Love Heartfelt

Love Heartfelt
Tiga puluh empat


__ADS_3

Ayah dan bunda Raisya tersentak kaget, tetapi mereka tidak percaya begitu saja. " apa kamu mengira,kami akan mempercayaimu begitu saja? kamu jangan memfitnah menantu saya ! saya yakin Reyhan bukan Pria seperti itu! " tegas ayah Arif.


" oh, jadi kalian masih tidak mempercayaiku? baiklah, aku akan membawa buktinya ke rumah ini ! kalian jangan kaget melihat bukti yang kutunjukkan! "


" kalau kamu memang berkata jujur,kenapa kamu tidak membawa buktinya saat ini juga? " tanya bunda.


" buktinya ada di rumahku,karena tadi pagi aku terburu-buru jadi aku lupa untuk membawanya.Namun,kupastikan kalian akan segera melihat bukti tersebut !" Tegas Kalisha.


Ayah dan Bunda mengerutkan dahi,terlihat jelas Keraguan dari sorot mata mereka.


" kamu buktikan saja perkataanmu, jangan pernah kamu memanipulasi semua ini ! karena kalau sampai ucapanmu tidak benar,kamu telah memfitnah Reyhan sekaligus melakukan penipuan! " tegas Ayah.


Kalisha tersenyum hambar mendengarnya,kemudian dia pergi dari sana tanpa mengatakan apapun lagi.


Ayah dan Bunda kembali masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang keluarga,perkataan Kalisha membuat pikiran mereka menjadi tidak tenang.


" apa nggak sebaiknya kita memberitahu Reyhan dan keluarganya mengenai perempuan ini yah?" tanya bunda.


" jangan dulu ! mereka lagi di perjalanan, saat ini tidak tepat untuk memberitahu masalah ini kepada mereka. aku tidak percaya dengan perempuan itu,dia hanya berusaha memfitnah Reyhan!" terang ayah.


" kalau ternyata perempuan itu ben___"


" Bun kamu meragukan Reyhan?" jangan memiliki pikiran yang aneh-aneh,berdoa saja semoga semua ini hanya ujian awal untuk rumah tangga Raisya dan Reyhan! " potong Ayah.


" Astaghfirullah, bunda hampir saja su'udzon pada nak Reyhan !" ucap bunda.


" Do'akan saja semoga semuanya bai___"


" Raisya, woi Raisya! keluar kamu! "


Ucapan ayah Arif,tiba-tiba terhenti ketika kembali mendengar teriakan dari depan..


mereka menghampiri pemilik suara yang meneriaki nama anaknya tersebut.


ketika tiba di depan ,bunda membuka gagang pintu,setelah terbuka mereka melihat sosok wanita,Namun yang datang kali ini berbeda dengan wanita yang tadi.


" aku ingin menemui Raisya! tegas wanita itu" tanpa berbasa-basi.


" maaf kamu siapa? dan ada perlu apa dengan Raisya?" tanya bunda.


" aku ada urusan yang harus diselesaikan dengan Raisya! tolong ya gak usah kepo!" ucap wanita yang bernama meri itu.


" Raisya sedang tidak berada di rumah! kami selaku orang tuanya Raisya, berhak tahu urusan apa yang ingin kamu selesaikan dengan Raisya! " tegas ayah.


" ooh begitu, apa dia berada di rumah suaminya? aku hampir lupa kalau cewek gatal itu sudah menikah! " sentak Meri dengan tersenyum sinis.


" plaakk "


bunda Hani menampar wanita yang telah mengatai anaknya tersebut.

__ADS_1


" tutup mulut kotormu! kamu gak berhak mengatai anakku seperti itu. kami selaku orang tuanya tidak akan pernah terima! " sentak Bunda.


" Aahh " pekik Meri meringis kesakitan kemudian memegangi dan mengusap pipinya yang terkena tamparan.


" Beraninya anda menamparku! kalian pikir kalian siapa? sehingga berani memperlakukan aku begini! "


" kami yang sepatutnya bertanya kepadamu, siapa kamu yang mendatangi rumah kami dan bersikap tidak sopan begini!" sentak Ayah.


" Anda akan menerima balasan atas tamparan ini! " ancam Meri. " katakan dimana alamat suaminya aku akan buat perhitungan dengan anak kalian!" teriak Meri


" terserah apa yang mau kamu lakukan,kami tidak mau lagi berbicara kepadamu,jadi silahkan tinggalkan rumah kami secepatnya!" imbuh Ayah.


