Love Heartfelt

Love Heartfelt
tiga puluh dua


__ADS_3

Sesampainya di gedung, Raisya harus kembali menahan posisi duduk dan menahan kantuk saat penata rias mulai merias wajahnya sejak pukul 16:00.


Raisya harus menahan mata yang semakin berat karena adanya bulu mata palsu,Raisya mengenakan balutan gaun pengantin muslimah ala putri kerajaan yaitu ball gown di momen istimewa ini,dia terlihat anggun dan mempesona di dalam balutan gaun berwarna Gold ini dihiasi detail laces cantik, dengan padanan tiara dan long laces veil yang berkelas menjadikan tampilannya bertambah klasik.


Proses resepsi berjalan lancar, Para tamu pun banyak berdatangan dan memberikan doa terbaik. Lagu-lagu indah khas pernikahan juga terlantun di dalam gedung dan memberikan suasana romantis tak tertahankan.


sayangnya malam itu bukan malam yang di inginkan oleh kedua pengantin tersebut, Kaki Raisya mulai pegal karena memakai high heels setinggi 14 cm. dia ingin segera beristirahat Namun, dia harus menghargai kedua orang tuanya yang tampak begitu bahagia dan antusias selama prosesi ini berlangsung.


diantara semua tamu yang hadir terlihat seorang pemuda bersama kedua orang sahabatnya,pemuda tersebut tidak bisa menyembunyikan wajah sedihnya,sorot matanya terlihat sendu, dia memaksakan diri datang ke sini hanya untuk melihat sang mantan kekasih menjadi pengantin,bergantian tiga orang itu mengisi buku tamu dan meletakkan kadonya,kemudian mereka masuk dan langsung menuju ke barisan antrian panjang para undangan yang akan menyalami mempelai.


dari tempatnya berdiri dia melihat wanita yang dicintainya bersanding dengan laki-laki lain sedang menyalami tamu undangan,dia hanya tersenyum masam menyaksikan semua itu dan terlihat seperti orang yang sedang berpikir..


" Rafael, ayo jalan! kenapa malah diam sih?bentar lagi giliran kita,tamu lain masih banyak yang antri di belakang!" sentakan dari Miko sahabatnya menyadarkan Rafael.


selangkah demi selangkah Rafael maju hingga sampai di atas pelaminan,dia mencoba untuk tegar dan memaksakan diri untuk tersenyum,kemudian Rafael menyalami Ayah arif,bunda hani disusul oleh Miko dan Gio,sedikit mengobrol dengan ayah dan bunda karena tidak mau membuat tamu yang ada di belakang mereka terlalu lama menunggu,kemudian mereka menyalami Raisya.


Deg...


jantung Raisya berdetak kencang saat melihat Rafael,dadanya terasa sesak dan air matanya hendak mengalir tetapi dia membuka mata lebar-lebar berusaha menahan cairan bening itu keluar.


Rafael menatap tajam pada Reyhan kemudian menyalaminya sekaligus memberikan selamat dan membisikkan sesuatu ke telinga Reyhan.


" kuharap kamu bisa membuatnya bahagia,jangan pernah kamu sakiti dia! kalau sampai dia tidak bahagia bersamamu akan kupastikan merebutnya kembali darimu! "


Reyhan hanya tersenyum sinis mendengar bisikan dari Rafael,kemudian dia gantian membisikkan sesuatu di telinga Rafael


" kasihan ya hidupmu, terlalu menyedihkan! banyak drama."


Rafael meneruskan langkahnya untuk memnyalami Raisya.


" Selamat ya Bo " aku akan selalu berdoa semoga kamu bahagia,tapi kalau kamu tidak bahagia datanglah kepadaku aku akan selalu ada untukmu" lirih Rafael.


" Makasih bie,eh maksudku Raf, semoga kamu juga bahagia " air mata itu kini mengalir keluar karena sudah tidak bisa lagi ditahan oleh Raisya.


" aku tidak bisa berlama-lama,setelah ini aku langsung pulang" lirih Rafael.


Raisya membalas perkataan Rafael hanya dengan anggukan kepala.


setelah menyalami orang tua Reyhan, ketiga sahabat itu pun bergegas meninggalkan pelaminan.


" kelihatannya mantanmu sangat bersedih,gak ikhlas lepasin kamu,kalau kamu mau lanjutin hubungan dengannya aku tidak masalah,lagian pernikahan kita ini hanya sekedar status saja kan! " bisik Reyhan pada Raisya.


