Love Heartfelt

Love Heartfelt
Episode 3.Tanda Tangan


__ADS_3

Sejenak, Raisya terdiam mendengar bujukan dari para sahabatnya. wajah Raisya kini berubah,terlihat ada guratan di keningnya,seperti sedang memikirkan sesuatu.yang jelas dia malas bergerak dari tempat duduknya saat ini.


" Ayoolah Syaa, masa gak mau sih,nanti kita di hukum loh,minta tanda tangan kak Rafael dulu aja , panitia yang lain belakangan."


Amy pun mencoba membujuk Raisya.begitu juga dengan sahabatnya yang lain.


" ya sudah, mari kita coba".


Raisya pun menyetujuinya..


Keempat sahabat itu lalu pergi menemui Rafael. Ketua itu sudah dikelilingi oleh siswa baru,dan sebagian besarnya adalah para siswi. mereka berusaha membujuknya dengan berbagai cara,demi mendapatkan tanda tangan Rafael.


Dengan berani Raisya mendekati Rafael dan menatap tajam ke arahnya kemudian berkata,


" Kak Minta tanda tangan dong !"


Rafael yang mendengar pun langsung menoleh pada Raisyaa, dan menjawab,


" Boleh tapi ada syaratnya,gak segampang itu mendapatkan tanda tanganku ."


" Apa syaratnya kak? " Ika pun melontarkan pertanyaan itu secara tiba-tiba.


Syaratnyaa Kalian bisa bernyanyi atau melawak juga boleh.


Kita gak bisa bernyanyi kak.


dengan cepat Raisya memotong perkataan Rafael.


" Ya sudah kalau begitu, tidak akan ada tanda tangan buat kalian,silahkan tinghu saja hukuman untuk kalian ." jelas Rafael


" Tidak bisakah kakak memberikan Tanda tangan saja tanpa syarat? atau setidaknya beri kami syarat yang mudah saja, " balas Raisya


" itu adalah syarat dariku ,kalau kalian gak mau ya sudah, silahkan pergi dari sini! perintah Rafael.


eeeeh tapi tunggu dulu, Rafael terlihat sedang memikirkan sesuatu.


" kamu bisa melakukan atraksi Yel seperti tadi yang kamu lakukan,itu terlihat sangat lucu dan menghibur.


kalau kamu mau melakukannya, Aku akan memberikan kalian Tanda tangan."


" ciiihh, saya tidak akan melakukannya,


percuma saja dulu kita satu Almamater tetapi kakak gak ada baik-baiknya sama junior. "


ungkap Raisya sambil berbalik dan hendak melangkah pergi.


ketiga temannya tampak berusaha membujuk Raisya agar mau bernyanyi saja.


" heyyyy kamuu tunggu! " tiba-tiba Rafael mendekati Raisya dan berkata


jangan pernah berfikir dengan segampang itu mendapatkan tanda tangan dariku,memang kenapa kalau kalian juniorku dulu,Aku tidak akan membeda-bedakan kalian dengan siswa yang lain."


" kamu bisa melihat kan bagaimana usaha siswa lain untuk mendapatkan tanda tangan dari panitia, mereka hanya menerima saja syarat yang diberikan,tidak ada yang protes seperti kalian.


Mata Raisya langsung melotot, Rona wajahnya berubah merah, Raisya sudah tidak bisa menahan amarahnya.


" kenapa kamu melototi saya,kamu gak Terima?"


" Dari pada memenuhi syarat dari kakak lebih baik saya di hukum, " teriak Raisya sambil berlalu pergi.


" Yaa sudah pergi sana !


tunggu saja hukumanmu ! " teriak Rafael.


Akhirnyaa keempat sahabat itu memutuskan meminta tanda tangan kepada panitia yang lain.


Ada yang memberikan tanda tangan dengan mudah Namun,ada juga yang memberikan syarat.Tapi syaratnya cukup mudah yaitu hanya di suruh tersenyum atau hanya sekedar disuruh mengambilkan minuman .

__ADS_1


Raisya cs melihat beberapa orang dari kakak panitia sedang duduk di bangku taman sekolah mereka. Raisya cs pergi ke sana untuk meminta tanda tangan mereka.


Namun , sebagian besar yang berada di situ adalah panitia cewek, panitia itu pun berniat mengerjai Raisya dan sahabatnya.


salah seorang panitia , matanya terlihat tajam hidungnya begitu mancung, serta memiliki kulit yang putih.dia dapat di kategorikan sebagai cewek yang cantik dan dia bernama Meri.


kemudian Meri berkata kepada Raisya cs.


" kalian harus menyatakan cinta terlebih dahulu kepada salah satu senior cowok disini! baru kita memberikan tanda tangan."


" cewek centil seperti kalian ini senang banget kan kalau di suruh menggoda cowok apalagi disini senior cowoknya, banyak yang ganteng.


tadi pagi kalian terlambat karena kecentilan kan sama cowok di jalanan?


coba saja rayu cowok yang ada disini ,siapa tau ada yang mau ,dari pada kalian gak laku. dasar cewek genit," Sentak Meri.


mendengar ucapan meri,


Raisya tidak bisa menahan diri lagi dia pun membalas ucapan seniornya itu.


