Love Heartfelt

Love Heartfelt
Bab 17.kejutan yang menyedihkan


__ADS_3

setelah kepergian Rafael untuk melanjutkan pendidikannya,Raisya yang sekarang sudah duduk di kelas XII Belajar dengan keras,dia berusaha semaksimal mungkin agar bisa lulus dengan nilai yang memuaskan,sehingga bisa diterima di universitas yang dinginkannya.


beberapa bulan belakangan ini,Rafael selalu berusaha menghubungi Raisya,walaupun dengan cara sembunyi-sembunyi.


walupun demikian,Raisya merasa sudah cukup senang karena masih bisa berkomunikasi dengan Rafael.Namun semakin kesini Rafael sudah jarang sekali menghubungi Raisya,dia yang biasanya menghubungi Raisya 2 sampai 3 kali seminggu,dan Rafael biasanya selalu menyempatkan untuk mengirim pesan kepada Raisya setiap malamnya,walupun sekedar hanya untuk menanyakan kabar satu sama lain,namun sudah beberapa minggu ini Raisya tidak pernah lagi berkomunikasi dengan Rafael.


awalnya cukup membuat Raisya gelisah dan cemas,karena tidak ada kabar dari Rafael,dia juga sudah mengirimkan pesan dan mencoba menghubungi Rafael,tetepi seperti biasa nomornya tidak aktif,ponsel Rafael aktif apabila dia sendiri yang menghidupkan ponselnya,yaitu ketika dia mau menghubungi orang-orang terdekatnya.


"apa mungkin Rafael sangat sibuk ?


atau dia ketahuan sering menggunakan ponselnya?mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa kepadanya," gumam Raisya.


Raisya hanya bisa berdoa dan selalu berpikiran positif kepada Rafael..


🌸🌸🌸🌸


6 bulan kemudian Raisya pun sudah lulus dari sekolah,dia memperoleh nilai UN (ujian nasional)tertinggi di antara seluruh teman-temannya.


Ayah Arif dan bunda hana sangat terharu atas prestasi Raisya,mereka bertekad akan mendukung kemanapun Raisya ingin kuliah setelah ini.


pada malam perayaan kelulusan sekolah, Raisya,Ika dan Resi datang kesekolah bersama,mereka tidak datang bersama Amy,karena tadi Amy berangkat bersama Rifky.


ya belakangan ini,Raisya berhasil mendekatkan Amy dan Rifky,hingga kini merekapun jadian..


"Amy dimana sih?" tanya Ika begitu kaki mereka baru menginjak ruangan,dia pun mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan.


"biarkan saja dia bersama Rifky dulu ka,gak usah di cari," ucap Resi.


"iya lebih baik kita mengambil minuman dulu,aku haus ni," ucap Raisya yang berjalan ke tempat meja makanan dan minuman yang telah disediakan.


begitu Raisya dan sahabatnya hendak mengambil minuman,tiba-tiba Raisya di kagetkan oleh seseorang dari belakang.


Raisyaaa!!!! ucapnya dengan lantang.


Raisya yang sudah memegang gelas yang berisi orange jus di tangannya langsung berbalik dan dengan reflek menumpahkan minumannya kepada orang yang memanggilnya tadi.


setelah melihat minumannya mengenai kemeja putih orang tersebut dia berusaha mengambil tissu dari dalam tasnya,dan mencoba membersihkan kemeja tersebut..


"maaf aku tidak sengaja," ucap Raisya.


dia pun mendongakkan kepalanya berusaha melihat orang yang sudah membuatnya kaget tersebut..


"ternyata kak miko," ujar Raisya sambil mencibikkan bibirnya.

__ADS_1


"iya ini Aku Raisya, yahhh kotor dehh kemejaku,lirih Miko.


"maaf kak,lagian kakak sih mengejutkan orang sampai segitunya."


"kakak ngapain ada disini? kakak mau perpisahan lagi ya?" tanya Raisya dengan antusias..


Aku tadi pulang kerja lewat depan sekolah,terus aku melihat orang rame-rame di sekolah.


eeeh ternyata ada acara perpisahan, ya sudah sekalian saja aku mampir, apalagi panitia memberikan izin masuk,secara gitu aku kan Alumni di sini juga, jelas Miko.


"kakak sendirian saja?" tanya Ika.


iya niih,memangnya kamu berharap aku sama siapa lagi?" tanya miko kembali.


"yaa biasanya kan kakak kemana-mana selalu bertiga,kalau kak Rafael sudah tidak ada di sini sekarang, biasanya kan selalu bersama kak Gio," ucap Resi yang ikut nimbrung..


"gak mungkinlah kita selalu bareng,kita kan sudah mempunyai kesibukan masing-masing.


Gio sibuk dengan kuliah, dan club basketnya. sementara aku, pagi kuliah dan siangnya aku harus bekerja untuk menambah biaya kuliah,membantu meringankan beban orang tua," lirih Miko.


