Love Heartfelt

Love Heartfelt
Episode 12..Ungkapan Cinta Rafael


__ADS_3

Raisya menatap haru sahabatnya.


"jadi kalian menjauh dan bersikap cuek karena ini?"ucapnya Raisya melototkan matanya kepada ketiga sahabatnya,


"awas saja kalian bersikap begini lagi,aku benaran bakalan menjauh",ucapnya kemudian.


ketiga sahabatnya hanya tertawa geli mendengar omelan Raisya.


"sudah ayoo tiup lilin nya!" ucap kak sisil dia mendekatkan kue tart,dengan lilin yang sudah menyala ke arah Raisya.


jangan lupa berdo'a terlebih dulu!" ucap Ika.


"do'a nya gak usah di dalam hati,biar kita semua dengar",ucap Amy dengan senyum yang meggoda Raisya,palingan juga do'a nya minta di kirimkan kekasih yang baik hati", ungkap Amy kembali..


"isss dasar yang ada di otak kamu selalu saja cowok," umpat Raisya.


Raisya segera meniup lilin,Namun baru beberapa tiupan tiba tiba dia di kagetkan dengan suara Aga..


"Aunty berhentii !!!" teriaknya.


maa gendong,dia pun menarik tubuhnya mendekati sisil.


sisil kemudian segera menggendong putranya tersebut.


"Auntyy lupa yaa,kan Aga belum ngucapin selamat pada aunty",ucapnya dengan wajah kesal,bibirnya pun sengaja dibuat berbentuk kerucut,sehingga siapapun yang melihatnya tidak akan tahan karena dia terlalu lucu...


"lagian dari tadi Aga juga di cuekin,semua orang lupa sama Aga,termasuk Aunty,padahal Aga dah capek2 bantuin mama buatkan kue" ucapnya lagi.


"ya Ampunn,maafin Aunty sayang,Raisya pun mencium pipi bulat Aga.


"Aunty tidak lupa sama Aga,makasih ya sayang dah buatin Aunty kue,"Raisya mengelus lembut kepala Aga dan mencium puncak kepalanya..


"ayo bantuin Aunty tiup lilinnya sayang."


Raisya pun berjongkok agar bisa sama tinggi dengan Aga,kemudian Aga segera meronta ingin segera turun dari gendongan Sisil.


setelah selesai meniup lilin serta membagikan kue kepada semuanya,tiba-tiba Aga teringat akan sesuatu hal.


"Aunty sini ada yang Aga ingin katakan,mendekatlah!,ini Rahasia antara kita berdua yang lain gak boleh dengar" ucapnya sambil menatap ke sekelilingnya.


mendengar ucapan Aga semua orang tertawa...

__ADS_1


Raisya pun mendekati Aga kemudian berkata"kenapa Ga,apa yang mau Aga sampaikan sayang?."


Aga berbisik ke telinga Raisya.


"Aunty ada yang mau kasih kejutan lagi sama Aunty" katanya dengan wajah yang berbinar.


"siapa?"tanya Raisya dengan berbisik ke telinga Aga.


"Rahasia,,katanya Aunty di suruh ke taman belakang rumah Aga,dia menunggu di sana".


Aga pun segera berlari meninggalkan Raisya.


Raisya pun menggelengkan kepalanya,dia melihat semua orang,mereka senyum-senyum saja memperhatikan Raisya.


"kalian sudah tahu ya,apa yang di bilang Aga?"tanya Raisya sambil memperhatikan wajah mereka satu persatu.


"kamu ikuti saja kata-kata Aga tadi Sya!",ucap Resi."itu baru kejutan yang sebenarnyaa lo,yang ini hanya kejutan pembuka," ucapnya lagi.


"Apaan sih,palingan juga orang yang ada di taman belakang kak Dika,bisa-bisanya Aga saja tu",ucap Raisya sambil memutar bola matanya.


"cepat pergi saja dulu ke taman belakang,jangan buat orang menunggu!" ucap kak sisil sambil menarik tangan Raisya.


"Amy,Resi,dan Ika pun ikut menarik tangan Raisya ke belakang..


sesampainya di taman belakang,Raisya terkejut melihat seseorang yang di kenalnya dan sesorang itu selama beberapa hari ini berusaha dihindarinya,sosok itu berdiri dengan memegang bunga dan sebuah kotak kecil di tangannya,serta dia juga bersama dengan dua orang temannya yang memegangi kue.


