
🌻🌻🌻
seminggu sudah Raisya dan Reyhan tinggal di rumah ini.Setelah pertengaran malam itu,tidak banyak yang berubah,keluarga Reyhan kembali ke bandung. Raisya dan Reyhan sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.Sikap Reyhan masih dingin kepada Raisya.Raisya berusaha sebisa mungkin untuk menjalankan kewajibannya sebagai istri yakni mengurus pekerjaan rumah dan terkadang kalau sempat ia juga memasak untuk reyhan.mereka berbicara seperlunya saja.bahkan Reyhan tidur di sofa kamarnya sementara Raisya tidur di kasur sendirian.
 Weekend ini Raisya dapat jatah libur dari rumah sakit,sehingga hari ini Raisya bisa santai saja di rumah. Setelah sholat subuh Raisya menyiram semua tanaman yang ada di belakang rumah dan membuat nasi goreng untuk sarapan,sementara Reyhan tidur kembali setelah sholat subuh.
   Raisya ingin membersihkan kamar,namun ia nggak mau Reyhan terganggu,akhirnya Raisya mulai membereskan laci lemari terlebih dahulu,karena Raisya pernah melihat isinya berantakan ketika Reyhan menaruh barang-barangnya ke dalam Laci. laci-laci yang berukuran kecil telah selesai di rapikan oleh Raisya,tinggal laci yang agak besar ,Raisya mencoba membuka dengan menarik nya tapi ternyata di kunci oleh Reyhan.
 " ah,mungkin saja isinya barang-barang privasi Reyhan.aku tidak boleh sembarang membukanya " gumam Raisya.
 Raisya hendak berdiri namun ia teringat kembali dengan perkataan khayla adeknya Reyhan.sebelum berangkat ke bandung, khayla sempat masuk ke kamar Reyhan untuk menggoda Raisya dan Reyhan.sampai akhirnya Reyhan malas menghadapi krucil itu dan keluar dari kamar.tinggallah mereka hanya berdua saja.
 " kak Reyhan punya banyak Rahasia lo kak di kamarnya,dia menyimpannya di dalam laci lemari yang gede itu,ucap khayla sambil menunjuk bawah lemari."
" oh ya? Memangnya kamu nggak tau apa isi di dalamnya? "
" Kalau aku tahu nggak rahasia lagi dong kak namanya." hihiiii kakak ni gimana sih jawab khayla cengingisan. "tapi aku tau dimana kak Rey nyimpan kuncinya. waktu itu ketika kak Reyhan nggak di rumah aku cari kuncinya dan menemukannya.begitu aku buka kak Reyhan tiba-tiba masuk ke kamar kemudian memarahai aku. Katanya ini privasinya tidak boleh ada yang membukanya termasuk aku.padahal aku kan adeknya kak."
" emang segitu pentingnya ya? "
Sepertinya begitu , kak Rey bilang ingat lo dek jangan berani-berani buka laci ini lagi.isinya berharga banget buat kakak. " jelas khayla.
Raisya kemudian tersadar kembali setelah mengingat obrolannya dengan khayla. namun Raisya makin penasaran dengan isi laci tersebut.
" Rahasia apa yang di sembunyikan Reyhan di dalam sini ya? Apakah barang -barangnya nadin waktu kecil? Ah gak mungkin kalau barangnya nadin seharusnya khayla boleh lihat dong kan saudaranya juga."
"aku yakin pasti semua ini menyangkut kalisha. "Aku harus melihatnya diam-diam selagi Reyhan tidur ". Gumam Raisya.
Raisya mencari kuncinya di dalam lemari, setelah lama mencari akhirnya dia menemukan kuncinya kemudian membukanya .setelah terbuka Raisya kaget melihat isi laci tersebut semua isinya mainan Raisya yang d ambil Reyhan ketika ia bermain dengan Nadin di rumah ini saat mereka kecil dulu.
 " ya Ampun ini kan boneka kesayangan aku dulu,yang di rampas oleh Reyhan. dia selalu bilang boneka aku jelek kemudian di ambil terus di bilang telah telah di buang, dan topi ini,jepit rambut dan mainan-mainan ini ternyata di simpan di sini semua."
__ADS_1
"astaga Reyhan! "
Raisya pun bergumam sendiri setelah melihat semua barang- barangnya sewaktu kecil dulu di simpan oleh Reyhan.
Dulu setiap Raisya bermain d rumah nadin Reyhan selalu mengganggu Raisya, selalu mengambil mainan Raisya bahkan boneka kesayangan Raisya tersebut d rampas dengan paksa oleh Reyhan hingga membuat Raisya menagis tersedu-sedu kemudian nadin membujuknya dengan memberikan bonekanya sebagai gantinya..