"kakak hebat ya,bisa kuliah sambil kerja.


yang seperti ini patut ditiru"


begitulah resiko kalau hidup dalam keluarga yang ekonominya pas-pasan,kalau mau berhasil yaa harus begini,jelas miko.


"tapi kami bangga dengan semangat kak miko,mudah-mudahan kuliah kakak berjalan dengan lancar,ucap Ika.


"Aamiin" ucap mereka berempat.


Oh ya,Raisya apa Rafael sudah menemuimu?" tanya miko.


uhuuuk...uhukkk Raisya yang baru saja minum langsung tersedak mendengar pertanyaan miko.


"kak miko bagaimana sih,bukannya kak Rafael masih pendidikan di luar kota.kenapa dia harus menemui Raisya?" ucap Ika dengan sedikit bingung.


"Ya benar kak,sudah beberapa minggu terakhir ini,kak Rafael tidak pernah menghubungiku,kukira dia lagi sibuk tidak punya waktu untuk mengabariku atau bisa jadi ponselnya disita,karena ketahuan,sering menelfon" jelas Raisya.


miko cukup kaget mendengar jawaban dari Raisya.


"bukannya Rafael tadi pagi pulang? dia tadi siang menelfonku dan menyuruhku besok kerumahnya,katanya dia pulang karena ada urusan keluarga yang sangat penting," jelas Miko.


mata Raisya membulat,mendengar penjelasan dari miko.

__ADS_1


"apa dia tidak memberitahumu Sya," tanya Resi yang juga kaget mendengar ucapan miko tadi.


"diaaaa belu....


ucapan Raisya terputus begitu saja, karena mendengar siara riuh dan juga teriakan dari teman perempuan mereka yang berasal dari arah pintu masuk.


mereka berempat pun mengalihkan pandangannya dan melihat sosok yang menjadi pusat perhatian tersebut.


dengan mata berbinar Raisya melihat dua sosok yang tidak asing lagi di matanya,semakin sosok itu berjalan memasuki ruangan, semakin jelaslah wajah itu, wajah yang hampir setahun ini di rundukannya.ingin sekali Raisya berlari ke arahnya,tetapi langkahnya terhenti ketika melihat sosok yang berada di sampingnya.


dua sosok orang itu adalah Rafael dan meri.


"kenapa kak Rafael tiba-tiba datang kesini?apa dia ingin memberimu kejutan Sya?" tanya Ika.


"tapi kalau ingin memberikan kejutan kenapa kak Rafael bersama wanita kurang ajar itu?datang dengan bergandengan tangan lagi," ujar Resi.


"sepertinya ada yang aneh dengan Rafael," ucap miko.


Raisya dari tadi hanya diam saja memperhatikan dua sosok yang membuat kehebohan itu.


dia bingung dengan semua ini.tetapi Raisya masih bersikap tenang, dia berusaha beberapa kali mengedipkan matanya,agar linangan air mata yang tiba-tiba keluar itu tidak jatuh.


bagaimana semua orang tidak heboh,mengingat Rafael berpacaran dengan Raisya tapi malam ini tiba-tiba datang dengan menggandeng Meri.


keduanya kini berjalan melewati Raisya,miko,Ika dan Resi.


Rafael hanya menatap lurus kedepan seolah-olah dia tidak melihat Raisya di sana.


tiba-tiba meri sudah berdiri di depan,dan menyapa semua orang yang hadir,awalnya meri sidikit basa-basi mengucapkan selamat kepada angkatan Raisya.


kemudian dia memberitahu tujuannya dan Rafael hadir malam ini,yaitu untuk mengundang semuanya agar menghadiri acara pertunangannya dengan Rafael besok sore di kediamannya.


Raisya langsung shock mendengar perkataan meri,tubuhnya melemas seketika,dia berusaha memegang kursi yang ada didepannya sekuat mungkin.Resi dan Ika dengan cepat mendekati Raisya,begitu juga dengan Amy yang berlari ke arah Raisya yang baru saja menemukan sahabatnya itu, begitu mengetahui Rafael datang dia dan Rifky sudah mencari keberadaan Raisya.


Resi dan ika menenangkan Raisya dengan mendekapnya, mereka berusaha melepaskan telapak tangan Raisya dari kursi yang di pegangnya, terlihat sekali telapak tangannya sudah memutih karena begitu kuatnya Raisya menggenggam kursi tersebut. Air mata yang dari tadi berusaha ditahan oleh Raisya,kini akhirnya tumpah membasahi wajah mulus itu.


Amy yang baru tiba didekat Raisya juga terlihat menepuk pelan punggung Raisya.


"ini tidak benar", ujar Miko yang merasa iba melihat Raisya.


Miko kemudian mendekati Rafael dan menarik kerah kemeja Rafael.


"apa maksud kamu melakukan semua ini?".

__ADS_1


__ADS_2