
" Sepertinya aku harus ketempat Kalisha dulu, aku takut terjadi sesuatu kepadanya, saat ini dia hanya sendirian di apartemen karena bik diah lagi pulang kampung! " gumam Reyhan.
Reyhan menghubungi Kalisha kembali,tetapi ponselnya sudah tidak aktif,kemudian ia mengabari Raisya,Namun ponsel Raisya juga tidak bisa di hubungi.kemudian Reyhan menghubungi Ranti sekretarisnya agar mengirim seseorang dari kantornya untuk menjemput Raisya..
kemudian Reyhan menginjak pedal gas ke Apartemen Kalisha.
🌻🌻🌻🌻
security yang bertugas di sana sudah mengenal Reyhan dengan baik,sehingga mudah saja bagi Reyhan untuk masuk ke unit apartemen yang di tempati oleh kalisha.
Reyhan berulang kali mengetuk pintu dan memanggil-manggil Kalisha..
Klekk,
terdengar suara pintu yang di buka dari dalam.
" kamu kenapa? perut kamu sakit? " tanya Reyhan dengan Khawatir begitu Kalisha membukakan pintu.
" iya sayang,tadi perut aku sakit banget,tapi setelah minum obat dan vitamin sekarang sudah nggak lagi.aku sengaja tidak mengabarimu lagi,agar kamu tetap datang kesini. aku dan anak kita kangen sama kamu Rey! nanti malam kita dinner ya. " ucap kalisha dengan wajah berharap.
" aku kira terjadi sesuatu yang sangat serius padamu! ternyata kamu baik-baik saja! kamu tahu nggak, Raisya sekarang lagi membutuhkanku.
tetapi karena drama yang kamu lakukan ini ,aku jadi mengabaikan Raisya. tolong kamu mengerti kalau aku adalah pria yang sudah beristri..aku bukan Reyhanmu yang dulu lagi! bentak Reyhan.
" kamu jahat Rey,sejak kapan kamu lebih mempedulikan dia dibandingkan Aku?ingat Rey,kamu terpaksa menikahinya! dia hanya orang ketiga di antara kita! apa kamu lupa kalau saat ini aku tengah mengandung anakmu?
Hikss..Hikss," ucap kalisha sambil menghapus air matanya...
" maaf kalau ucapanku menyinggung perasaanmu! tapi aku harap kamu mengerti kalau saat ini,aku juga harus peduli pada Raisya karena itu merupakan kewajibanku sebagai suami ! tegas Reyhan.
__ADS_1
hanya karena melihat air mata Kalisha,kembali Reyhan melunak padanya.entah karena rasa sayangnya yang terlalu besar terhadap kalisha atau entah karena rasa kasihan, yang jelas di dalam lubuk hatinya ia masih belum bisa mengabaikan Kalisha..
" tapi Rey hatiku sakit setiap kamu membicarakan wanita itu.. aku takut dia merebutmu dari aku.. aku takut kamu akan meninggalkanku dan anak kita nantinya. " lirih Kalisha.
" aku akan menikahimu setelah anak itu lahir,jika memang telah terbukti kalau itu anakku! dan sampai sejauh ini akupun tidak pernah lari dari tanggung jawab. aku sudah sering membahas ini Kalisha! aku muak kalau kamu terus-terusan begini! "
" kamu kira aku nggak capek menghadapi ini semua , bisa-bisanya kamu meragukan anak ini, seolah-olah kamu menganggap aku ini wanita murahan! padahal selama ini hanya kamu yang ada di sisiku! "
" aku merasa tidak pernah melakukannya denganmu! sedikit pun tidak tersimpan di memoriku tentang kejadian malam itu.. sabarlah sedikit lagi,seandainya aku tidak menemukan bukti, kita bisa melakukan tes DNA saat anak itu lahir. dan kalau memang terbukti dia anakku kita akan segera menikah!
walaupun saat ini kamu bersikeras agar aku menikahimu dan seandainya Raisya juga mengizinkannya, aku tetap tidak bisa menikahimu karena dalam agama tidak boleh menikahi wanita yang lagi hamil..!" jelas Reyhan
Reyhan segera mengakhiri perdebatannya dengan Kalisha dan pergi begitu saja..
hujan makin deras,di sertai angin kencang. saat ini yang ada di dalam pikirannya hanyalah Raisya,apakah Raisya sudah tiba di rumah atau masih berada di tempat yang tadi.tiba-tiba Reyhan menepikan mobilnya dan segera menghubungi Ranti sekretarisnya.
