Love Heartfelt

Love Heartfelt
Bab 18.Merelakan tanpa harus Membenci


__ADS_3

Rafael menepis tangan Miko dengan keras.


"Lu gak usah ikut campur urusan gue!


urus saja urusan lu sendiri," ketus Rafel.


"gue bukannya mau ikut campur,sebagai teman gue gak suka lu begini,jadi cowok tu punya pendirian dong,kalau lu mau punya hubungan dengan yang baru,akhiri dulu hubungan lu sama Raisya," tegas Miko.


Rafael menatap sendu mata Raisya,ingin rasanya dia mendekati Raisya kemudian membawa Raisya pergi dari sini,agar bisa menjelaskan semuanya, begitu banyak yang ingin Rafael ceritakan kepada Raisya,terutama mengenai kejadian malam ini,tetapi itu tidak bisa dilakukannya karena sesuatu hal.


"Raisya kesinilah ! apa tidak ada yang mau kamu katakan pada Rafael, ucap Miko.


belum sempat Raisya membalas perkataan Miko,tiba -tiba Meri datang mendekati Rafael dan menatap sinis Raisya.


" Urusan kita sudah selesai sayang,sudah waktunya kita pulang" ucap Meri.


"Tunggu sebentar ada yang harus ku bicarakan dengan Raisya," ujar Rafael.


"sudah cukup Rafael tidak ada yang perlu kamu bahas lagi sama dia,atau kamu tahu sendiri kan aki...."


"sudah cukup meri!


mari kita pulang," potong Rafael sebelum meri meneruskan kata-katanya.


"makasih yaa sudah mau menurutiku," ucap meri dengan senyum mengembang.


meri langsung menggandeng tangan Rafael kemudian berjalan melewati Raisya dan sahabatnya,tepat dihadapan Raisya dia menghentikan langkah kakinya,lalu dengan tatapan menghunus dia bicara dengan lantang.


"kalian harus memastikan untuk hadir besok di acara tunangan kami,terutama kamu Raisya ujar meri yang menjentikkan jari telunjuknya kepada Raisya."


"cihhh kita gak sudi yaa datang ke acaranya pepacor (perebut pacar orang)seperti kamu" balas Resi.


"benar banget apalagi cowoknya gak punya prinsip hidup begitu,dulu gak suka sekarang malah mau tunangan" sambung Amy.


"status masih berpacaran sama Raisya,eeeh tahunya bertunangan ma cewek kasar ini," Ika juga turut menyindir Rafael.


Rafael tidak mempedulikan perkataan sahabat Raisya,dia hanya fokus menatap Raisya,begitu juga dengan Raisya kilatan mata itu tak henti-hentinya memperhatikan Sorot mata Rafael,Raisya melihat begitu banyak hal yang di sembunyikan oleh Rafael..


"Diamm!!! seharusnya kalian sadar diri Terutama kamu Raisyaa,segeralah menjauh dari Rafael aku juga harus menyelesaikan semuanya sekarang ucap meri.


meri mendekati Raisya dan memegang pundak Raisya lalu menghentakkan kalung pemberian Rafael dari leher Raisya.kalian sudah berakhir kamu tidak punya hak lagi memakai kalung pemberian dari Rafael.


setelah jadian dengan Rafael,Raisya selalu memakai kalung hadiah ulang tahun pemberian Rafael beberapa waktu lalu.

__ADS_1


Raisya tersentak kaget,begitu juga Rafael dan yang lainnya..


"dasar perempuan menjijikkan" teriak Amy.


"cukupp meri!! kamu tidak berhak mengambil kalung itu!! tegas Rafael.


sorot matanya berubah tajam dan wajahnya memerah menahan amarah,lekas Rafael merebut kalung itu dan segera mengembalikannya kepada Raisya.


"ini kalung mu,simpanlah!!!" ucap Rafael sambil mengulurkan kalung itu ke tangan Raisya.


Namun dengan segera Raisya menolaknya.


"kak meri memang benar Aku tidak berhak lagi memakai kalung itu,sekarang kalung itu kukembalikan kepadamu," Ucap Raisya sendu.


Raisya berusaha sekuat mungkin menahan sesak di dadanya,kemudian dia segera berlari keluar meninggalkan mereka semua,karena sudah tidak bisa menahan air matanya lagi.


"Raisyaa tunggu!!" teriak Rafael lalu Rafael berlari mengejar Raisyaa.


Raisya duduk di bangku halaman sekolah,disitu dia menangis sambil memukuli dadanya yang terasa sakit.


