
Reyhan mengarahkan jari telunjuknya pada Rafael dan berkata: " Aku harap kamu sadar kalau sekarang mantan pacarmu telah menikah, dan saat ini suaminya ada di hadapanmu! lagian bukannya kamu juga akan bertunangan, jadi hargailah pasanganmu itu! dan sebelum kesabaranku habis tolong kamu tinggalkan rumah ini secepatnya! " bentak Reyhan.
" kalau kamu hanya bisa menyakiti Raisya,sebaiknya kamu melepaskannya, agar ia juga bisa melanjutkan hidupnya dengan berbahagia.
bukannya kamu tidak menginginkan Raisya sebagai istrimu? urus saja kekasihmu yang lagi hamil itu! sangat menjijikkan! bahkan kalian melakukan perbuatan kotor itu agar kalian bisa menikah! " Rafael tersenyum sinis meremehkan Reyhan.
" Rafael ! "
" Brengsek " Raisya dan Reyhan sama-sama membentak Rafael..
" Bug...bug...! "
Reyhan memukul pipi Rafael.
" aku menunggu pukulan dari seorang Polisi" sindir Reyhan sambil menunjuk wajahnya..
Rafael geram mendengar ucapan Reyhan. kemudian, ia pun hendak membalas pukulan Reyhan akan tetapi ia urungkan karena mendengar teriakan Raisya..
" Cukup!"
" aku mohon tolong berhentilah! "
" Maaf ! sebaiknya kamu pulang Raf ! kenapa kamu ikut campur masalah Rumah tanggaku? biar aku yang memutuskan apa yang terbaik untuk hidupku,sebaiknya kamu urus saja hidupmu! " tegas Raisya.
tergambar jelas kekecewaan pada wajah Rafael, sejenak ia menatap wajah Raisya,lalu menatap tajam Reyhan hingga akhirnya ia pergi dari sana..
" seharusnya kamu bisa mengendalikan amarahmu! tidak perlu menggunakan kekerasan! " sentak Raisya pada Reyhan..
" sebagai seorang laki-laki mana mungkin aku diam saja ketika ada seseorang yang mencoba menjatuhkan harga diriku ! "
" Rey, tapi apa yang di katakan Rafael ada benarnya,sebaiknya kamu segera nikahi Kalisha! jangan tunggu sampai perutnya membesar."
" Raisya aku tidak ingin membahas ini sekarang! setelah acara tahlilan selesai kita akan pindah ke apartemenku! "
" Rey, sebaiknya kamu perjelas dulu hubungan kita. selesaikan masalahmu dengan Kalisha!
mari kita bicarakan semua ini dengan Papa dan Mamamu terlebih dahulu! " tegas Raisya.
" mereka sedang marah padaku,justru mereka akan semakin marah jika sekarang aku pulang ke rumah ,terutama Papa! "
" Aku yang akan menemanimu Rey! "
" Raisya sebaiknya kamu jangan membantahku,aku suamimu! "
" Maaf Rey, kamu lupa kenapa kita menikah?dulu kamu yang bilang padaku kalau setelah menikah kita tidak boleh mencampuri urusan pribadi masing-masing. bahkan kamu mengatakan kalau kamu akan terus berhubungan dengan Kalisha. Aku mengizinkan kamu menikahi Kalisha tapi sebelum itu sebaiknya kita Akhiri dulu pernikahan kita ! "
" Plakk "
Raisya memegangi pipinya yang baru saja di tampar oleh bunda,entah sejak kapan bunda hani berada di sana dan mendengarkan pembicaraan mereka.
" Bunda " ucap Raisya pelan sambil meringis memegangi bekas tamparan dari bunda.
sementara Reyhan kaget menyaksikan semua itu..
" bunda nggak menyangka kamu bisa berbicara seperti itu sama suamimu. Apa karena Ayah sudah nggak ada lagi,makanya kamu ingin berpisah dari Reyhan?
__ADS_1
atau apa karena Rafael? " sentak bunda.
