
Raisya pov
" mama! sebelum Reyhan menyelesaikan masalahnya dengan wanita itu,sebaiknya jangan di izinkan tinggal disini! papa belum bisa menerima dia di rumah ini!" tegas papa.
" cukup pa! walau bagaimanapun Reyhan itu anak kita? dia berhak tinggal di rumah ini! tinggal di apartemen kurang nyaman ,kasihan Raisya pasti dia tidak leluasa tinggal di sana.lagian rumah ini nggak ada yang menempatinya,hanya bibi yang datang ke rumah untuk bersih-bersih. kalau mereka tinggal disini kan rumah kita jadi hidup kembali! "
" terserah mama deh,papa capek berdebat sama mama! mama selalu membela anak kesayanganmu itu,bahkan sampai rela membantah suami" sindir papa.
" sebaiknya papa istirahat aja di kamar.
Raisya papa ke kamar dulu ya.ngobrolnya lanjut sama mama aja.ucap papa yang kemudian berjalan ke kamarnya.
aku pun membalas dengan anggukan kepala, dalam hati bertanya-tanya apakah selama ini Reyhan selalu bertengkar dan beradu pendapat sama papanya? atau semenjak ada masalah yang diciptakan Kalisha ini saja?.tap nggak enak juga buat menanyakan masalah ini sama mama marwa mamanya Reyhan.
" sudahlah ma kami tinggal di apartemen aja." papa belum kasih izin ma." jawab Reyhan
" Masalah papa urusan mama! kamu tidak boleh menolak perintah mama.. " ultimatum bu negara.
" cekkk, " Reyhan hanya membalas dengan mendecap.
" kamu setujukan sayang tinggal di sini?" Tanya mama padaku.
" Raisya ikut gimana kata Reyhan ja ma" jawabku.
" Nah tu kan Rey,mantu mama ini memang top deh." puji mama.
" puji aja teruss ma," sindir Reyhan.
"Ya dong " balas mama.
setelah mengorol dengan mama,Reyhan pamit katanya mau bertemu Angga ada yang perlu dibicarakan. dia pun mengatakan kalau pulangnya kemalaman ia bakalan pulang ke apertemen nanti.
" Raisya saja yang tidur disini ya ma,Rey malas ribut lagi sama papa.
" nggak bisa gitu dong Rey, besok mama dan papa mau balik lagi ke bandung,mama ingin mulai malam ini dan seterusnya kalian tidur di sini! biar barang-barang yang di apartemen di jemputnya belakangan.lagian kamu bagaimana sih, kok main pergi sendiri ninggalin istrinya gini? apa selama ini kamu memang ninggalin Raisya terus di apartemen?" tanya mama dengan penuh penekanan.
" ya ampun ma kenapa berpikiran jelek terus ke anaknya? mana pernah Rey gitu ma,tuuu tanya aja sama mantu kesayangan mama." sindir Reyhan.
" benar sayang?"mama pun meyakinkan kembali padaku..
" iya ma,Rey selalu pulang ke apartemen kok." jawabku
Reyhan tidak diizinkan oleh mama marwa menemui angga.karena hari makin larut kami pun di suruh untuk masuk kamar.
begitu kami masuk ke dalam kamarnya Reyhan. kami pun di sambut oleh semerbak aroma bunga.. ..kami sedikit kaget melihat bunga-bunga memenuhi kasur seperti layaknya kamar pengantin baru.
__ADS_1
" ya Ampun,ada-ada ja sih, kerjaan mama! " umpat Reyhan sambil geleng- geleng kepala.
aku hanya tersenyum kecil melihat semua itu,di tambah lagi ada kertas di tengah-tengah kasur yang bertuliskan " selamat menikmati malam yang indah, segera berikan mama dan papa cucu dan ponakan buat khayla. Baju tidur buat Raisya sudah mama simpan di lemari tinggal ambil dan ganti saja.!" dari yang tersayang mama dan kayla..
" apa-apaan sih semua ini ma," ucap reyhan sambil meremas kertasnya kemudian membuangnya ke tempat sampah.
" untunglah mama sudah menyiapkan baju tidur jadi aku tidak perlu meminjam baju kayla" ucapku dalam hati.
aku pun membuka lemari dan mencari baju tidurnya diantara baju-bajunya Reyhan yang ada di dalam lemari. Kemudian betapa kagetnya aku ketika melihat hanya ada dua lingery yang ada disitu nggak ada baju yang lainnya.
Akupun reflek menutup lemarinya kembali ,dan berencana meminjam bajunya kayla.sedangkan Reyhan tidak bereaksi ataupun bertanya kenapa aku menutup lemarinya kembali.karena mungkin dia masih marah padaku.
aku mencoba menghubungi kayla tapi tidak di angkat,kemudian mengirimkan pesan tetapi tidak di baca..
" bagaimana ini,apa aku ke kamarnya kayla saja? Tapi sepertinya dia sudah tidur di telfon pun nggak di jawab,takut mengganggu tidurnya."
Akupun masih berdiri di depan lemari sambil berpikir.
sementara Reyhan telah keluar dari kamar mandi setelah membersihkan diri. Ia kelihatan bingung melihatku yang masih berdiri di depan lemari.
" kamu mau berdiri disitu semalaman? Nggak mau tidur? Sindir Reyhan..
" a...aakkkk"
Aku pun akhirnya pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri,lebih baik tidur memakai baju ini saja daripada harus memakai lingery.
Setelah keluar dari kamar mandi aku melihat Reyhan sudah mengganti bajunya dan istirahat di kasur sambil memainkan ponselnya.aku pun naik dan berbaring di atas kasur sambil menarik selimut.
