
Hollaaa...
Sepi banget grup ini!
Mary membaca chat yang masuk ke grup WA yang dibuat Jeny tadi siang. Dia sendiri sedang tiduran di kamar sambil memeluk boneka teddy bear berwarna coklat.
Bakar! Jika ingin ramai!
Kali ini Jeny yang membalas.
Berisik!
Siapa itu? (Milli)
Laura 😒 (Jeny)
He, siapa yang memasukkan dia ke grup ini? 😡 (Milli)
Kenapa emangnya? (Laura)
Out out! (Milli)
Mary yang nyuruh (Jeny)
Ini grup kelompok kan? Dia satu tim dengan kita. (Mary)
😤 (Milli)
😜 (Laura)
🐍 (Milli)
He, apa maksud gambar ular itu? (Laura)
🐽 (Milli)
Brengsek! (Laura)
Bisakah kalian berhenti mengirim emoticon gak penting? Aku nggak bisa fokus ngerjain tugas. (Jeny)
Besok hari minggu, kenapa rajin amat? (Milli)
Aku kecewa karena ternyata kamu tipe seperti itu. 😭 (Milli)
Teman seperti apa itu? (Jeny)
Besok ada diskon 50% all item di mall x. Kesana yuk! (Jeny)
Siap bosss! (Milli)
🙋 (Laura)
Siapa yang ngajak kamu?!!!!!!!! (Milli)
Minggir! Tidak ada ada yang ngajak kamu! (Jeny)
Mary ikut kan? (Jeny)
Mary berpikir sambil menggulingkan badannya di tempat tidurnya. Kelihatannya menyenangkan, apa salahnya?
Oke.
Aku boleh ikut?
Siapa lagi itu? (Milli)
Juan, gebetan lo. 😁**** (Jeny)
__ADS_1
Poto profilmu kenapa begitu? Jelek. 😂 (Milli)
Akan ku ganti. 😅 (Juan)
Besok khusus acara cewek berburu, cowok dilarang ikut! (Jeny)
Berburu apa? (Juan)
Baju dan... Cowok! Wkwkw (Milli)
😂
O ya, siapa yang punya kontak kak Sean? (Jeny)
Aku tidak punya. (Milli)
Besok ku tanyakan. (Mary)
Kamu dekat dengannya? Dulu juga kamu pernah menyapa dia seingatku. (Milli)
Dia kakak murid lesku. (Mary)
Rillyyyy? 😱 (Jeny)
Aku iri. (Jeny)
Mary tersenyum sambil memandangi langit-langit kamarnya. Sean...
***
Mary mengoleskan sentuhan terakhir di bibirnya memakai liptint warna scarlet orange yang sangat cantik. Dia merapikan sekali lagi rambutnya dan memandangi bayangan dirinya sendiri di cermin.
Dia memakai skirt jeans selutut dengan atasan knit lengan panjang berwarna aprikot yang cerah.
Tidak terlalu buruk, gumamnya.
Mary tiba di halaman Mall sedikit lebih awal dibanding kedua temannya. Dia sedikit gugup, mungkin ini kali pertama di hidupnya dia pergi hangout dengan teman. Dahulu, hal ini hanya hal yang diimpi-impikan saja.
"Kamu sudah sampai?" Jeny dan Milli menyapa.
"Kalian datang bersama?" Mary malah bertanya balik.
"Rumah kami searah." Milli menjawab.
"Mer, hari ini kamu cantik sekali!" seru Jeny kagum. "Aku iri!"
"Kamu jauh lebih cantik!" Mary memuji, "Aku suka riasanmu. Aku ingin belajar make up darimu, boleh kan?"
Jeny mengangguk senang. "Hei, menurut kalian apa aku perlu meniruskan pipiku? Kelihatan sedikit chubby kan?" Jeny menggelembungkan kedua pipinya.
"Jangan!"
"Kamu tidak perlu mengubah apapun. Kamu sudah cantik. Kamu justru kelihatan manis dengan pipi seperti itu. Terlihat fresh dan imut." Mary berkata jujur.
"Benarkah?" tanya Jeny senang.
"Jadi kita nanti mau beli apa?" tanya Milli.
"Apa aja. Lets go!"
