
“NGGAK DONG.” Untuk pertama kalinya nada tinggi keluar dari perempuan cantik ini.
LAH KALAU GITU DIA INI BUKAN MUSUHNYA DONG.
Awalnya sang White Wolf ini memang penasaran dan berniat untuk bersenang-senang.
Namun semuanya berubah ketika ia melihat banyaknya kejutan yang ditawarkan pemuda ini.
Ia sudah cukup puas.
Itulah sebabnya ia menampilkan wujud non-tarungnya.
John terdiam, akhirnya semuanya jadi jelas juga.
Sang musuhnya kini sudah bukan benar-benar musuhnya lagi.
Jadi semuanya sudah berakhir?
Ia pikir pertarungan akan terus berlanjut.
Namun ternyata tidak begitu.
Waktunya untuk mengucapkan selamat tinggal.
Terima kasih sudah menghalangi dan menyusahkan jalannya, semoga sehat dan bahagia selalu.
“JANGAN GITU DONG~” White Wolf memang tangan pemuda ini.
“….” John terdiam, baru kali ini ia dipegang oleh tangan sehalus ini.
NYAMAN.
OKE TENANG DULU JOHN.
Ia tak mengerti kenapa nona itu memegang tangannya.
Apa ada perkataannya yang menyakiti hatinya?
Padahal ia hanya bilang fakta lapangan aja sih.
John tak sadar apa yang ia katakan ternyata lumayan menyakiti hati nona serba putih satu ini.
Yah tak perlu diungkit apa yang sudah terjadi juga sih.
Kini mindset sang nona serigala putih ini sudah kembali seperti semula.
Ia sudah terpuaskan dan tak menginginkan apa-apa, kecuali satu hal.
"Nona?" John terdiam, mau sampai kapan nona itu memegang tangannya?
Memang nyaman sih, tapi apa nggak pegel?
"Aku ikut," gumam perempuan bergaun putih itu.
"Hah?” Kok suaranya tiba-tiba kecil sih?
“AKU IKUT YA!” Suara lantang nan lembut keluar dari perempuan satu ini.
“APA?” John terdiam, apa ia nggak salah denger?
Tapi ucapannya tadi sudah jelas terdengar sih.
White Wolf terlihat malu-malu saat meminta hal ini.
Padahal sebelum-sebelumnya ia terlihat percaya diri sih.
“TUNGGU DULU.” John tak menyangka pembicaraan ini malah mengarah kemari.
John menuntut penjelasan dari permintaan yang sudah didengarnya itu.
Pada akhirnya ia tak mengerti dan tak tahu apa-apa kalau tak dijelaskan.
Kenapa lawannya malah ingin ikut dengannya?
Pastilah ada alasan jelas dibalik semua itu.
Dan akhirnya sang perempuan cantik itu menjelaskannya juga.
"Apa?" John tak bisa menahan kekagetannya.
__ADS_1
Sang perempuan serba putih itu sudah menjelaskannya dengan detil.
Tak perlu susah-susah gali info dan cari motifnya, semua sudah dijelaskannnya.
Pada akhirnya memang inilah tujuannya.
Ia tak mau membuat pemuda ini bingung, jadilah dijelaskan sejelas-jelasnya.
....
John terhening, ia masih perlu waktu untuk memproses apa yang baru saja didengarnya.
Sang perempuan cantik ini menunggunya dengan sabar.
Tujuannya berubah seratus delapan puluh derajat dari yang awal.
Awalnya ia ingin memuaskan dirinya dengan bertarung sampai akhir.
Namun ada hal lain yang membuatnya melenceng dari rencana awalnya.
Tak lain tak bukan adalah karena pemuda yang sedang dilihatnya ini.
Ia kini tertarik dengannya.
Bukan tertarik mengakhirinya, namun sebaliknya.
Ia ingin lebih kenal dengannya.
'OI OI.' John belum melihat masuk akalnya dimana.
Namun yah terkadang hal yang tak masuk akal terjadi juga sih.
Dari musuh jadi kawan huh?
Hal begini langka juga sih.
John tak menyangka lawan kuat berpenampilan menarik ini jadi berubah sisinya.
Ini memang lebih baik ketimbang terus melawannya sampai akhir sih.
