
"...." Sang sosok berjubah merah terdiam, dua targetnya ternyata menjauh tanpa sepengetahuannya,
Ini benar-benar tak disangka.
Untuk pertama kalinya sang sosok berjubah merah segeram ini.
John terdiam, bau-bau akhir pertarungan sudah tercium olehnya.
Sang sosok berjubah merah itu mulai bertingkah aneh.
Sejauh ini dia makhluk yang sangat kuat yang menghalangi jalannya.
Sampai berapa lama lagi perjalanannya ini berlangsung?
Rasa frustasi mulai muncul, nona Felicia sudah sangat membantunya dan memberinya harapan.
Ia harus memang dan menyelesaikan tujuannya!
SYUT!
"!?" Tiba-tiba saja sosok berjubah merah itu menghilang.
'Ke- kemana dia!?' John melihat ke sekitaran area ini, tapi tak ada petunjuk apapun!
KOK BISA MENGHILANG TANPA JEJAK GINI!?
Ini aneh, padahal biasanya hawa kehadirannya bisa terasa!
"...." Felicia terdiam, ia sebagai pencipta dunia ini bahkan tak tahu apa yang sedang terjadi di sini.
Padahal semua hal di sini dalam kendalinya dan tak ada yang tersembunyi.
Apa jangan-jangan dia keluar paksa dari tempat ini?
Nggak... nggak mungkin.
Felicia sudah mengasah tekniknya ini sampai ke batas tertingginya.
Satu-satunya cara untuk keluar dari dunia ini hanyalah dengan mengalahkannya.
Tapi kenapa sosok berjubah merah itu menghilang tanpa jejak begitu saja?
Sementara itu John masih berusaha memeriksa lingkungan sekitarnya dan menemukan lawannya.
Tapi sayang sekali usahanya tak berbuah manis.
....
DEG.
"!?" Tiba-tiba saja raut wajah pemuda ini berubah.
Seolaha ada sesuatu yang disadarinya.
"H- hei?" Felicia melihat pemuda ini dengan seksama.
Kok dia kelihatan pucat gitu sih?
JANGAN-JANGAN KENA SERANGAN KECEMASAN?
"Te- tenang saja, semuanya akan baik-baik saja." Felicia berusaha menenangkannya, yah ia sendiri nggak terdengar percaya diri sih.
Ia hanya tak ingin rekannya ini terlalu tegang.
Di situasi begini ada baiknya kalau tetap rileks sih.
"Nona merasakannya?" John terdengar serius.
"Hm?" Felicia terdiam. Tak langsung mengerti dengan apa yang dibicarakannya.
Ada suatu energi lain.
John menutup matanya.
Sebuah aura kuat yang sulit dijelaskan.
Tepat setelah sosok berjubah merah itu hilang.
"???" Felicia terdiam heran, ia nggak merasakan apapun kok.
Ah palingan hanya perasaannya saja.
...
Tidak, tidak begitu.
John sudah memastikannya.
Ini bukan hanya sekedar perasaannya.
"!" Felicia terdiam. Tak butuh waktu lama sampai akhirnya ia percaya dengannya.
Kalau begitu ....
DRRRR....
Tiba-tiba saja lingkungan sekitar jadi bergetar hebat.
MUSUH MEREKA TAK PERGI DARI SINI!
[Mendeteksi bahaya tingkat akhir....]
[Mengaktifkan mode 'Unbeatable']
SRING!
Seketika itu juga sinar terang muncul dari pemuda ini.
'WAH NYALA!' Felicia tak tahan dan tak bisa melihat apa-apa.
Ada apa sama pemuda ini!?
'A- apa ini?' John terdiam.
Ia merasa sangat bugar.
Kekuatannya sudah terkumpul dan rasanya ia bisa melakukan apapun.
Sinar terang itu akhirnya mulai mereda.
John ingat mode begini memang ada di dalam game ini.
Mode tak terkalahkan ... yang ia dapat sebelum ...
Mengalahkan boss terakhir ....
SWUUUSH!!!
"WA!" Seketika itu juga hempasan super duper brutal kencang tercipta.
GREP!
Dengan sigap John memegang da memeluk erat nona itu.
Ia sama sekali tak terpengaruh oleh hempasan energi kuat ini.
"A- ah." Terlalu dekat.
Felicia bahkan bisa merasakan detak jantungnya.
