Level One

Level One
Worried?


__ADS_3

Mungkin sebagian dari kita ada yang berpendapat, kenapa tak loncati saja gerbangnya?


Bukankah dengan begitu mereka bisa masuk.


Pada akhirnya tidaklah semudah itu.


Aura kuat dari pintu gerbang itu menutup akses jalan masuk, baik dari depan, atas, atau bawah.


Singkatnya, seluruh kota ini dilindungi oleh pintu ajaib itu.


Siapa sangka kota kecil ini dilindungi pengamanan yang hebat seperti ini?


“Nggak perlu khawatir kok~” Nona Wolf kelihatannya sudah siap dengan solusinya.


Dan memang begitulah kenyataannya.


Puff….


Asap tebal tiba-tiba tercipta.


“MUSUH!?” Felicia langsung siaga.


Sret.


John pun melakukan hal yang sama.


Pada akhirnya hal terduga bisa terjadi kapan saja.


Tak ada pilihan lain selain tetap waspada.


Perlahan namun pasti asap putih itu mulai menghilang dan tak ada lagi yang menghalangi pandangan.


“LHO?” Felicia terdiam, kok hilang?


Ia tak melihat keberadaan ibu cantik itu lagi.


“….” John terdiam, yah ia juga heran sih.


“JANGAN-JANGAN DICULIK MUSUH!?” Dugaan mengerikan langsung terpikir pada gadis ini.


“….” John masih diam, yah itu masuk akal juga sih.


Musuh tiba-tiba datang dengan asap tebal dan langsung memisahkan mereka dari nona kuat itu.


Sungguhlah mengejutkan.


“Aku di sini~”


“!?”


Tiba-tiba terdengarlah suara tak asing.


John dan Felicia mengarahkan pandangan mereka ke bawah.


“Hei hei~”


“Hi!” Felicia mundur ke belakang.


Ada makhluk kecil aneh yang tiba-tiba muncul!


“A- apa itu!?” Felicia masih kaget dan jaga jarak.


John terdiam, yah ia sendiri kaget juga sih.


Namun untungnya ia bisa mempertahankan ke-cool-annya di sini.


Kini perhatiannya tertuju pada makhluk kecil putih yang tiba-tiba muncul itu.


Kalau diperhatikan lucu juga sih.


Tak ada yang perlu ditakutkan dari makhluk kecil putih satu ini.


Namun tak bisa dipungkiri penampilan makhluk ini agak lain sih.


Sekilas mirip mode serigala putih nona Wolf sih.


Tapi bukan ah, yang ini ukurannya seperti kucing.


“Ini aku~” Makhluk mirip serigala putih kecil itu menatap seksama.


Oalah benar toh.


“Nona?” John baru sadar.


“Hehe~” Akhirnya terungkap sudah bahwa makhluk kecil itu adalah sang nona Wolf sendiri.

__ADS_1


“Waaah….” Felicia mengamati lagi dari dekat, dan memang tak semengerikan yang ia kira juga sih.


Siapa sangka ibu cantik itu malah jadi kecil begini?


Dengan cepat sang nona Wolf mengatakan alasan dibalik kelakuannya ini.


“Ooh!” Akhirnya Felicia mengerti juga.


“….” John terdiam, alasan yang bisa dipahami.


John bisa merasakan aura misterius kental dari sang nona Wolf ini mereda.


Dan memang itulah tujuannya.


Sring.


Perlahan namun pasti aura kuat yang terpancar dari pintu gerbang itu mulaimereda.


“Be- berhasil….” Felicia tak merasakan lagi aura kuat yang mengganggunya.


“….” John terdiam, benar saja apa yang dikatakan nona itu.


Pintu gerbang itu tak senang didatangi oleh makhluk kuat seperti nona itu.


Dengan menyembunyikan kekuatannya, maka masalah pun bisa teratasi.


Tapi apa nona ini baik-baik saja dengan penampilannya yang seperti ini?


“Tenang saja~” Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.


Pada akhirnya butuh lebih dari sekedar teknik menyembunyikan aura kekuatan.


Dengan kata lain sebuah teknik tingkat lanjut yang benar-benar bisa menyembunyikan aura kekuaatan.


Jika tidak begitu, bisa dipastikan pintu ajaib itu akan terus mencurigai mereka.


Itulah sebabnya sang nona Wolf harus pakai wujud yang seperti ini.


Sang nona Wolf ini memang jarang menggunakan ‘mode mini’ nya begini.


