
Asap putih tiba-tiba tercipta.
John dengan sigap langsung mundur.
Inikah serangannya?
Kok asap sih?
John pikir serangannya akan lebih keren dari yang biasa.
Namun hanya asap juga sih.
"!" John menguatkan lagi kewaspadaannya.
Sebaiknya jangan anggap remeh dulu apa yang dilakukan lawan.
Bisa saja asap itu hanya pengalihan dan serangan yang sesungguhnya adalah dibalik itu.
Perlahan namun pasti asap putih itu akhirnya menghilang juga.
WAKTUNYA BERSIAP UNTUK KEMUNGKINAN APAPUN.
“!” John terdiam dan tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
“Lihat?”
NONA CANTIK ITU PUNYA EKOR!
KOK BISA SIH?
Tak perlu menggosok matanya pun ia sudah tahu ini nyata adanya.
AH PALING AKSESORIS AJA.
Ia tak mungkin tertipu oleh hal kecil begini!
Hampir saja ia percaya buntut itu betulan.
Tak bisa dipungkiri entuk dan warnanya memang bener-benar mirip sama sang serigala putih sih.
Tapi saauang sekali ia takkan tertipu oleh penampilannya itu.
Dimatanya nona itu kini hanya perempuan cantik yang sedang ber-cosplay.
Cosplay terbaik sejauh ini sih.
Syat…
Syut….
Ekor itu bergerak kesana kemari.
LUCU JUGA YA.
‘HAH!’ SADAR JOHN, KAU TAK BOLEH LENGAH!
John kembali meningkatkan kewaspadaannya.
Sang musuh langsung menyerang ke titik lemahnya begini.
Benar sekali, John tipe orang yang suka sekali dengan hal lucu.
Termasuk melihat bulu putih halus begitu, membuat agak geli sih.
"Kamu belum percaya ya." Nona cantik itu memegang dagunya, berpikir.
Puff....
Asap putih tercipta lagi, namun kali ini tak banyak sih.
John tak merasa harus tegang.
Kini trik apa lagi yang akan ditunjukkan lawannya.
Tak lama asap kecil itu akhirnya menghilang juga.
"!" Untuk kesekian kalinya John tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Kok telinga nona itu....?
Kini telinganya panjang dan putih juga.
'OIOIOI.' John tak menyangka akan mengarah ke sini.
__ADS_1
"Masih tak percaya ya? Mau bagaimana lagi sih~" Sang perempuan cantik itu sudah mengerahkan segala usahanya untuk menyakinkan pemuda itu.
Ia tak bisa lagi menunjukkan perubahan lain, setelah ini pasti akan mengerikan.
"NONA WHITE WOLF." John mengambil kesimpulan seketika itu juga.
"!" Perempuan cantik ini tak menyangka, jadi dia sudah percaya.
Wah usahanya tak sia-sia dong ya.
Ia pikir pemuda itu masih belum percaya.
John sudah melihat cukup bukti soal pernyataan perempuan cantik satu ini.
Yah nona ini menunjukkan lebih dari satu bukti sih.
Jadi ini wujud asli musuhnya….
HM…
“Pertarungan masih belum selesai nona.” John terlihat serius.
Bukan tanpa alasan ia mengatakannya, ia hanya ingin mengingatkan saja.
Chit-chat bukanlah masalah, namun ia tak mau keterusan.
John yakin nona ini punya tujuan yang lebih penting daripada ngobrol santai dengannya.
KINI WAKTUNYA UNTUK MENGUNGKAP TUJUAN SEBENARNYA DARI SANG LAWANNYA KALI INI.
“….” White Wolf terdiam, keheranan terlihat jelas padanya.
“Santai aja kali~” Perempuan cantik itu mengibas-ngibaskan tangannya .
“….” John terdiam, kali ini ia sedang menerapkan prinsip ‘GAK BISA SANTAI.’
Tak bisa dipungkiri suasana yang dibawa nona itu memang santai.
Namun bukan berarti ia harus ikut juga sih.
Pada akhirnya nona cantik itu adalah musuhnya, dan bisa menusuknya kapan saja.
John sendiri tak menyangka akan dapat respon seperti itu.
Ia pikir bakal dapat respon lebih keras dari nona itu.
Butuh keberanian ekstra untuk mengatakan itu.
Mengingat lawannya notabene lebih kuat darinya.
Jadi ia pun bersiap untuk respon apapun.