"Jangan jauh-jauh nona." John tak bisa membiarkan nona ini dalam bahaya.
KRAK!
Perlahan namun pasti hempasan angin besar ini merusak dimensi buatan Felicia.
__ADS_1
KRAAK!
Dan akhirnya hancurlah semua.
Felicia yang tak tahan dengan semua ini menutup matanya.
"Sudah selesai nona."
"Eh?" Dan langsung membuka matanya.
"!?" GELAP!
"DIMANA KITA!?" Felicia tak bisa menahan kekagetannya.
Kok semuanya malah jadi gelap begini?
"Dimensi ruang kosong." John terdengar serius.
"Kita sudah sampai pada akhirnya."
"!?" Oi, Felicia tak percaya dengan apa yang didengarnya.
Tapi yah buat apa juga rekannya ini bohong.
Ia sudah tahu akan kemampuan ajaib rekannya ini, dan apa yang dikatakannya bisa dipercaya.
OKE.
JADI MANA MUSUHNYA?
Felicia menguatkan tekad dirinya.
Siap tak siap akhir akan segera datang!
GORRRAOA!!
Suara teriakan makhluk mengerikan terdengar memekakan telinga.
"UGH." Felicia menutup kedua telinganya rapat-rapat.
Bener-bener keras.
"...." John hanya diam saja, ia sama sekali tak terpengaruh, pendengarannya sudah jauh lebih kuat dibanding sebelumnya.
SRING!
Cahaya merah muncul, dan seketika itu juga kobaran api besar mendatangi mereka.
"!" Felicia tak percaya, tak sempat menghindar!
BAKAL KEBAKAR DONG!
Reaksinya terlalu lambat untuk bisa diandalkan.
Su- sudah berakhir....
Sret....
John mengangkat tangan kanannya ke depan dan seketika itu juga perisai besar terang tercipta dan menahan semburan api asing yang tiba-tiba datang itu.
Panas apinya benar-benar tak main-main.
Tak perlu kena langsung untuk membuat makhluk yang sangat kuat tumbang begitu saja!
Namun John tetap menahannya bahkan meresap semua energi panas api itu agar tak membahayakan nona yang selalu bersamanya.
Semburan panas itu berlangsung cukup lama, namun perlahan namun pasti makin kecil dan akhirnya menghilang.
"RED DRAGON!" Felicia tak percaya.
MUSUH TERAKHIRNYA BENAR-BENAR ADA DI SINI!
"Kalian...." Naga merah raksasa itu tak terlihat bersahabat.
"BISA NGOMONG!" Felicia makin tak percaya.
"...." John terdiam.
Dengan cepat ia mengatakan apa yang perlu ia katakan.
Yang tak lain tak bukan adalah dugaan kuat kenapa musuh terakhirnya bisa muncul di sini.
"Bagus juga analisismu." Red Dragon memuji dugaan tepat pemuda satu itu.
"!?" JADI BEGITU!?
Felicia tak menyangka.
Siapa sangka makhluk berjubah merah itu hanyalah alat yang bisa membuat boss terakhir ini muncul begitu saja.
"ITS TIME."
SSSH....
Kekuatan melimpah langsung menyelimuti tubuh pemuda satu ini.
"!?" Felicia bisa merasakannya!
Kekuatannya benar-benar diluar nalar!
TAK DISANGKA PERTARUNGAN TERAKHIR AKAN DIMULAI SEKARNNG!
"Ho... tunggu dulu." Naga merah menyela.
"?" John terdiam. Tunggu apa lagi?
"Aku akan mengabulkan permintaanmu."
"Lah?" Felicia bengong tak percaya.
"Gegabah juga ya." John tak percaya dengan apa yang didengarnya.
Masa iya dirinya percaya pada tipu muslihat boss terakhir ini?
[Misi selesai ... memulai perjalanan pulang....]
"!?" John terdiam.
Seketika itu juga sinar yang terpancar dari tubuhnya makin bersinar terang.
'BENERAN?' Felicia merasakan aura kehadiran pemuda ini makin mengihilang.
"BRO!" Felicia tak percaya.
John sendiri juga tak percaya.
Tapi beginilah alasannya.
"Aku tak mau bertarung dengan makhluk yang tak terkalahkan." Red Dragon mengatakan alasannya.
John terdiam, jadi apa yang dikatakannya benar ya.