Reyhan hanya melihatku dengan sedikit aneh,tapi karena masih perang dingin sepertinya dia malas membuka suaranya untuk bertanya..
aku sangat kepanasan tidur dengan memakai pakaian begini,walaupun tidak memakai hijab lagi tapi tetap nggak nyaman,kemudian aku mengambil remot Ac dan menurunkan suhu Ac agar lebih dingin..namun ternyata masih saja terasa panas.kemudian mengambil remot Ac lagi dan begitu ingin menekan tombol tiba-tiba Reyhan merebut remot Ac tersebut..
" aku kedinginan naikin ja suhunya,gak usah d turunin lagi. lagian kamu kenapa sih ? Sudah dingin begini kok malah kepanasan ujarnya dengan sinis setelah melihat aku yang gelisah kepanasan ..
" tapii aku kepanasan,dinginin dikit lagi ya Rey?
" nggak" lagian salah sendiri nggak mau ganti baju padahal dah di siapin sama mama di lemari,ii dasar jorok.."
" enak ja kamu bilangin aku jorok."dasar mulut cabe.. Balasku
" terus apa lagi namanya kalau bukan itu,dah capek-capek di siapin baju sama mama,ee malah nggak mau."
" kamu nggak tau sih baju seperti apa yang di siapin mama."
" memangnya kenapa nggak selera kamu? kan hanya buat tidur, lagian aku rasa nggak mungkin juga mama kasih kamu baju bekas." Ucap Reyhan.
__ADS_1
" Bukan gitu Rey,aaa ku ng gg gak.."
" sebenarnya bajunya kenapa sih dari tadi aku perhatikan kok sikapmu aneh. dari cara menutup lemarinya ja udah beda.kamu marah sama mama karena bajunya gak sesuai sama selera kamu hah? " tanyanya lagi memojokkan.
" Bukan Rey! Kamu jang"
" aah sini biar kulihat bajunya" dia pun mengambil bajunya ke lemari dan ia pun sama terkejutnya denganku setelah melihat lingery tersebut.
Kemudian ia tersenyum smirk kepadaku.
" selera mama boleh juga " kamu pakai saja kan aku suamimu nggak ada yang salah!" ucapnya kembali .
" aku nggak mau! Aku malu memakainya,itu kan sama aja dengan gak pakai baju! "
" kenapa??? kamu takut kalau aku akan tergoda jika melihatmu memakainya? Kamu takut aku meminta hakku sebagai suamimu? " ucap Reyhan dengan lantang.
" Rey!! Kamu apan sih kenapa jadi bahas yang beginian ? "
" seharusnya kita memang perlu membahas permasalahan ini.. kamu sebenarnya nggak mau kan kalau aku melihat bagian tubuhmu? apalagi menyentuhmu! karena kamu masih mencintai Rafael dan masih berharap kembali bersamanya kan?"
" cukup Rey! sepertinya kamu hobbi cari masalah ya! "
bukan cari masalah tapi melanjutkan permasalahan yang tadi pagi.segitu cintakah kamu sama si polisi itu? sehingga meneteskan air mata setelah dia pergi? Tapi maaf Raisya, Seperti yang tadi aku katakan padamu aku tidak akan melepasmu kecuali kamu yang memintanya! " Tegas Reyhan.
" cukup Rey! "
" Kenapa kamu egois banget sih? Aku dan Rafael telah lama menjalin hubungan.aku lebih dulu mengenalnya dari pada kamu! tidak mudah bagiku menghapus kenangannya Rey.
sama sepertimu dan khalisa!
bahkan kamu lebih mempercayai kalisha daripada aku kan? Dulu setelah aku bertemu dengan kalisha dia pernah fitnah aku dan kamu mempercayainya.mungkin hingga saat ini kamu masih belum percaya kalau dia yang berbohong. Tapi aku tidak mau membahasnya lagi. Nantinya kamu juga akan menyadarinya. bahkan sekarang setelah menikah pun, kamu kamu lebih mementingkan dia daripada aku.
ditambah lagi masalah kehamilannya, kalau ternyata itu benaran anakmu maka tanpa berpikir dua kali kamu akan melepaskan aku untuk bersamanya kan? Jadi, tolong jangan menyudutkan aku lagi Rey! sebagai istri aku tahu batasanku. " Tegasku
" kalau begitu fine,silahkan kamu datangi pengadilan agama ,agar kalian bisa bersama untuk merajut cinta kembali."
" Plaaak " aku menamparnya karena sudah tidak tahan mendengar kata-katanya.
" aku capek Rey! aku ingin hidup tenang. sekarang aku menyerahkan semuanya padamu,kalau kamu ingin menceraikan aku silahkan! Tegasku .
" akhirnya, kamu mengatakannya juga. kamu bilang begitu karena masalahku dengan kalisha? atau karena memang ingin bersama mantanmu lagi? kamu benar Sya,kalian memang telah lama menjalin hubungan. tetapi kalau kamu mengatakan lebih dulu mengenalnya dari pada aku,kamu salah Raisyaa!" kita sudah saling mengenal sejak berusia 5 tahun !" Lirih Reyhan sambil berlalu dan pergi ke balkon.
Aku tidak mengerti dengan jalan pikiran Reyhan, menurutku Reyhan sangat egois kenapa dia hanya menyalahkanku tanpa instropeksi diri,dia yang menyuruhku untuk mendatangi pengadilan agama,tetapi begitu aku menegaskan agar dia saja yang mengambil sikap. dia malah makin menyudutkanku.. Sepertinya aku harus lebih sabar untuk menghadapi Reyhan.
" Aku memang mengenalmu lebih lama dari Rafael Rey,tapi semenjak kita saling mengenal kamu tidak pernah menyukaiku,kamu berbeda dengan Nadin Rey! " gumamku sambil berusaha memejamkan mata.
__ADS_1