Level One

Level One
Expert


__ADS_3

Felicia tak punya pilihan lain selain menerima apa adanya.


Namun tekadnya tak berubah sama sekali.


Meski tetap merepotkan, ia bangga bisa bertahan sampai akhir.


Ia tak bisa menghidupi rencana besar awalnya sendiri.


Namun bukan berarti sudah berakhir.


Pemuda ini masih bisa menemukan banyak orang lain yang lebih berguna ketimbang dirinya.


Contohnya saja ibu cantik itu.


Baru masuk aja sudah berkontribusi besar ke party.


Perjuangan masih belum selesai, masih ada harapan.


Yah Felicia juga tak memaksa pemuda ini untuk terus melanjutkan ide gilanya sepeninggalannya.


Pemuda itu lebih tahu apa yang baik untuknya dibanding dirinya.


‘Maaf Rookie.’ Felicia tak punya tenaga untuk mengatakannya langsung.


Yah sesekali nggak papa dramatis juga kan?


Shhhh….


“!” Tiba-tiba aura sekitar berubah.


Mungkinkah musuh yang siap nyerang!?


Bukan, bukan itu.


Felicia tak merasakan aura kekuatan musuh menyiksanya lagi.


Kok bisa begini ya?


Apa mungkin ia sudah meninggalkan dunia ini? Jadinya tak merasa sakit lagi?


Bisa jadi seperti itu sih.


“Nona.”


“!” Seketika itu juga Felicia membuka matanya.


‘A- aku….’ Ia masih bisa melihat pemuda itu masih berdiri di depannya.


‘Belum mati?’


Padahal jelas-jelas ia sudah kehabisan tenaganya.


Tapi kenapa?


“Semuanya akan baik-baik saja nona.”


“!”


Ah, jadi begitu ya.


Felicia akhirnya sadar dengan apa yang terjadi di sini.


Pemuda itu ternyata menolongnya lagi.


Tubuhnya perlahan terisi kekuatan lagi.


Tak ada lagi rasa lemah, lemah, letoy dan lain sebagainya.


Ini benar-benar hebat.


Felicia pikir tadi adalah akhir untuknya.


Namun ternyata tidak seperti itu.


Pemuda ini lagi-lagi menolongnya dengan cara yang tak terduga.


Hanya berada di dekatnya saja kekuatannya sudah bisa pulih kembali.


Teknik transfer kekuatan adalah teknik dengan tingkat kesulitan dan kerumitan yang tinggi.


Tak sembarang makhluk yang bisa melakukannya.


Felicia pernah mempelajarinya, namun ternyata lebih sulit dari yang bisa dipikirkan.

__ADS_1


Selalu ada teknik sulit untuk dipelajari, bahkan oleh makhluk dengan banyak pengalaman sekalipun.


Teknik ini memang teknik support yang tak wajib dikuasai oleh damage dealer.


Namun Felicia selalu ingin belajar banyak hal yang baik.


Setelah meremehkan di awal, akhirnya ia tahu betapa sulitnya hal yang ia remehkan ini.


SWWUSH!


Tak butuh waktu lama sampai akhirnya ia sudah penuh dengan kekuatan lagi.


Sekilas info lagi, durasi teknik transfer kekuatan ini bergantung pada seberapa ahli penggunanya menguasainya.


Dan kini sudah terjawab sudah seberapa ahli pemuda satu ini.


'AHLI BANGET SIH.'


Teknik pemulihan pemuda ini lebih efektif daripada potion berkhasiat tinggi sekalipun.


Tak ada hal aneh yang dirasakannya juga.


Yah maklum saja teknik transfer kekuatan juga punya risikonya sendiri.


Yang tak lain tak bukan adalah reaksi dari si penerima.


Benar sekali, harus ada kecocokan antar pemberi dan penerima.


Energi kekuatan masing-masing makhluk hadir dengan keunikan dan karakteristik masing-masing.


Kalau tak cocok ya jelas bakal ada efek sampingnya sih.


Teknik yang sulit dan rumit begini bukan teknik yang sempurna juga.


Kini Felicia sudah benar-benar bugar.


Kekuatan menyelimuti tubuhnya.


Rasanya seperti bisa melakukan apapun!


Tak hanya kondisi tubuhnya yang membaik, namun kepercayaan dirinya juga meningkat drastis.


‘Kenapa?’ Felicia terdiam dengan pertanyaan besar.


Pertarungan masih belum berakhir….


Pada akhirnya bukan tanpa alasan John melakukan itu.


Apalagi kalau bukan karena untuk melindungi nona penyelamatnya itu?


