
Sudah beberapa saat berlalu sejak terakhir kali dia muncul.
Apa yang sebenarnya terjadi padanya?
Felicia menoleh kecil ke belakang.
Dan terlihatlah seorang pemuda yang masih terbaring tak berdaya.
Benar, dialah sang pemuda yang kita cari-cari, John.
Ia masih belum memperoleh kesadarannya kembali.
Mungkin sebagian dari kita bertanya, kenapa pemuda itu bisa bertahan setelah ledakan energi hebat yang terjadi berkali-kali itu?
Bukankah wajar apabila ia terhempas dan bahkan terluka akibat dampak pertarungan hebat ini?
Namun pada akhirnya tidak seperti itu
Sang pemuda yang tak sadarkan diri ini tak terluka, bahkan posisi awalnya sama sekali tak berubah.
Jelas ada sesuatu yang melindungi pemuda satu ini.
Dan itu tak lain tak bukan adalah perbuatan sang gadis cantik itu.
YA BENAR SEKALI.
Tepat setelah mereka berlindung menggunakan aura perlindungan biru, Felicia langsung mentransferkan aura perlindungan transparan pada pemuda ini.
Itulah sebabnya si John satu ini baik-baik saja meski sudah terkena dampak pertarungan hebat ini.
Entah apa jadinya kalau ia tak terlindung aura pertahanan.
Namun yang jelas akan mengerikan dan fatal kalau begitu sih.
‘Syukurlah.’ Felicia bisa sedikit bernafas lega sekarang.
Yah ia pikir aura kekuatannya tak cukup kuat untuk melindungi pemuda itu.
Tapi untunglah apa yang dipikirkannya salah.
Namun pada akhirnya ini bukanlah akhir.
Sang monster serigala kepala tiga sudah menatap tajam lagi dan siap beraksi kapanpun.
Kalau begini terus arua perlindungan pemuda itu bisa gawat.
Felicia memutar otaknya.
Namun yah tak ada yang bisa ia lakukan kecuali tetap bertarung sih.
Mereka tak bisa mundur dari tempat ini, atau rencana pemuda ini bisa berantakan.
‘OKE.’
Pada akhirnya strategi hemat dayanya tak bisa dieksekusi.
Itu tidak realistis untuk jenis pertarungan yang terjadi sekarang.
Felicia tahu betul lawannya memang bukan makhluk biasa-biasa saja.
Melainkan monster berbahaya yang ngeselin.
Sudah tidak sepatutnya ia berharap mereka sadar diri dan mundur.
Yah memang kemungkinannya kecil, lebih kecil dari yang bisa diduga.
Pada akhirnya tak ada pilihan lain selain menghabiskan banyak kekuatan juga sih.
SRET.
Felicia bersiap dengan kuda-kudanya.
Aura keseriusan terlihat jelas dari raut wajahnya.
Tak bisa dipungkiri ia memang meningkatkan keseriusannya juga sih.
Sementara itu di sisi lain pihak lawan melakukan hal yang sama.
Yah monster besar mengerikan satu ini memang sudah serius dari awal sih.
Akhirnya apa yang mereka nantikan terjadi juga.
__ADS_1
Gadis itu akhirnya serius, dan tak lama lagi akan melakukan sesuatu.
‘Serangan fisik biasa nggak mempan….’ Memang masih bisa dilakukan, namun tak efektif.
Sret.
Felicia mengangkat tangan kanannya ke depan, dan seketika itu juga lingkaran sihir merah langsung tercipta.
Sekilas info, gadis cantik ini memang menguasai banyak ilmu sihir.
ZZUUUNG....
Lingkaran sihir merah itu langsung membesar seketika itu juga!
Inilah bukti keseriusan sang gadis ini.
Akhirnya setelah sekian lama ia menunjukkan tekniknya juga.
DRRR….
Getaran hebat langsung tercipta seiring dengan gadis ini mengumpulkan kekuatannya.
Tak butuh waktu lama sampai akhirnya kekauatan perempuan ini menyamai kekuatan musuhnya.
Bahkan kini sudah melebihinya.
“…..” Serigala raksasa itu melihat seksama dan memunculkan lingkaran sihirnya sendiri juga.
SANG MONSTER INI JUGA MENGGUNAKAN KEKUATAN SIHIR!
Sungguhlah tak disangka!
Namun ini tak mengejutkan bagi sang gadis cantik ini.
Ia sudah melihat banyak monster yang bisa menggunakan kekuatan seperti ini.
Yah itulah yang membedakannya dari binatang biasa sih.
Lingkaran sihir hitam tercipta dari sang serigala raksasa itu.