" maafin Raisya bun, bukan begitu.Raisya sudah nggak tahu lagi harus bagaimana menjalani pernikahan ini, saat ini prioritas Reyhan adalah Kalisha karena, ia tengah mengandung anaknya Reyhan. " ucap Raisya
" dari mana kamu yakin itu anaknya Reyhan? sebagai istri kamu harus mempercayai suamimu, bukannya membantu Suamimu mencari bukti tapi kamu malah mempercayainya begitu saja. Bunda heran sama kamu,biasanya kamu sangat pintar, sekarang kenapa jadi begini?
kalau Reyhan memang bersalah, ia pasti sudah mengakuinya, buat apa dia berusaha menutupi,toh ia sangat mencintai Kalisha.tapi kan Kamu sudah dengar sendiri kalau Reyhan dengan tegas mengatakan kalau ia tidak pernah melakukannya dengan Kalisha..bahkan sampai kedua orang tuanya marah pun dia tetap tidak mengakuinya " jelas bunda.
Raisya hanya tertinduk diam mendengarkan perkataan bunda Hani,sementara Reyhan mendekati bunda.
" Terima kasih bun, Aku tidak menyangka kalau bunda begitu mempercayaiku, maafin aku karena belum sempat membuktikan pada Almarhum ayah.bahkan, aku sangat merasa bersalah atas apa yang menimpa Almarhum ". ucap Reyhan dengan penuh penyesalan.
" semua yang telah terjadi adalah kehendak takdir nak Rey. sudahlah lupakan semua itu, nak Rey nggak perlu merasa bersalah! tadinya bunda kesini mau mengajak nak Rey makan,karena tadi pagi kamu belum sarapan,bahkan istrimu malah sibuk berbicara dengan laki-laki lain! "
sindir bunda.
" bun...!" Rengek Raisya.
" kali ini bunda kecewa pada kakak! " ucap bunda yang melangkah pergi bersama Reyhan.
Raisya tidak menemani Reyhan makan, ia langsung masuk ke dalam kamar, setelah lima belas menit,barulah ia keluar dari kamar kemudian bergabung di meja makan bersama bunda dan Reyhan..
" Bunda Aku minta maaf, " ucap Raisya.
" Minta maaf lah pada suamimu terlebih dahulu! karena kesalahanmu bukan pada bunda melainkan pada suamimu,ingat setelah menikah Suamimu adalah tiket menuju Syurga! " tegas bunda.
Raisya hanya diam dengan
kepala tertunduk, kemudian ia mendongakkan wajahnya menatap Reyhan dan tampak sedang berpikir..
" Iya, aku sudah memaafkannya,nggak usah di bahas lagi!
oh ya bun,setelah acara tahlilan aku boleh kan mengajak Raisya tinggal di apartemen untuk sementara waktu? " tanya Reyhan.
" ya terserah nak Rey saja, mau bawa Raisya tinggal di mana, yang jelas pintu Rumah ini selalu terbuka untuk kalian kapan pun kalian mau tinggal di sini. " jawab bunda.
" Aku ingin segera menyelesaikan masalahku dengan Kalisha bun. aku harus bisa membuktikan kalau semua itu hanyalah Fitnah, agar papa dan mama percaya lagi padaku. " lirih Reyhan.
" yang sabar ya nak Rey,Allah pasti akan menunjukkan kebenaran.bunda percaya kok sama nak Rey. " hibur Bunda
" terima kasih banyak untuk kepercayaan dan dukungannya bun,bahkan di saat orang tuaku sendiri tidak mempercayaiku tapi ternyata Allah memberikan mertua yang berhati malaikat kepadaku.. " ucap Reyhan.
" kalau pun Almarhum Ayah masih hidup,sepertinya beliau juga akan percaya pada Nak Rey! " lirih bunda..
Air mata bunda dan Raisya kembali membasahi pipi,mengingat Almarhum.
" Aku sangat beruntung mempunyai mertua yang baik,semoga Almarhum Ayah di tempatkan,di tempat yang paling baik di sisi_NYA.."
" Aamiin " ucap semuanya kompak.
sebulan kemudian , Reyhan mengajak Raisya untuk tinggal di sebuah Apartemen miliknya..orang tuanya tidak mengizinkan Reyhan menempati Rumah mereka, walaupun saat ini mereka sudah tinggal di bandung..
sebelum pindah ke bandung, orang tua Reyhan telah memutuskan bahwa, Reyhan harus bisa membuktikan kalau janin yang di kandung Kalisha tersebut bukan anaknya, tetapi sebelum terbukti Reyhan tetap harus bertanggung jawab secara materi kepada Kalisha,agar nantinya tidak menyesal dan makin berdosa jika seandainya terbukti itu anaknya Reyhan..
pada awalnya Papa nya Reyhan tetap mendukung Raisya agar menceraikan Reyhan, tetapi Raisya dan bunda Hani memberikan kepercayaan pada Reyhan untuk membuktikan perkataannya,bahkan bunda Hani sanagat yakin pada Reyhan walaupun tanpa Bukti.