Namun tak disangka responnya begini.
Nona itu malah ngejawab santai dong.
“Tak perlu terlalu serius.” Nona Whita Wolf kembali mengatakan sarannya.
John masih dalam posisi siaga, bahkan setelah dua kali disuruh santai.
Entah kenapa perkataannya dan sikapnya itu tak mencerminkan dirinya adalah musuhnya.
MUNGKIN ADA MOTIF TERTENTU.
Pasti ada alasan dibalik pengakuan identitas dan kesantaian lawannya ini.
“Aku hanya tertarik denganmu~” Nona Wolf ini tersenyum kecil.
‘….OKE?’ Jawaban yang cukup simpel sih.
Akhirnya terjawab sudah rasa penasarannya.
Mungkin sebagian dari kita heran kenapa John malah langsung percaya?
Bukankah ia tak boleh menelan mentah-mentah ucapan lawannya?
Ia tak lupa soal itu .
Namun John tahu lawannya satu ini bisa dipercaya.
Ia pikir ada alasan yang lebih rumit dan berat, namun ternyata tidak gitu sih.
Jadi ada apa dibalik alasan klise itu?
__ADS_1
John sadar ia bukanlah makhluk kuat, namun kenapa nona itu tertarik dengannya?
Bukankah makhluk kuat hanya tertarik dengan makhluk kuat juga?
Untuk apa dia tertarik dengannya?
“Aku sudah mencarimu selama ini~” Sang perempuan cantik itu tersenyum lembut.
“….” Oke, itu agak berlebihan.
Ini bukan kisah romantis yang ada di novel-novel sih
Kenapa dia mencarinya?
John tak ingat kapan terakhir kali bertemu dengannya selain sekarang.
“Mungkin nona salah orang.” John langsung mengungkapkan pendapatnya.
Tak ada hal menarik dari dirinya juga.
Yah kalau dulu ada sih.
Tapi sekarang ia sudah tak punya apa-apa lagi.
White Wolf terdiam, pemuda itu malah kelihatan murung sekarang.
Memangnya ada yang menyedihkan?
Tak bisa dipungkiri John memang tak berusaha sok kuat di sini.
Ia suka agak sedih kalu mengingat masa lalu sih.
“….” Sang perempuan bergaun putih ini terdiam.
Sudah lama sejak terakhir kalai ia melihat laki-laki yang emosional begini.
Biasanya para laki ingin tetap terlihat kuat dan tak menujukkan kelemahannya.
Namun sepertinya itu tak berlaku dengan targetnya satu ini.
Dia memancarkan aura kesedihan yang bahkan bisa membuat siapapun yang merasakannya bersimpati padanya.
Sang perempuan cantik ini tak tahu apa yang sudah dialami pemuda itu.
Namun yang pasti hal yang cukup menyedihkan juga sih.
Benar sekali, kalau disodorkan lagi dengan pengalaman masa lalunya, tekad dan semnagatnya pun bisa terganggu.
Saking emosionalnya pemuda ini bahkan sampai lupa untuk tetap berpura-pura kuat.
Sang perempuan cantik itu menunggu pemuda ini tenang.
Dan akhirnya tenang juga.
“Nona ingin mengakhiriku?” John langsung ke pertanyaan penting lainnya.
Yah pastilah ada tujuan selanjutnya setelah mencarinya ‘kan?
Apa lagi kalau bukan yang sudah ia katakan itu?
“Nggak~” White Wolf langsung menepis dugaan itu.
“Eh?” Kalau begitu kenapa dong?
MANA MUNGKIN CUMAN ISENG-ISENG AJA ‘KAN?
“Iseng aja kok~”
MASA SIH!?
John tak percaya dengan apa yang didengarnya.
Tapi nona itu bisa dipercaya juga sih.
Meski nada bicaranya agak lain, namun John tak merasakan adanya sandiwara di sini.
John baru tahu kelakuan makhluk kuat ternyata bisa random juga ya.
“Tapi aku beneran tertarik denganmu lho.” Perempuan cantik ini terdengar lebih meyakinkan dibanding yang sebelumnya.
“OKE?” John memaksakan dirinya untuk mengerti situasinya sekarang.
Jarang-jarang ada makhluk kuat yang tertarik dengannya dan tak berniat mengakhirinya.
__ADS_1
Kalau begitu apa?
APA BAKAL DITAWAN?