" Mulutnya tolong di jaga ya kak! jangan asal berbicara, kata-kata yang keluar mohon disaring terlebih dahulu.


Aku gak menyangka,ternyata wajah kakak tidak secantik Akhlaknya, gak punya Etika.


apa yang kakak bilang tadi mungkin saja itu mencerminkan diri kakak,bukan Kami ".sentak Raisya.


"Apa kamu bilang?"


wanita yang bernama meri itu langsung mendekati Raisyaa.


" Berani kamu yaa, melawan senior. "


senior yang lain berusaha menenangkan Meri


" sudahlah, Mer sabar,ingat


gak boleh main kasar "


Namun,Meri sudah tidak bisa menahan emosi dia pun langsung mendorong Raisya..


" mau kamu apa?sudah merasa hebat kamu disini ! "


" awas kamu yaa, saya akan pastikan kamu mengikuti Mos lagi tahun depan! " Ancam Meri.


" pastikan saja saya tidak takut."


jawab Raisya,


kemudian sahabatnya menarik tangan Raisya agar pergi menjauhi meri.


Namun, meri tiba-tiba menghadang langkah Raisya.


" kamu harus minta maaf dulu sebelum pergi!"teriak meri


dia pun menatap Raisyaa dengan penuh kebencian.


" kenapa juga saya harus minta maaf saya gak merasa berbuat salah ,balas Raisya.


" Apa kamu bilang?kamu tahu kan saya disini siapa dan kamu siapa?" ucap meri.


mendengar keributan itu


banyak orang yang datang mendekati kerumunan,termasuk juga Rafael ,Gio dan miko.


" Ada apa ini ? " Rafael pun mulai bertanya.


" Ada yang bisa menjelaskannya?" ucapnya lagi.

__ADS_1


Meri berusaha memojokkan Raisya.


" Anak sok cantik dan kecentilan ini melawanku,dia tidak mematuhi seniornya,padahal aku hanya mengajukan syarat ketika dia minta tanda tangan."


Rafael pun ikut emosi mendengar penjelasan dari Meri.


menatap sinis kepada Raisya dan berkata


" ternyata kamu memang suka melawan ya, gak mau menghargai Senior sama sekali.


mau kamu apa?"


" apa sebaiknya kamu di suruh pulang sekarang , dan mengikuti Mos nya tahun depan saja.


mungkin begitu lebih baik, dari pada kamu memberontak dan terus melawan senior di sini. "


dengan tegas Raisya membalas perkataan Rafael.


" Aku akan menghargai senior kalau dia berprilaku baik dan sopan layaknya senior yang mengayomi juniornya, atau yang memiliki etika ".


" Jadi maksud kamu, kita senior yang tidak beretika?" bantah Rafael.


" Aku tidak bilang begitu,


tetapi sebaiknya sebelum menghakimi seharusnya kakak bertanya terlebih dahulu kepada kedua belah pihak,dan kepada semua orang yang menyaksikan kejadian ini " Jelas Raisya.


" Sudah cukup Raisya! dari tadi kamu memang suka melawan senior,


kamu juga kan gak mau melakukan syarat dariku.


Ini peringatan terakhir untukmu! kalau sampai ada lagi senior yang protes karena ulahmu ,maka besok kamu tidak usah datang lagi ke sekolah,siap-siap saja untuk mengulang Mos pada


tahun depan. "


dengan lantang Rafael mengatakan itu depan semua orang..


Sebenarnya teman-teman Meri yang berada di situ ingin menjelaskan kejadian sebenarnya,walau bagaimanapun Meri


lah yang memulai semua masalah ini.tapi karena Rafael sudah langsung membuat pernyataan begitu merekapun akhirnya diam saja.


Namun, tidak dengan Amy,Resy dan Ika mereka berusaha membela Raisya dan hendak memberitahu kejadian yang sebenarnya tetapi Raisya mencegahnya, dan langsung mengajak teman-temannya pergi dari situ.


Baru saja mereka akan akan pergi,tapi langkah mereka terhenti kerena mendengar suara Rafael.


"kamu harus minta maaf sama Meri ,atas apa yang kamu ucapkan tadi".


" sampai kapan pun Aku tidak akan pernah minta maaf karena Aku gak bersalah, " balas Raisya.


mendengar ucapan Raisya Rafael pun mulai emosi ,dan dengan cepat Gio dan miko menenangkannya..


" Sudahlah Bro,gak usah di perpanjang kita juga kan gak tahu kejadian sebenarnya seperti apa tadi,"


Miko mencoba mencairkan suasana.


" Betul banget tu Raf,


biarkan saja dia pergi dulu.lagian Meri juga bakalan maafin dia kok .


benar kan mer?" Tanya Gio.


" hiss malas banget gue maafin tu cewek,awas saja dia , sampai kapanpun bakalan gue ingat. " ucap meri dalam hatinya.


" ya udahlah Raf,tidak apa -apa kok.


kalau dia merasa benar,ya mau gimana lagi."


sebelum meri selesai meneruskan kata-katanya.

__ADS_1


Raisya pun pergi meninggalkan mereka semua disusul oleh Resi,Ika dan Amy.


" jijik banget gue mendengar cewek yang gak punya akhlak itu." batin Raisya.


__ADS_2