
🌻🌻🌻
...Ketika Malam tiba sunyi mulai terasa,Raisya duduk di depan teras rumah, hanya suara hening yang menemani dengan rumput dan daun yang bergoyang di hembus oleh angin yang sepoi-sepoi. Terasa nikmat dengan secangkir teh hangat yang mungkin dapat menghangatkan tubuh....
...Dinginnya udara malam terasa menusuk hingga ke tulang,udara malam yang tak dapat di ungkapkan bagaimana rasa nya membuat tubunya menggigil.Raisya menatap ke atas langit yang sangat indah, terang nya bulan malam ini dengan hadir nya bintang yang tak terhitung banyak nya berkelap-kelip di langit yang luas. Hanya udara dingin malam ini yang mungkin dapat menenangkan sedikit pikirannya dan menemani hening di sekitarnya malam ini....
Penghuni rumah yang lainnya saat ini sudah terlelap,Namun, sedari tadi Raisya sama sekali tidak bisa memejamkan matanya sehingga dia memutuskan untuk mencari angin dan pergi ke teras. Raisya terus memikirkan keputusan yang telah di sepakati oleh Ayah dan om Wijaya ketika pertemuan makan malam di rumah Reyhan tadi.
Om wijaya mengundang keluarga Raisya ke rumahnya untuk makan malam bersama,tetapi ternyata makan malam itu hanya acara pembuka saja, inti dari pertemuan itu adalah membahas pernikahan Raisya dan Reyhan.
" Reyhan sekarang kamu harus yakin untuk menikahi Raisya ! Karena kamu tahu sendiri, kalau setelah ini papa dan mama akan menetap di Bandung." ucap Om wijaya.
" Bagaimana bisa secepat ini Pa! bukannya kami harus lebih mengenal lebih dekat lagi? kan perjanjian awalnya begitu! " tegas Reyhan.
" Iya,tetapi kan kamu tahu nenek mu sekarang sakit- sakitan di bandung dan beliau hanya ingin melihatmu menikah secepatnya! apa salahnya kamu menuruti permintaan nenek. lagian Raisya anak yang baik,kamu tidak akan menyesal untuk menikahinya! " ucap om Wijaya.
" Benar nak Reyhan om juga berpikir demikian, sebaiknya kalian menikah secepatnya! Raisya juga sudah menyelesaikan kuliahnya,lagian akhir-akhir ini kalian sudah sering pergi jalan berdua,om rasa kalian sudah lebih dari cukup buat mengenal satu sama lain! " ucap ayah.
" Yah " ! sentak Raisya.
"kakak mau kerja dulu! belum mau menikah! tegas Raisya.
" kamu bisa bekerja setelah menikah!" balas ayah.
" benar Raisya,nanti kan kamu bisa tante masukin kerja di rumah sakit teman tante,katanya di sana mereka butuh banyak perawat". ucap mama Reyhan
" kak nurut ja dulu ya sayang! " bunda juga ikut menimpali.
tangannya menepuk-nepuk bahu Raisya berusaha untuk membujuknya.
" Pa, setidak nya beri Reyhan waktu jangan secepat ini! papa dan mama ke bandung saja dulu jangan bahas pernikahan sekarang! " tegas Reyhan.
" apa kamu tidak mau nurutin permintaan nenek? sekarang ini nenekmu hanya ingin melihatmu menikah, dan kamu sudah tahu pastinya kalau papa dan mama hanya ingin kamu menikah dengan Raisya! " tegas papanya Reyhan.
inti dari perdebatan tadi ujung-ujungnya pasti di menangkan oleh golongan tua.
Raisya menekan pelipisnya dengan jari jempol dan telunjuk. dia tidak bisa membayangkan untuk menikah dan hidup bersama Reyhan.