"Terima kasih sudah berpartisipasi di dunia ini." Naga merah terdengar lebih ramah.
John tersenyum kecil.
Ia tak menyangka endingnya anti ******* begini.
Tapi yah beginilah kenyataannya.
Kemenangannya sudah ditentukan dari sejak ia bisa menahan serangan api paling mematikan milik naga merah itu.
"Aku akan mengirim gadis ini ke tempatnya lagi, kau bisa pulang dengan tenang." Naga merah menjamin keselamatan perempuan ini.
Sriing....
__ADS_1
Sinar makin terang dan perlahan keberadaannya mulai menghilang.
"Terima kasih nona." John tersenyum lembut.
"TERIMA KASIIIH JOOHN!" Felicia memeluk John dengan erat.
Ia senang bisa menikmati perjalanan luar biasa dengannya.
Ia harap bisa bertemu dengannya lagi suatu saat nanti!
Sriiing....
***
Di kamar gelap.
"Hah!?" John membuka matanya dan meraba tubuhnya.
'A- aku sudah kembali?' Ia mengecek semua yang ada di ruangannya.
Me- memang sudah kembali!
Monitornya masih menyala....
Bahkan gamenya pun masih berlangsung...
Ah, ada notifikasi.
Dengan cepat John memeriksanya dan membacanya dengan seksama.
-Terima kasih atas partisipasimu di game ini. Silahkan nikmati waktumu di dunia nyata.-
"...." John terdiam.
Ia tak mengerti apa maksudnya.
Ia pikir ia ketiduran gara-gara kelelahan main game
Notifkasinya agak aneh sih.
Ia membuka tirai jendelanya dan seketika itu juga cahaya matahari langsung masuk ke dalam.
Ketiduran ya.
Baru kali ini mimpinya terasa nyata begini.
Yah santai saja sih. Libur juga kok.
Lanjut main game aja gak sih?
Tok tok tok.
"!"
Ada yang mengetuk pintu.
'Siapa?' Sudah lama sejak terakhir kali ada tamu yang berkunjung ke rumahnya.
Temannya ? Tidak, ia tak dekat dengan siapapun di sekolah.
Ia nggak mesan paket juga sih.
Siapa dong ya?
"Ha- halo?" Suara perempuan terdengar.
SIAPA ITU?
KOK ADA SUARA PEREMPUAN?
John terdiam.
Ia tak percaya.
Tamu laki saja nggak pernah datang, apa lagi tamu perempuan?
Rasanya ia ingin tetap di ruangannya dan mengabaikan yang datang itu.
Tapi rasanya kurang sopan sih.
Barang kali yang datang itu ada perlu dengannya dan butuh bantuannya?
Dengan niat seadanya John beranjak dari ruangannya, berjalan membuka pintu rumahnya.
"A- ah."
"...." John terdiam.
Ada seorang perempuan cantik.
'Hm.' Rasanya tak asing.
Apa ia pernah bertemu dengannya sebelumnya?
"Ada yang bisa kubantu?" John tak mau membuang waktunya, grinding game lebih penting daripada mengobrol tak penting.
"A- anu ...." Perempuan cantik agak tertunduk malu-malu.
"...." John hanya bisa nunggu dengan sabar maksud kedatangannya ini.
"Ka- kamu John kan?"
"!?"
Lho?
Kenapa dia bisa tahu namanya?
Sejak kapan?
John tak dekat dengan teman lakinya, apalagi teman wanita.
Kok bisa tahu?
"Pe- petualangan kita seru ya!" Perempuan itu tersenyum kecil.
"...."
Petualangan?
"Ma- maksudmu?" John tak percaya.
"A- aku juga sudah tambah kuat!" Gadis cantik ini kelihatan semangat.
John terdiam.
Ia masih belum paham dengan apa yang didengarnya.
"A- ayo kita bertualang lagi...?" Gadis cantik itu memegang dua tangannya malu-malu.
TUNGGU DULU....
"Ma- maksudmu ... New World?" Dia membicarakan game itu?
"Hm hm." Gadis itu mengangguk pelan.
TUNGGU DULU....
"KA- KAMU INI...?" John tak bisa menahan kekagetannya.
"FELICIA?"
"Hm!" Gadis cantik itu mengangguk semangat.
LOH KALAU GITU ....
__ADS_1
APA YANG IA ALAMI, SEMUANYA ITU ... NYATA?