Level One

Level One
Sword


__ADS_3

“JANGAN GITU DONG.” Bukannya di support, malah dijatuhin.


Yah bukan hal mudah menceritakan ini ke yang lain, namun pada akhirnya harus diceritakan juga sih biar semuanya jelas.


“Hm.” Kitty terdiam, meski rekan lamanya ini jadi pemula lagi, namun ada hal lain yang cukup mencolok.


“Julukanmu?”


“Tak berubah.”


Sang kucing terdiam dengan ekspresi serius.


Aneh juga.


‘HO.’ Felicia tertarik menyimak pembicaraan kedua makhluk ini.


“Haaah~” Sang kucing kembali menghela nafasnya.


“Baiklah.”


“!”


APA ITU ARTINYA MAKHLUK LUCU DAN KUAT INI AKHIRNYA MAU MEMBANTU MEREKA?


Setelah perbicangan yang cukup panjang, akhirnya sang kucing ini memutuskan keputusannya juga.


Lebih mudah bagi pemuda ini untuk menerima keadaannya apa adanya.


Namun tidak salah untuk memperjuangkan apa yang dipercayai.


SRING.


Tiba-tiba muncul sinar terang yang menyilaukan mata.


Seketika itu juga muncullah sebuah pedang besar di depan mereka.


“Semoga beruntung, Miaw~”


SRING.


Sinar terang kembali muncul, dan kali ini sang kucing menghilang begitu saja.


‘Pedang?’ Felicia terdiam.


Jadi ini yang dinanti pemuda ini?


Dan tak bisa dipungkiri memang benarlah begitu.


Perbincangan lama ini tak berakhir sia-sia.


Kini di depan mereka ada sebuah pedang besar yang memancarkan aura kekuatan yang hebat.


Felicia baru melihat senjata yang seperti itu.


Yah ia sudah berpengalaman dengan berbagai senjata, namun pada akhirnya ia lebih mengandalkan teknik yang ada dalam dirinya aja sih.


Sudah lama ia tak menggunakan senjata.


Namun melihat senjata yang tak biasa begini juga adalah hal yang menarik juga sih.


John mendekati pedang yang tertancap itu.


Ia bisa merasakan adanya aura kekuatan yang hebat terpancar dari pedang satu ini.


Rasanya nostalgia.


Yah dulu senjata semacam ini sudah jadi koleksinya dan bisa digunakannya kapanpun.


Namun itu masa lalu, beda lagi dengan yang sekarang.


‘APA YANG AKAN DILAKUKANNYA?’ Felicia jadi penasaran.


John menarik nafas panjang, wajahnya jadi serius.


‘AYO PEGANG.’ Gadis ini menantikan pemuda ini memegang senjata itu


….


Namun sang pemuda ini masih terdiam saja saja sih.


Ia hanya masih memandang pedang itu saja.

__ADS_1


“Hei?” Felicia penasaran apa yang dipikirkannya.


Yah mungkin ada sesuatu yang sedang dipikirkannya juga.


“Nona.” Dengan cepat John menjelaskan apa yang dipikirkannya.


“Aku?” Felicia terdiam.


Usut punya usut, pemuda ini ternyata memintanya untuk menggunakan pedang pemberian sang kucing besar itu.


Alasannya cukup jelas, yakni ia tak cukup kuat untuk menggunakan senjata satu ini.


Benar, senjata dengan aura kekuatan yang hebat ini tak bisa digunakan oleh sembarang makhluk.


Melainkan hanya oleh makhluk kuat juga yang kekuatannya setara.


Itulah kenapa John meminta nona satu ini untuk menggunakannya.


Felicia pikir pemuda ini yang akan menggunakannya.


Gadis cantik ini terdiam sejenak.


Ia memang sudah berpengalaman menggunakan berbagai senjata.


Tapi itu sudah berlalu, dan kebanyakan senjata yang dipakainya juga senjata normal saja sih.


Itulah kenapa ia merenung.


John memang tak mengatakan hal ini di awal.


Yah anggap saja sebagai surprise lah ya.


Ia yakin nona satu ini bisa menggunakan pedang ini dengan mudah.


Mengingat kekuatannya memang besar juga sih.


‘APA BELIAU KEBERATAN?’ John tak melihat reaksi positif dari sang penyelamatnya ini sih.


Nona itu sangat terampil dengan teknik tenaga dalamnya, artinya beliau juga pasti ahli menggunakan senjata juga kan?


Dan memang benarlah dugaannya itu.


