
“Eh?” Apa maksudnya?
Felicia malah ingin lebih banyak melihat keanehan lain yang bisa dibuat pemuda ini.
“Oh.” John terdiam, memangnya apa lagi yang bisa ia lakukan?
Kalau status dan levelnya tak berubah, ia bisa menunjukkan banyak hal sih.
Namun nyatanya tak begitu.
Ia benar-benar polosan kecuali titlenya.
“Heee….” Felicia terdiam, ia agak kurang percaya.
Yah bisa saja dia menyembunyikan hal mengejutkan lain.
“NGGAK ADA NONA.” John tak mau merusak harapan makhluk kuat satu ini.
Yah lebih baik jangan berharap berlebihan juga sih.
“Hmm, oke.” Kalau begitu ia hanya perlu menunggu dia mengejutkannya ‘kan?
Sekarang mereka sudah berada di luar gerbang kota, hawa dingin dan aura kesunyian terasa jelas di sini.
Awalnya Felicia meragukan pemuda satu ini, namun seiring dengan keanehan yang dilihatnya satu persatu, ia akhirnya bisa mulai percaya.
Untuk pertama kalinya setelah sekian lama ia melihat makhluk status rendah yang mengejutkan begini.
John perlahan menutup matanya, mengatur nafasnya dan berusaha fokus.
‘HO.’ Gadis cantik ini memerhatikan pemuda itu dengan serius.
Apa kali ini dia akan mengejutkannya lagi?
Shh….
Hempasan udara kecil tercipta dari sekitaran tubuhnya.
Menandakan ia sedang mengumpulkan kekuatan dengan serius.
Waktu pun terus berlalu….
Normalnya sih proses ini tak makan waktu lama.
Namun di kasus pemuda satu ini, dari tadi belum selesai-selesai juga.
‘HOHO LAGI NGAPAIN INI?’ Felicia makin tertarik untuk melihat apa yang terjadi.
Bisa jadi sesuatu yang lebih hebat akan terjadi!
“Haaah.” John membuka matanya, hempasan angin disekitar tubuhnya pun perlahan menghilang.
‘Lho?’ Kok berhenti?
“Nona menguasai skill teleportasi?”
“Memangnya kenapa?”
“Aku kan pemula.” John menggaruk kepalanya yang tak gatal.
“Oalah iya ya.” Felicia baru sadar juga.
Sebagai pemula, tentu ada batasan menggunakan teknik.
‘OKE.’ Felicia menuup matanya, hempasan kencang langsung tercipta disekitaran tubuhnya.
SRING!
Lingkaran sihir kebiruan besar langsung tercipta dibawah kakinya.
“WAH.” John terdiam, baru pertama kali ia melihat sihir in-game secara langsung.
Lebih indah dan mantap daripada sekedar melihat di layar!
“Mau kemana kita?” Felicia siap dengan kendaraan instannya ini.
***
-Hutan Evergrande.
Sebuah hutan yang letaknya tak jauh dari kota tempat mereka singgah sebelumnya.
“KENAPA KE SINI?” Felicia terdiam, ia kenal betul dengan aura khas dari tempat ini.
__ADS_1
Kalau ke sini sih jalan kaki juga sampe.
Kenapa harus buang-buang tenaga pake teknik teleportasi?
“Aku tak bisa mati di sini nona.” John terdengar serius.
“Oh.” Felicia terdiam, ia akhirnya mengerti apa maksudnya.
Tak bisa dipungkiri di tempat ini banyak makhluk kuat yang berkeliaran.
Kebanyakan diantaranya sih para monster yang berbahaya.
‘Tengah hutan.’ Gadis ini bisa merasakannya.
Aura energi negatif terpusat di tempat ini.
Jadi begitu ya.
Pemuda ini memintanya untuk langsung ke area tengah hutan.
Mereka bisa saja melakukan perjalanan normal ke tempat ini.
Namun pada akhirnya mereka tetap saja akan bertemu dengan para monster bahaya.
Entah berapa banyak musuh yang akan menghalangi jalannya, ia tetap akan mengeluarkan tenaga yang besar juga.
Bertarung sambil melindungi seseorang jelas berbeda dengan bertarung biasa.
Bisa saja energinya lebih banyak terkuras saat bertarung melawan mereka ketimbang menggunakan teknik pindah tempat instan.
Kini John masih memerhatikan sekitarnya.
Suasana hutan terlihat masih tenang.
Namun tak bisa dipungkiri aura para monster memang makin menguat.
Para monster mulai sadar dengan keberadaan mereka.
Sementara John masih terdiam.
Felicia penasaran dengan apa yang akan dilakukannya.
