
"!" John reflek melihat ke belakang.
Terlihatlah sang nona penyelamatnya yang memegang kakinya dan tumbang lagi.
'OI.' John terdiam, ia tak percaya.
Ia bisa merasakan tangan penuh luka dari nona itu.
Begitu nyata, sampai-sampai ia berpikir bahwa ini....
'Bukan mimpi....'
John tak perlu mencubit dirinya sendiri agar makin yakin.
Ia benar-benar yakin soal ini.
Sulit dipercaya, namun inilah kenyataannya.
'Nona....' John tak tahu apa yang sudah terjadi sebelumnya.
Namun yang jelas nona satu ini mempertaruhkan segalanya demi dirinya.
Semuanya itu dibuktikan dengan keadaannya sekarang.
Kenapa?
Meski sudah tahu alasannya, John masih tetap penasaran.
Kenapa dia mau melindunginya sampai sejauh ini?
John paham beliau memang mau membantunya, tapi kenapa...?
Siapapun pasti akan keberatan kalau sudah berlebihan begini.
Adalah lebih baik kalau nona itu mundur saja dan meninggalkannya.
Namun ternyata tidak seperti itu.
Nona ini benar-benar menepati perkataannya.
John bukan tipe yang suka percaya begitu saja.
Ia menganggap enteng juga apa yang dikatakan nona itu.
Lagipula siapa yang mau merisikokan kebebasannya bahkan keselamatannya demi makhluk yang baru ditemuinya?
"...." Perlahan namun pasti ekspresi pemuda ini makin terlihat serius.
Tak bisa dipungkiri keadaan nona ini memang memprihatinkan.
Banyak luka yang tersebar di sekitaran tubuhnya.
Mungkin akan tak nyaman kalau dijelaskan.
Mungkin sebagian dari kita penasaran.
Kenapa bisa-bisanya gadis itu malah terluka sedangkan dia berhasil dilindungi John?
Tak satupun bongkahan es besar mengenainya, ia benar-benar luput dari serangan tadi.
Tapi kenapa malah muncul banyak luka disekujur tubuhnya?
Pada akhirnya semua ini ada hubungannya dengan aksi gadis ini yang sebelumnya.
Yang dimana ia mengerahkan segenap tenaga bahkan sampai melampaui kekuatannya sendiri.
Ada alasan kenapa itu tak dianjurkan.
Yang tak lain tak bukan adalah risiko dari aksi itu sendiri.
Ya beginilah risikonya.
Tubuh makhluk yang sudah memaksakan kekuatannya melebihi batas takkan baik-baik saja.
Sisa kekuatan yang ada pada tubuhnya mulai merusak tubuhnya dari dalam.
Dan berlanjut ke bagian luar juga.
Ini jelas efek yang tak bagus.
__ADS_1
Felicia sudah tahu akan hal ini. namun ia tetap bertahan, bahkan masih berupaya untuk bangkit dan melanjutkan perjuangannya lagi.
Namun pada akhirnya tubuhnya tak bisa diajak kompromi.
Ia hanya bisa terbaring tak berdaya dan menghabiskan waktunya untuk tersiksa.
Sret.
John tak bisa banyak membantu dengan hanya melihat keadaan nona itu saja.
Ia kembali mengarahkan pandangannya pada lawan.
Satu-satunya yang bisa ia lakukan hanyalah....
HUSH!!!
BUMMM!!!
JOHN MELESAT KENCANG!SANGAT CEPAT BAHKAN MATA MAKHLUK TERLATIH PUN SULIT MELIHATNYA!
HUSSSSH!!!
Hempasan super kencang terjadi, menyapu kebanyakan hal disekitar mereka.
KRAK....
"...." Kini terlihatlah apa yang sudah terjadi di sini.
Pukulan pemuda ini tertahan oleh dinding es di depan sang serigala putih.
Ya benar, John mengerahkan serangan fisiknya di sini, namun tak cukup kuat untuk menembus pertahanan lawannya.
"...." White Wolf terdiam, untuk pertama kali setelah sekian lama ada yang mampu 'hampir' merusak teknik pertahanannya.
Teknik pertahanan aura dinginnya tak berhasil menghentikan pemuda itu, alhasil ia harus memakai teknik yang lain.
Dan teknik pertahanan es-nya pun hampir jebol juga.
Tak disangka, namun itulah kenyataannya.
Sang pemuda itu mulai menunjukkan taringnya.
Apa dia murka karena keadaan rekannya itu.
