Love Heartfelt

Love Heartfelt
Bab 27.


__ADS_3

🌻🌻🌻


Raisya mengucek-ucek matanya.


matanya nanar menatap pada jam dinding.


"Astaghfirullah,hampir jam enam sore! aku ketidurannya lama banget, bentar lagi waktu maghrib tiba, mana belum mandi lagi!" gumam Raisya.


Buru-buru Raisya melangkah ke dalam kamar mandi..


setelah selesai melaksanakan kewajibannya kepada sang pemilik kehidupan, Raisya segera ingat kalau sejak tadi ia belum mengabari Rafael..


Raisya mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja,di samping tempat tidur. Raisya membuka ponselnya kemudian melihat begitu banyak panggilan serta chat yang masuk dari Rafael.


Raisya segera membuka Room chat nya bersama Rafael kemudian dia membacanya satu persatu.


" Bie,kamu dimana?" kenapa gak di jawab telfonnya?kamu baik-baik saja kan? "


" Bie kamu pulang bersama cowok kepo tadi ya? " sebenarnya kenapa dia se kepo itu sih sama kamu? "


dan masih ada beberapa chat lagi yang isinya hampir sama..


tetapi ada satu chat yang membuat Raisya jadi kepikiran.


" Bie, dari tadi aku merasa gak tenang karena kamu tidak menjawab panggilan ataupun membalas chat dariku! besok aku akan datang ke rumahmu,masih banyak yang mau aku tanyakan padamu! lagian,aku juga sudah lama gak bertemu keluargamu. tunggu Aku besok siang ya! "


" Aduh bagaimana ini? kenapa aku gak mendengar semua panggilan masuk sih! mungkin karena aku kecapean banget nih. semua ini terjadi karena Reyhan! coba saja tadi dia gak ikut campur,Rafael tidak akan seperti ini. Dasar si mulut cabee " gumam Raisya.


setelah pulang dari yayasan sosial tadi,Raisya langsuk masuk ke rumah tanpa mempersilahkan Reyhan masuk sama sekali,begitu sampai di dalam rumah Ayah dan bunda lagi ada di taman belakang,Raisya hanya memberikan salam dan menyapa sebentar.


Ayah dan Bunda juga menanyakan keberadaan Reyhan.sebelum Raisya memberikan jawaban,cowok yang memiliki Rahang tegas itu sudah berada di sana untuk berpamitan.


begitu Reyhan tiba di sana Raisya menuju kamarnya dengan beralasan kalau dia sangat lelah sekali.


sebenarnya karena dia sudah muak dengan Reyhan. melihat wajahnya saja ,Emosi Raisya naik sampai ke ubun- ubun!


di dalam kamar Raisya merebahkan dirinya di atas kasur sambil memaki Reyhan hingga akhirnya dia ketiduran.


Raisya menghubungi Rafael,tetapi sepertinya ponsel Rafael mati.


🌻🌻🌻


matahari tepat di atas ubun-ubun kepala.Sinarnya terik menembus jendela-jendela rumah.hawa panas menyelimuti tubuh.Angin sepoi-sepoi menggerakkan angin di depan rumah.sungguh terik matahari di siang ini.


di bawah teriknya matahari,seorang pemuda mengendarai motornya menuju rumah sang kekasih..di atas motornya terdapat bingkisan buah tangan yang akan diberikannya kepada keluarga pujaan hatinya tersebut.


sampai lah ia di depan sebuah Rumah berwarna putih, dengan pagar hitam tersebut.


setelah membuka pagar dia melangkah ke teras rumah dan mengetuk pintu sambil mengucap salam.


setelah pemilik rumah membukakan pintu,dia pun memberikan senyuman dan mengucap salam kepada wanita paruh baya yang membukakan pintu untuknya.


" waalaikumsalam,ternyata nak Rafael yang datang,mari silahkan masuk! " ucap wanita paruh baya itu.


Rafael bersama bunda hani masuk ke dalam rumah dan mereka duduk di sofa ruang tamu.


" tante dan keluarga apa kabar? maaf ya tan,aku sudah lama tidak berkunjung kesini! "ucap Rafael.


" gak apa Nak! tante mengerti setelah menjadi polisi pasti kegiatanmu banyak sekali! " balas bunda Hani.

__ADS_1


" Siapa yang datang bun? " tanya ayah yang tiba- tiba datang ke ruang tamu dengan mendorong kursi rodanya.


" Nak Rafael " balas bunda.


Rafael berdiri kemudian menyalami ayah Arif..


" bagaimana keadaan om sekarang? " maaf om saya baru sempat kesini.. ucap Rafael.


