Level One

Level One
Tense


__ADS_3

Musuh lebih pintar bersembunyi dari yang dipikirkan.


John tak melonggarkan kewaspadaannya.


John menganalisis apa yang terjadi untuk mengisi waktu luangnya.


Siapa dan karena motif apa makhluk misterius itu menyerang mereka?


John merasakan bau-bau perencanaan di sini.


Musuh sudah mempersiapkan segala sesuatunya dan menyerang diwaktu yang sudah ditentukan.


Senja di kota ini tak seramai di tempat lain.


Menjelang malam jalan kota sudah sepi dan bahkan tak ada aktivitas berarti di luar rumah.


Entah kenapa, namun bisa jadi itulah ciri khas kota tertutup ini.


Menyerang disaat tak ada orang lain adalah wajar.


Tak berhenti di situ, alasan apakah dibalik penyerangan makhluk misterius ini?


Pastilah ada alasan dibalik semua ini.


Tak mungkin hanya orang asing random yang menyerang mereka.


Ada satu kemungkinan yang bisa jadi alasannya.


Ada yang sadar dengan kedatangan mereka ke tempat ini.


John dan yang lainnya memang tak banyak diperhatikan oleh orang-orang.


Namun bukan berarti tak ada yang memerhatikan.


Ada yang tak senang dengan kehadiran mereka di sini.


Setelah gagal menghentikan mereka di luar, sekarang di dalam.


Dan kini tak hanya sekedar menghentikan, namun sekaligus juga mengakhiri mereka.


Benar, John merasakan adanya aura mengerikan yang terpancar dari dari musuhnya.


Jadi strategi apa yang paling cocok untuk menghadapi jenis musuh seperti ini?


HUSSH!


'Serangan lain.' John bisa merasakan serangan yang sama yang datang.


Namun kali ini lebih banyak dan lebih kuat.


Makhluk misterius satu ini jelas mau mengakhiri mereka dengan efesien, tanpa perlu menunjukkan dirinya.


Serangan aura angin sangat kuat yang bahkan lebih tajam dari pedang tajam.


Serangan itu datang dengan pola padat, dengan kata lain musuhnya ingin menebas targetnya sampai tak bersisa.


Kedengarannya mengerikan, namun itulah kenyataannya.


Serangan skala luas.


Bukan lagi serangan satu target seperti yang sebelumnya.


Sang makhluk misterius itu tak mau membuang waktunya, ia ingin mengakhiri semuanya dengan cepat.


Ia harus melakukan sesuatu.


Karena pada akhirnya, memang hanya ialah yang bisa melakukannya.


Felicia masih butuh waktu untuk meregenerasi kekuatannya lagi, sementara nona Wolf, seperti yang sudah kita tahu memang sudah menyerahkan urusan ini pada sang pemuda ini.


Dan sejujurnya ia juga tak bisa melihat serangan yang datang dengan jelas juga sih, gara-gara kekuatannya tertahan.


TRAANG!


TRANG!


TRAAANG!


Suara lantang benda keras brutal langsung terdengar.


“HAH!?” Felicia baru sadar.


Barusan ada serangan lagi!

__ADS_1


Entah apa jadinya kalau tak ada pemuda satu ini di sini!


John terdiam, ia belum melihat progress yang berarti di sini.


Ia memang bisa mengatasi serangan musuh yang tambah kuat itu.


Namun pada akhirnya tidak berhenti di situ.


Bertahan saja takkan membuat situasi jadi lebih baik.


Ia tetap harus menemukan keberadaan lawan misterius yang semakin merepotkan.


Dengan begitu meja pertarungan bisa saja dibalikkan.


Namun ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan.


Sampai sekarang masih belum ada petunjuk lain dari sosok yang menyerang mereka itu.


Ditahap ini mungkin ada yang kesabarannya sudah habis.


Mengingat dari tadi situasi tak juga berubah.


Identitas sebenarnya makhluk yang menyerangnya masih belum terungkap.


Adalah wajar kalau agak terbawa emosi.


Namun pada akhirnya tidak dengan pemuda satu ini.


Ia tetap mempertahankan kesabarannya.


Tak bisa dipungkiri dalam dirinya memang ada dorongan untuk segera menyelesaikan semua ini.


Namun seperti yang sudah dijelaskan, melakukannya tak semudah membalikkan telapak kaki.


Kesabarannya memang diuji.