Asal tahu saja, itu bukan gara-gara dirinya, ia hanya mau membantunya mengakhiri penderitaannya, itu saja.
Pemuda itu sendiri yang jahat karena sudah memperpanjang siksaan gadis itu.
Pada akhirnya, cepat atau lambat dia akan berakhir juga sih.
Tubuhnya akan semakin lemah, dan tak ada lagi yang menunggunya selain kematian.
Setelah itu, semuanya pasti akan tambah menarik.
KRAK....
"!" Sementara itu retakan pada tembok es pertahanannya malah makin menyebar.
Bagaimana bisa?
Padahal harusnya tembok es-nya tetap kokoh meski sudah retak di awal tadi.
Tapi kenapa malah masih bisa rusak begini?
Nyatanya sang sosok serigala putih ini sudah menguatkan tembok pertahanan es-nya sebelumnya.
Dengan tujuan agar pemuda itu sadar diri dan mundur karena tak bisa apa-apa.
Namun apa yang terjadi malah tak sesuai dugaannya.
"...." Sang sosok serigala putih itu terdiam, ia terkesan dengan lonjakan kekuatan pemuda satu ini.
Sudah lama ia tak melihat makhluk dengan akselerasi kekuatan secepat ini.
Ini semakin menarik.
BOOMMMM!!!
Ledakan hebat langsung terjadi seketika itu juga, John terhempas begitu saja.
__ADS_1
Sreett....
Ledakan kekuatan dingin yang membuat siapapun jadi es seketika.
Yang adalah teknik sang White Wolf sendiri.
Explosive Ice, begitulah namanya.
Teknik kuat ini punya radius luas dan bisa mengakhiri makhluk hidup apapun dengan instan.
Namun tidak dengan sang pemuda satu ini.
Ia bisa mempertahankan tubuhnya dari ledakan aura es ini dan tak terhempas jauh.
Lagi-lagi, ia tak terpengaruh dengan aura dingin yang makin kuat dari lawannya.
Tubuhnya tak terpengaruh sedikitpun, dan ia masih bisa bergerak bebas.
Sang serigala putih melihat semua itu dengan mata kepalanya sendiri.
Ia makin terkesan dengan kemampuan pemuda ini.
Aura kekuatannya terus meningkat seiring dengan berjalannya waktu.
Dari luar makhluk itu kelihatannya biasa-biasa saja, dan bahkan tak ada yang kelihatan menarik.
Namun lain di luar lain di dalam.
Dia bisa memenuhi ekspektasinya dalam waktu yang singkat.
Kini apa lagi yang bisa ditunjukkan olehnya?
John terdiam, ia terlihat serius.
Untuk pertama kalinya ia serius selama ini.
Yah sebelum-sebelumnya ia serius juga sih, namun tak seserius sekarang.
Apa mungkin ini reaksi normal saat berhadapan dengan serigala putih itu?
Yah ia jelas tak bisa main-main di situasi sekarang sih.
Ia tak punya pilihan lain selain menghadapi lawannya sampai akhir.
"...." John terdiam, ia tak lagi menyerang tiba-tiba seperti tadi.
Tak bisa dipungkiri sebelumnya ia memang ingin cepat -cepat mengakhiri semua ini.
Namun pada akhirnya itu tak semudah membalikkan telapak tangan.
Ia sadar musuhnya kali ini bukanlah yang biasa-biasa saja.
Ia tak bisa hanya mengandalkan kepercayaan dirinya dan bertindak gegabah, atau nantinya akan menyesal.
Ya benar, John bisa merasakan perubahan drastis, baik dari fisik maupun mentalnya.
Tiada angin tiada hujan ia tiba-tiba tambah kuat dan bisa berkompetisi dengan kekuatan musuhnya.
Tak hanya itu, mentalnya pun lebih kuat dibanding sebelumnya.
Ia benar-benar merasa bisa melakukan apapun.
Kedua hal itu tentunya disambut baik olehnya.
Pada akhirnya ia tak boleh terlena dengan keajaiban yang datang tiba-tiba ini.
'WAKTUNYA MENYUSUN STRATEGI.' John langsung semangat.
Waktunya untuk menunjukkan apa yang ia bisa!
"...." White Wolf terdiam. Ia bisa merasakan lonjakan tekad dan semangat dari pemuda itu.
Sementara itu ada hal lain yang ia pikirkan juga.
Soal teknik ledakan es yang sudah dilancarkannya sebelumnya.
Tak ada yang salah dengan tekniknya, semuanya berjalan sebagaimana mestinya.
Namun ada yang janggal di sini.
__ADS_1