" Alhamdulillah om sudah semakin membaik, silahkan duduk kembali nak Rafael! " ucap ayah.


Rafael pun menyerahkan bingkisan berisi cake dan buah yang dibawanya tadi kepada bunda.


" makasih nak Rafael udah repot-repot bawain ini semua" ujar bunda.


" gak repot kok bun,hanya sedikit buah tangan saja! " jelas Rafael.


" sebentar ya,tante panggilin Raisya dulu! "


bunda hani melangkah ke dalam untuk memanggil Raisya.setalah sampai di depan kamar,bunda mengetuk pintu kamarnya. setelah mendapat sahutan dari dalam, bunda pun membuka pintu kamar Raisya.


" Kak ada Nak rafael tu di depan,dia baru saja datang." ucap bunda.


Raisya tidak kaget lagi mendengarnya,karena tadi malam Rafael telah mengabarinya..


Raisya mengambil hijab instan yang biasa di pakainya untuk di rumah,kemudian bergegas keluar bersama bunda untuk menemui Rafael.


Setalah tiba ruang tamu Raisya menyapa Rafael. Bi Asih juga datang untuk menghidangkan minuman dan makanan ringan di atas meja.


" Nak Rafael masih dinas di polda kan?" tanya ayah.


" masih om" jawab Rafael.


Ayah menanyai Rafael mengenai pengalamannya selama jadi polisi,dari pembicaraan itu Raisya dapat menarik kesimpulan kalau ayah terlihat nyaman bercerita dengan Rafael.


Ayah melihat Rafael dengan tatapan yang serius kemudian berkata:


" Nak Rafael sebelumnya Om mau minta maaf terlebih dahulu,jika nantinya ucapan Om menyakiti hatimu.


wajah Rafael yang tadinya datar itu langsung berubah, dia pun membenarkan duduknya.


" Begini nak Rafael,Om tahu nak Raafel telah lama dekat dengan Raisya,kalian sudah saling mengenal satu sama lain,bahkan Om tahu kalau kalian saling menyayangi dan saling mencintai.Namun,saat ini kamu sudah melihat bagaimana kondisi Om. untuk itu om ingin Raisya agar cepat menikah agar ada yang menjaga dia dan keluarga ini.


" Ya Om Aku mengerti! aku sudah pernah membicarakan ini dengan Raisya, bahkan aku berniat melamar Raisya setelah kuliahnya selesai,tetapi Raisya bilang dia ingin bekerja terlebih dahulu,makanya aku belum pernah mengutarakan niatku ini kepada Om dan tante." jelas Rafael.


" Nak Rafael maafkan Om,tapi om gak yakin dengan hubungan kalian ini! apalagi keluargamu belum mengenal Raisya,apakah nantinya orang tuamu akan menyukai Raisya sebagai calon menantu mereka? "


" selain untuk silaturrahmi, tujuanku kesini juga ingin minta izin pada om dan tante untuk mengajak Raisya ke rumahku bertemu mama dan papaku " jelas Reyhan.


"Nak Rafael om sangat menghargai niat baikmu itu,om juga tahu kamu anak yang baik,tapi Raisya bukan orang yang tepat buatmu,kamu bisa mendapatkan perempuan yang jauh lebih baik di bandingkan Raisya! dan sekarang Om harap kamu harus memutuskan hubunganmu dengan Raisya! karena Raisya telah menerima Reyhan sebagai calon suaminya," tegas Ayah.


semua orang kaget mendengar pernyataan ayah,terutama Raisya.tanpa dia sadari cairan bening itu menetes begitu saja dari matanya.


" Ayah " lirih Raisya.


Rafael terdiam mendengar perkataan ayah Arif,dia tidak mempercayai semua itu,panggilan dari bunda Hani mengejutkannya,sehingga diapun tersadar kembali kalau ternyata semua ini nyata, bukan hayalan atau mimpi!


" Nak Rafael di minum dulu airnya! " Bunda pun mencairkan suasana,bunda melihat Rafael dengan tatapan mengasihani.


" eeh Ya tante" balas Rafael.

__ADS_1


" Om ini gak adil buatku! aku sangat mencintai dan menyayangi Raisya,tidak bisakah om memberikan kesempatan kepadaku,aku akan membuktikan kepada om kalau aku orang yang tepat buat Raisya,aku juga menyayangi om, tante dan adik-adik,Aku mohon om tolong pertimbangkan keputusan om kembali! "jelas Rafael.


" benar yah,kakak mohon beri Rafael kesempatan,setidaknya timbangan ayah jangan berat sebelah,Rafael juga ingin membuktikan kepada ayah dan bunda kalau dia memang bisa menjadi calon menantu yang baik. sekarang ini ayah sudah berat kepada Reyhan! lirih Raisya.


