Level One

Level One
Presence


__ADS_3

Itu pemikiran yang wajar, ia pun memikirkannya.


John tak berharap nona itu sependapat dengannya.


Namun apa yang ia katakan ini memang serius.


“Uh.” Felicia terdiam, ia bisa merasakan aura keseriusan kentara dari pemuda ini.


Untuk pertama kali setelah beberapa waktu pemuda ini kembali serius.


Tak perlu dijelaskan dua kali pun argumen dan pendapatnya memang kuat.


Felicia akhirnya mengurungkan niatnya untuk bertanya pada warga sekitar.


“….” Sementara itu sang nona Wolf kecil ini terdiam.


Yah ia juga setuju dengan apa yang dikatakan pemuda ini.


Ada baiknya kalau tak langsung mengungkap tujuan dan identitas mereka di sini.


Akhirnya mereka bertiga pun memutuskan berkeliling kota, mengunjungi berbagai tempat secara mandiri.


Kini mereka hanya bisa mengandalkan jiwa eksplorasi saja.


Waktu pun terus berlalu dan senja pun tiba.


Mereka masih belum dapat info apapun mengenai sang naga api.


“MEMANG HARUS NANYA.” Felicia tampak nggak sabaran.


“Sebaiknya jangan.” Nona Wolf kecil mengingatkannya.


Lebih baik sabar dulu saja ya.


John terdiam, tak disangka tak ada info apapun yang menunjang progress misi ini.


Mereka sudah keliling-keliling mengunjungi perpustakaan, museum dan lain-lain.


Tapi masih belum mengungkit topik naga api juga.


Kenapa ya?


Pada akhirnya ini tak sesuai dengan klaim info yang mereka dapat.


Kota ini malah lebih terlihat seperti kota pada umumnya.


“JANGAN-JANGAN SEMUA INI HOAX?” Felicia tak tahan mengungkapkan apa yang dipikirkannya.


Gadis cantik ini punya banyak dugaan sih.


John terdiam, yah itu cukup masuk akal juga sih.


Bisa jadi mereka info yang mereka dapat hanyalah kebohongan belaka.


Tak ada yang bisa mereka gali soal naga api di sini….


“Jangan terlalu cepat menyimpulkan ya~” Nona Wolf punya pandangan sendiri.


“….” John terdiam, yah ada baiknya begitu sih.


Belum melihat petunjuk bukan berarti tak ada petunjuk.


Masih terlalu cepat untuk menilai apakah ada yang bisa digali atau tidak di tempat ini.


Namun di sisi lain mereka tak bisa menghabiskan waktu percuma di sini.


Jadi apa yang harus mereka pilih?


Akankah mereka tetap bertahan dan mencari info tanpa kemungkinan yang pasti?


Ataukah melanjutkan perjalanan ke tempat lain?


John terdiam, di saat begini sebaiknya tenang dulu.


Apa yang mereka lakukan di sini tidaklah sia-sia.


Kalau pun tak ada info soal sang naga api, setidaknya pengetahuan mereka bertambah luas soal berbagai hal lain.


John menarik nafas dalam dan menjernihkan pikirannya.

__ADS_1


Lebih cepat memang lebih baik.


Namun pada akhirnya persiapan tidak kalah pentingnya juga.


Lagipula musuh yang menunggu mereka bukanlah yang biasa-biasa saja.


Kalau saja dengan persiapan matang masih belum menjamin kemenangan, apalagi yang buru-buru?


Pada akhirnya mengulik info soal musuh utamanya tidak semudah yang dipikirkan.


Dan di situlah keseruannya.


“He … hehe.”


“ROOKIE!?” Felicia panik, kok pemuda itu malah tertawa sendiri!?


JANGAN-JANGAN KENA MENTAL!?


Yah sekarang hasilnya memang tak memuaskan, tapi masih ada harapan!


Shhh…


“!”


ADA HAWA KEHADIRAN SESEORANG!


Mungkin sebagian dari kita heran mendengarnya.


Ya jelas ada banyak hawa kehadiran, toh mereka ini ada di kota ‘kan?


Jelas banyak makhluk hidup yang memancarkan hawa kehadiran di tempat ini.


Pada akhirnya memang benar begitu.


Namun hawa kehadiran yang dimaksudkan di sini beda dengan hawa kehadiran biasa.


Ada hawa kehadiran kuat yang mengejutkan mereka.


