
" maaf bo, Aku gak da masalah apa-apa,Aku hanya memikirkan kondisi Ayah, Aku ingin Ayah bisa berjalan seperti dulu,itu saja "..
" serius hanya itu? gak ada yang lain? "
" benaran, setelah Aku selesai bimbingan,Aku mau bertemu papa dan mama balas Raisya "..
sorot mata Raisya terlihat ragu saat mengatakannya,tetapi gadis itu berusaha mengalihkan pembicaraan..
Raisya bertanya mengenai kegiatan Rafael,
Rafael menceritakan kegiatan- kegiatannya selama menjalani tugas beberapa minggu yang lalu.
bahkan dia mengatakan, minggu depan dia akan bertugas untuk mengawasi menteri sosial yang akan meresmikan sebuah yayasan sosial yang baru saja di buka, tempatnya hanya berkisar satu jam dari kota mereka..
🌻🌻🌻
Malam itu setelah melaksanakan sholat isya,Raisya membuka ponselnya dan melihat ada beberapa chat yang masuk,
tetapi matanya hanya tertuju pada nomor yang tidak dikenalnyaa,karena penasaran Raisya membukanya.
" kamu bisa gak sih gak usah merepotin orang? gak usah manja,kalau besok mau balik ke kos,pergi saja sendiri gak usah minta diantarin,memang nya Aku gak da kegiatan?
kerjaanku banyak, jangan buang-buang waktuku untuk mengantarmu,,mengerti??😡😡😡 "..
Raisya sudah bisa menebak ini dari siapa, jempol jari Raisya dengan cepat mengetik huruf pada rhoom chat tersebut,siapa lagi kalau bukan dari Reyhan..
Raisya menarik nafas dan mengeluarkannya dengan kasar kemudian, dia membalas chat itu hanya dengan satu kalimat saja,
" kamu sudah gak waras ya "
kemudian setelah chatnya terkirim Raisya menambahkan nomor Reyhan ke daftar kontaknya kemudian dia menyimpannya dengan nama:
"Mulut Cabe"
" benar-benar gak di sekolahin tu mulutnya,siapa juga yang minta di anterin sama dia? dia tau darimana lagi,kalau aku besok mau balik ke kos? ciih,siapa juga yang mau di antar sama orang yang bermulut cabe seperti dia...."
" Dasarrr cowok angkuuhhh! Raisya pun menghentakkan kakinyaa,kemudian jari Raisya membentuk tinju dan memukul foto profil Rayhan,tanpa sengaja foto Profilnya terbuka, Raisya melihat foto Reyhan yang sedang bergandengan dengan seorang cewek cantik..
" jadi ini pacarnya? cantik sih tapi kok bisa betah ya sama si mulut cabe itu, apa ceweknya gak kepedasaan tu? "
ujar Raisyaa..
semoga kami tidak jadi berjodoh,iiii menyeramkan kalau sampai dia menjadi suamiku..."
setelah 10 menit kemudian Reyhan membalas chat Raisya,
"mulut Cabe" :
" maksud kamu apa, ngatain Aku gak waras? jangan bilang kamu gak tahu mengenai ini semua? gak usah akting,sekarang bilang sama papaku kalau kamu gak mau Aku anterin besok.."
Langkah Kaki memburu dari Raisya menyusuri anak tangga menuju kamar orang tuanya,dengan pelan Raisya mengetuk pintu kamar,kemudian mendapat sahutan dari dalam kamar..
Bunda membuka pintu dengan mengenakan mukena,karena bunda juga baru selesai menunaikan sholat..
" Ada apa kak "?
" Bun,ada yang mau Kakak Tanyakan "
__ADS_1
Bunda mengajak Raisya berbicara di ruang keluarga,karena takut pembicaraan mereka mengganggu ayah yang lagi beristirahat di kamar..
