Love Heartfelt

Love Heartfelt
tiga puluh tiga


__ADS_3

" ada apa? kenapa kamu berteriak?" Reyhan bangun dari tidurnya lalu berdiri dan menutup mulut Raisya.


" kamu mau bangunin semua orang?" tanya Reyhan.


" lepas!" Raisya pun menyentakkan tangan Reyhan dari mulutnya.


"kenapa kamu tidur di kamarku?" reflek Raisya menyadari kalau saat ini dia tidak memakai hijab.. kemudian dia menarik selimut untuk menutupi kepalanya..


" terus aku mau tidur di mana lagi? kamu lupa kalau kemarin kita telah men____"


"mana mungkin aku melupakannya, tapi kamu gak harus tidur di kamarku juga kan?" ucap Raisya sinis..


" aku juga nggak akan tidur di sini kalau nggak di suruh sama papa,mama dan juga keluargamu! lagian buat apa kamu tutupin kepalamu, itu juga terbuka,jelas Reyhan sambil menunjuk tubuh Raisya bagian atas.


" tadi malam pun aku sudah melihatnya! kamu kira siapa yang menutup tubuhmu dengan selimut?" Reyhan pun menarik sudut bibirnya.


" Astaghfirullah !" teriak Raisya spontan dia berdiri sambil menutupi dadanya menggunakan selimut kemudian mengambil piyama dan hijabnya terus berlari ke kamar mandi.


" ternyata dia bukan saja cewek cengeng tetapi juga aneh!" ucap Reyhan sambil tertawa melihat tingkah Raisya..


setelah keluar dari kamar mandi Raisya melirik Reyhan dengan tajam.


" kenapa? kamu malu karena aku sudah melihat tubuhmu? wajahmu menjadi merah gitu! "


" kamu nggak ngapa-ngapain aku kan?" tanya Raisya.


" hey, aku bukan cowok murahan yang segampang itu tergoda dengan wanita yang bukan kucintai! jangan-jangan tadi malam kamu yang berniat menggodaku sehingga kamu hanya mengenakan tanktop saat tidur " sindir Reyhan.


" naudzubiillah ! tu mulut bisa gak di kontrol ,dasar mulut cabe! ucap Raisya.


" dari pada bermulut manis tapi aslinya pahit." sindir Reyhan kembali.


" maksud kamu apa Rey? kamu masih bahas masalah aku sama kalisha waktu itu? aku sudah bilang sama kamu kalau aku tidak melakukan apa yang dia tuduhkan!" tegas Raisya.


" bisa-bisanya dia fitnah aku! aku menyesal sudah menemuinya," imbuh Raisya.


" Aku lebih per___


" stop! nggak usah dilanjutin aku sudah tahu jawabanmu, biarlah cara Allah yang membuktikannya padamu suatu hari nanti!"


" gara-gara kamu,aku jadi lupa berwudhu' ! " Raisya melirik sinis pada Reyhan.kemudian bergegas kembali masuk ke dalam kamar mandi


" kamu yang pikun, kok malah nyalahin orang!" teriak Reyhan.


🌻🌻🌻


Setelah sarapan pagi,semua kerabat Raisya kembali pulang ke rumah nya.siang ini rumah Raisya telah sepi kembali,hanya tinggal bunda,ayah dan Raisya yang berada di rumah,Reyhan pulang ke rumahnya untuk mengambil baju,sedangkan Rizky pergi ke kampus untuk bimbingan,sementara Syifa belum pulang dari sekolah.


" Kak,besok jadi kan ke bandung?" tanya ayah saat mereka selesai makan siang.


" memang Om wijaya sama tante Marwa mau pindahan ke bandungnya besok?" tanya Raisya kembali.


" loh, kamu ini bagaimana nak? memangnya Reyhan belum pastikan ke kamu?" tadi malam Wijaya bilangnya besok kalian ikut ke bandung ngantarin mereka pindahan,sekalian bertemu neneknya Reyhan di sana! saat kalian menikah kemarin neneknya Reyhan tak bisa menghadirinya, kondisinya tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh." jelas Ayah.


" Reyhan belum bahas masalah ke bandung sih yah,mungkin nanti dia akan bilang!" ucap Raisya.


" kak,sekarang kamu sudah menjadi istrinya Reyhan tanggung jawab kami selaku orang tua sudah pindah pada Reyhan,jadi kamu harus menuruti suamimu ya,hargai dan hormati dia sebagai imammu!" jelas bunda.


" in... Sya ..Allah bun! " ucap Raisya Ragu.


