
Author pov
Raisyaa......Raisyaa, tunggu teriak kak Rafael!
Raisya menghentikan langkahnya sejenak, lalu kak Rafael mendekat dan ketika mereka sudah berhadapan,mata Raisya dan Rafael sama-sama menatap sejenak dan saling mengunci..
"hemmmm....." tiba-tiba Raisya tersadar,dan mengalihkan pandangannya ke sekitarnya."
"maaf kak aku mau masuk ke kelas,kalau ada yang ingin kakak bicarakan,nanti saja sepulang sekolah, ucap Raisya. dia hendak melanjutkan langkahnya menuju ke kelas,Namun Rafael kembali menghentikannya.
"Tunggu sebentar"!
Raisya pun kembali menatap Rafael,
"Maafkan Aku,karena aku yg memintamu datang ke ruang osis,sehingga kamu mendengar apa yang ku bicarakan dengan meri tadi,dan karena Aku, kamu menjadi sasaran atas kemarahan meri."
"tidak masalah kak,hanya saja Untuk kedepannya aku tidak mau lagi dilibatkan dalam masalah kalian berdua,selesaikan saja baik-baik dengannya tanpa melibatkanku" ucap Raisya.
"tapi Raisya apa yang kamu dengar tadi semuanya benar! mengenai perasaanku padamu,aki ing...."
"stop, tidak usah dilanjutkan aku akan kembali ke kelasku."
Raisya memoting pembicaraan Rafael,lalu diapun melangkahkan kaki menuju kelasnya kembali.
sementara Rafael masih terpaku di tempatnya, sambil memandangi Raisya yang berjalan meninggalkannya....
Beberapa hari kemudian,Raisya terlihat menghindari untuk bertemu Rafael,termasuk juga ketika ada rapat atau pertemuan Osis,
dia sengaja tidak mengikutinya.Raisya juga mengabaikan telfon atau chat dari Rafael.
tapi semakin dia menjauh dari Rafael,entah kenapa ada yang aneh dengan perasaannya,di satu sisi dia tidak mau bertemu, ataupun dekat dengan Rafael, karena meri sangat menyukai Rafael,dia tidak mau menjadi perempuan yang tidak peka terhadap perasaan perempuan lain,walaupun meri sering menyakiti hatinya.
Namun disisi lainnya Hati dan perasaannya sangat ingin melihat Rafael,dia juga merindukan sosok Rafael yang memainkan gitar dan bernyanyi bersamanya.
siang itu pulang sekolah Raisyaa ingin secepatnya pulang,dia takut bertemu Rafael.apalagi siang ini ada pertemuan osis,setelah mengirimkan pesan kepada sahabat-sahabatnya yang mengatakan kalau dia tidak ikut pertemuan lagi dengan alasan ada urusan keluarga yang sangat penting.
tanpa menunggu balasan pesan dari para sahabatnya,dia sudah meninggalkan sekolah dan segera naik ojek untuk pulang ke rumahnya.
ketika memasuki ruangan osis,Rafael mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan,dia seperti mencari sosok seseorang yang ternyata tidak ikut lagi dalam pertemuan kali ini ,kemudian pandangannya berhenti, ketika melihat Resi,Ika ,dan Amy.
Rafael menghampiri ketiganya,mereka terlihat lagi asik mengobrol sambil tertawa...
__ADS_1
ehemmmmmm.... ,Rafael memberi kode agar mereka menoleh kepadanya.
lalu ketiga gadis cerewet itu terkejut, dan langsung menoleh kepada Rafael..
"Kak Rafael" ! ucap mereka .
ada apa ya kak? tanya Amy.
"Raisya kemana?kenapa tidak ada bersama dengan kalian?"tanya Rafael dengan wajah penasaran.
"ciieee ada yang kehilangan Raisya,"ucap Ika sambil tersenyum lebar".
"bukan begitu,saya disini selaku ketua,hanya ingin memastikan kehadiran semua anggota ,masalahnya dua hari yang lalu Raisya juga berhalangan hadir," diapun berusaha mencari alasan yang tepat agar tidak terlihat memalukan di depan sahabat Raisya.
"Oo begitu,kalau kakak merindukannya juga tidak apa!
nanti saya sampaikan ke orangnya,Resi pun ikut menimpali.
"kalian bicara apa,saya serius bertanya?masalahnya saya sudah berusaha menghubunginya tapi dia tidak membalas ataupun mengangkat telfon".
saya kira dia sakit atau ada terjadi sesuatu kepadanya.