Terlepas dari berbagai keluhan yang ada, pada akhirnya ada juga hal baik yang terjadi.


Yah contohnya saja mereka masih bisa bertahan sampai sekarang.


Jelas itu adalah hal yang bagus kan?


Situasi bisa lebih buruk dari ini, namun untuk sekarang masih aman terkendali.


Yang tak lain tak bukan adalah kekuatan sebenarnya dari sang makhluk misterius yang menyerang mereka ini.


Sudah pasti makhluk itu tak hanya akan pakai satu teknik saja.


Mengingat potensi kekuatannya yang luas, lawannya bisa melancarkan serangan yang lebih tak terduga lagi.


Itualah yang jadi alasan kenapa harus tetap waspada dan berjaga-jaga dengan ketat.


SHHH....


“....” John terdiam, baru saja diomongin sudah kejadian aja.


Kini aura kehadiran makhluk misterius itu makin menguat.


Setelah rentetan serangan yang sama tak membuahkan hasil, adalah lebih masuk akal untuk pakai teknik lain.


Yang pada akhirnya dilakukan juga oleh sang makhluk misterius ini.


Akhirnya ada jurus lain.


Yah bosan juga kalau lihat teknik yang sama terus sih.


Pemuda ini kelihatan serius dan dingin.


Ia sudah lebih dari siap sekarang.


TUNJUKKANLAH SERANGAN DADAKAN APAPUN YANG LEBIH KUAT LAGI!


Setidaknya itulah yang terlihat dari raut wajahnya.


Memang agak gregetan sih.


John siap meladeni trik apapun yang akan dilancarkan lawannya.


Glek.


Sementara itu Felicia hanya bisa terdiam, ia tak terlihat baik-baik saja.


Bukan tanpa alasan sang gadis itu berekspresi begitu.

__ADS_1


Ya benar sekali, ini ada hubungannya dengan perubahan hawa makhluk misterius itu.


Perubahan aura signifikan inilah yang membuatnya jadi begini.


Kondisi tubuhnya berubah dengan begitu cepat.


Yang tadinya bugar, kini jadi lemas.


Ini jelas bukan hal yang meng-enakkan.


Namun sang gadis cantik ini berusaha bertahan sebisanya.


“Heh.” Perlahan namun pasti senyum terukir dari bibirnya.


Terlepas dari apa yang dirasakannya, ia masih bisa menunjukkan senyumannya.


Padahal wajar kalau ia menunjukkan ekspresi sakit, seperti yang benar-benar dirasakannya sekarang.


Namun ia tak melakukannya.


Ada alasan kelakuannya ini.


Yang tak lain tak bukan adalah tekadnya.


Felicia tak mau kena mental dengan apa yang sedang dirasakannya.


Ia memilih untuk tetap kuat, tidak peduli dengan keadaan yang terjadi.


Dengan begitu ia sudah menang di pikirannya ini.


“….” Sementara itu sang nona Wolf mini masih mengamati.


‘Hm.’ Nona satu tahu tak lama lagi situasi akan menegang.


Namun ia tak terlalu memusingkannya juga sih.


Mau lawannya seserius apapun tetap saja tak ada bedanya.


...


John terdiam, setelah merasakan aura kuat, tiba-tiba saja semua itu menghilang.


Mungkinkah ini akhirnya?


Sang makhluk misterius itu mengurungkan niatnya menyerang?


Dan kini mundur?


Ekspresi John tak berubah, rasanya terlalu indah untuk jadi kenyataan.


Situasi begini kelihatannya bagus.


Namun dimata pemuda ini tidaklah begitu.


Ini aneh.


Lawan misteriusnya itu tidak punya alasan untuk mundur setelah semua yang dilakukannya.


Jelas dia akan melakukan sesuatu yang lebih besar dari sebelumnya.


Ini hanyalah triknya.


Makhluk misterius itu ingin membingungkan lawannya dengan aksinya itu.


Membuat lawannya lengah demi keuntungannya.


Dan aksinya itu memang membuahkan hasil.


Nona penyelamatnya kelihatan lega dan tak lagi waspada.


Kelegaan semu yang diberikan lawannya.


SWWUUSH!!


ENERGI KUAT TIBA-TIBA DATANG LAGI!


SUPRISE YANG BENAR-BENAR TAK DISANGKA!


“….” John masih terlihat tenang.


SRRING….


Seketika itu juga cahaya terang tercipta.

__ADS_1


__ADS_2