Ia lebih senang menunjukkan dirinya apa adanya tanpa ada yang disembunyikan.


Tapi yah sekarang tak ada pilihan lain sih.


Soal aura kekuatan nona Wolf ini….


Perasaannya saja kah?


Pada akhirnya tidaklah begitu.


Aura kekuatan sang nona serba putih ini memang tak se-stabil sebelumnya.


Mungkin sebagian dari kita pasti sudah tahu alasannya.


Benar sekali, semua ini berhubungan dengan teknik yang sekarang ia gunakan.


Bahkan sang nona satu ini tak ingat kapan terakhir kali ia menggunakan tekniknya yang ini.


Saking lamanya sih.


Itulah sebabnya aura kekuatannya jadi kurang stabil.


Yah John tak mau terlalu ambil pusing juga sih.


Ia tak perlu meragukan makhluk kuat sih.


“Rookie?”


“Ah.”


Nona penyelamatnya dan nona Wolf mini sudah siap masuk.


John langsung melangkahkan kakinya.


Kini satu-satunya yang terpenting adalah mencari info yang dimana akan membantu dalam perjalanan misi mereka.


***


Area kota OverGrande.


Akhirnya setelah usaha yang dilakukan mereka berhasil juga untuk masuk ke dalam area kota.


Dan seperti yang sudah bisa diduga.


Tak banyak penduduk yang berkeliaran di kota ini.

__ADS_1


Kondisinya jelas tak seramai kota yang sudah mereka singgahi sebelumnya.


Bangunan di sekitar pun terlihat sederhana.


Ornag-orang sibuk dengan aktivitasnya masing-masing di pagi hari yang cerah ini.


Bahkan sampai tak punya waktu untuk melihat wajah baru yang masuk ke area kota ini.


“OKE?” Felicia terdiam, tak tahu lagi harus kemana.


Yah meski bukan kota besar, namun kalau tanpa tujuan susah juga sih.


Tak banyak info yang mereka dapat selain harus pergi ke kota ini.


Dengan objektif yang kurang jelas, tentu hanya akan membuat bingung.


John terdiam, ia kelihatan lebih serius sekarang.


Buka tanpa alasan ia jadi serius.


Namun karena ia memang benar-bnear serius.


Ya karena ia benar-benar serius sih.


Pemuda ini sedang mengerahkan segenap kemampuan otaknya untuk melalui semua hambatan yang terjadi ini.


Cara apa yang paling mantap untuk dieksekusi?


Kenapa mereka tak menanyakan saja soal ini pada orang sekitar?


Bukankah dengan begitu mereka bisa dapat info baru?


Bertanya adalah hal penting yang terkadang diabaikan.


Namun pada akhirnya itu bukan hal terbaik yang bisa dilakukan.


John yakin mereka tak bisa sembarangan bertanya soal ini


Kedatangan mereka sudah dicurigai.


Bisa saja masih ada faktor lain kenapa kota ini tertutup.


Tapi bukankah kedatangan mereka ke tempat ini sudah jelas?


Yang tak lain tak bukan adalah untuk mencari info tentang sang naga api.


Orang-orang di kota ini pasti terbuka tentang info yang mereka cari kan?


Bisa saja mereka bisa dapat informasi lebih cepat dari yang diduga.


Rasanya kenyataan indah kalau itu yang benar-benar terjadi.


Yang pada akhirnya kenyataan tak selalu indah.


John sampai ke titik pemikiran bahwa situasi bisa saja jadi lebih buruk dengan bertanya.


“MAU TANYA.”


“WAH!”


BARU JUGA DIOMONGIN NONA PENYELAMATNYA MALAH SUDAH NANYA AJA!


“Ya?” Salah satu warga ramah rela menghentikan kesibukannya dan menjawab gadis cantik satu ini.


“No- nona!” John berusaha memberi sinyal.


Yah ia benar-benar serius soal apa yang dipikirkannya ini.


“Hm?” Felicia mengurungkan niatnya dan menghampiri pemuda ini.


“Ada apa Rookie?”


Pemuda satu ini kelihatan tegang.


Serangan kecemasan kah?


Apa dia tak terbiasa bertemu orang baru?


Dengan cepat John mengutarakan apa yang ia pikirkan.


“Apa?” Felicia terdiam, ia belum paham.


Kenapa dia malah curiga? Bukankah harusnya lebih semangat lagi mencari info di tempat ini?


Ini bisa jadi satu langkah besar misi dalam kemajuan misi ini lho!

__ADS_1


__ADS_2