"Raisya memperhatikan sekitar taman,betapa kagetnya dia melihat taman itu sudah di hiasi dengan bunga-bunga yang sangat indah,termasuk dinding rumah pembatas taman,itu juga sudah dihiasi semua ,disitu ada kata-kata yang bertuliskan Happy Birthday gadis cerewet...


setelah membaca tulisan itu,membuat dahi Raisya berkerut dan diapun melototkan matanya, kepada seseorang yang berdiri dihadapannya tersebut.


orang yang berdiri bersama kedua sahabatny yang memegang bunga dan kue itu, mencoba berjalan mendekat ke arah Raisya,dia adalah Rafael,dan juga sahabatnya miko dan Gio.


tetapi belum sempat Rafael mendakat,Raisya dengan segera membalikkan badannya dan hendak pergi dari sana.Namun langkah kakinya segera di hentikan oleh Aga.


"Auntyy mau kemana?kalau Aunty pergi Aga tidak mau bertetemu dengan Aunty lagi,kasian Om Rafael sudah dari tadi menunggu Aunty disini,dia sampai digigit nyamuk,padahal om Rafael hanya ingin memberikan kue sama Aunty,"ucapnya lagi dengan cemberut.


Raisya segera berbalik dan menatap Aga.


maafin Aunty ya sayang,ok Aunty gak jadi pergi ucapnya sambil tersenyum kepada Aga.


semua orang pun ikut tersenyum menyaksikannya.

__ADS_1


Rafael mendekati Raisya kemudian dia berkata.


"selamat Ulang tahun Raisya"!


maaf kalau kamu tidak menyukai aku berada disini tetapi aku harus disini untuk mengatakan sesuatu yang seharusnya dari kemarin-kemarin aku sampaikan kepadamu ucapnya lagi.


"Terima kasih sudah repot-repot memberikan kejutan untukku"! ucap Raisya, dia segera meniup kue ulang tahun yang dipegang miko.


"semoga apapun keinginanmu yang belum terwujud,dapat diwujudkan segera",ucap Rafael sambil menatap mata Raisya.


"Terima kasih kak,"balas Raisya..


dia segera berjalan menjauhi Rafael,Namun Rafael segera menghalangi langkahnya dengan berdiri di hadapan Raisya.


sisil menyuruh Aga agar masuk ke dalam rumah terlebih dahulu,dia tidak mau Aga mendengar dan menyaksikan apa yang akan di katakan Rafael.


Aga pun menuruti sisil dan masuk ke dalam rumah terlebih dahulu.


"Raisya Tunggu sebentar,masih ada yang harus aku katakan kepadamu".


"apa lagi kak?" tanya Raisya.


"Raisya Aku tidak tahu harus mulai dari mana mengatakannya dan juga tidak tahu sejak dari kapan perasaan ini muncul,tapi yang jelas,Aku merasa nyaman bila bersama denganmu,Aku senang begitu melihatmu,dan ingin selalu berada di dekatmu.Aku tahu kamu telah mendengar pembicaraanku dengan Meri,dan juga telah mengetahui perasaanku kepadamu,tapi aku harus mengatakannya langsung kepadamu,mungkin saat ini waktu yang paling tepat,yaitu berketepatan dengan hari ulang tahunmu," ucap Rafael.


selama berbicara matanya hanya memperhatikan mata Raisya,dia mau melihat perasaan Raisya melalui matanya.


"Maukah kamu menjadi seseorang yang spesial dihatiku,yang menerima aku apa adanya,lebih tepatnya maukah kamu menjadi ke kasih ku??"ucap Rafael dengan sedikit bergetar.


Raisya terdiam,dia juga memperhatikan sorot mata Rafael,tidak ada kebohongan di sana.


"ehmmm,ehmmmm,ehmmm,"Resi,Ika ,Amy berusaha menyadarkan Raisya dari diamnya tersebut.


Terima...terimaa..terima ucap mereka semua, termasuk juga kak miko dan Gio.


Raisya tidak tahu harus menjawab apa,mulutnya ingin menolak,tetapi hatinya berkata lain.


"Maafin Aku kak,Aku tidak bisa menerima perasaan kakak,aku tidak mau ada orang yang terluka!."


"kak meri kelihatannya sangat menyukai kakak,aku tidak mau di membuat dia semakin benci kepadaku.


perkataan Raisya,begitu membuat Rafael kecewa,jelas dilihatny dari mata Raisya kalau Raisya juga mempunyai perasaan yang sama terhadap dirinya.

__ADS_1


dengan raut wajah yang kusut,serta pandangan yang berharap,dia mencoba meyakinkan Raisya kembali.


"Raisya apa kamu menolakku hanya karena meri???apa kamu tidak mempunyai perasaan sama sekali terhadapku,"tanya Rafael dengan serius...


__ADS_2