Love Heartfelt

Love Heartfelt
empat puluh dua


__ADS_3

" Sepertinya aku harus ketempat Kalisha dulu, aku takut terjadi sesuatu kepadanya, saat ini dia hanya sendirian di apartemen karena bik diah lagi pulang kampung! " gumam Reyhan.


Reyhan menghubungi Kalisha kembali,tetapi ponselnya sudah tidak aktif,kemudian ia mengabari Raisya,Namun ponsel Raisya juga tidak bisa di hubungi.kemudian Reyhan menghubungi Ranti sekretarisnya agar mengirim seseorang dari kantornya untuk menjemput Raisya..


kemudian Reyhan menginjak pedal gas ke Apartemen Kalisha.


🌻🌻🌻🌻


security yang bertugas di sana sudah mengenal Reyhan dengan baik,sehingga mudah saja bagi Reyhan untuk masuk ke unit apartemen yang di tempati oleh kalisha.


Reyhan berulang kali mengetuk pintu dan memanggil-manggil Kalisha..


Klekk,


terdengar suara pintu yang di buka dari dalam.


" kamu kenapa? perut kamu sakit? " tanya Reyhan dengan Khawatir begitu Kalisha membukakan pintu.


" iya sayang,tadi perut aku sakit banget,tapi setelah minum obat dan vitamin sekarang sudah nggak lagi.aku sengaja tidak mengabarimu lagi,agar kamu tetap jadi datang. aku dan anak kita kangen sama kamu Rey! nanti malam kita dinner ya. " ucap kalisha dengan wajah berharap.


" aku kira terjadi sesuatu yang sangat serius padamu! ternyata kamu baik-baik saja! kamu tahu nggak, Raisya sekarang lagi membutuhkanku.


tetapi karena drama yang kamu lakukan ini ,aku jadi mengabaikan Raisya. tolong kamu mengerti kalau aku adalah pria yang sudah beristri..aku bukan Reyhanmu yang dulu lagi! bentak Reyhan.


" kamu jahat Rey,sejak kapan kamu lebih mempedulikan dia dibandingkan Aku?ingat Rey,kamu terpaksa menikahinya! dia hanya orang ketiga di antara kita! apa kamu lupa kalau saat ini aku tengah mengandung anakmu?


Hikss..Hikss," ucap kalisha sambil menghapus air matanya...

__ADS_1


" maaf kalau ucapanku menyinggung perasaanmu! tapi aku harap kamu mengerti kalau saat ini aku juga harus peduli pada Raisya karena itu kewajibanku sebagai suami ! tegas Reyhan.


hanya karena melihat air mata Kalisha,kembali Reyhan melunak padanya.entah karena rasa sayangnya yang terlalu besar terhadap kalisha atau entah karena rasa kasihan, yang jelas di dalam lubuk hatinya ia masih belum bisa mengabaikan Kalisha..


" tapi Rey hatiku sakit setiap kamu membicarakan wanita itu.. aku takut dia merebutmu dari aku.. aku takut kamu akan meninggalkanku dan anak kita nantinya. " lirih Kalisha.


" aku akan menikahimu setelah anak itu lahir,jika memang telah terbukti kalau itu anakku! dan saat ini akupun selalu memenuhi tanggung jawabku. aku sudah sering membahasnya Kalisha.aku capek kalau terus-terusan begini! "


" kamu kira aku nggak capek Rey, bisa-bisanya kamu meragukan anak ini, seolah-olah kamu menganggap aku ini wanita murahan! padahal selama ini hanya kamu yang ada di sisiku. "


" aku merasa tidak pernah melakukannya denganmu! sedikit pun tidak terekam di dalam memoriku tentang kejadian malam itu.. sabarlah sedikit lagi,seandainya aku tidak menemukan bukti kita bisa melakukan tes DNA saat anak itu lahir. dan kalau memang terbukti dia anakku kita akan segera menikah!


kalau pun kamu bersikeras untuk menikah sekarang dan Raisya mengizinkannya,tetap tidak bisa,karena dalam agama kita tidak boleh menikahi wanita hamil..!" jelas Reyhan


Reyhan segera mengakhiri perdebatannya dengan Kalisha dan pergi begitu saja..


hujan makin deras,di sertai angin kencang. saat ini yang ada di dalam pikirannya hanyalah Raisy,apakah Raisya sudah sampai rumah atau masih ada di tempat yang tadi.tiba-tiba Reyhan menepikan mobilnya dan segera menghubungi Ranti sekretarisnya.


setelah mendengar cerita dari Ranti,Reyhan bergegas pulang ke Apartemen.begitu masuk ke dalam apartemen Reyhan mencari keberadaan Raisya. ia mendengar suara dari dapur, ternyata Raisya tengah mencuci piring bekas makannya..