Apa karena kali ini ia berhadapan dengan senjata biasa?


Atau mungkin ia sudah nyaman bertarung tanpa senjata?


Atau mungkin karena hal lain?


Pada akhirnya yang bisa menjawab pertanyaan ini hanyalah sang perempuan satu ini.


"BAHAYA NGGAK NIH?" Felicia ingin memastikan dahulu.


"Eh?" Kenapa nona ini menanyakan hal ini?


Bukannya beliau sudah sering berurusan dengan senjata yang kuat?


"Ahaha jangan khawatir nona." Bercandanya bagus juga ya.


"...." Felicia terdiam, entah kenapa ia ingin jawaban yang lebih meyakinkan dari itu.


Namun yah kini semuanya tergantung pada dirinya.


Ia tahu betul apa maksud pemuda ini.


Tak bisa dipungkiri aura kekuatan senjata ini bisa berbahaya bagi makhluk biasa atau dengan kekuatan rendah.


Dan pemuda ini masuk ke kategori kedua yang disebutkan tadi.


Wajar saja kalau dia memintanya untuk menggunakannya sih.


'OKE.' Felicia menguatkan hatinya.


Pada akhirnya tak ada gunanya untuk terus ragu, lebih baik berfikir positif, iya nggak sih?


SRET.


Felicia bersiap dengan segenap kekuatannya.


Tekanan mulai dirasakannya.


Ini seolah pedang besar itu bisa bereaksi dengan apa yang akan dilakukannya.

__ADS_1


SWUSH!


Hempasan energi mulai tercipta dari sekitaran tubuhnya.


Ini adalah reaksi alami yang terjadi, kini ia berusaha mengimbangi aura kekuatan yang ada pada pedang itu.


'WOW.' John terdiam, ia terkesan dengan kekuatan sang nona penyelamatnya ini.


Padahal ia sudah melihatnya, namun tetap saja ia merasa kagum.


DRRTTT....


Getaran mulai terasa, dan makin lama makin kencang sih.


'Oi....' John tak menyangka kekuatan yang dikeluarkannya sebesar ini.


Namun yah pada akhirnya pedang itu pilih-pilih siapa yang jadi pemegangnya sih.


Hal seperti ini wajar dan tak bisa dihindari.


Sreettt....


John berusaha untuk bertahan dari efek kekuatan yang makin hebat ini.


SRRING!


Dan sinar yang menyilaukan pun tercipta seketika itu juga!


Apa yang sebenarnya terjadi di sini!?


John tak bisa melihat apapun dengan jelas.


Sinar menyilaukan ini mirip dengan sinar kedatangan sang kucing penguasa hutan.


Namun bedanya kini cahaya silau satu ini bertahan lebih lama dari yang sebelumnya.


"Ugh." Dan pada akhirnya setelah beberapa waktu sinar itu perlahan menghilang juga.


John perlahan membuka matanya, dan seketika itu juga raut wajahnya berubah.


Ia terlihat kaget dengab apa yang dilihatnya.


Dan memang ia benar-benar kaget juga dengan yang dilihatnya.


Kini nona itu sudah memegang pedang besar yang tertancap tanah itu.


Mungkin dari sini ada yang penasaan, bukankah ini yang diharapkannya? Kenapa malah kaget?


John memang sudah tahu nona satu ini pasti bisa melakukannya.


Namun memang ada satu hal yang tak disangkakannya.


"Lho?" Felicia terdiam, ia terlihat heran juga.


"Kok?" Ia memandang pedang yang sudah dicabutnya ini.


Kok jadi pedang tipis dan warnanya pink sih?


"KOK BISA GITU?" John langsung memerhatikan pedang itu dekat-dekat.


“Lah?” Felicia terdiam, pemuda ini juga nggak tahu?


Ia pikir pemuda itu tahu sesuatu.


Namun sepertinya tidak juga sih.


John baru tahu pedang besar itu pemberian kucing itu bisa berubah seperti itu.


Apa mungkin ada fitur baru?


Yah dalam game sudah biasa kalau ada update kemudian ada fitur baru bukan?


Namun itu hanyalah dugaannya saja.


Nona ini juga kelihatan kaget, itu berarti beliau juga tak tahu kenapa hal ini bisa terjadi.


Rekan lamanya itu pergi tanpa memberi penjelasan lebih lanjut.


Yah kini mereka berdua sama-sama penasaran.


“….” Felicia terdiam, entah kenapa makin lama diperhatikan pedang ini jadi kelihatan keren juga.

__ADS_1


__ADS_2