
Rasanya enak kalau langsung diakhir saja.
‘Haaah~’ Namun pada akhirnya ia sadar tak bisa seenaknya di sini.
Yah ia tak bisa membawa kebiasaan lamanya.
Memang semuanya bisa berakhir dengan cepat.
Namun bukan berarti itu adalah pilihan yang tepat.
Ia tak perlu menunjukkan sisinya yang sebenarnya juga kan?
SWUSH!
SYUT!
Sang nona Wolf bisa menghindari serangan yang datang dengan mudahnya.
Namun ini bukan akhirnya, ia tak mungkin terus menghindar saja.
Atau pertarungan takkan selesai.
Jadi apa yang ia bisa lakukan selain mengakhiri mereka?
‘Ah.’ Tak lama sampai akhirnya ia terpikir solusi yang bisa diandalkan.
Kedua penjaga itu mulai menyerangnya lagi, dan sang nona ini tak kelihatan akan menghindar.
Ia hanya diam saja dan tak melakukan apapun.
DAN SERANGAN PARA PENJAGA ITU MAKIN MENDEKAT!
SANGAT CEPAT DAN KUAT, BISA MENEBAS APAPUN YANG ADA DILEWATINYA!
SEBAIKNYA JANGAN LIHAT BAGI YANG TIDAK SUKA DARAH!
SWWUUSHH!
“!?”
SERANGAN PEDANG MEREKA TERHENTI BEGITU SAJA!
INI JELAS TAK SEPERTI YANG MEREKA PIKIRKAN!
Pasti ada alasan dibalik semua ini kan?
Pada akhirnya memang begitu.
Aura pertahanan transparan-lah yang menghentikan pergerakan mereka.
“….” Kedua prajurit itu tak bisa menahan kekagetan mereka.
Mereka jelas takkan membiarkan semua ini begitu saja.
Hempasan energi keluar dari mereka, namun sayang mereka tak bisa menarik kembali pedangnya.
Pedang mereka ‘stuck’ saat berhadapan dengan aura pertahanan transparan nona ini.
Masih saja begitu bahkan setelah mengeluarkan segenap tenaga.
Pedang mereka tetap tak bergerak sedikit pun.
CRASH!
Dan hancur begitu saja!
HUSH.
Kedua penjaga itu langsung mundur.
Mereka tak terlihat membawa senjata lain lagi.
Meski begitu, tatapan mereka tetap saja tajam.
“….” Nona Wolf tak terpengaruh sama sekali dengan apa tatapan yang mereka perlihatkan.
Harus diakui, mereka memang kuat terlepas dari penampilannya.
Biasanya benda apapun yang mengarah pada aura pertahanan transparannya akan hancur seketika itu juga.
Namun ternyata tidak dengan senjata para penjaga itu.
__ADS_1
Itu menunjukkan betapa kuatnya pedang yang mereka pakai.
“Ngobrol dulu yuk~” Sang nona Wolf ini tak mau memperpanjang pertarungan.
Yah mereka hanyalah tamu yang berkunjung ke tempat ini, kenapa harus diperlakukan seperti ini?
Para penjaga itu tak merubah ekspresinya.
Bahkan setelah kehilangan senjatanya pun mereka tetap saja serius.
“Ngeyel.” Felicia tak senang dengan apa yang dilihatnya.
“….” John terdiam, yah kalau itu ia setuju sih.
Apa susahnya menghentikan semua pertarungan ini dan membicarakan ini baik-baik?
Pada akhirnya para penjaga ini punya alasannya sendiri.
Yang tak lain tak bukan adalah untuk menjaga area kota dari pendatang yang berbahaya.
Ada alasan dibalik gerbang kota yang bercahaya ini.
Yang tak lain tak bukan adalah karena mendeteksi adanya ancaman yang mendekat.
Benar sekali, ini adalah kemampuan khusus dari sebuah pintu gerbang kota.
Agak aneh memang, namun efektif untuk meminimalisir potensi bahaya yang datang.
Para penjaga itu sudah berdedikasi penuh untuk menjaga keamanan kota.
Kehilangan senjata tak merubah tekad dan semangatnya.
Sret.
“Ah.”
John dan Felicia maju juga, berdiri disamping sang nona Wolf.
“Santai saja~” Ia bisa mengatasinya sendiri.
“Aku juga ingin pemanasan, heheh.” Felicia memainkan lengannya.
Yah ia bosan juga kalau harus terus menyerahkannya pada sang ibu ini.
