Level One

Level One
Wrong Way


__ADS_3

Cara paling umum untuk jadi kuat ya naik level.


John sempat berharap kejaiban terjadi ketika melihat statusnya sendiri.


Namun pada akhirnya tidak seperti yang diharapkannya juga.


Pada akhirnya tak ada pilihan lain selain benar-benar memecahkan misteri ini sekali untuk selamanya.


"Ada apa?" Pemuda ini kelihatannya lesu.


Siapa yang tak penasaran melihat perubahan emosi yang cepat begini?


"Ah tak apa nona." John tersenyum kecil.


"...." Felicia terdiam, ia bisa melihat raut wajah kecewa dari pemuda ini.


Memang ada yang disembunyikannya.


Yah ia tak bisa memaksa pemuda itu untuk mengatakannya sih.


Setiap makhluk punya privasinya masing-masing dan harus dihargai.


John terdiam, sekarang ia harus menjaga ekspektasinya, atau berakhir dengan kecewa.


Meski tak bertambah kuat, yah setidaknya ia dapat pengalaman baru menjelajahi area game ini secara langsung.


Mending lihat dari sisi positif-nya saja, iya nggak?


Kembali lagi ke topik awal….


Kini terungkap sudah kenapa nona itu berteriak.


Itu teriakan kesenangan, bukan yang lain.


Yah, mana mungkin juga ada musuh di dekat gerbang kota ini kan?=


SRK!


"!" Ada suara asing dari semak yang tiba-tiba muncul!


John terdiam, ah paling binatang, santai dulu gak sih?


"Musuh." Felicia menatap tajam.


'MASA SIH!?' John tak percaya.


Tapi mana mungkin nona ini bohong juga sih.


Tatapan serius gadis ini sudah bicara keras.


Memang ada musuh di sini.


SRET.


John balik lagi ke mode seriusnya.


Tak disangka dugaannya malah jadi kenyataan.


Akhirnya musuh benar-benar muncul!


John tak merasakan hawa kehadiran siapapun.


Yang berarti siapapun dan apapun yang ada di balik semak itu adalah makhluk yang kuat.


Sejauh ini hanya ada goyangan-goyangan semak saja dan belum ada yang menampakkan diri juga sih.


John kini hanya bisa bersiaga dan mengandalkan aba-aba nona itu saja.


Karena hanya beliaulah yang bisa merasakan aura keberadaan musuh di sini.


"...." Felicia terdiam, ia tak menyangka muncul musuh di saat sekarang.


Lebih masuk akal kalau musuh datang saat mereka masih dalam perjalanan yang jauh.


Namun ini malah pas sudah sampe tujuan.


JELAS MENCURIGAKAN.


Felicia masih menahan aksinya dan mengamati musuh.


Maju serentak dan menyerang memang menggoda.


Namun ia tak mau gegabah.

__ADS_1


Tidak dalam kondisinya yang sekarang.


Tak bisa dipungkiri gadis ini memang kadang tak tahan dengan rasa penasarannya ketika ingin tahu sesuatu.


Namun sekarang bukan saatnya untuk menuruti ego-nya sendiri.


Ia perlu mempertimbangkan berbagai hal sebelum benar-benar beraksi.


"UH." Namun ternyata tak semudah yang ia bayangkan.


"NONA!?" John tak bisa menahan kekagetannya melihat nona satu ini yang begitu serius.


Definisi 'serius' di sini bukanlah yang biasa-biasa saja, melainkan sudah naik level.


Itu ditunjukkan dari bagaimana gadis ini terlihat sekarang.


Urat-urat nya mulai menonjol, seolah sedang menahan sesuatu dan badannya bergetar.


Itu jelas serius yang agak lain sih.


Baru kali ini John melihatnya seserius ini.


Melihat orang ceria yang serius memang agak lain.


Namun yah wajar juga sih serius disaat ada lawan seperti ini.


Makhluk hebat tak wajib menyembunyikan keseriusannya.


Ada kalanya mereka menunjukkannya dengan ekpresi yang tak biasa.


Mungkin itulah yang sedang ditunjukkan nona itu.


'TAHAN FELICIA TAHAN....' Tak bisa dipungkiri ada pergolakan batin di dalam diri gadis satu ini.


Itulah kenapa ekspresinya seperti ini.


Insting agresifnya aktif disaat yang kurang tepat, dan ia masih berusaha menahannya.


Ya benar, Felicia berusaha menahan naluri alaminya untuk menyerang, itulah kenapa ia terlihat begitu serius.