John sadar ia tak bisa hanya mengandalkan keajaibannya.
Entah apa yang terjadi kalau pertarungan benar-benar berlanjut.
Namun roda peristiwa membawanya ke kejadian seperti ini.
John terdiam, ia tak terlihat senang juga sih.
Padahal ia sudah tak perlu khawatir lagi berhadapan dengan lawan kuat.
Pada akhirnya ada sesuatu yang ia pikirkan.
Ia memang lega semuanya berakhir damai sih.
Dari sini kita pasti sudah tahu apa yang dipikirkan pemuda ini.
Ya benar sekali, ini semua tentang permintaan nona satu itu.
Yah jarang-jarang ada makhluk kuat yang mengakui makhluk lemah sih.
Namun ternyata bisa kejadian juga ya.
"A- apa aku harus menjelaskannya lagi?" Nona Wolf ini siap kapanpun.
"NGGAK USAH SIH." John sudah cukup teryakinkan meski hanya sekali mendengarnya.
Bukan tanpa alasan ia diam saja.
Masih ada hal lain di pikirannya juga.
Yang masih berhubungan dengan nona serigala putih satu ini.
Katakanlah nona itu memang benar-benar sukarela mau ikut party-nya.
Entah karena satu atau dua alasan nona itu benar-benar percaya padanya.
Jelas-jelas ini adalah keberuntungan besar untuknya.
Yah kapan lagi ada makhluk kuat yang mau ikut party-nya begini?
__ADS_1
Sudah dapat satu anggota party saja sudah mantap, lah nambah lagi? Beuh.
Semua dugaannya tentang kesusahan yang menantinya tidak terbukti.
Hidupnya di alam baru nggak sengsara amat sih.
Nona serigala satu ini bisa jadi aset penting untuk menghadapi tantangan di masa depan.
Semuanya memang kelihatan indah.
Namun pada akhirnya tak berhenti di situ.
John tak meragukan kesungguhannya, namun pada akhirnya tak ada jaminan nona satu ini akan terus berada di sisinya.
Pada akhirnya makhluk hidup rentan untuk berubah.
Yah, dalam kasusnya sih, NPC ya.
NPC biasanya sudah diprogram sedemikian rupa dengan sifat dan karakteristiknya masing-masing.
Berdasarkan analisisnya, John melihat dua kepribadian kuat dari nona satu ini.
Satunya mode serius dengan wujud binatang-nya dan satu lagi mode santai, seperti yang sekarang ini.
Dan bisa mode hybrid juga sih.
Pada akhirnya John masih bimbang.
Tindakan apakah yang harus diambilnya sekarang?
"Kamu nggak mau melindunginya?" Sang nona Wolf itu menununjuk ke arah lain.
"!" John langsung mengarahkan pandangannya.
WADUH!
IA LUPA SOAL NONA PENYELAMATNYA!
John terlalu terbawa suasana sampai lupa akan keberadaannya!
Ia lupa menggunakan strategi penyerapan tenaga!
GAWAT SEKALI!
"Tenang saja." Sang perempuan cantik itu bisa tahu apa yang dipikirkan pemuda ini.
"!" John kembali kaget.
Sang nona penyelamatnya itu tak beranjak sama sekali dari lingkungan yang sudah rusak ini.
Kok bisa?
Nona itu tak terpengaruh dampak pertarungan ini sama sekali.
"Kenapa kamu tak menyerap tenaga lagi?" Sang perempuan itu terheran.
"Waduh, lupa nona, hehe." John menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Tapi kenapa bisa...?" John penasaran.
Barangkali nona serigala ini tahu sesuatu?
Nona cantik ini tersenyum kecil.
"!" John terdiam.
Ia bisa langsung tahu jawabannya, bahkan sebelum dijawab sekalipun.
“NONA!?”
“Hm~” Sang perempuan cantik itu hanya tersenyum kecil saja.
John tak menyangka nona ini melakukan sesuatu untuk nona penyelamatnya.
Ia bisa merasakan energi tak kasat mata yang sama dengan milik nona serigala itu pada tubuh nona penyelamatnya.
Nona serigala itu sudah menolong dan menjaga nona penyelamatnya.
Kenapa?
__ADS_1
John heran dengan aksinya itu.
Bukankah mereka ini musuh?