
Belakangan ini,Amy terlihat menghindari ketiga sahabatnya,Raisya telah berusaha menjelaskan kepada Amy kalau dia dan Rifky hanya berteman saja .
Raisya juga berjanji akan mendekatkan Amy dan Rifky.
Namun, Amy masih saja menghindari Raisya.
Siang itu,cuaca sangat mendung,langit pun mulai menurunkan rintik-rintik hujan ke bumi,membasahi semuanya,hanya terdengar bunyi suara daun dan ranting yang saling bergesekan karena tertiup angin.
suasana di dalam kelas Raisya hening saat itu,terlihat jelas kalau siswa- siswa itu kelelahan dan ingin pulang secepatnya.
sementara gurunya masih bersemangat mengajar di depan kelas,banyak siswa yang mengantuk, di tambah lagi dengan cuaca yang mendukung,membuat mata beberapa siswa ketiduran di atas mejanya.
Akhirnya bel yang di tunggu-tunggu berbunyi juga,semua siswa berhamburan keluar kelas,begitu juga dengan gurunya.
Namun Raisya terlihat enggan keluar dari kelasnya,Raisya mengingat lagi kejadian di kantin tadi, di depan semua sahabatnya Rifky mengajak dia jalan ke kafe sore nanti.
Raisya tersadar dari lamunannya karena kedatangan Resi dan Ika,mereka mengajaknya untuk pulang.
dengan langkah lambat Raisya meninggalkan ruang kelas,Raisya menanyakan keberadaan Amy kepada mereka.
"tadi ketika aku mengajak amy pulang dia bilang masih mau menyelesaikan kerja kelompok di sekolah," ucap ika.
" sepertinya Amy tahu deh kalau Rifky ngajak kamu jalan.
tadi dia sempat nanya kalau kita mau ikut kamu ke kafe atau gak?" ucap resi.
"sepertinya dia menghindari kita lagi deh Sya," Ujar Ika.
" kenapa Rifky ngajak jalan kamu ya Sya? "
resi terlihat memikirkan sesuatu.
"apa jangan-jangan dia mau nembak kamu Sya!" ucapnya lagi.
" gak tahu juga,tadi kan kalian lihat sendiri aku sudah menolaknya,dengan beralasan kalau hari ini kita akan jalan bertiga.
"iya, makanyaa dia juga mengajakku dan Resi agar kita semua bisa jalan bareng.salah kasih alasan kamu Sya ".
" apa kita ajak Amy saja ya,biar dia gak salah faham lagi." ucap Raisya.
"menurutmu dia mau ikut gitu?" ucap Ika dengan memutar bola matanya."
"biar aku yang bicara balas Raisa."
sesampainya di ruangan kelas Amy.
Raisya mendekati Amy yang lagi membaca buku pelajarannya.
"Amy ada yang mau kita bicarakan denganmu,bisa kita berbicara sebentar?".
"bicara disini saja! Aku bentar lagi belajar kelompok" jelasnya.
"tapi amy, gak mungkin membahas masalah ini di depan semua orang ."
ucap Raisya dengan wajah memelas.
__ADS_1
Amy pun berjalan keluar,diikuti Raisya,Ika dan Resi.
"Amy kamu kenapa sih, menghindari kita ? Raisya bertanya sambil memperhatikan Raut wajah Amy."
"aku tidak menghindar kok,lagian kenapa kalian masih disini,bukannya Rifky mengajak kamu jalan ya?"
"justru itu kami kesini mau mengajak kamu ikut.
biar kamu dan rifky juga bisa lebih dekat."
"Apa kamu mau menyuruh aku menonton Adegan Rifky menyatakan cinta kepadamu?" lagian ngapain juga aku ikut, aku gak mau jadi obat nyamuk! " satu lagi aku gak sudi punya sahabat,yang nusuk dari belakang apalgi makan teman " ,sentak Amy.
semua kaget mendengar pernyataan Amy.
"Amy apa kamu tidak mengenali Aku? kita sahabatan sudah cukup lama.
kenapa kamu bisa berfikiran kalau aku sepicik itu sih?"
Aku tidak akan mau merusak persahabatan kita hanya demi seorang cowok.
Kalaupun Rifky menyukaiku, dan nantinya dia menyatakan perasaannya kepadaku.
Akan ku pastikan kalau aku akan menolaknya. aku tidak mungkin bahagia di atas penderitaan sahabatku,balas Raisya."
