
“Kamu ingin melindunginya 'kan?” Nona Wolf ini mengulang lagi pertanyaannya.
John terdiam, tak perlu dijelaskan pun ia memang sudah jelas akan melindunginya.
Namun pada akhirnya ia sadar maksud dari pertanyaan nona putih itu.
Nona itu meragukan dirinya bisa melindungi makhluk lain.
Dan yah itu memang wajar juga sih.
Ia hanyalah makhluk lemah yang kebetulan mengalami keajaiban.
“A- aku tak meragukanmu kok.”
“Aku hanya ingin membantumu.” Sang perempuan cantik itu mengatakan lagi tujuannya.
Yang memang seperti itu sih.
“NONA INI MELINDUNGI NONA PENYELAMATKU YA.” John langsung paham.
“Aku juga bisa membantumu.” Perempuan cantik ini terus berusaha meyakinkankan pemuda ini.
Bukan hanya sekedar menyakinkan saja, tekadnya memang sudah bulat.
Ia sudah membuktikan kepercayannya dengan menolong rekan pemuda ini.
John terdiam, kini ia malah semakin teryakinkan.
Ini memang terlalu indah untuk jadi kenyataan.
Tapi kalau kenyataannya begini, ya bagus juga sih.
John tak punya alasan untuk tetap curiga.
Ia sudah melihat ketulusan nona serigala itu.
John masih belum paham dimana daya tarik miliknya ini.
“Kami tak bisa membalas kebaikanmu nona.” John terlihat serius.
Dan memang beginilah kenyataannya.
Pada akhirnya ia tak punya apapun sebagai balasan atas tawaran pertolongannya ini.
“JADI AKU DITERIMA!?” Sang perempuan cantik ini langsung sumringah.
‘Eh?’ John terdiam.
“EHM~ tenang saja, aku tak akan mengecewakanmu!”
Sang perempuan cantik ini senang sekali keinginannya diterima dengan baik.
Kini ia bisa lebih dekat dengan sang pemuda yang sudah membuatnya banyak terkejut ini.
Ia tak sabar melihat kejutan lain daripadanya.
“Oh, mari sadarkan dulu rekanmu.” Dengan cepat nona Wolf mendekati gadis muda yang tak sadarkan diri itu.
‘INISIATIF YA.’ Baru masuk grup sudah semangat begini.
John berjalan mengikuti dari belakang.
DEG.
“!” Namun entah kenapa rasanya ada yang aneh.
Seketika itu juga langkah kakinya terhenti.
Raut wajahnya berubah seolah menandakan ada yang tidak beres.
‘….’ Dan memang benarlah begitu.
Entah kenapa kini tubuhnya terasa berat.
Padahal sebelumnya biasa-biasa saja.
Mau melangkahkan kaki saja juga berat.
“….” John berusaha menenangkan dirinya.
Pada akhirnya ada dua macam hal mengejutkan.
Yang baik dengan yang buruk.
Ia sudah melihat yang baik sebelumnya, yang adalah ia dapat anggota party baru.
Dan kini yang buruknya, ada yang aneh dalam tubuhnya.
__ADS_1
‘Status.’
[….]
‘Wa- duh ….’ John tak bisa mengakses menu statusnya.
Biasanya status muncul setelah ia memerintahkannya, namun sekarang nggak gitu sih.
Kenapa disaat begini?
John tahu tak ada yang sempurna, bug dan error adalah hal umum yang terjadi di video game.
Namun kenapa disaat yang tidak tepat begini?
Tubuhnya mulai bergetar, raut wajahnya berubah pucat dan kekuatan berangsur-angsur merosot daripadanya.
“….” John terdiam dan masih berusaha tenang, dan akhirnya ia tahu apa yang terjadi dengannya.
Kekuatannya tiba-tiba merosot, ia kehabisan keajaibannya.
Sementara itu ia masih bisa melihat apa yang terjadi.
Sang nona penyelamatnya kelihatan sudah sadar lagi.
'Syukurlah.' Itu membuatnya lega.
Pada akhirnya ia tak bisa menahan lagi tubuhnya.
Blugh.
"!"
"ROOKIE!?" Felicia terlihat tak percaya, baru aja sadar malah disajikan momen seperti ini.
Dengan cepat gadis cantik itu segera mendatangi pemuda yang kini sudah terbaring.
"HE- HEI!" Felicia terlihat tak baik-baik saja.
Ia merasa ada yang tidak beres di sini!
"Tenanglah." Suara wanita lembut terdengar dari bekalang.
"!" Felicia langsung melihat ke arah sumber suara tersebut.
Dan alangkah terkejutnya ia melihat apa yang ada di depannya.
SEJAK KAPAN?