" setelah menjadi istri seseorang aku tidak akan pernah menjalin hubungan dengan pria manapun apalagi dengan mantanku,karena aku harus menjaga status ku sebagai seorang istri " Raisya pun menekankan kata status saat berbisik pada telinga Reyhan.


Reyhan menarik sudut bibirnya,seolah meremehkan perkataan dari Raisya.


pada pukul 22.00 wib para tamu undangan sudah sepi,tidak ada lagi tamu yang datang,selesai sudah resepsi pernikahan ini.

__ADS_1


semua keluarga bersiap-siap untuk kembali pulang.


Hujan yang turun pada malam itu seolah menandakan banyaknya rejeki yang sudah diberikan Allah selepas hari pernikahan Raisya dan Reyhan Namun, ketegangan yang diakibatkan oleh beberapa hari untuk mempersiapkan pernikahan, rasa lelah, rasa sedih yang dirasakan oleh Raisya serta Rasa ketidak ikhlasan hati Reyhan menjalani pernikahan ini membuat keduanya sangat kelelahan.


setelah sampai di dalam kamarnya hal yang pertama kali dilakukan Raisya adalah, membersihkan riasan di wajahnya yang berlapis-lapis, membuka balutan hijab serta semua asesori yang menempel pada hijabnya dan terakhir, membubuhkan micellar water untuk memastikan bahwa wajahnya sudah benar-benar bersih. Waktu yang dibutuhkannya untuk melakukan itu semua kurang lebih sekitar 1 jam.


kemudian Raisya membersihkan diri, selepas itu dia kembali ke kamarnya yang sekarang telah dihiasi menjadi kamar pengantin.


Raisya merasa sedikit aneh ketika memasuki kamarnya apalgi membayangkan kalau nantinya harus sekamar dengan seorang pria yang baru saja menjadi suaminya itu.tidak akan ada keharmonisan yang terjadi di antara mereka..


Raisya memutuskan untuk istirahat dan merebahkan diri di kasur,hingga akhirnya dia terlelap,mungkin karena sudah terlalu letih.


sementara Reyhan masih bercengkrama bersama keluarga besarnya di ruang tamu.


" sepertinya hari sudah larut,sebaiknya kita pulang ma! " ucap papa Reyhan.


" ya pa biar mereka bisa istirahat juga" imbuh mama Reyhan.


" dek tolong panggil kakakmu ke kamarnya ya!" ucap bunda hani.


Syifa pun pergi ke kamar Raisya dan mengetuk pintu kamarnya tetapi tidak mendapat sahutan dari dalam,kemudian dia membuka pintu kamar Raisya dan mendapati Kakaknya yang sudah tertidur pulas.akhirnya dia menutup pintu kamar kembali dan segera kembali ke bawah.


" Bun, kak Raisya ketiduran di kamar,adek gak tega bangunin sepertinya kakak sangat lelah. " jelas syifa begitu tiba di ruang tamu.


" sebaiknya gak usah dibangunin,kasihan Raisya,dia kelelahan.ucap papa Reyhan.


" kamu mau kemana Rey?" tanya papa Reyhan.


" ya mau pulanglah pa,mau kemana lagi" jawab Reyhan.


" kamu sudah menikah dengan Raisya,dan ini malam pernikahan kalian,kamu harus disini bersama istrimu" jelas papanya.


" memangnya gak bisa gitu sekarang aku ikut pulang,dan besok aku kembali lagi kesini"


" ya gak bisa gitu lah nak,gak baik ninggalin Raisya sendirian di malam pertama pernikahan kalian" imbuh mamanya.


semua keluarga yang berada di sana tertawa melihat tingkah Reyhan,masih ada beberapa kerabat Raisya yang menginap di rumah mereka karena tinggalnya di luar kota.


" kalau nak Reyhan malam ini ingin pulang dulu gak papa,mungkin nak Reyhan kurang nyaman berada disini" ucap Ayah.


" dia harus menginap di sini malam ini Rif ! mana mungkin dia gak nyaman berada disini" tegas papa Reyhan.


" sudahlah kak ,buruan masuk sana ke kamar kak Raisya! kasihan kak Raisya sampai ketiduran nungguin kakak,aku udah ngantuk ne mau istirahat juga." imbuh khayla.


dan khayla mendapat lirikan sinis dari Reyhan.


keluarga Reyhan akhirnya meninggalkan kediaman Raisya setelah paman Heri,sopir keluarga mereka membawakan koper Reyhan ke dalam rumah.