Nadin selalu bilang pada Raisya kalau Reyhan itu sebenarnya baik,tapi sikapnya memang agak sedikit keras,namun dia sangat penyayang..
semenjak Reyhan merebut boneka kesayangan Raisya untuk di buangnya Raisya tidak mau lagi main ke rumah Nadin. nadinlah yang datang ke rumah Raisya.sejak saat itu dirinya tidak pernah bertemu Reyhan lagi hingga perjodohan mereka kemarin.
 Ternyata mainan dan barang-barang Raisya tidak di buang bahkan di simpannnya.Raisya penasaran apa alasan Reyhan melakukan semua ini?
 Raisya segera memasukkan kembali semua isi dalam laci tersebut ,ia takut Reyhan memarahinya bila ketahuan.Raisya bisa menanyakan alasan Reyhan suatu hari nanti. Dengan tergesa-gesa ia mengunci laci tersebut namun begitu selesai terkunci ia di kagetkan oleh suara Reyhan.
" apa yang kamu lakukan disitu? Kamu membuka laci itu dan melihat isinya ya?" teriak Reyhan.
" harusnya aku yang bertanya Rey apa alasan kamu menyimpan semua barang-barangku ini?" bukankah kamu bilang kamu telah membuangnya. Tolong berikan alasannya."
" gak seharusnya kamu membuka laci itu,kamu lihat kan laci itu sengaja aku kunci? Harusnya kamu mengerti kalau itu semua privasi aku."
Kenapa kamu bilang telah membuangnya padahal kamu menyimpannya di sini? bukankah dulu kamu sangat membenciku?
" Ya dulu aku sangat membencimu karena kamu lebih suka bermain dengan nadin daripada denganku.padahal aku dan nadin kan kembar tapi kamu selalu bermain dengan nadin tanpa peduli padaku.aku tau kalian sama-sama cewek ,mungkin karena itu kalian berdua bisa dekat. namun, ketika aku mengajak teman laki-lakiku bermain di rumah ini kenapa kamu bisa berteman dengan mereka? Sementara sikapmu padaku sangat cuek."
 Raisya tersenyum mendengar jawaban Reyhan.
" hey semua itu karena kamu suka jahilin aku Rey! Kamu selalu bilang aku jelek mainanku juga jelak,kamu selalu mengejekku." pertama kali kita bertemu saja kamu langsung mengambil sapu tanganku,padahal itu kan hasil rajutan bundaku Rey. bagaimana aku bisa dekat denganmu coba." jelas Raisya.
" sebenarnya dulu Aku melakukan semua itu hanya untuk mencari perhatianmu saja supaya kamu mau dekat denganku seperti kamu dekat dengan nadin. namanya juga anak-anak sudah pasti bersikap kekanak-kanakan."
" dasar kamunya aja yang jahil Rey! Tapi aku nggak menyangka ternyata kamu masih menyimpan barang-barangku ya" cibir Raisya.
__ADS_1
 " sayang kalau di buang,jika aku membuangnya pasti nadin tidak menyukainya kan ?dan sudah pasti dia akan sedih disana. nggak da maksud apa-apa kamu jangan berfikiran macam-macam deh."
"idihhh, bilang aja kalau kamu selalu ingin mengingatku ,makanya kamu menyimpan semua ini kan? Tapi kan Rey orangnya sudah di sini sekarang mending kamu kembalin deh semua barang-barangnya ke yang punya," sindir Raisya.
" Tidak akan! dan jangan berharap kamu bisa mengambilnya dari situ! " tegas Reyhan.
"Rey, kamu kenap......"
tok.....tokkkk...
" den Reyhan,
ini bibi ada temannya yang nyariin den"
tiba-tiba obrolan Reyhan dan Raisya terhenti oleh suara ketukan pintu dari bibi yang biasa bantu-bantu beresin rumah.
ceklek....
Reyhan pun membuka pintu kamar.
" maaf den mengganggu,kata temannya den Reyhan ada urusan yang sangat penting makanya bibi di suruh manggil aden".
 " temannya laki atau perempuan bi?" Tanya Reyhan.
" Perempuan den,ia terlihat sedang hamil" jawab bibi..
Reyhan langsung menebak kalau yang datang pasti kalisha.
" ya sudah suruh dia nunggu bentar d ruang tamu dan siapin minuman ya bi,aku siap-siap dulu bentar. " jawab Reyhan
"baik deen" ucap bibi dan berlalu meninggalkan kamar Reyhan.
__ADS_1
" sepertinya ada masalah yang seirus banget sampai-sampai dia datang ke rumah nyariin kamu. " Sindir Raisya begitu Reyhan kembali ke kamar.
" Ponselku mati,mungkin ada hal yang mendesak,aku akan menemuinya ucap rayhan sambil berlalu ke kamar mandi."