
siang ini,pulang dari sekolah, Raisya,Resi dan Amy akan pergi ke rumah kakaknya Ika. karena Aga keponakannya Ika, berulang tahun hari ini.
setelah jam pelajaran sekolah berakhir,mereka pun segera berangkat ke Rumah kak sisil kakaknya Ika,sebelum sampai di parkiran langkah Raisya di hentikan oleh Rifky.
"Sya, perangkat kelas di panggil Bu Dian ke kantor guru ,ada yang mau di bahas oleh bu Dian".
Raisya dan Rifky pergi menemui bu Dian,selaku Wali kelas mereka.
Raisya berjanji pada sahabatnya akan segera menyusul mereka
begitu urusannya sudah selesai.
setelah urusan dengan wali kelas selesai, Raisya cepat- cepat meninggalkan ruangan guru,karena takut acara ulang tahun Aga akan berakhir sebelum dia hadir di sana.
"Raisya kamu mau ke Rumah Ika ya?" Tanya Rifky"
"iya,ada keponakan Ika yang berulang tahun dan acarany siang ini"
Jawab Raisya".
"mau naik apa kesana?"
"mau naik ojek aja,ne mau order pakai aplikasi".
"Biar aku antar aja Raisya,lagian lama nungguin ojeknya,takut ntar gak keburu!"
Rifky pun menawarkan diri untuk mengantar Raisya.
Raisya nampak berfikir,dia merasa tidak enak merepotkan Rifky.
"apa aku terima saja tawaran Rifky?lagian Amy pasti senang kalau aku ajak rifky ke acara itu",batin Raisya.
"apa gak ngerepotin ky?"dengan raut wajah datar Raisya bertanya.
"gak Raisya,aku gak ada kesibukan kok hari ini".
Jawab Rifky, yang saat ini sudah berada di atas motornya.
"Buruan cepat naik Raisya!". ucapnya kembali.
Akhirnya Raisya menaiki motor Rifky,dan bersedia di anterin sama Rifky..
setelah berkendara tidak begitu lama,mereka sampai juga di kediaman Ika.acara hampir selesai tapi semua tamu masih berada di situ.Raisya pun mengajak Rifky untuk ikut ke dalam bersamanya.
setelah mereka memasuki Rumah,Raisya dan Rifky mengucapkan selamat kepada Aga yang berulang tahun,kemudian Raisya menyerahkan kadonya kepada Aga.
"makasih ounty, kirain sudah lupa sama
janjinya, " Ucap Aga.
"mana mungkin ounty lupa sayang,maaf ounty terlambat ya" sembari memegangi pipi bulat milik Aga.
setelah memberikan selamat pada Aga, Raisya segera mengampiri sahabat-sahabat nya.
Amy sudah tidak sabar untuk bertanya kepada sahabatnya itu,
"Raisya kenapa kamu bisa kesini bareng Rifky?"
__ADS_1
"tadi dia nawarin mau anterin aku,karena sudah terlambat aku terima aja tawarannya,sekalian aja aku ajak masuk ke dalam,
mumpung acaranya belum selesai juga kan," jawab Raisya.
Amy pun tersenyum sendiri mendengar perkataan Raisya.
"kenapa kamu senyum-senyum sendiri?" tanya Ika.
" aku senang aja bisa melihat Rifky ada disini,kalau di sekolah kan susah ketemu Rifky,baguslah Sya kamu ngajakin Rifky kesini,makasih ya".
jawabnya.
"ampun deh, ternyata anak ini masih mengagumi rifky",imbuh Resi".
"yaa dong, sepertinya bakalan berlanjut ke tahap yang lebih dekat ne,kalian lihat aja kedepannya" ucap Amy
sambil menyeringai.
ketiga sahabatnya pun terkekeh mendengar pernyataan Amy.
"dekatin aja sana kalau berani!
atau mau aku comblangin sekalian?" ucap Raisya
" ya my, Raisya kan satu kelas sama Rifky,bisa lah buat dekatin kalian berdua" ucap Resi.
"boleh ,tapi pendekatannya biasa-biasa aja ya Sya! jangan yang terlalu giman-gimana gitu,biar keliatan natural,aku kan malu kalau ketahuan menyukai dia dari dulu”.
wajah Amy berubah jadi memerah karena menahan malu.
mereka menghampiri Rifky yang tengah berbicara dengan kak Diki,kakak ipar Ika alias ayahnya Aga.