Raisya tahu kenapa ayah segera menginginkan agar dia menikah dengan Reyhan, itu semua karena Rafael bersikeras untuk melamar Raisya.berulang kali Rafael datang ke rumah Raisya untuk mencoba meyakinkan Ayah,bahkan Rafael berjanji akan mengajak orang taunya datang melamar Raisya.
tetapi ayah tidak pernah luluh dengan permintaan Rafael,terkadang Raisya heran kenapa ayahnya sangat yakin kalau Reyhan memang orang yang tepat untuknya.
bahkan,saat Raisya selesai di wisuda ayah melarang Rafael datang ke rumah untuk memberikan selamat pada Raisya.padahal Rafael baru bisa menemui Raisya pada malam harinya.karena pada saat acara wisuda berlangsung dia lagi bertugas.
__ADS_1
" kalau dia mau mengucapkan selamat gak harus datang ke rumah,bisa lewat telfon ataupun kirim pesan! " begitulah perkataan ayah saat itu.
Udara makin dingin,Raisya beranjak meninggalkan teras.
saat ini dia hanya bisa pasrah dan menyerahkan segalanya kepada yang memberinya kehidupan.kalau memang Reyhan jodohnya dia akan menjalaninya dengan ikhlas.
🌻🌻🌻
Tanggal pernikahan Reyhan dan Raisya telah ditentukan , orang tua mereka sengaja tidak mengadakan pertunangan terlebih dahulu,agar keduanya cepat menikah.
waktunya hanya tinggal sebulan lagi dari sekarang.Bunda dan mamanya Reyhan sibuk mengurus segalanya.
kabar pernikahan Raisya telah sampai pada telinga Rafael.
Rafael mengajak Raisya untuk bertemu dengannya,Raisya tidak memberitahu orang tuanya kalau dia akan keluar untuk menemui Rafael, Raisya beralasan hanya pergi ke rumah Ika.
Raisya menunggu Rafael di rumah Ika,setelah Rafael datang mereka lalu pergi menggunakan motor Rafael.
Rafael mengajak Raisya duduk di tepi danau yang sepi pengunjungnya,karena hari ini bukan weekend, jadi orang tidak banyak yang datang ke danau.
biasanya kalau lagi weekend dan hari libur lainnya danau itu banyak di kunjungi oleh wisatawan terutama bagi yang ingin piknik bersama keluarganya.karena di sekitar danau cuacanya sangat sejuk,udaranya cukup segar,banyak pepohonan di sekeliling danau bahkan di samping danau tersebut terdapat arena bermain anak.
Rafael dan Raisya duduk di bawah pohon yang ada bangkunya.
" untuk terakhir kalinya aku bertanya apakah kamu yakin untuk menikah dengan Pria sombong itu? " Rafael mengawali pembicaraan mereka.
" kita bisa meninggalkan kota ini, kita menikah dan menetap di kota lain untuk beberapa waktu! setelah beberapa tahun kita akan kembali lagi dan meminta restu pada orang tua.aku yakin setelah kita menikah ayah akan merestui hubungan kita!"
" bukannya kita sudah sering bahas ini Bo? aku gak mau mengecewakan orang tua ku,apalagi sampai buat mereka malu. apa kamu yakin kalau kita kabur begitu,keadaan ayahku akan baik- baik saja? apa kamu tidak memikirkan profesimu? kamu akan di berhentiin jadi polisi kalau begitu caranya! " tegas Raisya.
" aku gak peduli By ! aku bisa cari kerja yang lain.yang terpenting aku bisa bersamamu." balas Rafael.
" Jang__
" hey cewek gatel ngapain kamu disini bersama calon suamiku? sudah jelas kamu mau menikah, masih juga dekat-dekat Rafael, orang tuamu sudah menolak Rafael! dan kamu juga sudah menerima perjodohan itu kan? "
belum selesai Raisya menyelesaikan kalimatnya,tiba-tiba datang seorang cewek melabrak dan mendorongnya.
untung saja Rafael dengan sigap menahan Raisya sehingga Raisya tidak sampai terjatuh ke tanah.
Raisya dan Rafael berdiri dari bangku yang mereka duduki,Raisya lalu memperhatikan cewek yang baru saja memakinya .
cewek cantik,modis yang memakai kaca mata itu membuka kaca matanya.
__ADS_1
" Meri" ucap Raisya.
"ya ini aku, kenapa?"
" kamu kaget ada aku disini?" sentak meri.