"urusan keluarga lagi?" ,bukannya ketika pertemuan yang lalu dia juga bilang begitu?memangnya berapa banyak urusan keluarganya sih?",ucap Rafael dengan menaikkan nada bicaranya.
"santai aja dong kak,gak usah ngegas gitu bicaranya!" ucap Ika.
"lagian juga biasanya karena penting,sampai-sampai dia tadi buru-buru sekali meninggalkan sekolah,tanpa menjawab chat dari kita atau menunggu kita dulu ucap Resi."
"ya sudah kalian jangan bercanda lagi! sudah mau mulai", ucap Rafael sambil berlalu pergi ke tempat duduknya.
Ada apa ya dengan Raisya?,kenapa dia seperti menghindariku?padahal aku belum sempat mengungkapkan perasaanku kepadanya secara langsung," ucapnya dalam hati.
*****
Hari ini Ika ,Amy dan Resi akan memberi kejutan kepada Raisya,karena dia berulang tahun.mereka sengaja mendiamkannya dari kemarin,bahkan belum mengucapkan selamat dari tadi malam.
tadi mereka sudah saling bertukar informasi, bahwa nanti sepulang sekolah, mereka akan mengerjai Raisya di rumah kak sisil,kakaknya Ika.
pagi ini,Resi berangkat diam-diam sendirian ke sekolah.Raisya yang dari tadi menunggu Resi di rumahnya,yang belum muncul-muncul juga,dia mencoba menelfon Resi,tetapi nomornya tidak bisa dihubungi..
Raisya terlihat kesal,dia memutuskan berangkat sendiri ke sekolah,selama di perjalanan,Raisya tidak berhenti berfikir dengan sikap para sahabatnya,dia sedikit kecewa dengan mereka yang dari kemarin cuek kepadanya,dan juga belum ada dari mereka yang mengucapkan selamat ulang tahun kepada dirinya..
__ADS_1
"apa mereka lupa ya?atau mereka lagi sibuk semua ". Raisya pun bertanya-tanya di dalam hatinya.
sesampainya di sekolah, dia hendak menuju ke kelas Resi dan Ika,tapi baru melangkah bel pun berbunyi.Raisyaa mengurungkan niatnya kembali,dan segera menuju ke kelasnya sendiri.
Raisya memasuki kelas,dengan wajah yang di tekuk,lalu icha pun bertanyaa karena heran melihat Raisya yang tidak seperti biasanya.
"kamu ada masalah apa Raisya? cerita lah sama teman kamu yang manis ini" ucapnyaa sambil menyengir.
"selamat ulang tahun Raisyaa yang cantik,imut,manis,semuanya dehh! wajahnya jangan di tekuk-tekuk lagi yaa!" tambah icha. kemudian dia memberikan sebuah kotak kado ke tangan Raisya.
"makasih Icha,untuk ucapan dan juga untuk kadonya" ucap Raisya dengan wajah sedikit berbinar,setidaknya ada beberapa teman-teman yang mengucapkan selamat kepadanya tadi malam,bahkan icha saja sudah dua kali mengucapkannya,ya tadi malam dia juga mengirimkan ucapan selamat kepada icha.
pagi itu Rifky memberi tahu teman-temannya, bahwa guru mata pelajaran pagi ini,tidak hadir dan hanya memberikan tugas kepada siswa.
"Cha, aku buka ya kadonya! "tangan Raisya hendak merobek kertas kado pemberian icha,tetapi dengan segera Icha menghentikan Raisya.
"jangan dong Sya!,nanti saja di rumah yaa" ucap Icha.
"yahh,penasaran ni cha,ucap Raisya sambil menaikkan alisnya.."
"memang enak penasaran!" ucap icha kembali
"ayoo kerjain tugas Sya,nanti di ke buru di kumpulin lo ma Rifky," tambah icha lagi..
"Ok"! Raisya pun mengeluarkan buku dari dalam tasnya,dan mencari kotak pensilnya sambil menunduk..
"Raisyaa!!
Rifky datang mendekati Raisya,kemudian Raisya mendongakkan kepalanya melihat orang yang memanggilnya.
"ya Ky", jawabnya.
"Selamat ulang tahun ya Sya,semua do'a yang terbaik buat kamu".
diapun mengulurkan sebuah kotak yang besar kepada Raisya..
"di terima ya sya,semoga kalau kamu melihat hadiah dariku,kamu juga mengingat aku,"tambah Rifky.
semua teman-teman yang melihat dan mendengar bersorak dengan keras.
terutama ichaa,dari tadi wajahnya sudah kelihatan ingin menertawakan Raisya..
__ADS_1