" kalian harus tahu,kalau putri kesayangan kalian itu tidak tahu malu, dia berusaha merebut Rafael dariku. walaupun dia sudah menikah Namun, tetap saja bayangannya terus hadir dalam hati dan pikiran Rafael, sepertinya dia selalu memberikan harapan kepada Rafael agar Rafael tidak pernah lepas dari hidupnya. padahal dia tahu,kalau Rafael telah dijodohkan denganku.Namun, putri yang kalian banggakan itu selalu saja mengusik hubungan kami."


" dia sudah menikah,dia tidak pernah berhubungan dengan Rafael lagi!" sentak bunda.


" kalau mereka sudah tidak berhubungan lagi, lalu kenapa Rafael tidak mau bertunangan denganku! aku yakin pasti karena putri kalian yang mempengaruhinya! "


" itu semua masalah kamu dan Rafael,tidak ada sangkut pautnya dengan putri kami,kamu jangan pernah menyalahkan Raisya atas semua masalah perjodohanmu! silahkan kamu pergi dari sini!" usir Ayah.


" Aku tidak akan pergi sebelum kalian memberikan alamat rumah suaminya! aku mau membuat putri kesayangan kalian itu menerima ganjaran atas tamparan ini! " tegas Meri.


" Bunda segera hubungi polisi,dan katakan kalau di rumah kita ada seorang wanita yang tidak waras dan dia berusaha mengancam kita" ucap ayah.


" berani- beraninya Anda berbicara seperti itu tentangku! kalian kira aku main - main dengan semua perkataanku tadi! aku bisa membuat hidup Raisya berantakan. cukup mudah bagiku melakukannya! " teriak meri kemudian dia bergegas pergi dari sana.


🌻🌻🌻


" sudah lah yah,jangan dipikirkan lagi! semuanya akan baik-baik saja, tidak akan terjadi apa-apa pada Raisya,Reyhan akan melindunginya yah! " Ucap bunda.


" Bun,apa keputusan ayah menikahkan Raisya dan Reyhan salah? bagaimana bisa kedua wanita tadi menyalahkan Raisya atas semuanya! Ayah takut Raisya tersakiti karena pernikahan ini, ayah akan sangat menyesal kalau sampai Raisya tidak bahagia menikah dengan Reyhan! "


" yah,semua yang terjadi adalah kehendak yang Kuasa, Raisya adalah jodohnya Reyhan. kalau memang mereka tidak berjodoh, bagaimanapun usaha kita untuk menyatukan keduanya maka mereka tidak akan pernah menikah! namun, nyatanya sekarang Allah menyatukan keduanya dengan ikatan suci pernikahan." jelas Bunda.


" tok....tokk....tok "


suara ketukan pintu kamar mengalihkan perhatian ayah dan bunda.


" Buk,maaf mengganggu, ada kiriman paket. " ucap bik Asih setelah bunda membuka pintu kamar.bik asih terlihat memegang sebuah Amplop coklat berukuran besar.


" untuk siapa bik?"


" tidak ada tulisan namanya buk di amplop. si pengirim hanya menulis alamat tujuan."


kemudian bik Asih mengulurkan amplop ke tangan bunda.


setelah mengambil amplop tersebut bunda membawanya masuk ke dalam kamar,kemudian membuka isi amplop setelah mendapat persetujuan dari ayah.


bola mata keduanya yang membulat,yang seolah ingin keluar itu menandakan betapa terkejutnya mereka saat melihat isi amplop tersebut.

__ADS_1


" Yah,ternyata perkataan wanita yang bernama Kalisha tadi benar, " lirih bunda.


ayah melihat lebih seksama isi amplop tersebut,yakni sebuah tespack dan kertas hasil USG atas nama Kalisha,awalnya ayah arif memang tidak percaya tetapi setelah melihat satu bukti lagi membuat keyakinannya pada Reyhan mulai goyah.


siapapun akan mempercayai Kalisha dengan melihat foto tersebut.di dalam foto itu terlihat Reyhan dan Kalisha sedang tertidur di dalam sebuah kamar hotel tanpa mengenakan pakaian dan hanya selimut yang menutupi tubuh keduanya.


wajah ayah sangat kusut, terlihat jelas kekecewaan dari raut wajahnya, amarahnya sudah tidak bisa ditahan lagi.