" kamu harus yakin kak,kalau Reyhan bisa menjadi imam yang baik buatmu,jangan Ragu begitu, dan kamu juga harus menyayangi seluruh keluarga Reyhan,besok kan kamu bertemu neneknya walaupun neneknya Reyhan sudah sangat tua,dan saat ini sering sakit-sakitan tetapi kakak tetap harus menyayangi dan menghormatinya.


buatlah neneknya senang saat bertemu dengan kamu nak" jelas bunda.


" baik bun, kakak akan melakukan semua yang bunda katakan."


" Terima kasih ya nak,sudah jadi anak yang penurut dan patuh terhadap orang tua" lirih ayah.

__ADS_1


" ayah dan bunda tahu hati kamu belum sepenuhnya menerima pernikahan ini,apalagi saat kemarin Rafael datang ke resepsi pernikahanmu. terlihat jelas guratan kesedihan di wajah kalian.awalnya mungkin memang sulit nak melupakan orang yang kita cintai. Namun, seiring berjalannya waktu kamu akan melupakan Rafael sepenuhnya. dan bisa menerima Reyhan sepenuhnya." jelas ayah.


" Benar Nak, alasan ayah menolak Rafael bukan karena tidak menyukainya,tetapi setiap kali ayah melakukan sholat istikhoroh, meminta petunjuk pada Allah siapa jodoh terbaik untukmu, hati ayah selalu lebih dominan ke Reyhan, bahkan di dalam mimpi pun selalu Reyhan yang muncul," imbuh ayah.


" makanya ayah merasa sangat yakin dengan Reyhan, bukan karena Reyhan anaknya sahabat ayah atau karena masalah perusahaan. ayah bisa saja menolak Wijaya dengan berbagai alasan saat memintamu menjadi istrinya Reyhan,karena sejak kalian masih kecil pun kami sudah berjanji tidak akan menjodohkan kalian kalau seandainya tidak saling mencintai!" jelas ayah kembali.


Raisya terharu mendengar penjelasan dari Ayah dan bunda,air matanya meledak keluar membasahi pipinya. Raisya duduk di lantai kemudian bersimpuh di kaki ayah dan bundanya.


" maafin Raisya yah, bun! Raisya sempat berprasangka buruk sama ayah, karena menyangka ayah tega menjodohkan putri sendiri demi balas budi dan demi perusahaan. bahkan awalnya Raisya sempat kecewa sama ayah karena, ayah tega memisahkan Raisya dengan Rafael, " lirih Raisya.


" ayah mengerti usiamu masih sangat muda,akan sulit untuk menghindari rasa ketertarikan maupun rasa cinta terhadap lawan jenis,anggap saja kamu dan Rafael hanya cinta monyet, dan sekarang Reyhanlah masa depanmu! jelas ayah sambil mengusap kepala Raisya.


Momen haru ini juga disaksikan oleh Rezky dan Syifa yang baru saja pulang,tetapi mereka hanya berdiri sedikit jauh dari meja makan.Namun,terlihat cairan bening pada kelopak mata mereka saat menyaksikan semua itu.


🌻🌻🌻


Malam ini Reyhan meminta izin pada Ayah dan Bunda untuk mengajak Raisya ke bandung menemui neneknya besok pagi.mereka ke bandung bersama keluarga Reyhan.tentu saja mertuanya mengizinkan karena mereka juga telah mengetahuinya dari papanya Reyhan.


Reyhan juga meminta izin, kalau dia ingin memboyong Raisya pindah ke rumahnya sepulang dari bandung. Tentu saja mertuanya sedikit kaget mendengarnya,mereka tidak menyangka kalau Reyhan akan secepat ini mengajak Raisya untuk pindah dari Rumah.


" Maaf om,tante Rey tahu ini sangat cepat. Namun, Rey harus tinggal di rumah papa dan mama karena setelah Papa dan Mama pindah ke bandung di rumah hanya tinggal bik sum, yang bersih-bersih rumah. jadi Rey dan Raisya harus di sana agar rumah ada yang menempati kembali.


Nak Reyhan,sekarang panggil kami dengan bunda dan ayah ya,karena kalian kan sudah menikah dan kami juga telah menganggap nak Reyhan seperti anak kami sendiri." ucap bunda


" baik tant...eeh bunda,ayah! " ucap Reyhan dengan tersenyum..


" tapi nggak harus secepat ini juga kan?" Tanya Raisya dengan raut wajah sendu.


" kamu nggak bisa membuat keputusan mendadak begini tanpa bertanya dulu kepadaku! " sentak Raisya.