Kalau butuh bantuan, ia jelas siap kapan pun.
Atau mungkin lagi fokus?
John sedang fokus sekarang.
Hawa dingin malam masih terasa dan tak banyak yang bisa dilihat di area ini, selain pepohonan besar yang menjulang tinggi dan semak-semak yang menutpi area ini tentunya.
Felicia dengan sabar menunggu apa yang akan dilakukan pemuda ini.
Namun sorot matanya sudah berubah lebih tajam sekarang.
Hempasan aura kekuatan mulai tercipta dari sekitaran tubuhnya.
Pada akhirnya aura para makhluk jahat semakin menguat dan ia tak punya pilihan selain bersiap.
Yah di situasi begini nggak mungkin santai-santai juga sih.
“….” John terdiam raut wajahnya berubah jadi serius juga.
“Gawat.” Rencananya tidak berjalan semulus yang diharapkannya.
Ia pikir bakal langsung ketemu kenalannya di sini.
Namun ternyata tidak seperti itu.
“Ho.” Felicia langsung mengerti dengan apa yang terjadi.
Yah memang ada kalanya situasi berjalan tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Dan sekaranglah kejadiannya.
“GRRRR….” Terdengarlah suara geraman yang tak bersahabat.
Tanda-tanda makhluk jahat nan mengerikan sudah terlihat.
“HO.” Felicia terlihat tertantang.
Ini bukan kali pertama ia menghadapi situasi yang begini.
“Nona….” John tak meneruskan perkataannya.
__ADS_1
“Aku tahu.” Felicia tersenyum kecil, siap dengan apa yang harus dilakukannya.
SRK!
Sosok serigala bermata merah muncul dari balik semak-semak.
Tak hanya satu atau dua, melainkan tiga!
BETAPA MENGERIKANNYA MELIHAT BINATANG SEPERTI INI DI GELAPNYA MALAM!
Sorot mata merah tajam membuat siapapun yang melihatnya lari terbirit-birit.
Namun tidak dengan sang gadis cantik ini.
Ia malah tersenyum percaya diri melihat para makhluk mengerikan itu hadir.
Felicia melakukan peregangan kecil.
Yah akhirnya setelah sekian lama ia bisa pemanasan lagi ke rutinitas awalnya.
Apalagi kalau bukan membasmi para makhluk jahat, binatang dan monster?
“….” Tubuh pemuda ini bergetar kecil.
John tak menyangka aura kengerian ini benar-benar membuat bulu kuduknya merinding.
Rasa ingin kabur meningkat drastis.
Namun pada akhirnya ia berusaha bertahan.
Tujuannya akan sia-sia kalau ia beranjak dari sini.
“GGRRR….” Ekspresi haus darah terlihat jelas dari binatang buas ini.
Para serigala mata merah itu masih berjalan-jalan kecil dan memerhatikan musuhnya.
Tak disangka mereka punya kesabaran untuk tak menyerang langsung.
Felicia tak masalah dengan itu.
Ia malah menerapkan prinsip ‘santai dulu gak sih?’ di sini.
Yah ia juga tak mau buru-buru nyerang musuh sih.
Aura dan gerak-gerik ancaman musuh sama sekali tak berpengaruh baginya.
Jadi kenapa harus tegang?
Blugh.
“!”
“HEI!?” Pemuda yang dibelakangnya malah tumbang tanpa sebab yang jelas!
“KENAPA!?” Felicia agak panik.
Entah kenapa pemuda itu kelihatan pucat dan tak bertenaga.
Padahal sebelumnya bugar-bugar saja sih.
“Hei....” Aura kekuatan pemuda ini malah makin menurun.
“I- i don't feel so good, miss....”
“I CAN SEE THAT! WHAT HAPPENED TO YOU!?” Ia perlu penjelasan lebih lanjut!
John tak punya banyak kekuatan untuk bicara, raut wajahnya sudah mengatakannya dengan jelas.
Pemuda itu pun perlahan menutup matanya.
“He-hei....” Felicia tak menyangka.
Pada akhirnya pemuda itu tak punya kekuatan untuk menjelaskannya.
Ia meletakkan pemuda yang tak berdaya itu di tanah, dan memandang tajam para musuhnya.
Tanpa diduga kini tiga binatang buas itu sudah mengepungnya dari berbagai sisi.
Namun lagi-lagi itu tak berpengaruh banyak pada gadis ini.
Ia malah makin serius, tak ada ketakutan sedikitpun yang terlihat daripadanya.
Di situasi ini para makhluk buas jelas diuntungkan.
__ADS_1
Dengan kekuatan besar itu, mereka bisa menyergap target dengan sekejap dan mengakhiri semuanya.
HUSH!!