mendengar suara seperti ini.
Lebih mengerikan dari pertunjukkan horor dan konten lainnya.
"...." John terdiam, tak banyak perubahan ekspresi yang terlihat dari wajahnya.
Namun tak bisa dipungkiri ia juga merasakan aura kengerian yang sama.
Makhluk yang baru datang itu jelas bukan makhluk biasa.
Dugaannya sebelumnya makin mencuat.
Hubungan apa yang terjalin antar mereka berdua?
Kenapa keakraban mereka jadi seperti ini?
Apa mungkin ini bagian dari rencana mereka?
"Kamu tak perlu percaya padaku." Nona Wolf tersenyum kecil.
Ia bisa tahu apa yang dipikirkan pemuda ini.
Yah itu terlihat jelas dari raut wajahnya sih.
"Tenang dan nikmati pertunjukanya." Sang perempuan cantik itu berbalik dan berjalan meninggalkan mereka.
__ADS_1