Level One

Level One
Unfortunate


__ADS_3

Yah wajar saja, dia makhluk kuat juga sih.


Keheningan lagi-lagi terjadi.


Belum ada pergerakan apapun dari mereka berdua.


Lagi-lagi Felicia penasaran dengan kelakuan musuhnya yang satu ini.


Dia masih belum membalas serangannya.


Sang serigala putih masih diam dan belum membalas serangannya.


Ada apakah gerangan?


Adalah masuk akal kalau lawannya langsung menyerang dengan kekuatan yang lebih besar lagi.


Namun ternyata tidak begitu.


'Ah.' Tak butuh waktu lama Felicia akhirnya tahu juga


Dugaan kenapa musuhnya tak kunjung menyerang.


Tak lain tak bukan karena memang dia ingin mengulur waktu.


Sebagai makhluk kuat, serangan tadi pasti hanya seperti kerikil kecil saja.


Tak perlu dipedulikan.


Yang pada akhirnya memang itulah yang terjadi.


Itulah alasan kenapa makhluk satu itu belum menyerang.


Karena ia belum menginginkannya.


Sang serigala putih tak terpancing meski mendapat serangan dadakan.


Ia tetap terlihat tenang seperti biasanya.


Felicia tak menyangka musuhnya sesabar ini.


Jarang-jarang ada makhluk kuat mau lama-lama berurusan dengan makhluk lemah.


Gadis ini bukannya putus asa, namun begitulah kenyataan yang kerap terjadi.


Kekuatannya sudah banyak terkuras dan membuka peluang besar pada musuhnya.


Namun tetap saja musuhnya diam saja begitu.


'Hm.' Raut wajah gadis ini agak berubah.


Ekpresinya tak seserius sebelumnya.


Ada perasaan emosional yang terlihat padanya.


Lebih ke ekspresi frutasi sih.


Felicia tahu ia memang lebih lemah, dan musuhnya berusaha memaksanya mengakuinya sendiri.


Mentalnya cukup diserang keras di sini.


Ia tak bisa membuat lawannya serius dan malah jadi badut penghibur.


Itulah kenyataan tersembunyi yang terjadi di sini.


Membuat perasaannya tak karuan.


Namun ia tak membiarkan emosi lebih menguasainya lagi.


Ia tak mau terjebak serangan mental musuh.


Ada hal yang lebih penting untuk diperhatikan.


Perjuangannya.


Ya benar, Felicia tak mau setengah-setengah di sini.


Bahkan dengan semua pengalamannya selama ini, gadis ini masih bisa kena mental.


Ada yang bilang perempuan lebih peka pada perasaan dan emosinya.


Meski sudah berpengalaman sekalipun, tetap saja gadis ini masih punya perasaan sih.


Karena itulah yang membuat hidup menarik.


Perlahan namun pasti senyum kecil terukir diwajahnya.

__ADS_1


"...." Sang serigala terdiam, dibalik wajahnya yang serius, ia terkesan dengan gadis kecil satu ini.


Dia masih saja berdiri setelah mentalnya diobrak-abrik.


Dia berbeda dengan kebanyakan makhluk lain.


Makhluk lemah akan berusaha menyelamatkan diri bagaimana pun caranya.


Apa lagi yang lebih berharga selain nyawanya sendiri?


Begitulah pandangannya pada semua lawan yang dihadapinya.


Sang serigala putih sudah bosan melihat lawannya yang gitu-gitu aja.


Mereka menyerah dan meminta ampun.


Bukannya simpati, malah tambah nafsu buat mengakhiri mereka.


Namun tidak dengan perempuan satu ini.


Bukannya minta ampun, malah ngeyel parah.


Tak sia-sia tak langsung mengakhirinya.


Untuk pertama kali setelah sekian lama kebosanannya berkurang juga.


Ia kini malah lebih tertarik melihat apalagi yang bisa dilakukan gadis itu.


Sret.


Felicia mengangkat tangan kanannya lagi.


Tanpa perlu lama aura kekuatan besar langsung menyelimuti seluruh tubuhnya.


Sang serigala putih terdiam, ia bisa merasakan bedanya.


Gadis itu lebih kuat 1% dari sebelumnya.


Mungkin kelihatan kecil, namun pada akhirnya peningkatan tetaplah peningkatan.


Setiap makhluk punya batasan sendiri dalam peningkatan kekuatan.


Sang serigala putih terkesan dengan apa yang dilihatnya.


Yang dimaksud disini bukan hanya sekedar ‘meningkatkan’ tenaga saja, melainkan meningkatkan tenaga melampui kemampuannya.


Itulah kenapa sang sosok serigala putih ini terkesan di sini.