Reyhan lega setelah melihat Raisya sudah pulang dengan aman. Raisya mengetahui kedatangan Reyhan namun ia terlihat cuek seolah tidak mengetahui kalau Reyhan sudah pulang.


" hmmhmhm " Reyhan sengaja memancing Raisya agar melihatnya,namun Raisya tidak menghiraukannya,bahkan begitu selesai mencuci piring,ia kemudian berjalan meninggalkan dapur tanpa melihat atau menyapa Reyhan. namun ucapan Reyhan berhasil menghentikan langkahnya.


" Raisya, aku minta maaf,tadi aku tidak jadi menjemputmu karena ada masa...


" Kalisha? " potong Raisya.

__ADS_1


" iya,saat aku akan menjemputmu tiba-tiba Kalisha menelfon dan minta tolong untuk membawanya ke rumah sakit karena perutnya lagi sakit. " jelas Reyhan


Raisya hanya membalas dengan tersenyum sinis.


" aku mengerti kalau saat ini kamu kecewa padaku,tapi asal kamu tahu Raisya,aku sudah minta tolong sama sekretarisku untuk menjemputmu sebelum aku pergi menemui Kalisha, tapi ketika dia sampai di sana kamunya sudah pulang. kamu pulang sama siapa?" tanya Reyhan


" Bukan urusanmu " balas Raisya.


" Aku ini sua... "


ucapan Reyhan terhenti ketika mendengar suara dari ponsel Raisya yang ada di atas meja makan, posisi Reyhan tepat di samping meja makan tersebut, sekilas dia melihat chat masuk dari Rafael,bahkan Reyhan sempat membaca chat tersebut dari layar ponsel Raisya.


Raisya bergegas mengambil ponsel yang hampir saja di lupakannya tadi.kemudian bergegas pergi dari sana karena ingin menghindari Reyhan.


" jadi Rafael yang mengantarkanmu tadi? kamu menghubunginya? " sentak Reyhan


" sudah ku bilang bukan urusanmu! urus saja pacarmu ehh bukan calon istrimu yang lagi hamil itu! " ucap Raisya geram.


" aku ini suamimu,aku berhak tahu kamu pulang bersama siapa? atau jangan-jangan kamu masih sering janjian dan pergi sama dia?"


" aku masih tahu batasanku Rey! kamu tenang saja,aku tidak sama denganmu yang masih terus berhubungan dengan mantan pacarmu itu walaupun sudah menikah!" sindir Raisya.


" kamu nggak usah banyak alasan,bukti chat dari dia sudah ada,aku sudah sempat membacanya tadi.


aku baru sampai rumah! kamu baik-baik saja kan? aku takut kamu sakit karena aku lihat tadi kamu sangat kedinginan. jangan lupa istirahat ya!


itu kan isi chat dari mantanmu? masih nggak mau ngaku,apa perlu aku menelfonnya sekarang?" tegas Reyhan

__ADS_1


" kamu nggak usah melempar kesalahanmu padaku,kamu sadar nggak hampir dua jam aku menunggumu di sana,hujan deras,angin kencang di tambah lagi bunyi petir yang amat kuat dan jaringan internet hilang. taksi nggak ada yang lewat.pemilik warungnya saja sudah berencana akan menutup warungnya,tapi karena kasihan melihat aku yang sendirian di sana,akhirnya dia tidak jadi menutup warungnya.


aku hanya berteduh di depan warung, aku sangat kedinginan dan kelaparan namun kamu belum juga muncul.tiba-tiba sebuah mobil berhenti tapat di depan warung itu, aku melihat Rafael berlari keluar dari mobil datang menghampiriku,ternyata itu mobil temannya dan di dalam mobil juga ada istri temannya itu .. mereka menawarkan untuk mengantarkanku pulang,setelah melihat keadaan motorku. aku juga sudah mencoba menelfonmu berkali-kali tapi tidak bisa.. aku sudah menduga kamu tidak akan datang,makanya aku putuskan saja pulang bersama mereka. kamu puas sekarang?" tanya Raisya.


__ADS_2