" Tuhan, tolong ajari Aku cara merelakan tanpa harus membenci," rintih Raisya dengan pelan..


begitu keluar dari dalam ruangan, Rafael segera mencari Raisya,dan tidak begitu lama dia pun sudah menemukan Raisya.


kemudian Rafael berjalan mendekati Raisya.


"Maafin Aku .


tidak seharusnya kamu mengetahui semua dengan cara begini,sungguh aku tidak ingin menyakitimu,lirih Rafael yang memulai pembicaraan


"tidak perlu meminta maaf kepadaku.


Jujur aku sangat kecewa kepadamu,seharusnya kamu berterus terang dari awal,kenapa kamu menghindar?


By, Aku akan menjelaskan semuanya,kamu harus mendengarkan penjelasanku dulu, ucap Rafael.


"sudahlah,tidak ada yang harus dijelaskan sekarang,mungkin ini yang terbaik,aku akan berusaha merelakanmu bersamanya..


"selamat untukmu karena besok kamu akan bertunangan.


semoga kalian selalu berbahagia. terima kasih karena telah bersamaku menciptakan kenangan terindah,walaupun hanya sesaat.


selamat tinggal kak Rafael".

__ADS_1


" setidaknya aku tahu kalau semua janjimu itu palsu,harusnya aku tidak mudah percaya kepadamu"


Raisya mengucapkannya dengan suara yang bergetar,kemudian dia berlari meninggalkan Rafael.


"Raisyaa tungguu!!!!


Rafael mengejar Raisya tetapi dia tidak melihat Raisya lagi, entah menghilang kemana Raisya,Rafael berniat akan mencari Raisya,dia harus mengatakan semuanya kepada Raisya.


"kamu dimana By? setidaknya kamu harus mendengarkan penjelasanku dulu," gumam Rafael.


Rafael mencoba mencari Raisya di sekeliking sekolah,tapi dia belum juga menemukannya,kini dia sudah berada di depan gerbang sekolah,di susul mery bersama sahabat Raisya dan juga Miko.


"mari kita pulang sekarang Rafael! untuk apa lagi kamu mengejar perempuan itu, tidak akan ada gunanya penjelasanmu itu,semuanya tidak akan bisa merubah keadaan," ucap meri dengan sinis..


"berhenti mencampuri urusanku dengan Raisya!! dari tadi aku sudah menuruti semua yang kamu mau," tegas Rafael.


"kamu jangan merasa menang ya sekarang,aku melakukan semua ini hanya karenaa.....


"ok Rafael kalau kamu tidak mau pulang bersamaku sekarang,akan kupastikan kamu menyesali semua ini,"


ucap meri yang memotong perkataan Rafael.


Rafael menatap meri dengan tajam,dan merapatkan rahangnya,serta menarik meri dengan kasar dari sana..


""kamuuuuuu " teriak Rafael wajahnya berubah merah karena menahan emosi,dia pun menghentakkan tangan meri dengan kasar..melihat Rafael yang mulai emosi meri sedikit takut,dia hanya bisa diam dan tidak berani melawan Rafael.


kemudian Rafael menghampiri sahabat Raisya dan miko..


"aku tahu kalian kecewa kepadaku,tetapi aku mempunyai alasan yang belum bisa ku ceritakan sekarang,harusnya aku sudah menjelaskannya kepada Raisya,tetapi aku sudah tidak menemukannya disini."


"aku mohon,tolong temukan Raisya!!!


miko setelah kalian menemukan Raisya tolong antarkan mereka pulang,kali ini gue sangat berharap kepada loe," lirih Rafael


"apapun alasannya,tidak seharusnya kakak berbuat begini pada Raisyaa,jadi laki-laki itu jangan pengecut,harus jujur dari awal,jangan menggantung Raisya," tegas Ika.


"aku minta maaf,dan aku harus pulang sekarang" ujar Rafael sambil melangkahkan kakinya,kemudian menarik tangan meri,lalu mereka menuju parkiran untuk mengambil motor Rafael.


Resi mencoba menghubungi Raisya,tetapi ponselnya sudah tidak aktif,mereka hendak berpencar mencari keberadaan Raisya,namun tiba-tiba Raisya muncul di hadapan mereka semua..


"Raisyaaaa," teriak mereka semua.


"kamu kemana saja? kita kira kamu sudah meninggalkan sekolah," ucap Amy.

__ADS_1


"malam semakin larut,ayoo semuanya Aku akan megantar kalian semua pulang!" ucap miko.


mereka pun menaiki motornya masing-masing lalu miko mengiring mereka semua dari belakang..


__ADS_2