"kita akan tunggu kamu di kafe x , dan aku sangat mengharapkan kedatanganmu,"
ucap Raisya. kemudian dia pergi dari sana meninggalkan ketiga sahabatnya itu,Resi mencoba mengejar Raisya tapi di halangi oleh Ika.
" biarkan saja dia sendiri terlebih dahulu! " ucap Ika".
Raisya Berlari menuju gerbang sekolah. Tanpa dia sadari Air matanya mengalir begitu saja, bahkan dia juga tidak menyadari ada orang di depannya,dan dia pun menabrak orang tersebut.
sambil memegangi lengannya yang sakit akibat tabrakan itu.
keduanya langsung menoleh satu sama lain,kemudian dengan kompak mengatakan "kaaaamuuu????? "
"kenapa sih kalau berjalan kamu gak pernah pakai mata?" ucap Rafael.
ternyata orang yang baru saja di tabrak oleh Raisya itu adalah Rafael.
Namun,begitu Rafael ingin mengatai Raisya lagi,dia melihat ada yang aneh pada wajah Raisya.
"kamu menangis? " tanya Rafael.
"bukan urusan kamu, " jawab Raisya.
dia pun mengusap air matanya dan berlalu pergi, dengan cepat Rafael berdiri di depannnya dan menghalangi jalan Raisya.
"bisa juga ya cewek batu seperti kamu menangis " ucap Rafael sambil mencebikkan bibirnya.
"Gak usah kepo jadi orang! bukan urusanmu. " balas Raisya.
"maaf aku bukannya mau ikut campur dalam masalahmu ,tetapi aku hanya ingin bilang kalau ingusmu keluar. "
ucapnya sambil tertawa dengan keras.
__ADS_1
wajah Raisya seketika menjadi merah,karena menahan malu.
Raisya mencoba mencari tissu di dalam tasnya,Namun dia tidak menemukannya.
"makanya kalau mau nangis,lihat-lihat tempat dong," ucapnya sambil mengulurkan tissu kepada Raisya.
tangan Raisya terlihat Ragu untuk mengambilnya,perasaan malu dan gengsi menguasai dirinya. dia enggan menerima pemberian Rafael.
Raisya hanya tertunduk dan diam saja .
"Ayo ambil,apa kamu tidak malu di lihatin orang?" jelasnya lagi.
Dengan berat hati Raisya menerima tissu itu, lalu dia membersihkan wajah dan hidungnya.
"Terima kasih " ucap Raisya sebelum berlalu pergi meninggalkan Rafael.
" ternyata kamu bisa juga mengucapkan terima kasih "
ucap Rafael sambil tersenyum.
kemudian dia terus menatap kepergian Raisya,hingga sudah tak terlihat lagi, barulah Rafael mengambil motornya di tempat parkir.
***
setelah Raisya sampai di rumah,dia beristirahat di kamarnya sambil tiduran di atas kasur miliknya.
dia tersenyum sendiri membayangkan Rafael yang melihat ingusnya tadi.
Raisya pun membenamkan wajahnya ke bantal sambil menggelengkan kepalanya,betapa malunya dia, apalagi kalau sampai harus bertemu Rafael kembali.
pasti Rafael akan menertawakannya habis-habisan.
" ternyata Rafael itu orangnya baik juga,
walaupun terkadang nyebalin sih" batin Raisya.
hari sudah menunjukkan pukul 16.30
Raisya bersiap-siap untuk pergi ke kafe dan berencana menyelesaikan kesalahfahaman ini agar tidak merusak persahabatannya dengan amy.
Raisya pun meminta izin pada bundanya kalau dia mau jalan ke kafe x bersama sahabatnya.
Bunda hani mengizinkan dengan syarat jangan pulang terlalu malam.
Raisya melangkah menuju kamar mandi, tetapi suara ponsel menghentikan langkah nya,dia pun memeriksa chat yang baru saja masuk dan ternyata itu chat dari Rifky.
Rifky mengatakan kalau dia akan berangkat ke kafe jam 5 sore.
setelah Raisya membalas chat Rifky,dia juga melihat ada chat masuk dari nomor yang tidak di kenalnya,dia penasaran dan membuka chat tersebut.
" Hai cewek batu untuk acara pensi kamu dan teman-temanmu dance ya! Latihan dari sekarang biar gak malu-maluin Osis.
" jangan terkejut apalagi sampai menangis setelah membaca chat ini.
nanti ingusnya keluar lagi hahahahahahahahahah ".
__ADS_1
"Rafaeeeelllll........ " teriak Raisyaa,,dengan penuh amarah.
😁😁😁