Kali ini ia harus memastikannya.


Keamanan nona penyelamatnya ini adalah prioritas utamanya.


HUSH!!!


DAN PEMUDA SATU INI PUN LANGSUNG MAJU LAGI!


DUARRRR!!!


Ledakan hebat tercipta seketika itu juga.


*


Pertarungan berlanjut lagi setelah John menyelesaikan urusannya.


Ia terbantu karena lawan misteriusnya ini tidak berlaku aneh-aneh sebelumnya.


Yang pada akhirnya bukan tanpa alasan juga.


Sang makhluk misterius ini menghargai apa yang sedang dilakukan lawannya.


Jadilah ia tak mengganggunya.


Dentuman keras dan hempasan kencang menghiasi tempat ini lagi.


Entah sudah berapa banyak kehancuran yang terjadi.


Namun yang pasti banyak juga sih.


Sejauh ini posisi kedua makhluk yang sedang bertarung ini masih imbang.


Bahkan pas masuk ronde kedua pun mereka masih saja bugar seperti yang sebelumnya.

__ADS_1


Belum terlihat adanya penurunan performa dari mereka berdua.


Dengan semangat dan tekad yang diemban masing-masing sulit untuk melihat siapa yang sedang ada di atas awan.


“….” John masih terlihat dingin dengan rentetan serangan fisik yang dilancarkannya.


Mungkin kedengarannya membosankan mengingat dari awal pertarungan berjalan begini-begini saja.


Kemana teknik hebat dn trik luar biasa yang bisa dilancarkan untuk melumpuhkan musuhnya?


Masa tarungnya gini-gini aja sih?


Pada akhirnya bukan tanpa alasan juga.


Dengan kekuatannya yang sekarang, pemuda ini bisa melancarkan teknik berkekuatan besar tanpa masalah.


Namun ia tak melakukannaya.


Tak lain tak bukan karena ia peduli dengan apa yang terjadi.


Benar sekali, teknik serangan khusus pastinya akan punya dampak yang lebih hebat dari yang sekarang.


Kehancuran yang tak terkira akan terjadi, dan jangan lupakan dampak yang lain juga.


Satu alasan itu sudah cukup untuk membuatnya tak bertindak lebih jauh.


Dan tak disangka lawannya pun masih belum melancarkan teknik spesial juga.


John tak tahu alasannya, namun ia yakin lawannya itu punya rencananya sendiri.


Dan memang begitulah kenyataannya.


Ada alasan dibalik pergerakan sang sosok berjubah merah ini.


Alasan kenapa ia juga belum menunjukkan teknik khususnya.


Yang tak lain tak bukan karena lawannya sendiri.


Benar sekali, sang sosok misterius satu ini menunggu lawannya pakai teknik khusus duluan.


Yang artinya ia takkan menggunakan teknik khususnya untuk sekarang ini.


Bahkan makhluk misterius satu ini ternyata bisa menahan dirinya juga ya.


‘….’ John tak menyangka lawannya se-waspada ini.


Padahal ia pikir dengan menunjukkan diri begitu dia tak ingin buang-buang waktu lagi.


Ternyata tidak begitu ya.


Anlisis lawannya tak bisa diragukan, inilah modal yang sedang dikumpulkan untuk melawannya.


Dan jangan salah, John pun melakukan hal yang sama juga.


Mereka saling mengamatai satu sama lain demi keuntungan masing-masing.


Kini sudah cukup banyak info yang terkumpul dari masing-masing mereka.


Hanya tinggal eksekusinya saja seperti apa.


'....' John sadar ia tak bisa terus membiarkan seperti ini.


Kalau begini terus pertarungan takkan ada habisnya.


Namun di sisi lain, mengeluarkan teknik khusus berisiko juga.


Tak hanya kehancuran yang mengerikan, namun juga bisa menarik perhatian.


Bukan tak mungkin kalau ada gangguan lain yang datang dari luar gara-gara keributan yang terjadi.


Namun pada akhirnya John tak bisa mengatur semuanya agar sejalan dengan apa yang ia harapkan.


Hal-hal akan terjadi baik yang diduga ataupun tak terduga.


Dan John tahu juga harapannya itu sulit terjadi.


Meski sudah menahan diri tak mengeluarkan teknik pun tetap saja situasi tak bertambah baik dan kehancuran pun makin menjadi-jadi.


Makin lama tak ada bedanya juga dengan pakai teknik khusus langsung.


Sedang lawannya masih saja santai menghadapinya.


John tak bisa setengah-setengah menghadapi lawannya yang satu ini.

__ADS_1


BUM!!!


__ADS_2