
Pagi itu, matahari bersinar cerah. Angin berkesiur menarikan dedaunan sebagaimana mestinya. Suasana pagi tetap dingin seperti seharusnya. Seperti biasa, irama pagi dan detak jantung kehidupan bermula, seperti itulah adanya.
Pada pagi hari itu,di dalam sebuah kamar yang tidak begitu besar, Namun terlihat cukup nyaman, terlihat seorang gadis yang terlelap begitu pulas,bunyi Alarm yang sudah berulang-ulang menyala ia abaikan begitu saja.
Bahkan, ketukan pintu dari bunda Hani, yang mencoba membangunkannya sejak tadi,tidak ada pengaruhnya sama sekali.
Di dalam kamar tersebut terdapat sebuah tempat tidur yang berukuran sedang, di atas kasur juga terdapat beberapa koleksi Boneka.
Serta di kamar itu juga,ada sebuah Meja belajar ,meja kaca,dan juga Lemari pakaian, serta rak sepatu dan Tas yang tertata dengan rapi.
Dinding kamar itu berwarna merah muda,dan jendela kamar berwarna Putih,senada dengan warna Pintu.
Gadis cantik yang tidur dengan begitu lelap tersebut,Bernama Raisya.
" Raisyaaaa.....banguuunn! "
teriakan bunda Hani akhirnya mengejutkan raisya, dia pun bergegas membuka pintu kamarnya.
"ayo kak mandi! ".
" dari tadi di bangunin susah bangettt sihh " kata bunda Hani .
percuma juga masang Alarm, dari tadi bunyi-bunyi di biarin saja.
" memang udah jam berapa bun? "
" udah jam 06.30, ingat ini hari pertama masuk sekolah kak,jangan sampai terlambat! "
"Astagaa, bundaa kok kakak sampai lupaa yaaa, hari ini kan hari pertama Mos " ujar Raisya.
sambil mengambil handuk dan berlari masuk ke kamar mandi,
" udah ya bun kakak mandi dulu,
ngomelnyaa nanti saja lagi hihihiii "
ucap Raisya sambil cengengesan.
" jangan lupa kalau mandi tutup pintu kamar mandinya! "
perintah bunda seraya berjalan meninggalkan kamar Raisyaa..
Hari ini sebagai murid baru,Raisyaa akan mengikuti Masa Orientasi Siswa di sekolahnya pada salah satu Madrasah Aliyah Negeri di kotanya,sengaja tadi malam dia tidur cepat agar tidak bangun kesiangan.
Namun, apa boleh buat setelah sholat subuh dia kembali tidur dan jadilah seperti kejadian barusan,setelah memakai semua Atribut Mos , dia pun bergegas lari meninggalkan kamarnya dan langsung menuju meja makan..
tuuuuuttt....tuuuuuutttt....tuutttttttt
suara klakson motor resi membuat Raisyaa harus segera bangun dari kursi yang dia duduki untuk sarapan.
" loh udah sarapanny kak? "
Ayah arif yang sedari tadi sibuk dengan surat kabarnya pun bertanya pada
Raisyaa.
" udah aja yah,"
minum susu saja udah cukup,
Resi udah di depan tu nungguin..
__ADS_1
"makanya kak bangun jangan kesiangan,"
Rizki adek Raisya pun ikut berkomentar.
" mana ntar Mos lagi di sekolah."
" ntar jatah sarapan kak Raisya adek yang makan semuanya ".syifa adek bungsunya pun ikut menimpali.
" yeeee ne bocah berdua ,ngajak ribut pagi-pagi."
" udah kak cepat berangkat sana! "
" kasian resi kelamaan menunggu.
ne bawa bekal nya sekalian, udah bunda masukin ke dalam kotak makannya,jangan lupa di makan ya kak! ".
" makasih bunda.
bunda memang sayang deh samaa kakak ".
" weekk ".
Raisya menjulurkan lidahnya kepada kedua adeknya .
dan hal itu membuat syifa cemberut ,
" ayah lihat tu kakak ! "
" sudah Raisyaa! "
" gih berangka ujar ayah Arif."
setelah mencium tangan ayah,Raisya pun berlari ke depan menghampiri resi sahabatnya itu.
"ya, cusssss gassspooolll kitaa berangkatt.."
" Si, kenapa pelan gini bawa motornyaa kalau lari motorny gini bisa telat nih kitaa."
" aduhhh syaa, kamu gak nyadar dandanan kita begini?
kamu kan tahu kalau, asesoris banyak yang di tempelin di hijab ,ntar klo bawa motornya kencang ,rusak dong dandanan hijab kita,di marahin ma panitia Mos, kamu mau ? "
" Ya, tapi gak pelan gini juga kali."
sebenarnyaa Raisyaa juga malas berdandan seperti orang tidak waras begini,tapi mau gimana lagi beginilah aturan dari panitia Mos untuk mahasiswa baru..