“!” Felicia melihat ke sekitarnya, namun anehnya ia tak melihat apapun yang dicarinya.


“OI.” Apa hanya dirinya saja yang merasakannya?


Namun hasilnya tetap sama, ia juga tak melihat sumber dari hawa kehadiran yang kuat itu.


Aneh sih.


“….” Sang nona Wolf kecil pun tak ada bedanya.


‘HANTU?’ Pikiran gadis ini liar lagi.


Benar-benar misterius.


Dimana-mana pasti ada alasan jelas darimana hawa kehadiran itu berasal.


Namun kali ini nggak ada sih.


Felicia berusaha menenangkan dirinya.


Yah ia harus mempertahankan profesionalismenya.


Serius di momen yang begini.


“....” Pada akhirnya ketiga makhluk ini masih mengamati apa yang mereka rasakan.


Namun sayang sekali masih belum ada titik terang yang terlihat.


Mereka masih belum tahu alasan dibalik hawa kehadiran kuat misterius ini.


“Bersiaplah.” John masuk ke mode seriusnya.


Berbagai dugaan muncul di benaknya.


Namun sekarang bukan saatnya memikirkan semua itu.


Bukan saatnya bimbang, melainkan waspada.


“Musuh ya~” Nona Wolf mengatakan pendapatnya juga.


Tak ada alasan lain yang lebih kuat dari itu.

__ADS_1


John makin terlihat serius.


Apa yang dikatakan nona Wolf, most likely yang terjadi.


John dan kawan-kawan langsung menguatkan aura kekuatan masing-masing.


Bersiaga dan bersiap untuk kemungkinan apapun yang terjadi.


HSSSSSH....


Hawa kehadiran kuat itu makin terasa menjadi-jadi.


Dalang dari semua ini tak lama lagi akan segera menunjukkan dirinya.


SLASH!


“!”


TIBA-TIBA SAJA ADA LUKA GORES DI WAJAH PEMUDA INI!


“!?” Felicia kaget, apa yang barusan terjadi!?


“....” Bahkan sang nona Wolf pun tak bisa berkomentar apapun!


Perlahan namun pasti darah segar mengalir dari bekas luka pada pipinya.


“Bu, jangan aneh-aneh.” Felicia mengingatkan.


“Aku bukan vampire~” Nona Wolf langsung menjawabnya juga.


“Pyuh.” Felicia bernafas lega. Agak was-was dikit sih.


Yah bukan tanpa alasan gadis cantik itu mengatakan ini.


Mengingat ibu satu ini punya wujud binatang buas, bisa saja tertarik pada darah kan?


John tetap tenang meski tak tahu apa yang baru saja terjadi.


“Rookie!” Sementara itu Felicia melanjutkan kepanikannya.


Luka itu tak boleh dibiarkan begitu saja!


Siapa tahu ada racun atau bahaya lain kan!?


“Tenang saja nona.” John terlihat tenang.


“!” Felicia terdiam, baru kali ini ia melihat pemuda ini setenang ini!


Hanya dengan melihat wajahnya saja, ia sudah langsung tenang!


Kekhawatirannya langsung sirna begitu saja!


Tak ada yang terlihat dari pemuda ini selain tekad kuat, ketenangan, dan keseriusan yang melebur jadi satu.


‘DIA JADI BEDA LAGI.’ Felicia bisa langsung tahu.


Aura kekuatan yang terpancar darinya pun jadi beda juga.


Kejadian ini menyita perhatian sang nona Wolf dalam wujud serigala mininya.


Ia selalu tertarik untuk melihat 'mode lain' dari pemuda satu ini.


“Tetaplah waspada.” John tak keberatan diperhatikan terus, tapi untuk sekarang lebih baik jaga-jaga.


Tak ada yang tahu apa yang akan terjadi lagi ke depannya.


John terdiam, ia hanya punya sedikit waktu untuk menganalisis apa yang terjadi barusan.


Sebuah serangan yang bahkan bisa memunculkan mode awakening pemuda ini.


Yang artinya situasi di sini sedang sangat tidak baik-baik saja.


Sekilas info, mode serius pemuda ini akan aktif setelah memenuhi satu syarat.


Yang tak lain tak bukan adalah situasinya sendiri.


Benar sekali, mode yang merenggut kesadaran pemuda ini situasional, bisa aktif setelah situasi memaksa untuk mengaktifkannya.


Sebuah serangan yang bahkan tak kelihatan asal usulnya.

__ADS_1


__ADS_2