Ia benar-benar tak bisa gegabah, atau sulit untuk mengembalikan situasi seperti semula.


Perlahan namun pasti dorongan dalam dirinya akhirnya mereda juga.


Prinsipnya mudah, musuh menyerang, ia bertindak.


Itu saja.


Kalau tak begitu ya ia takkan beranjak dari tempatnya.


Felicia sudah menetapkan peraturannya sendiri, sekaligus strateginya juga.


SRK!


SRRK!


Goyangan pada rerumputan tinggi itu makin menjadi-jadi.


Membuat siapapun yang melihatnya jadi penasaran dengan sosok dibaliknya.


Termasuk pemuda dan gadis ini.


Kini mereka berdua masih memerhatikan dengan seksama apa yang akan keluar dari semak-semak itu.


Aura ketegangan mulai terbangun, Felicia merasakan lonjakan kekuatan yang lumayan di sini.


Hanya tinggal menunggu waktu musuh misterius itu menunjukkan dirinya.


Shhh....


Hempasan udara sejuk lembut terasa di tengah cuaca panas ini.


Membuat siapapun yang merasakannya jadi nyaman.


"!" Felicia terdiam, dari raut wajahnya terlihat jelas ia terkejut.


"?" John terdiam dengan pertanyaan.


Nona ini kelihatanya terkejut, apa yang beliau pikirkan?


Kini semak-semak tinggi itu tidak lagi gerak-gerak sendiri....


"!" John terkejut seolah menyadari sesuatu.

__ADS_1


KEJADIAN ANEH YANG LAIN.


Satu-satunya petunjuk keberadaan musuh menghilang begitu saja.


BISA JADI MUSUH SEMBUNYI PAKE CARA LAIN!


Itulah hal yang paling mungkin untuk terjadi!


John lebih meningkatkan lagi kewaspaannya.


Musuh bisa muncul kapanpun dan dimanapun!


Itu terdengar berlebihan, namun begitulah kenyataannya.


Apa yang nggak bisa dilakukan musuh kuat?


"...." Felicia terdiam, tatapannya tak setajam yang tadi.


Hawa kehadiran musuh hilang begitu saja bertepatan dengan angin sejuk tadi.


Ini aneh mengingat tak lama aura kekuatan musuh menguat, siap untuk memulai pertarungan.


Tapi sekarang kenapa malah menghilang begini?


JANGAN-JANGAN ITU TRIK MUSUHNYA?


Itulah kemungkinan yang paling masuk akal untuk terjadi.


Namun Felicia meragukan itu.


Musuhnya memang bisa pakai teknik penyamaran mutakhir yang bisa membuat keberadaannya seolah menghilang.


Namun sekali lagi, Felicia meragukannya.


Meski tubuhnya tak sebugar biasanya, namun instingnya masih bisa diandalkan.


Musuh itu mundur sebelum menampakkan dirinya.


"Apa?" John tak percaya.


Namun nona ini bisa dipercaya sih.


Belum juga tahu musuhnya, eh malah sudah mundur aja.


Tapi bukankan ini hal yang bagus?


Mereka tak perlu lagi berurusan dengan musuh bahaya.


Yah melawan musuh di keadaan yang begini memang tak mudah.


Mereka masih letih akibat perjalanan jauh sih.


'HOH.' John bisa bernafas lega.


Bodo amat sama motif musuhnya, yang penting bisa survive sampai tujuan.


Kini gerbang kota tinggi nan besar ada dihadapan mereka.


Karena wilayahnya yang luas, banyak gerbang kota yang tersebar sebagai akses masuk ke tempat ini.


Dan hanya beberapa yang dipakai sebagai jalur utama keluar masuk perdagangan.


Dan mereka sampai di gerbang kota yang sangat jarang dipakai keluar masuk aktivitas orang-orang kota.


John sudah tahu akan hal ini.


Yah ia sebelumnya ia pernah beberapa kali berkunjung ke tempat ini sih.


JADI SEKARANG GIMANA?


Mereka sampai di pintu masuk yang hampir tak pernah digunakan.


Gimana caranya masuk coba?


"Salah jalan." Felicia langsung mengungkapkan pendapatnya.


Mereka tak bisa masuk di jalur ini.


"...." John terdiam, apa yang dikatakan nona ini adalah benar.


Akan sulit masuk di jalur tertutup ini.


"Tapi hanya ini satu-satunya jalan nona." Namun John punya pendapat yang beda.

__ADS_1


__ADS_2