" Raisya kamu sudah menerima Reyhan! jadi sebaiknya sekarang kamu harus menyudahi hubunganmu dengan Rafael! ayah sudah memutuskan semuanya,tolong hargai keputusan ayah! maafkan Om nak Rafael, bukan karena Om tidak menyukai kamu,tapi Hanya Reyhan lah jodoh yang tepat buat Raisya! tegas ayah. "


mendengar perkataan ayahnya air mata Raisya tidak terbendung lagi,walau dia sudah berusaha menahan dengan membuka matanya lebar- lebar,tetapi tetap saja air mata itu terus mengalir.


Rafael mendekati bunda hani lalu Rafael mengatupkan kedua tangannya di dada.


" Tolong yakinkan Om tante! beri aku kesempatan,aku mohon terima aku sebagai calon menantu,izinkan aku membuktikan kalau aku memang pantas mendampingi Raisya! kalau akhirnya nanti Reyhan memang lebih pantas dan bisa membuat Raisya bahagia Aku akan mundur tante! "


" sebaiknya kamu mundur dari sekarang ! bundanya Raisya tidak akan bisa mengambil keputusan sendiri,tanpa persetujuan dari om suaminya! sekali lagi maaf Nak, Om tidak akan mengubah keputusan Om! "


" Bunda tolong antar ayah ke kamar, ayah ingin beristirahat!" pinta Ayah.


" Baiklah " balas bunda.


" Nak Rafael maaf ya semua sudah di putuskan oleh ayahnya Raisya,Tante gak bisa membantumu,tante doakan semoga kamu mendapatkan orang yang lebih baik dari Raisya.


Aamiin. "


" tante tinggal masuk dulu ya ke dalam."


lirih bunda..


Rafael membalas perkataan bunda hanya dengan anggukan kepala.


Saat ini pikiran Rafael dan Raisya benar-benar kalut,terutama Rafael.


begitu banyak kejutan yang di terimanya hari ini dia tidak tahu harus berbuat apalagi..


Sekarang di ruang tamu hanya tinggal mereka berdua saja,suasana hening hanya isakan tangis dari Raisya yang terdengar di sana,keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing..


" Maafkan Aku Bo ! seharusnya dari awal aku jujur kepadamu,tetapi entah kenapa aku gak bisa,aku gak mau buat kamu sedih.


lagi pula aku berharap ayah akan mengubah keputusannya kembali dan bisa menerima kamu menjadi calon suamiku!" Lirih Raisya.


" Kejutan apa ini By! " Orang tuamu tidak lagi prank aku kan? kenapa by ? apa aku memang gak pantas untukmu? bagaimana bisa Aku melupakanmu,sudah bertahun-tahun kita menjalani hubungan ini! Aku tidak bisa melupakan cewek kepala batu yang duduk di depanku ini.


Bagaimana pertama kali dia melawanku saat Masa Orientasi?


pertama kali aku melihat ingusnya keluar saat dia menangis! Aku tidak akan bisa melupakan semuanya! " sentak Rafael.


Rafael menundukkan kepalanya,kedua tangannya kini mencengkram rambut belakang kepalanya..


" Arrrgggg.......Sakit bangett Rasanyaa!" Teriak Rafael.


Raisya makin terisak-isak mendengarnya, saat ini dia tidak bisa menguatkan Rafael,dari tadi dia menangis sejadi-jadinya.


" pulanglah dulu Bo" tenangkan pikiran dulu..!


hati-hati di jalan bawa motornya! "


" apa kamu bisa tanpa Aku? kenapa aku melihat sepertinya kamu hanya pasrah!"


" Aku rasa itu hanya pertanyaan yang gak masuk akal Bo, kamu kira aku kuat menjalani ini semua, lalu aku harus bagaimana? memberontak? atau kita lari saja meninggalkan keluarga kita? kamu lihat kan bagaimana kondisi ayah.apa kamu tega ninggalin orang tua dan keluargamu? kalau kita gak mendapatkan restu dari orang tua,Allah tidak akan meridhoi hubungan kita nantinya Bo! "


" aku tetap tidak bisa ikhlas menerima ini semua !"

__ADS_1


Rafael mengambil kunci motornya kemudian bergegas pulang. Namun,ketika sampai di pintu dia menghentikan langkahnya dan berkata.


" jangan pernah ucapkan selamat tinggal kepadaku,sekarang ataupun selamanya! " tegasnya. "Assalamualaikum" ucapnya. lalu dia berjalan meninggalkan Rumah Raisya.


__ADS_2