" Raisya! turuti saja suamimu nak, Ayah dan Bunda tidak merasa keberatan dengan keputusan nak Rey. kamu kamu harus mematuhi suami mu! jelas ayah pada Raisya.


Raisya hanya menjawab perkataan ayahnya dengan anggukan kepala.tetapi hatinya masih belum sepenuhnya menerima keputusan Reyhan,dia tidak mau secepat ini meninggalkan rumahnya.


Raisya pamit terlebih dahulu ke kamar dengan alasan mau beres-beres baju.


" dasar cowok bermulut pedas! " teriak Raisya.


ceklek, suara pintu kamar yang baru saja dibuka oleh Reyhan,membuat Raisya mendongakkan kepala,kemudian melirik Reyhan dengan tatapan sinis.


" sudah puas merutukku? kenapa kamu gak menggerutu di depan orang tuamu tadi? beraninya main belakang! takut ketahuan ya sifat aslinya? " sindir Reyhan.


" aku tidak perlu menyembunyikan sifatku,apalagi dari orang tuaku! aku gak suka kamu mengajak aku pindah secepat ini. seharusnya kamu menanyakan pendapatku terlebih dahulu! " jelas Raisya.


" kamu tinggal bereskan saja pakaianmu,atau kamu bilang sendiri pada orang tuamu kalau kamu tidak mau pindah dari sini! aku akan tinggal di rumahku dan kamu akan tinggal di sini! " tegas Reyhan


mendengar perkataan Reyhan Raisya hanya bisa menghirup nafas pelan,dia menyadari kalau tidak ada gunanya berdebat dengan Reyhan.Raisya segera memasukkan baju-baju yang ingin di bawa ke dalam koper.


sementara Raisya sibuk beres - beres,Reyhan sibuk dengan ponselnya.dia menunggu balasan chat dari Kalisha,karena dari setengah jam yang lalu Kalisha belum juga membalas chat dari Reyhan,padahal semua chat darinya suda dibaca Kalisha.bahkan ketika di telfon kalisha juga tidak mengangkatnya.


Akhirnya nada dering dari ponsel Reyhan berbunyi,dengan cepat Reyhan memencet simbol hijau di layar ponselnya.


" sayang kamu kenapa sih,dari tadi telfon dan chatku tidak kamu hiraukan?" Reyhan berdiri dari bangku riasan Raisya yang di dudukinya sejak tadi,kemudian dia melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar Raisya.


begitu Reyhan keluar Raisya melepas hijabnya karena merasa kurang nyaman menggunakan hijab di dalam kamar.


" aku tidak sanggup berbicara denganmu,bagaimana hatiku tenang kalau kekasihku sekarang berada dalam satu kamar dengan wanita lain,membayangkannya saja aku sudah gak sanggup!" lirih Klaisha.


" kamu tidak mempercayaiku? tadi aku sudah menjelaskan semuanya kepadamu! besok juga aku sudah tidak disini lagi,setelah kami dari bandung, nantinya di rumahku juga kami tidak akan satu kamar! mengertilah sayang! aku mohon sekarang kamu tenangin hatimu dan segera beristirahat! "


" aku akan berusaha! kamu di bandung berapa lama?" tanya Kalisha dari seberang sana.


" sekitar dua sampai tiga hari sayang, balas Reyhan.


" memangnya kenapa?" imbuh Reyhan kembali.


Kalisha terlihat sedang memikirkan sesuatu

__ADS_1


" cepatlah kembali! aku merindukanmu!" ucap Kalisha.


" ya aku janji akan cepat kembali,sekarang kamu tidur ya! sudah malam." ucap Reyhan


begitu kembali ke dalam kamar, dia melihat Raisya sudah tertidur di atas kasur, Reyhan menghampiri dan duduk di sisi tempat tidur , dia menikmati tiap inci wajah Raisya,walaupun untuk yang kedua kalinya dia melihat Raisya tanpa mengenakan kerudung. Namun, kali ini Raisya terlihat berbeda di matanya. disibakkan perlahan anak rambut yang menutupi mata dan pipi Raisya. Namun, pergerakan tangannya membuat Raisya perlahan membuka mata.


Reyhan segera berdiri dan bergegas menjauhi Raisya.


Raisya segera mengambil hijab yang berada di atas nakas..


" kamu kenapa tidak mengetuk pintu dulu sebelum masuk kamar? kamu mau berbuat macam-macam ya sama aku? "


" Aku sudah menjadi suamimu Raisya! jadi kamu gak perlu mengenakan kerudung saat berada di dalam kamar! aku tadi hanya ingin menampar nyamuk yang ada di rambutmu.kamu nggak usah mikir terlalu jauh! " jawab Reyhan.