Setelah mendengar kabar dari sekretarisnya,Reyhan makin risau karena ternyata Rantilah yang menjemput Raisya. dan saat ia tiba di sana Raisya sudah pergi, menurut info yang di dapat dari pemilik warung Raisya pergi dengan sepasang suami istri dan juga seorang laki-laki yang mengenal Raisya.
Reyhan lega setelah melihat Raisya sudah pulang dengan aman. Raisya mengetahui kedatangan Reyhan namun ia terlihat cuek seolah tidak mengetahui kalau Reyhan sudah pulang.
" hmmhmhm " Reyhan sengaja memancing Raisya agar melihatnya,namun Raisya tidak menghiraukannya,bahkan begitu selesai mencuci piring,ia kemudian berjalan meninggalkan dapur tanpa melihat atau menyapa Reyhan. namun ucapan Reyhan berhasil menghentikan langkahnya.
" Raisya, aku minta maaf, karena tidak datang menjemputmu karena ada masa...
" Kalisha? " potong Raisya.
" iya,saat aku akan menjemputmu tiba-tiba Kalisha menelfon dan minta tolong untuk membawanya ke rumah sakit karena perutnya lagi sakit. " jelas Reyhan
Raisya hanya membalas dengan tersenyum sinis.
__ADS_1
" aku mengerti kalau saat ini kamu kecewa padaku,tapi asal kamu tahu Raisya,aku sudah minta tolong sama sekretarisku untuk menjemputmu sebelum pergi menemui Kalisha, tapi ketika dia sampai di sana kamunya sudah pulang. kamu pulang sama siapa?" tanya Reyhan
" Bukan urusanmu " balas Raisya.
" Aku ini sua... "
ucapan Reyhan terhenti ketika mendengar suara dari ponsel Raisya yang ada di atas meja makan, posisi Reyhan tepat di samping meja makan tersebut, sekilas dia melihat chat masuk dari Rafael,bahkan Reyhan sempat membaca chat tersebut dari layar ponsel Raisya.
Raisya bergegas mengambil ponsel yang hampir saja di lupakannya tadi.kemudian bergegas pergi dari sana karena ingin menghindari Reyhan.
" jadi Rafael yang mengantarkanmu tadi? kamu menghubunginya? " sentak Reyhan
" sudah ku bilang bukan urusanmu! urus saja pacarmu ehh bukan calon istrimu yang lagi hamil itu! " ucap Raisya geram.
" aku ini suamimu! aku berhak tahu kamu pulang bersama siapa! atau jangan-jangan kamu masih sering janjian dan pergi sama dia?"
" aku masih tahu batasanku Rey! kamu tenang saja,aku tidak sama denganmu yang masih terus berhubungan dengan mantan pacarmu itu walaupun kamu sudah menikah!" sindir Raisya.
" kamu nggak usah banyak alasan,bukti chat dari dia sudah ada,aku sudah sempat membacanya tadi.
"aku baru sampai rumah! kamu baik-baik saja kan? aku takut kamu sakit,tadi kamu sangat kedinginan. jangan lupa istirahat ya!"
itu kan isi chat dari mantanmu? masih nggak mau ngaku,apa perlu aku menelfonnya sekarang?" tegas Reyhan
" kamu nggak usah melempar kesalahanmu padaku! teriak Raisya
kamu sadar nggak hampir dua jam aku menunggumu di sana dalam keadaan menyedihkan. hujan deras yang di sertai angin kencang,suara petir yang menyambar di mana-mana di tambah lagi jaringan internet yang tiba-tiba hilang.pemilik warungnya saja sudah berencana akan menutup warung.namun karena ia merasa kasihan melihat aku yang sendirian di sana,akhirnya ia tak jadi menutup warungnya." ungkap Raisya melepaskan kekesalannya.
" sementara itu aku hanya berdiri di depan warung, aku sangat kedinginan dan kelaparan. namun kamu juga belum muncul.
__ADS_1
tiba-tiba ada sebuah mobil berhenti tapat di depan warung. aku melihat Rafael berlari keluar dari mobil itu.ia datang menghampiriku,dan di dalam mobil ternyata juga ada teman beserta istrinya. mereka baru saja pulang dari rumah seniornya yang kebetulan tidak jauh dari situ.
mereka menawarkan untuk mengantarkanku pulang. aku juga sudah mencoba menelfonmu berkali-kali tapi tidak bisa.. aku sudah menduga kamu tidak akan datang! makanya aku putuskan saja untuk pulang bersama mereka. kamu puas sekarang?" tambah Raisya.