" Bun kenapa Reyhan bisa tahu kalau kakak besok mau balik? terus kenapa dia bilang Om wijaya nyuruh dia anterin Kakak? "
" Kak barusan habis magrib Ayah nelfon om wijaya dan bilang kalau kakak besok mau balik ke kampus karena ada bimbingan..
mungkin om wijaya yang ngasih tahu Reyhan.
lagian apa salahnya sih, Reyhan anterin kakak,kan lebih bagus,lebih Aman dari pada kakak naik kereta sendirian..
" Tapi kan bun... "
" nurut sama orang tua ya kak ".
kan kamu sudah berjanji akan dekat sama Reyhan.
Ya sudah ,tepatin janji ya sayang,ujar bunda.."
" bunda ke kamar dulu ya,pengen istirahat "
jemari bunda mengusap puncak kepala Raisya sambil berlalu..
Di kamar Raisya gelisah,memikirkan bagaimana caranya agar Om wijaya tidak menyuruh Reyhan mengantarnya besok..
marah dan benci akan situasi ini membuat Raisya tidak bisa memejamkan matanyaa, sementara chat dari Reyhan belum di balasnya Hingga larut malam,karena dia tidak tau mau balas apa..
satu- satunya cara ialah hanya dengan menghubungi om Wijaya agar membatalkan rencananya,tapi bagaimana kalau om Wijaya bilang sama Ayah dan bunda nantinya.
Hari masih gelap,hawa yang begitu dingin menyelimuti tubuh,membuat orang malas untuk bangun dari tidurnya.Ditambah lagi saat ini musim hujan,hawa menjadi lebih dingin.Pagi masih buta matahari belum mengeluarkan senyumanny,manusia belum ada yang bekerja.
Namun pagi yang begitu dingin ini tidak membekukan semangat Raisya, Dia sudah mempersiapkan diri untuk berangkat ke kota tempatnya menimba ilmu tersebut .sejak dini hari tadi Raisya telah mempersiapkan semua yang harus dibawa,termasuk Laptop dan perlengkapan lainnya.
Sementara Bunda Juga sudah mempersiapkan sarapan untuk Suami dan anak-anak tercinta,keluarga ini Nampak begitu Harmonis dan bahagia,terdengar dari percakapan yang tampak hangat.
" Ya, bun, ini ayah masih sibuk memperbaiki file yang diminta sama Wijaya kemarin,nantinya mau dibawa sama Nak Reyhan " kata Ayah sambil mengedit data di laptop.
Kemudian tak lama muncul Syifa, adek bungsu Raisya,mukanya masih terlihat kusut,terlihat jelas masih baru bangun pagi.
" Adek sholat subuh dulu sana ,masa anak perempuan bangunnya kesiangan! " perintah bunda Hani.
" bentar bun masih dingin ni,lagian kan masih setengah lima " kata Syifa sambil mengusap-usap matanya biar melek.
tak lama setelahnya Ayah meminum kopinya Raisya pun turun,dan menghampiri bunda yang lagi di dapur..
" Kak, tumben pagi gini udah Rapi?" bukannya berangkat jam 8 ya? "
"ya bun kakak mau kerumah Resi sebentar "
mau ketemu Resi dulu sebelum berangkat,maaf ya bun kakak ga bantuin bunda nyiapin sarapan. "
" ya,gak perlu kak bentar lagi nasi gorengnya juga Jadi ",sarapan dulu yaa sebelum ke rumah Resi! " perintah bunda.
" ya,bun " .
Raisya beranjak ke meja makan dan menyapa Ayah yang lagi asik menikmati kopinya..
"Pagi yah, semalam tidur Ayah nyenyak? " Tanya Raisya..
" Pagi sayang, Alhamdulillah Ayah masih bisa tidur nyenyak dan sekarang Ayah merasa tubuh ayah sangat fit."
" syukur lah yah,semoga Allah mengangkat penyakit Ayah agar ayah bisa kembali berjalan seperti dulu lagi ".
__ADS_1
" Aamiin " ucap semua orang termasuk Rizki yang baru saja keluar dari kamarnyaa..
