Level One

Level One
Explanation


__ADS_3

'Hah?' John terdiam, kenapa nona ini malah nanya begini?


"Karena nona sudah menyelamatkan saya." John langsung mengatakan alasannya juga sih.


Jawabannya bisa lebih dramatis dari itu, tapi yah ia tak mau bertele-tele.


'GITU YA.' Akhirnya rasa penasarannya terjawab juga.


Yah itu alasan yang cukup sederhana juga sih ya.


Pemuda itu ingin balas budi ternyata.


"Kenapa? Padahal aku tak memintamu menolongku." Felicia ingin menggali motif sebenarnya lebih dalam lagi.


Adalah perjuangan yang tak mudah untuk membawa seseorang dari tempat sepi ke tempat ramai begini.


Kenapa dia rela merepotkan dirinya begitu?


John terdiam, itu emang benar sih.


Ia bisa aja ninggalin nona itu sendirian, toh dia makhluk kuat juga pasti sadar sendiri.


Dengan begitu ia tak perlu susah payah jalan berhari-hari mengarungi berbagai medan untuk sampai ke tempat ini.


"Aku tak bisa membalas kebaikan nona, hanya inilah yang bisa kulakukan." Pemuda ini benar-benar terdengar sopan.


"...." Masuk akal juga sih. Felicia mengerti.


Jadi ini semacam hubungan timbal balik ya.


Dia menolongnya karena dirinya sudah menolongnya.


Itu lebih masuk akal bilamana dia adalah orang kuat, namun nyatanya dia lemah sih.


Felicia bisa membayangkan betapa susah payahnya dia menolongnya sampai ke tempat ini.


“….” John terdiam. Rasanya ia sudah mengatakan semuanya dengan jelas ya.


‘Uh.’ Selain keringat dan kotoran yang ada di tubuhnya, raut wajah pemuda ini juga perlahan jadi pucat.


“Kenapa kau kerja di situ?” Perempuan ini belum selesai dengan pertanyaanya.


Ia masih penasaran dengan hal lain.


John beberapa kali tertunduk seolah sedang kelelahan.


Yang nyatanya memang benar begitu juga sih.


Yah wajar lelah setelah kerja keras seharian juga sih.


"Ah." John berusaha mempertahankan kesadarannya.


'Waduh.' Felicia bisa merasakan aura kekuatan pemuda ini memang dibawah batas wajar.


Dia memaksakan dirinya.


Pekerjaan berat bukan masalah bagi orang kuat.


Tapi kalau untuknya....


Pluk.


"!"


John menyenderkan kepalanya ke bahu perempuan cantik itu.


"Khh...." Ia benar-benar tak bisa menahan rasa lelahnya itu.


"...." Felicia terdiam, dia memang benar-benar memaksakan dirinya.


Yah kalau begini ia tak punya pilihan lain selain menunggunya sadar sih.


Keesokan harinya.


"Uh." John membuka matanya, kepalanya terasa berat.


'Oh.' Keknya ia ketiduran deh.


John terdiam, ia masih mengumpulkan nyawanya.


“Khh….”


“!” ADA SUARA ORANG DI SEBELAHNYA!

__ADS_1


“WAH!” John terperanjat.


“Hmh?” Memang benar ada sosok perempuan disebelahnya.


“NONA!?” Kenapa nona penyelamatnya malah ada di sini!?


“Hmh…?” Perempuan cantik itu membuka matanya.


“Oh?” Sudah pagi ternyata ya.


Bahkan kesibukan orang-orang tak mampu membangunkannya.


‘LAH DIA MALAH BANGUN LEBIH DULU.’ Felicia tak menyangka.


Bukannya dia sedang lelah brutal ya?


“Kenapa nona di sini?” John mengulang pertanyaannya lagi.


“HNNGGH….” Felicia meregangkan badannya.


Yah agak lemas dikit sih ya. Pasca keluar perawatan sih.


Kenapa nona ini belum pergi juga? Bukankah pembicaraannya sudah selesai?


APA JANGAN-JANGAN MAU MINTA IMBALAN YA?


Yah sudah jelas ia tak bisa membalas pertolongan nona satu ini.


Wajar kalau minta imbalan tambahan juga sih.


John terdiam, ia belum siap dengan imbalan apapun sih.


Sret.


Perempuan cantik itu kembali bergeser dari tempat duduknya.


“Aku belum selesai.” Sorot mata tajam terlihat daripadanya.


Glek.


John menyiapkan dirinya untuk berurusan lagi dengan makhluk kuat ini.


Semoga saja beliau tak minta yang aneh-aneh ya.


Dengan cepat John menuruti permintaannya.


Entah kenapa makin tegang saja ya.