" aku harus segera memberitahu Wijaya mengenai kejadian ini!" teriak ayah.


" sabar yah,mungkin mereka masih dalam perjalanan,sebaiknya beri tahu pak Wijaya setelah mereka tiba di bandung." ucap bunda berusaha menenangkan hati ayah.


" tidak bisa bun, mereka harus kembalikan Raisya kepada kita! Reyhan harus bertanggung jawab untuk semuanya,aku tidak mau menghancurkan hidup anakku.kalau ternyata semua ini memang benar, maka Reyhan harus menceraikan Raisya!" tegas ayah.


cairan bening di mata bunda mulai membasahi pipinya. saat ini bunda Hani tidak bisa berbuat apa-apa selain mendengarkan perintah dari suaminya.


bunda berjalan ke sudut kamar,untuk mengambil air minum yang terletak di atas meja, Bunda akan memberikan ayah minum agar sedikit lebih tenang.baru saja bunda menuangkan air ke dalam gelas Namun,


ia segera menghentikan aktifitasnya saat mendengar bunyi " gedebuk" .


kemudian bunda segera membalikkan tubuhnya,dan melihat ayah yang sudah terbaring di lantai.


" ayaaahhh!" teriak bunda dengan sangat panik,kemudian ia segera menghampiri ayah.


" bik Asih tolong lekas ke kamar!" teriak bunda.


bik asih pun tiba di kamar setelah mendengar teriakan bunda,kemudian mereka berdua membantu ayah untuk duduk kembali di atas kursi roda.


" ayah,kenapa mencoba untuk berdiri?" untunglah ayah baik-baik saja.jangan pernah lakukan lagi itu lagi yah!" lirih bunda.


" ayah ingin bisa berjalan kembali agar ayah bisa melindungi keluarga kita bun,terutama Raisya,kalau bisa berjalan maka ayah akan segera menyusul mereka semua ke bandung,ayah ingin bicara langsung dengan Reyhan."


" kita bisa menelfon pak Wijaya atau pun nak Reyhan agar mereka segera kembali untuk menemui kita." jelas bunda.


" jangan bun! sebaiknya kita yang menyusul mereka,cepat telfon Rizky dan bilang padanya agar segera pulang karena kita akan ke bandung sekarang juga! " tegas ayah.


" baik yah " jawab bunda.


tidak berapa lama setelah bunda menghubungi Rizky,ia segera pulang dan saat ini sudah berada di rumah,walaupun Rizky masih penasaran dengan keinginan ayah yang tiba-tiba ingin menyusul Raisya ke bandung.Namun,ia berusaha untuk tidak bertanya terlebih dahulu, sebab dia melihat ayah dan bunda begitu kalut, sikap mereka menunjukkan kalau sedang terjadi masalah pada keluarganya.


Bunda mengabari Syifa kalau mereka akan ke bandung selama beberapa hari untuk menyelesaikan masalah pekerjaan.ia menyuruh syifa untuk menginap di rumah Resi sampai mereka kembali pulang.


setelah selesai bersiap,tanpa basa-basi lagi mereka semua pergi ke bandung dengan menggunakan mobil,dan Rizki lah yang duduk di bangku pengemudi.


perjalananan dari kota semarang ke kota bandung akan menempuh waktu kurang lebih 4 jam.


sementara saat ini, Reyhan dan keluarganya hanya membutuhkan waktu setengah jam lagi untuk sampai ke kota bandung..


Ayah Arif sengaja tidak memberi tahu Wijaya,Reyhan bahkan Raisya kalau mereka semua menyusul ke bandung. ayah Arif tidak bisa menjelaskan semua nya lewat telfon,untuk itu dia harus bertemu dengan mereka terlebih dahulu baru bisa membicarakan semua masalah ini.

__ADS_1


ketika mereka baru memasuki tol Jatingaleh-Krapyak kejadian Naas itu terjadi kembali, sebuah mobil yang berada di belakang mereka melaju dengan kencang,mungkin karena sopirnya mengantuk,sehingga tidak dapat mengendalikan kemudi dan akhirnya menabrak Mobil mereka.


" Braaakkk " mobil tersebut menabrak dari belakang,membuat mobil yang dikendarai Rizky oleng sehingga menabrak pembatas jalan,bahkan ayah yang duduk di sebelah Rizky terlempar keluar.


__ADS_2