" Kok udah Rapi kak? mau berangkat sekarang? " Tanya Rizki
" Jam 8 dek,Kakak mau ketemu Resi bentar di rumahnya." jawab Raisya.
Rizki yang telah siap dengan pakaian olah raga,serta terdapat handuk kecil di lehernya, bergegas meninggalkan semuanya untuk pergi jogging setelah dia berpamitan..
sementara Raisya dan yang lainnya menyantap nasi goreng buatan bunda..
"Kak Nanti tolong berikan ini kepada Nak Reyhan ya " ucap Ayah sambil mengulurkan sebuah flash kepada Raisya..
Raisya menerimanya dengan Ragu- Ragu.
Di rumah Resi,Raisya menghubungi Om Wijaya, dan om Wijaya langsung menjawab ponselnya..
" Assalamualaikum Om, " ucap Raisya
" wa'alaikumussalam ,Ada apa nak? "
"begini Om, tadi Raisya Berkali-kali menghubungi Reyhan,tapi Ponsel Reyhan gak aktif.." Ucap Raisya mencoba membuat Alasan
"Oo Mau bicara Sama Reyhan? " tanya Om wijaya..
" ga...aa..kkk usah om,tolong sampaikan saja ma rehan, " kalau sebaiknya Aku berangkat menggunakan kereta saja om, gak usah dianterin ma Reyhan,dia kan sibuk om.
lagian aku juga udah janji pergi ma teman ,dia ada urusan di sana selama beberapa hari " jelas Raisya mencoba mencari Alasan..
"Ya gak apa Raisya,Temannya ikut aja sekalian,ntar Om yang bilang ma Reyhan,dia pasti tidak keberatan. " Jelas Om Wijaya..
"kenapa jadi begini sih ?" Harusnya Om wijaya batalin saja tadi " Batin Raisya.
" Eee ya udah Om ,maaf ya om ngerepotin..
"gak da yang merasa Repot Raisya, Reyhan juga gak da kegiatan Hari ini.. "
" Assalamualaikum om"
" waalaikumssalam "
🌻🌻🌻
Akhirnya disinilah Raisya sekarang,duduk di Mobil Reyhan, di samping si pengemudi Yaitu Reyhan sendiri,tanpa Om Heri sopir keluarganya..
Orang tuanya sengaja menyuruh Reyhan menyetir mobil sendiri agar bisa lebih dekat dengan Raisya di mobil..
sangat kelihatan dari wajah keduanya kalau mereka tidak saling menginginkan untuk bepergian bersama..
Begitu tadi Om Wijaya menyuruh Reyhan bersiap- siap untuk ke Rumah Raisya dan memberitahu kalau temannya Raisya juga ikut bersama mereka, Reyhan makin marah dan membenci Raisya,karena Reyhan beranggapan kalau Raisya seenaknya sendiri,Seolah- olah Reyhan sopir pribadinya di tambah lagi dia juga bawa-bawa teman.
Namun, ternyata sekarang Raisya hanya berangkat sendiri bersamanya,Reyhan tidak peduli kenapa temannya itu tidak jadi ikut,bicara saja dia enggan kepada Raisya..
keadaan di dalam mobil begitu hening tidak ada yang berbicara diantara mereka, yang satu fokus menggerakkan stirnya,sedangkan yang satunya lagi menghadap kaca mobil,sambil melihat sekitar jalan.
Reyhan menyetel lagu kesukaannya sambil sesekali menyanyikannya,kemudian Reyhan menambah volumenya,sehingga keadaan di dalam mobil menjadi bising, Raisya pun terganggu karenanya..dia lalu mematikan musiknya.
melihat itu ,Reyhan langsung memarahi Raisya
" Beraninya kamu matiin! ini mobilku kalau kamu gak suka lebih baik kamu turun sekarang, "ucap reyhan.
" bisa gak kamu kecilin volumenya,telingaku sakit mendengarnya ."balas Raisya
__ADS_1
"Suka- suka Aku dong," ujar Reyhan sambil menghidupkan musiknya kembali.