"kalian kemana aja?temannya di tinggal gini sendirian" tanya kak diki.
"tadi habis bantuin kak Sisil nyiapin makanan di belakang kak," imbuh Ika memberikan alasan.
"ya sudah kalian disini saja! masa Rifky di suruh bercerita sama ibu-ibu, kan gak lucu. " ucap kak dika yang berjalan pergi meninggalkan mereka."
"ky, kamu udah kenal belum sahabat aku,Raisya pun memulai percakapan."
"Aku sudah kenal kok syaa,tapi secara Resmi sih belum ,cuma kenal dari orang-orang aja ,kalian kan cukup terkenal, balas
Rifky".
"kamu kali ky, yang terkenal! " ucap Raisya.
ya sudah, pada kenalan gihh, daribpada kenal nama tapi belum pernah berkenalan secara langsung.
ucap Raisya" sambil tersenyum.
ketika giliran Amy yang berjabat tangan dengan Rifky,jantung Amy pun berdetak lebih cepat dari biasanya.dia segera melepas tangannya saat bersalaman dengan Rifky .karena malu takut ketahuan oleh Rifky.
jangan sampai Rifky mendengar detak jantungnya saat ini.
setelah acara selesai,satu per satu tamu mulai meninggalkan rumah Aga,begitu juga dengan Raisya,Rifky, Amy dan Resi.
Ika masih ingin tinggal di sana,karena mau bantuin kak sisil beresin Rumahnya.
__ADS_1
ketika mereka semua sedang berpamitan untuk pulang,tiba-tiba mereka di kejutkan oleh suara seseoarang yang sudah tidak asing lagi di telinga..
"Maaf kak kita terlambat! acaranya udah selesai ya?"
orang itu berbicara dari depan pintu.
mereka semua menoleh ke arah pintu,melihat siapa yang datang.
Raisya dan yang lainnya sedikit kaget melihat Rafael dan teman-temannya datang ke sana.
" tidak masalah,mari silahkan masuk. "
kak Dika menyambut mereka dengan mempersilahkan mereka duduk di dalam rumahnya.
"kita tadi ada Acara kak,makanya terlambat " ucap Rafael.
"tidak masalah,kalian sudah datang kesini saja Aga pasti senang "
jelas kak sisil.
"Rafael,Gio dan miko menghampiri Aga dan memberikan ucapan selamat kepada Aga,serta memberikan kado juga.
"kak,kok bisa kenal sih ma kak Rafael?"
Ika yang sejak tadi masih bingung dengan kedatangan Rafael langsung menanyakan hal ini kepada kak Dika.
"Rafael itu tetangga kakak dulu,teman waktu kecil juga.sering main bareng dulu.
sampai sekarang juga dia masih sering main kesini,dia cukup dekat dengan Aga," jawab Dika.
"kenapa kita gak tau ya kak?" Ika yang masih bingung,mempertanyakan kembali,dia tidak percaya terlebih lagi dia mengingat sikap Rafael kepada mereka saat masa orientasi.
kok bisa-bisanya Rafael temanan sama kak dika.
"ternyata dia dekat ma kak dika! sering kesini lagi," Batin Raisya.
"memangnya kenapa sih, kalian kok kaget gitu dengan kedatangan Rafael? bukannnya dia senior kalian di sekolah?"
kak Sisil bertanya dengan wajah penasaran.
"yaa kak dia itu senior yang Angkuh,yang nyebelin lagi tambah Resi."
hahaaaa
kak Dika dan kak Sisil pun tertawa mendengarnya.
setelah menemui Aga,Rafael dan kedua temannya bergabung lagi bersama mereka di ruang tamu .
Rafael tidak heran melihat kehadiran Raisya dan yang lainnya disana,karena dia sudah lama tau kalau Ika adiknya kak sisil.
kak sisil juga pernah bercerita kepada Rafael kalau Ika adiknya, bersekolah di tempat yang sama dengannya.
dia bersikap keras saat Mos hanya ingin menunjukkan ketegasan dan wibawanya saja sebagai ketua.
Raisya malas sekali melihat Rafael,dalam hatinya berkata "kenapa dunia ini begitu sempit? kenapa juga bisa bertemu dengan orang yang menyebalkan ini ?".
" Hai cewek Batu,kenapa sih wajahnya sinis begitu melihatku? " Rafael pun memancing Raisyaa. dia senang saja melihat Raisya kesal karena memanggilnya dengan sebutan itu.
__ADS_1