__ADS_1


karena malam makin larut dan semua keluarga juga ingin beristirahat,akhirnya Reyhan pun minta izin pada mertuanya untuk pergi ke kamar Raisya.


" nak Rey kalau butuh apa - apa bangunin aja Raisya ya! " ucap bunda.


" benar kak Rey, tidurnya kak Raisya seperti orang mati,dia tidak akan mengetahui keberadaan kakak di dalam kamar kalau kakak tidak membangunkannya." jelas Syifa


Reyhan pun hanya tersenyum mendengar perkataan syifa.


" aku ke atas dulu ya Om,tante. " ucap Reyhan dia pun berjalan menuju tangga setelah mendapat jawaban dari mertuanya.


" kamar kak Raisya paling depan dekat jendela kak. " teriak Syifa.


" makasih dek "


Reyhan melihat kamar yang berada di dekat jendela dan berjalan ke arah kamar tersebut.


karena Raisya sudah tidur,jadi Reyhan langsung membuka pintu kamar tanpa mengetuknya terlebih dahulu,begitu Reyhan masuk kamar dia di suguhkan oleh pemandangan yang dapat membangkitkan naluri lelakinya.


dia mendapati Raisya tertidur dengan pakaian atas yang terbuka,hanya mengenakan tanktop saja.


Reyhan melihat piyama dan hijab Raisya berhamburan di samping Raisya.


beberapa menit yang lalu sebelum Reyhan datang ke kamar.Raisya terbangun dari tidurnya karena merasa ingin buang air kecil,lalu ia pergi ke kamar mandi, hujan telah berhenti dan Raisya merasa gerah sekali,di tambah lagi saat ketiduran tadi dia masih memakai hijab rumahan yang biasa digunakannya.


sebelum dia ketiduran hujan masih belum reda,suhu udara cukup dingin, jadi dia tidak menyalakan AC.


setelah kembali dari kamar mandi Raisya berusaha mencari Remote Ac,tetapi dia tidak menemukannya,karena saat kamarnya dihias,semua isi kamar serta barang- barang yang ada di dalamnya telah berindah-pindah.


karena mata Raisya tidak bisa diajak kompromi lagi,akhirnya dia berinisiatif untuk membuka hijab dan piyamanya,Raisya melupakan kalau dia sudah menikah dan akan sekamar dengan Reyhan.


Reyhan berusaha menelan ludah begitu melihat bagian perut dan bagian atas dada Raisya yang terbuka karena tangtopnya tertarik ke atas. bagaimanapun dia seorang laki-laki normal jika melihat pemandangan seperti itu,akan dapat membangkitkan naluri laki-lakinya.


" maksudnya dia berpakaian begini apa sih? mau mencoba menggodaku ya?


cih, jangan harap aku akan tergoda. ingat Rey kamu hanya mencintai kalisha jangan sakiti dia" gumam Reyhan.


Reyhan mencoba mencari Reymot Ac di sekeliling kamar Raisya,dan akhirnya dia menemukannya.setelah ac nyala Reyhan menyelimuti Raisya sampai leher, agar dia tidak melihat bagian tubuh Raisya yang terbuka lagi. Reyhan merasa enggan untuk tidur di samping Raisya,tetapi dia tidak melihat sofa,atau sesuatu apapun di dalam kamar yang bisa di jadikan untuk alas tidur.


setelah membersihkan tubuh dan berganti pakaian Reyhan memindahkan hijab dan baju Raisya yang berada di kasur ke atas nakas dan dia pun merebahkan tubuhnya di samping Raisya.


suara muadzin yang mengumandangkan adzan subuh membuat Raisya terbangun dari alam bawah sadarnya tubuhnya tidak merasa gerah lagi,dan Raisya merasa lebih nyaman. Aroma parfum yang begitu wangi dan menenangkan membuatnya betah berlama-lama terlelap.


sesaat kemudian Raisya menyadari sesuatu,secara perlahan ia mencoba membuka mata,dan betapa kagetnya Raisya begitu melihat seorang pria egois itu sedang tertidur di sampingnya.


dengan cepat Raisya membuka mulutnya kemudian berteriak.


" aaawwww"

__ADS_1


sehingga suara teriakannya membangunkan pria itu.


__ADS_2