"oke pegangan yang kuat Syaa, aku gaspoll ne", ujar resi..."
15 menit kemudian mereka sudah sampai d parkiran sekolahnya,di sana mereka juga sudah di sambut oleh kedua sahabatnya yang lain, yaitu Ika dan Amy.
mereka juga baru sampai di sekolah, kemudian ikut memarkirkan motornya di sebelah motor resi.
" Buruan masukk kita udah telat! ".
seraya merapikan hijabnya ika pun memberi arahan kepada teman- temannya untuk cepat bergabung bersama siswa baru lainnya, yang sudah berbaris di lapangan sekolah.
terdengar ketua Panitia membaca salam tuk membuka acara Orientasi,keempat sahabat itu berlari dengan kencang agar cepat bergabung ke dalam barisan siswa baru..
ketika kaki mereka baru hendak melangkah ke lapangan tiba-tiba sang ketua panitia memanggil mereka dari tempatnya memberikan sambutan.
" Adek-adek yang terlambat mohon mendekat kesini! tolong sportif maju ke depan,sebelum kakak - kakak panitia yang akan membawa kalian ke depan sini.."
__ADS_1
Raisya dan sahabatnya maju ke tengah lapangan,mereka bersikap sportif, mereka akan merasa lebih malu jika panitia yang memaksa mereka ke depan, jadi lebih baik mereka sendiri yang berjalan kesana.
Hari begitu cerah, panas pagi begitu menyengat kulit,walau matahari baru naik sepenggal.
kakak ketua panitia beserta panitia lainnya langsung mendekati mereka.
dengan senyum jahil,mereka mencobaa mengerjai dan akan memberi hukuman keempat sahabat itu.
Raisyaa,ika,resi dan Amy pun masih menunduk karena menahan malu,mereka juga merasa sedikit Cemas memikirkan hukuman apa yang akan mereka terima.
Rafael sang ketua osis serta merangkap ketua Panitia Mos,
menatap mereka dengan tersenyum sinis.
" Ternyata kalian yang terlambat ? Baru hari pertama saja sudah telat, bagaiman hari selanjutnya? "
Mereka berempat menegakkan kepalanya
mendengar suara yang tidak asing di telinga,
betapa kaget nya mereka melihat ketua itu.
" kenapa kalian terkejut melihat saya? "
gak menyangka bakalan bertemu saya di sekolah ini? "
Rafael pun berkata dengan angkuh kepada mantan adek kelasnya sewaktu di Mtsn dulu..
Yaaa,Rafael adalah kakak kelas Raisya,Esi,Ika dan Amy sewaktu masih di Mtsn dulu, walaupun mereka tidak dekat tetapi mereka mengenal Rafael.
bagaimana tidak, di sekolah mereka dulu,Rafael juga menjabat sebagai ketua osis..dan ternyata mereka di pertemukan kembali disini.
kakak panitia yang lain jugaa langsung menghujani mereka dengan kata-kata mutiaranya, terutama panitia cewek semuanya ilfil kepada Raisya dan teman-temannya.
"jangan sok cantik deh!
disini bukan ajang model yaa, yang jual tampang doang,
tapi disini jual kedisiplinan dek,baru hari pertamaa udah telat kelamaan dandan kali ya? "
ujar Meri salah satu kakak Panitia.
sedangkan panitia cewek lainnya jugaa memberikan tatapan sinis kepada mereka .
Walaupun Mos sekarang tidak boleh berbuat kasar ,senior tidak boleh mengerjai junior lagi,tetapi tetap saja berlaku hukuman ringan bagi siswa yang melanggar aturan, apalagi kesalahan ini agak sedikit fatal yaitu terlambat.
" Hukuman apa yang cocok diberikan kepada mereka adek- adek? "
Rafael pun mulai bertanya kepada siswa baru yang lain,mengenai hukuman apa yang tepat untuk diberikan kepada Raisya dan sahabatnya itu.
Raisyaa mencoba menoleh ke depan,memperhatikan serta mendengarkan apa yang di ucapkan teman-teman mereka yang baru saja di tanyai Rafael.
ada yang bilang Lari keliling lapangan,ada yang bilang bernyanyi,ada juga yang bilang membersihkan toilet serta halaman sekolah...
Sebelum hukuman mereka di tentukan, salah satu kakak panitia yang bernama Gio, memberikan usul supaya mereka bergabung saja bersama siswa yang lain.
"kasihan juga Bro,untuk kali ini dimaafin saja"
ucap Gio kepada Rafael.
memang, Gio orangnya sangat baik,Raisya cs juga mengenal Gio,Karena berasal dari sekolah yang sama.
__ADS_1
apakah Rafael dan panitia yang lain setuju dengan usulan Gio???atau hukuman apa yang akan Raisya dan sahabatny dapatkan??
tunggu di bab selanjutnya yaa😁😁😁😁