Mereka bertiga masuk ke dalam mall dengan riang. Milli seperti orang kalap begitu melihat atasan-atasan cantik dengan diskon separuh harga. Mary mengambil sebuah blouse lucu berwarna dusty pink dengan kerutan di pergelangan tangan. Dia juga tertarik ketika melihat skirt panjang berwarna green army dengan model yang sangat manis.
Milli menyarankan membeli 3 kaus dengan warna sama untuk mereka bertiga disambut seruan setuju dari Jeny.
"Warna apa ya?" Milli bertanya sambil tangannya menyibak kaus-kaus yang tergantung di depannya.
"Putih?" Jeny memberi saran.
__ADS_1
"Jangan! Aku kelihatan jelek jika pake putih!" Milli menolak.
"Pink?"
"Weeww, feminim sekali.
"Merah?"
"Mmm, aku kelihatan sangat HOT jika pakai warna itu. No no!" Milli menggelengkan kepalanya.
"Lalu apa?" Jeny jengkel, "Mary bagaimana pendapatmu?"
Mary tertegun beberapa saat. Dia berpikir mungkin ini pertama kalinya dirinya dimintai pendapat oleh seorang teman. Dia merasa sedikit gugup merasakan sensasi aneh ini.
"Mmm... Bagaimana kalau biru?"
Milli dan Jeny setuju. Mary tersenyum, entah kenapa dia merasa senang. Akhirnya mereka mengambil 3 kaus berwarna biru aqua dan memakainya di ruang ganti setelah membayar di kasir.
"Kita sudah mirip gengs belum?" tanya Milli setelah mereka bertiga berganti pakaian dengan kaus yang baru saja mereka beli.
"Kita perlu buat nama gengs?"
Mereka tertawa.
Tidak berhenti hanya membeli kaus yang sama, mereka bertiga juga membeli kaca mata dan gantungan tas berbentuk lampu kaca mungil yang lucu untuk mereka bertiga.
Mereka ingin pergi karaoke tapi karena ruangannya penuh mereka akhirnya justru bermain dance Pump It Up. Mary benar-benar ternganga-nganga dibuatnya melihat kelihaian kaki kedua temannya yang meliuk-liuk lincah.
Mary menolak ketika Milli memaksanya mencoba permainan itu. Dia belum pernah sekalipun...
"Coba aja dulu!" Milli dan Jeny memaksa.
Mary akhirnya mencoba dan dia merasa kakinya sangat ketetaran. Aneh sekali rasanya.
"Tingkat easy aja dulu, jika udah lentur nyoba ke arcade. Langsung pake speed aja!"
Mary tertawa mencoba permainan ini. Rasanya aneh sekali membuat kakinya seolah menari-nari seperti itu. Tapi seru!
Hari ini benar-benar menyenangkan sepanjang hidupnya! Dia mencoba banyak hal yang dulu hanya mimpi di benaknya saja. Dia merasa sangat bersyukur untuk hari ini. Sangat sangat bersyukur!
Sampai akhirnya mereka kelelahan dan menjatuhkan pilihan dengan menikmati es krim dan burger di dalam foodcourt yang cukup ramai.
"Hei lihat, Juan komen di foto kita!" seru Jeny memperlihatkan foto selfi mereka bertiga yang baru saja dia posting di ig nya, "Kalian sudah mirip girlband, katanya. Haha!"
"Bilang, sebentar lagi kita akan debut!" Milli berkomentar.
Sementara Milli sedang asyik dengan es krim cokelat dan strawberry di gelasnya, seorang cowok berkemeja biru-hijau pendek menghampiri meja mereka.
"Hai.." sapanya.
Mereka bertiga menjawab sapaan itu dengan ragu-ragu, saling berpandangan.
"Aku boleh gabung disini?"
Mereka menoleh satu sama lain. Cowok ini mau apa?
"Aku Richard. Aku cowok baik-baik kok, tenang aja!" cowok itu tersenyum ramah, "Aku cuma pengen kenalan aja!"
"Ooh.. Oke!"
"Mmm.. Aku boleh minta nomormu?" cowok cakep itu menatap Mary to the point.
Mary ternganga. "Aku?" ulangnya seakan tidak percaya.
"Ya. Kamu!"
Mary masih menganga, bingung ingin menjawab apa. Ini pertama kali...
__ADS_1
###