“Hmm.” Nona Wolf paham.
Kalau begitu, let’s start the fight, shall we?
*
Tak butuh waktu lama sampai akhirnya para penjaga itu tumbang.
Mereka tak kuat dengan apa yang harus mereka lawan.
“Pyuh.” John mengelap keringatnya.
“Heheh.” Dan Felicia menaruh kedua tangannya di pinggang, terlihat bangga.
“….” Nona Wolf terdiam.
Yah ia tak melakukan apapun sih.
Cukup dengan mereka berdua masalah ini pun selesaui.
Mereka bisa melumpuhkan lawan tanpa membunuhnya.
Yah kalau dirinya sendiri bisa saja kebablasan sih.
‘OKE.’ John sudah merasa lebih kuat sekarang.
Yah ia juga tak bisa terus mengandalkan keajaiban dalam pertarungan.
Meski level satu, setidaknya ia masih bisa mengandalkan pengalaman bertarungnya!
Mungkin kelihatannya tak sopan, tapi tak ada pilihan lain juga sih.
Para penjaga itu tetap tak mau bicara, dan mau tak mau harus ditumbangkan juga
Jadi sekarang apa?
Aura kuat yang terpancar dari pintu masih ada sih.
__ADS_1
Jadi mengalahkan para penjaga itu bukan kuncinya untuk membuka pintu ini ya.
“Mereka mewaspadai kita~” Sang nona Wolf maju ke depan dan mengamati seksama pintu yang aura kuat itu.
“DOBRAK AJA GAK SIH?” Felicia dapat ide cemerlang lagi.
“AYO AJA GW MAH.” John setuju sih.
“Waduh.” Sang perempuan cantik ini terlihat tak setuju.
Kalau pintu gerbang biasa sih, gas aja. Tapi kalau yang begini lain cerita.
Setidaknya ada cara khusus untuk membuka pintu seperti ini.
Jadi bagaimana caranya?
Ketika makhluk ini menghabiskan waktu memikirkan cara untuk masuk.
“NGGAK ADA ORANG DALAM YA.” Felicia terlihat capek berpikir.
“Bener sih.” John setuju.
Yah kalau saja ada kenalan dari dalam, pasti bukan hal yang sulit untuk masuk tempat ini.
Mungkin sebagian dari kita tahu bahwa John sudah mengalami banyak hal selama perjalanannya yang sebelumnya.
Memang banyak, namun tak semua hal pernah ia alami juga sih.
Termasuk datang ke kota ini dan berhadapan dengan pintu gerbang aneh.
Yah sebelumnya yang ia pedulikan hanyalah kota besar saja sih.
Mengingat banyak event menarik yang ada.
Enak sekali farming material, exp, equipment dan lain sebagainya.
Lantas bagaimana dengan kota kecil?
Seperti yang sudah bisa diduga, daerah kecil biasanya hanya dijadikan pajangan saja tanpa ada hal yang menarik perhatian.
Namun akhirnya datang juga saatnya ia datang ke area ini.
Bahkan seorang berpengalaman pun tidak sempurna.
“Hm~” Sang nona Wolf masih memikirkan kemungkinan kenapa hal ini bisa terjadi.
“Ah.” Dan akhirnya sesuatu muncul dipikirannya juga.
“Kerja bagus.” Felicia sudah mentok mikir dari tadi.
Yah ia bukan tipe pemikir handal sih.
‘Oke.’ John juga antusias mendengar pemikiran sang nona satu ini.
Dengan cepat sang perempuan cantik itu mengatakan pendapat dan dugaannya.
Alasan kenapa pintu itu bertingkah aneh.
“Apa?” Felicia tak menyangka.
“….” John terdiam, yah sejujurnya itu masuk akal juga sih.
“Karena ibu?” Felicia butuh penjelasan lagi.
Nona Wolf mengangguk kecil.
Alasan kenapa pintu itu tak mengizinkan mereka masuk adalah karena keberadaannya.
Pintu gerbang itu mendeteksi bahaya darinya.
“….” John tak bisa menyangkalinya.
Faktanya memang nona satu ini memancarkan aura misterius yang kental.
Membuat siapapun yang belum kenal dengannya pasti bereaksi berlebihan.
“Jadi gimana dong?” Felicia tak melihat solusi di sini.
Bagaimana pun juga mereka adalah rekan party dan harus selalu bersama.
Tujuan sudah ada di depan mata.
__ADS_1
Mereka tak bisa mundur lagi.