" kamu apa-apaan sih mer? kamu ngikutin aku ya dari tadi? " bentak Rafael.
" kalau ya memang kenapa? hubungan kalian sudah berakhir! dia sudah memutuskan untuk menikah dengan pilihan orang tuanya,ngapain kamu masih ngarepin dia! padahal tadinya orang tuamu sudah mau menerima dia sebagai calon istrimu,aku pun berusaha merelakanmu untuknya , sehingga aku menjauh darimu!
tapi sekarang,kamu lihat kan cinta yang kamu bangga-banggakan itu? dia meninggalkanmu dan lebih memilih pria lain.."
" cukup! jangan pernah kamu mencampuri urusanku dengan Raisya, tolong tinggalkan kami berdua! dan jangan pernah lagi kamu memaki atau mencoba berbuat kasar padanya.karena kalau sampai itu terjadi lagi aku tidak akan pernah memaafkanmu! " tegas Rafael
" kamu gak usah membela cewek ini sampai segitunya Rafael! dia itu calon istri orang,dan aku calon istrimu sekarang! tegas Meri.
wajah Rafael dan Raisya mengernyit mendengar perkataan meri..
Rafael geram melihat tingkah meri dia menatap meri dengan sinis.
" maksud kamu apa? calon istri dari mana? sampai kapanpun aku tidak akan pernah mau menikah denganmu! Bentak Rafael.
" oh ya? terus kenapa tadi malam Mama dan papa kamu bilang kalau mereka ingin melamar aku sebagai istrimu,dan menceritakan semuanya mengenai dia kalau ternyata cewek ini telah di jodohkan dengan pria lain dan dia meninggalkanmu begitu saja,sehingga orang tuamu sudah sangat yakin kalau memang aku adalah jodoh yang terbaik untukmu. orang tua kita akan segera mengurus pernikahan kita! " jelas meri.
" orang tua ku tidak bisa memutuskan begitu saja tanpa berbicara atau meminta persetujuan dariku terlebih dahulu, dan aku berhak menolaknya! untuk itu silahkan kamu pergi dari sini sekarang! bentak Rafael.
" baiklah aku akan pergi Rafael! tapi kamu harus ingat dia telah mencampakkanmu begitu saja, akulah yang selalu setia menunggumu, buka matamu! " teriak Meri.
Namun,sebelum meri pergi dia mendekati Raisya kemudian mengarahkan jari telunjuknya ke Raisya.
" Dan untuk kamu jangan jadi orang ketiga antara aku dan Rafael lagi. kalian sudah berakhir!
lepaskanlah dia untuk selamanya! urus saja masa depanmu dengan calon suamimu itu! kamu tahu kan kalau aku sangat menyayangi Rafael. jadi, tolong biarkan aku memilikinya sekarang! " jelas meri.
sebelum Raisya menjawab perkataannya dia pun segera pergi meninggalkan Raisya dan Rafael.
" sudah jangan dengarin apa yang dikatakannya! kamu tahu kan bagaimana dia? " ucap Rafael.
" tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan Bo! meri benar hubungan kita telah berakhir! sebaiknya kamu turuti juga kemauan orang tuamu, terima saja meri! dari dulu sampai sekarang cintanya gak pernah berubah untukmu". tangis Raisya pecah saat mengatakan itu pada Rafael.
" Aku gak mau meri,ataupun cewek lainnya! yang aku mau hanyalah Raisya Adilla pratama " tegas Rafael.
" maafkan aku sekali lagi, aku tidak bisa Raf! aku mau menikah dengan Restu orang tua. Ucap Raisya sesenggukan.
__ADS_1
Raisya berlari meninggalkan Rafael sendirian di tepi danau,kemudian Rafael berusaha mengejarnya tetapi setelah sampai di persimpangan jalan Raisya melihat ada taxi,kemudian dia menaikinya.sehingga Rafael tidak dapat mengejarnya lagi.
" Rafael kembali lagi ke pinggir danau untuk mengambil motornya,tetapi setelah melihat keadan sekitar cukup sepi dia pun berteriak sekencang-kencangnya, melepaskan semua yang ada di hatinya.