"O- oh." Sang nona Wolf ini kelihatan baru menyadari sesuatu.
Syut
"!?" HILANG! BAGIAN TUBUHN ANEH ITU HILANG! Felicia berusaha tak panik.
Yah ia jarang menemui yang begini sih.
Kalau monster ya monster, kalau makhluk biasa ya biasa.
Bukan campuran begini.
"Aku bukan musuhmu." Sang perempuan cantik itu tersenyum.
Ia lupa menghilangkan barang bukti dirinya ini makhluk hybrid.
"...." Felicia terdiam, ia memang tak merasakan aura bahaya sih.
Namun bukan berarti semuanya aman-aman saja sih.
Tak ada angin tak ada hujan tiba-tiba ada makhluk asing.
Wajar saja kalau curiga ‘kan?
"Lukamu?" Sang perempuan cantik ini menanyakan keadaannya.
'Eh?' Felicia tak menyangka ditanya begitu.
Ia terdiam, dan perlahan namun pasti raut wajahnya berubah.
'Kenapa...?' Ia merasakan energi mengalir dari dalam tubuhnya.
Bukankah memang John sudah menolongnya sebelumnya? Wajar saja kalau keadaannya sudah membaik 'kan?
Pada akhirnya tidak seperti itu.
Rasanya Felicia kenal dengan aura kekuatan yang mengalir ini....
"!" Lagi-lagi raut wajah gadis ini berubah lagi, seolah sudah menyadari sesuatu.
__ADS_1
"Ya, aku mantan musuhmu~" Perempuan cantik itu tersenyum lembut.
"!" Felicia tak bisa menahan kekagetannya.
"SERIGALA PUTIH?"
"Hm hm~" Perempuan cantik ini mengangguk.
"...." Felicia masih terdiam.
Ia bukannya tak percaya, namun masih perlu waktu untuk memproses apa yang didengarnya.
Entah kenapa perkataan perempuan cantik ini terdengar meyakinkan.
Padahal ini kali pertama ia bertemu dengannya.
Apa dia benar-benar sang monster kuat yang sudah dilawannya itu?
Felicia menanyakan pertanyaan yang sudah jelas jawabannya.
Bisa saja perempuan cantik itu hanya membual saja.
'Telinga sama ekornya mirip sih.' Meski sebentar, Felicia sudah hafal betul bagaimana bulu putih bersih itu ada pada sang monster yang sudah dilawannya itu.
Dan ada bukti yang lebih kuat dan tak terbantahkan yang ditunjukkannya.
Yang tak lain tak bukan adalah aura kekuatan makhluk itu.
Aura perempuan cantik itu sama dengan monster kuat yang dilawannya itu.
"Ibu menyelamatkanku?" Felicia akhirnya mengambil kesimpulan.
"IBU!?" Perempuan cantik ini terkaget mendengar panggilan seperti.
"Me- memangnya aku setua itu ya? Hmm~" Perempuan cantik itu memegang dagunya.
'Eh?' Felicia terdiam, memangnya ada yang salah?
Yah, dari penampilannya makhluk satu ini memang cantik dan terlihat dewasa, jadilah dipanggil ibu saja.
"Yah, kita kan rekan se-tim, panggil aku sesukamu saja~" Sang perempuan cantik ini tak mau memusingkannya.
"Ah." Felicia bisa melihat sikap lembut dari perempuan satu ini.
Dia ini memang memancarkan kharismanya sendiri sih.
....
TUNGGU DULU....
APA?
"Hm?" Perempuan cantik ini terlihat heran.
"SE-TIM?" Felicia butuh penjelasan lebih lanjut mengenai hal ini.
"Ah, dia akan menjelaskannya." Dengan cepat White Wolf memengang dahi pemuda itu.
Dan seketika itu juga cahaya hijau langsung tercipta.
"W- wah." Felicia terkesan dengan apa yang dilihatnya.
Sudah lama ia tak melihat teknik pemulihan seperti ini.
Ini bukan teknik kaleng-kaleng.
Felicia bisa merasakan begitu besarnya energi pemulihan yang dikeluarkan oleh ibu cantik satu itu.
Kekuatannya setara- ah bahkan lebih efektif dari potion pemulih terbaik sekalipun!
PATS!
DAN PEMUDA ITU LANGSUNG MEMBUKA MATANYA!
"HAH!?" John terperanjat.
Pemuda itu memegang kepalanya.
Yah rasanya agak berat sih.
"WAH!" Ada dua perempuan yang memerhatikannya!
"Waah~" White Wolf terlihat senang melihat pemuda itu sudah sadar.
"Rookie! Kamu baik!?" Felicia langsung mengecek keadaan pemuda itu.
"WAH!" John kegelian di pegang sekujur tubuhnya.
__ADS_1