__ADS_1
melihat besannya yang amat mempercayai anaknya,akhirnya luluh juga hati orang tua Reyhan dan mereka pun berusaha mempercayainya.Namun, tetap saja belum sepenuhnya.
Saat ini Raisya telah bekerja sebagai seorang perawat di Rumah sakit temannya mama Reyhan.
sementara Reyhan meminta Angga ke bali untuk mencari bukti di Villanya. ia juga tetap memenuhi tanggung jawabnya pada Kalisha,membelikan kebutuhan asupan Gizi dan nutrisi ibu hamil.
Kalisha sangat bahagia melihat Reyhan peduli dan lebih perhatian kepadanya,bahkan ia selalu mendesak Reyhan agar segera menikahinya karena takut perutnya makin membesar.
Siang ini Raisya tengah bersiap pulang ke apartemen setelah jam dinasnya berakhir,hari ini Raisya mendapat giliran shift pagi. Begitu tiba di parkiran Raisya menemukan ban motornya bocor karena ada paku yang menempel pada ban motornya tersebut..
Raisya selalu memakai motor maticnya ke rumah sakit,dia selalu menolak jika Reyhan ingin mengantarkannya,karena takut merepotkan Reyhan.
terkadang Raisya merasa sedih memikirkan kehidupan Rumah tangganya.sampai saat ini ia belum bisa mencintai Reyhan,begitu juga sebaliknya,di tambah lagi ada Kalisha di antara mereka..
" aduhh,kenapa tadi aku tidak menyadari ban ini bocor ya? bagaimana ini? mana mendung lagi,sepertinya sebentar lagi hujan turun. " gerutu Raisya.
Raisya tetap melajukan pelan motornya menuju bengkel,namun baru beberapa menit berjalan Hujan deras pun turun,hingga Raisya memutuskan untuk berteduh di sebuah warung..
" kalau begini keadaannya aku akan minta tolong Reyhan saja deh,daripada Ribet.." gumam Raisya.
Baru saja Raisya merogoh Ponselnya untuk menelfon Reyhan,tetapi Reyhan sudah menelfonnya lebih dahulu.
" Assalamualaikum Sya! kamu sudah pulang dari rumah sakit?" ucap Reyhan dari seberang sana begitu Raisya menjawab panggilannya.
" Waalaikumussalam, ya aku sudah pulang Rey, tap..
" hari hujan deras Raisya,jangan pulang naik motor! tinggalkan saja motormu di rumah sakit biar aku yang menjemputmu! " potong Reyhan.
" Rey tadi saat aku keluar dari Rumah sakit hujan belum turun,dan ban motorku terkena tusukan paku,jadi aku berniat mencari bengkel yang terdekat dari rumah sakit,tapi baru beberapa menit jalan,hujan sudah turun!" jawab Raisya.
" sekarang posisi kamu di mana? "
" lagi berteduh di warung pinggir jalan. sekitar seratus meter dari rumah sakit, " jawab Raisya.
" ya sudah tunggu aku di sana ! "
" tuuutt..tuuut..tuttt "
Reyhan memutus telfonnya begitu saja.
Reyhan yang masih berada di kantor,kini bergegas menjemput Raisya. dan saat ini Reyhan sudah berada di dalam mobilnya menuju tempat Raisya.. baru beberapa menit melaju tiba-tiba Reyhan melihat ponselnya bergetar..
" drttt...drrtttt...drtttt "
" Kalisha menelfon? ah ,lebih baik aku abaikan panggilannya,nanti aku akan menghubunginya. kasihan Raisya kalau menunggu terlalu lama." gumam Reyhan.
tapi Kalisha terus menelfon Reyhan,hingga akhirnya Reyhan menjawab nya, karena takut terjadi sesuatu pada Kalisha..ia pun berhenti sejenak di pinggir jalan..
" Rey,perutku sakit bangett Rey,tolong aku Rey! Tolong! " teriak Kalisha..
setelah itu ponselnya mati..
Reyhan mencoba menghubungi Kalisha kembali tetapi ponselnya sudah tidak aktif..
Reyhan khawatir dengan keadaan Kalisha,sementara ia sudah berjanji untuk menjemput Raisya..
__ADS_1