“Kau masih belum menjawab pertanyaan kemarin.”


“….” John terdiam, begitukah?


‘Oh iya.’ Keburu ketiduran ya.


Kalau tak salah nona ini penasaran soal kenapa ia kerja ya?


Lah memangnya ada yang salah?


Tentu saja untuk dapat uang kan?


‘Hm….’ Felicia terdiam, jawabannya yang masuk akal juga sih.


Tapi bukan itu inti dari pertanyaannya sih.


Kenapa pemuda itu tak memburu monster saja dan mendapatkan uang dari situ?


Bukankah lebih efesien? Sekaligus bisa dapat banyak poin pengalaman juga.


“Waduh.” John tersenyum kecil, dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.


“Aku terlalu lemah nona.” John akhirnya mengatakannya juga.


“Oh?” Jarang-jarang ada pria yang mengaku lemah begini.


Biasanya laki-laki bangga nunjukkin kekuatannya sih.


“….” Felicia terdiam dan memastikan sesuatu.


‘Dia tak membual.’ Aura yang terpancar darinya memang sama saja dari semenjak pertemuan pertama mereka.


LAH DIA KAN SUDAH MENJELAJAH AREA YANG CUKUP JAUH. MASA BELUM NAIK LEVEL JUGA SIH?


Akan lebih masuk akal bilamana pemuda ini naik level, meski hanya satu.

__ADS_1


“Itulah yang aneh nona.” John melipat tangan di dadanya, langsung serius.


Ada hal aneh yang terjadi padanya.


LEVELNYA NGGAK BERUBAH SAMA SEKALI.


“ANEH JUGA.” Ia baru menemui kasus yang begini disepanjang karirnya sebagai petualang.


Kok bisa-bisanya begitu?


Sang perempuan ini heran, ini kek candaan, namun nyatanya beneran terjadi.


Buktinya sudah dirasakannya sendiri.


Apa yang sebenarnya terjadi padanya?


“Sudahlah nona, ahaha.” John tak mau jadi beban pikiran orang lain.


Yah ini adalah masalahnya sendiri dan tak ada hubungannya dengan nona satu ini.


“….” Felicia terdiam, entah kenapa ia tertarik dengan hal ini.


Yah jarang-jarang ada kejadian yang begini juga sih.


Faktanya, John sudah tahu dari awal dan tak mau ambil pusing juga.


Semua harapan dan dugaannya tak terjadi.


Setelah semua perjalanan yang cukup panjang demi menolong nona satu ini hanya menghasilkan rasa lelah saja.


Tak ada exp atau poin pengalaman tambahan.


Kalau saja semuanya berjalan normal, tentu ia akan milih ngambil misi dan memburu monster, dengan begitu ia bisa lebih kuat dan mengumpulkan uang dengan cepat.


Namun apa daya apa yang terjadi tak sesuai pikirannya sih.


Itulah kenapa ia milih kerja bangunan demi dapat uang daripada membahayakan dirinya dan tak bertambah kuat.


Ia sudah cukup lama terlibat proyek bangunan, yah demi bayar pengobatan nona satu ini sih.


“….” Akhirnya semuanya jadi jelas.


Felicia tak menyangka banyak hal yang dialami pemuda satu ini.


“Terima kasih.”


“Eh?” John terdiam, kenapa malah berterima kasih


Bukannya nona ini mau meminta imbalan lain?


Felicia tak menyangka makhluk lemah ini rela melakukan apapun demi dirinya.


Sungguhlah pribadi yang bertanggung jawab sampai akhir.


….


Keramaian tak menutupi ketenangan dan keindahan pagi hari kota ini.


Melihat orang beraktivitas membuatmu termotivasi untuk melakukan sesuatu.


Namun dua makhluk ini masih lelah untuk melakukan sesuatu.


Yang satu habis pemulihan dan yang satu habis nguli berat.


Yah tak ada salah dengan istirahat.


MASIH ADA YANG PERLU DIBICARAKAN?


John yakin nona ini sudah tahu tak ada yang perlu dikhawatirkan soal biaya perawatan.


Yah John tak meragukan harta dari makhluk kuat sepertinya sih.


Ia memang hanya ingin membantu sebisanya saja.


Dan pada akhirnya ia tetap siap untuk mendengar permintaan apapun dari nona ini.


Ia akan mengusahakannya dengan sekuat tenaga demi membalas kebaikannya.


Setelah itu ia bisa berganti ke agenda utamanya.


MENGUNGKAP MISTERI KENAPA LEVELNYA STUCK.


Yah kalau levelnya ter-reset masih masuk akal, tapi nggak bisa naik level? Agak lain sih.

__ADS_1


Pasti ada alasan dibalik semua ini.


__ADS_2