Kemampuan meningkatkan tenaga melebihi kemampuan bukan sesuatu yang baru.


Namun bukan sesuatu yang umum juga.


Hanya makhluk dengan kriteria tertentu yang bisa melakukannya.


Umumnya sih makhluk kuat tentunya.


Meski terdengar keren, tapi teknik itu tak dianjurkan untuk digunakan.


Teknik itu meniadakan batasan tubuh yang sebenarnya dan melawan prinsip ‘segala sesuatu yang berlebihan tidak baik’.


Teknik ini bisa dibilang teknik terakhir penggunanya untuk menutup pertarungan.


Simbol tekad kuat yang bertahan sampai akhir.


Tak disangka gadis itu berniat mengakhiri semuanya di sini.


Ia tak keberatan meluangkan waktunya yang berharga ini demi memuaskan rasa bosannya.


Namun yah sepertinya kesenangannya berakhir di sini.


Inilah aksi terakhir yang akan dipertunjukkan gadis itu.


Felicia menutup matanya, ia terlihat tenang, level seriusnya sudah naik ke tingkat yang tinggi.


Jalan pikirannya tak sama dengan musuhnya.


Ia tak mau memperpanjang ini semua ini dan terus jadi bahan candaan.


Pada akhirnya ia sampai di satu titik dimana semuanya dipertaruhkan.


Felicia mengatur pernafasannya, sementara aura kekuatan merah mulai menyelimuti dirinya.


Aura kekuatannya sudah jauh lebih kuat dibanding sebelumnya.


Melebihi batasan yang ditetapkan tubuhnya.

__ADS_1


Pada akhirnya tindakannya ini tak hanya menunjukkan tekadnya yang kuat, namun juga hal lain.


Keputusasaan.


Ya, teknik mengumpulkan kekuatan melampau batas adalah pilihan terakhir yang diambil setelah semua cara lain tidak berhasil.


Siapapun tak akan menggunakannya kalau tak terdesak dan tak punya pilihan lain.


Felicia perlahan membuka matanya.


Tekad kuat langsung terlihat jelas dari sorot matanya itu.


‘Heh.’ Untuk pertama kali setelah sekian lama akhirnya ia bisa seserius ini.


Keinginannya sudah terwujud, yakni bertarung dengan makhluk kuat.


Ia beruntung bisa bertahan melawan sang slime merah.


Namun sepertinya keberuntungannya tak akan terulang lagi.


Ia kembali memikirkan alasan utama kenapa ia ada di sini.


‘Maaf rookie, aku pergi duluan.’ Inilah akhirnya.


Ia tak bisa memenuhi kewajibannya untuk terus membantu pemuda itu.


Namun pada akhirnya, ia senang bisa berjuang sampai titik ini.


SRIIINGGG!!


Cahaya merah langsung tercipta dari arah gadis ini.


“Explosive Fire.”


BUMM!!!


Suara ledakan super keras langsung terdengar seketika itu juga.


Membuat siapapun tak nyaman mendengarnya.


Bersamaan dengan itu terciptalah cahaya merah menyilaukan.


Ya benar, itulah serangan gadis ini.


Dibalik cahaya merah yang menyilaukan itu, ada bola api besar yang mengarah pada sang serigala putih.


Serangannya kurang lebih sama dengan yang sebelumnya, hanya saja bedanya lebih


Serangan yang samam, hanya saja sedikit lebih kuat.


Perbedaan satu persen yang cukup kelihatan di sini.


Terlihat jelas gadis itu sudah mengerahkan segenap tenaganya.


Ini adalah serangan terakhirnya.


Sang serigala putih menatap dengan santai.


Serangan begini masih belum cukup kuat untuk menembus aura pertahanannya.


Pada akhirnya apa yang dilakukannya hanyalah kesia-siaan belaka.


Padahal ia sudah memberinya kesempatan untuknya agar tetap melanjutkan hidup.


Namun sayang sekali ditolak mentah-mentah begini.


Gadis itu lebih suka berakhir dengan bangga daripada melanjutkan hidupnya.


Egonya sendiri yang mengakhiri hidupnya.


"...." Namun yah, ia tak mau memusingkan hidup makhluk lain sih.


Sangat disayangkan, padahal dia bisa jadi lebih kuat di masa depan dan bisa bertarung kembali dengannya.


Di masa itu pasti dia bisa lebih memuaskannya lagi.


Dan itu sangat disayangkan yah.


Sang sosok serigala putih itu mengubah ekspresinya, kini sedikit lebih serius.


Untuk pertama kalinya sang serigala satu ini mengubah  ekspresinya.


Sang serigala putih ini akhirnya serius juga.


Mungkin ada yang bertanya, kenapa makhluk kuat ini serius?

__ADS_1


__ADS_2