Dan ukurannya langsung membesar juga.
Kini keduanya sudah siap dengan tekniknya masing-masing, dan hanya tinggal melancarkannya saja.
Hempasan angin kencang dan getaran hebat makin menjadi-jadi.
Masing-masing makhluk ini sudah menunjukkan keseriusannya, seolah sudah memberikan yang terbaik.
Dan memang begitulah kenyataannya.
Sang monster sudah yakin tekniknya itu akan membinasakan lawannya, sementara sang gadis ini sudah meningkatkan keseriusannya.
Kini hanya tinggal menunggu waktu sebelum keduanya melancarkan serangannya.
BOOOMMM!!!
DAN SEKARANGLAH WAKTUNYA!
KEDUANYA MELANCARKAN SERANGANNYA BERSAMAAN!
SUNGGUHLAH KEKOMPAKAN YANG TERDUGA!
Laser aura hitam monster dan aura merah gadis itu langsung melesat!
APA JADINYA KALAU KEDUANYA BERTUBRUKAN SATU SAMA LAIN?
JAWABANNYA TAK LAMA LAGI AKAN SEGERA TERUNGKAP!
“….” Felicia terdiam dan menatap serius.
‘Gawat.’ Dalam benaknya sudah tergambarkan apa saja yang terjadi kalau kekuatannya dan kekuatan lawan beradu.
Namun pada akhirnya hal ini memang tak tereelakan.
Ia sudah melancarkan teknik seriusnya, namun apa itu pilihan terbaik?
Dua energi besar saling beradu tentu takkan menimbulkan dampak positif, melainkan sebaliknya.
Insting dan imajinasinya yang kuat bermain di sini.
Kini gadis ini malah meragukan keputusan yang sudah diambilnya.
__ADS_1
Mungkinkah ada hal lain yang bisa dijadikan alternatif selain meningkatkan keseriusannya begini?
….
Tak ada.
Ia tak menemukan solusi lain yang lebih baik selain jadi serius.
Pada akhirnya cepat atau lambat pertarungan akan jadi serius juga.
Pertarungan ini sudah tak perlu dipanjang-panjangkan lagi.
Memang nampaknya mengakhiri semua ini secepat mungkin adalah ide bagus.
Jelas ide bagus kalau ia bertarung sendiri.
Benar, ia memikirkan sang pemuda yang tengah dilindunginya ini.
Apa yang sebenarnya ia pikirkan tentangnya?
Bukankah pemuda itu aman-aman saja dengan aura perlindungan buatannya itu?
Kenapa harus dipikirin lagi?
Ada alasan kuat kenapa gadis ini memikirkannya.
Ya jelas karena ia khawatir sih.
Bahkan dibalik raut wajahnya yang serius, ia masih bisa khawatir juga.
Ia tak yakin pelindung yang ia ciptakan itu bisa bertahan dari efek aduan kekuatan yang tak lama lagi terjadi ini.
LOH KOK GITU?
Mungkin ada sebagian dari kita yang tak percaya dengan hal ini.
Kenapa bisa-bisanya gadis itu tak percaya dengan teknik kekuatannya sendiri?
Bukankah terlambat memikirkan itu sekarang?
Kenapa tak dari awal saja?
Bukankah gadis itu bisa menguatkan kembali aura pertahanan pada pemuda itu sebelumnya?
Kenapa malah sekarang kepikirannya?
Memang solusinya sekilas sederhana sekali dan mudah dieksekusi.
Namun pada kenyataannya tidaklah seperti itu.
Mudah mengatakan daripada melakukan.
Bukannya Felicia tak mau melakukannya, melainkan memang itu tak semudah membalikkan telapak tangan.
Pergerakannya terbatas ketika melawan monster satu ini.
Musuhnya jelas takkan membiarkannya melakukan apapun seenaknya.
Instingnya pertarungannya bisa diandalkan.
Felicia tak mau monster itu mengalihkan perhatiannya darinya.
Dia bisa lebih merepotkan lagi kalau sudah mengincar pemuda itu.
Pada akhirnya pilihan sulit pun harus dibuat.
‘OKE.’ Felicia menguatkan lagi kepercayaan dirinya.
Ia tak bisa membiarkan keraguan terus menggerogoti dirinya.
Yah monster satu ini memang tak bisa diremehkan juga sih.
Akselerasi kekuatannya melebihi monster-monster lain.
Felicia memfokuskan kekuatannya, yah ia harus meningkatkan keseriusannya lagi sih.
Kini waktunya untuk menikmati ledakan hebat yang akan terjadi.
SRRRINGGG!!
“!”
__ADS_1