" tapi aku belum ikhlas membuka auratku di depanmu! sentak Raisya.


" terserah kamu saja,hari sudah malam aku mau tidur!" dia menaiki kasur dan ingin merebahkan diri di samping Raisya.


" kenapa kamu tidur di sini? menjauhlah!" pinta Raisya.


" kamu mau menyuruhku tidur di lantai?" tanya Reyhan.


Raisya berdiri kemudian mengambil karpet busa di dalam lemari dan membentangkannya di samping tempat tidur,kemudian menarik selimut dan bantal dari atas kasur.


" kamu tidur di sini saja! aku gak bisa tidur satu ranjang denganmu." keluh Raisya.


" kalau begitu kamu saja yang tidur di bawah! "


" dasar cowok egois, gak bisa mengalah sedikitpun sama cewek!" sindir Raisya.


Reyhan hanya tersenyum mendengar ucapan Raisya,kemudian dia berdiri dan segera merebahkan diri di bawah.


Raisya mengernyit melihat tingkah Reyhan. dia tidak mau berdebat dengan Reyhan lagi,kemudian naik ke atas kasur dan berusaha memejamkan mata.


🌻🌻🌻


Matahari mulai menyingsing,malam telah berganti menjadi siang. setelah sarapan pagi Reyhan dan Raisya pamit kepada keluarga kemudian mereka segera meninggalkan kediaman Raisya..


sebelum ke bandung mereka mampir ke rumah Reyhan terlebih dahulu untuk meletakkan barang-barang Raisya yang tidak ingin di bawanya ke bandung.Papa,mama dan adik Reyhan pun sudah menunggu kedatangan mereka, setelah barang-barang Raisya berada di dalam rumah Reyhan, tanpa berbasa-basi lagi mereka semua melaju ke bandung.


Papa mama serta Khayla menggunakan mobil yang terpisah dari Reyhan dan Raisya,dengan beralasan tidak mau mengganggu pengantin baru.


Pagi itu juga seorang perempuan cantik keluar dari kantornya dan segera menuju parkiran untuk mengambil mobilnya,kemudian perempuan itu melajukan mobilnya ke rumah Raisya.


perempuan itu mengetahui alamat rumah Raisya dari Reyhan,karena dulu dia sempat bertanya pada Reyhan.


begitu tiba di depan rumah Raisya dia keluar dari dalam mobil kemudian membuka pagar yang berwarna putih tersebut. tiba di depan pintu dia mngetuk pintuq dengan berteriak kencang.


" buka pintunya! apa kalian tidak mendengarnya?" teriak perempuan itu


Bunda dan Ayah terkejut mendengar seseorang yang berteriak dari luar rumah,kemudian bunda Hani segera membukakan pintu.


" Maaf kamu siapa?" tanya bunda begitu melihat seorang perempuan berdiri di depan pintu dan menatapnya dengan sinis. " kenapa kamu berteriak-teriak? apa kamu ada perlu dengan kami?" imbuh bunda lagi.


" nanti juga kalian akan mengetahui siapa aku." jawab perempuan itu.


" siapa Bun? tanya ayah yang sudah berada di sana,dengan bantuan bik asih yang mendorong kursi rodanya..


" Nah ini dia orang tua yang tega menjodohkan anaknya hanya demi harta! sadar diri pak,udah sakit begini masih juga mikirin harta! jangan jadikan sakit sebagai alasan untuk menjodohkan anak bapak! "


" siapa kamu sebenarnya? kenapa kamu tidak sopan sekali berbicara dengan orang tua? " ayah Arif terlihat menahan emosinya.


" maaf kami tidak mengenalimu sebaiknya kamu pergi dari rumah kami!" usir bunda.


" Aku adalah Kalisha, kekasihnya Reyhan! karena kalian aku dan Reyhan tidak jadi menikah! kalian tahu bagaimana sedihnya aku begitu mendengar perjodohan yang tidak masuk akal ini? aku sudah kenal dan dekat dengan Reyhan dari kecil, kami saling menyayangi,tetapi karena ambisi kalian dengan perjodohan ini,aku terpaksa merelakan Reyhan untuk menikahi putri kalian! "


" dan sekarang kalian tahu apa yang terjadi padaku? aku lagi mengandung anaknya Reyhan ,anak ini butuh ayahnya. apa kalian masih tega memisahkanku dengan Reyhan? " teriak Kalisha.

__ADS_1


__ADS_2