Love Heartfelt

Love Heartfelt
episode.6 Hari yang Menyebalkan


__ADS_3

Raisya pov


Tidak terasa sudah hampir 3 bulan Aku bersekolah di madrasah ini,terasa begitu menyenangkan memiliki teman- teman baru,kegiatan yang baru,serta guru-guru yang menyenangkan.


Hari ini setelah jam istirahat berakhir, Aku kembali ke dalam kelas,Rifky datang menghampiriku dan mengatakan bahwa nanti pulang sekolah,ada pertemuan Osis guna membahas acara PENSI yang akan diadakan sekolah sebentar lagi.


sebagai perangkat kelas aku terpaksa bergabung menjadi anggota Osis,awalnya aku tidak tertarik,karena sudah dipastikan akan sering bertemu dengan Rafael, sedangkan Aku sangat tidak menyukai sikapnya.


Namun, karena Amy,Ika dan Resi juga ikut bergabung akhirnya aku tidak bisa menolak lagi.


hari menunjukkann pukul 14.30,semua anggota osis telah berkumpul di Ruangan osis.Aku dan Rifky duduk di bangku paling belakang,karena datang paling akhir.


Amy,resi dan Ika melambaikan tangan kepadaku,mereka duduk paling depan karena begitu pelajaran berakhir,mereka segera pergi ke sini.


Rafael mulai membahas Acara Pensi,dia akan membentuk Panitia.


tetapi Aku malas sekali menyimak perkataannya, pikiranku tidak berada di sini.perutku sudah mulai lapar,Aku memikirkan masakan bunda,dan ingin segera pulang ke rumah untuk makan, Pandanganku hanya mengarah pada lantai kosong saja .


tiba-tiba Aku dikejutkan dengan suara Rifky yang memanggil Namaku..


"Raisyaaaaaaa!"


kamu melamun ya,dari tadi di panggil-panggil diam saja," ucap Rifky.


"ahhh, Aku hanya kelelahan saja ky,ingin cepat pulang ke rumah,perutku sudah lapar" jawabku.


"apa kamu mau aku izinin sama kak Rafael agar bisa pulang duluan dan Aku juga bisa mengantarmu."


"Tidak usah ky, semua anggota hadir disini,gak mungkin juga kita pulang duluan kan, "


jawabku seadanya.


"ini aku punya biskuit kamu makan saja!"


ucap Rifky sambil megulurkan biskuit ke tanganku.


setelah selesai memakan Biskuit secara sembunyi-sembunyi.


Rifky pun mengambil minuman dari dalam tasnya,dan memberikannya kepadaku.


"makasih ky, untuk sementara urusan perut Aman " ucapku sambil terkekeh.


tetapi Rifky hanya diam saja ,aku menoleh kearahnya,


ternyata diam-diam sejak tadi dia hanya menatapku,aku melihat tatapannya ada yang berbeda.


aku merasa, selama ini Rifky memberikan perhatian lebih terhadapku.


tapi entah itu hanya perasaanku saja yang berlebihan menilainya.Aku tidak mengerti.


akhir-akhir ini kami memang cukup dekat tetapi hanya sebatas ketua dan sekretaris kelas, banyak hal yang kami lakukan bersama di kelas.


"Rifky kenapa gak di balas sih perkataanku?


kamu yang gantian melamun ya?"


tiba -tiba dia tersadar dan langsung mengalihkan pandangannya.


"kamu bilang apa tadi? tanya Rifky?"

__ADS_1


"aku bilang terima kasih."


jawabku kembali.


"sama-sama Raisya ucapnya".


"ky, apa kamu gak bosan mendengarkan Kak Rafael?"


aku kembali mengajak Rifky berbicara karena malas mendengarkan Rafael membahas acara pensi ini.


"dengarin saja dulu Sya,sebentar lagi juga selesai" jawabnya sambil berbisik.


tinggal pemilihan Panitia saja kok" ucapnya lagi.


"kalian bisa fokus gak?" suara itu mengejutkan kami, Aku dan Rifky sangat mengenali suara itu, benar saja ternyata kalimat itu memang ditujukan Rafael untuk kami.


dari depan kulihat Rafael menunjuk ke arah kami,wajahnya terlihat sangat marah.


"kalau kalian mau membahas masalah pribadi atau mau berduaan silahkan tinggalkan Ruangan ini!"


semua mata menoleh Kepada ku dan juga Rifky, aku hanya bisa menundukkan kepala,karena merasa malu.


"maaf kak,kita akan lebih fokus lagi" ucap Rifky.


setelah merasa suasana aman kembali , aku melihat semua orang yang ada di dalam ruangan,dan ternyata orang-orang sudah kembali memperhatikan Rafael di depan.


sesekali Rafael melihat ke arahku dan Rifky.


Tatapannya sangat tajam dan sinis.


selain Rafael, masih ada satu orang lagi yang memperhatikanku dengan Rifky dan orang itu adalah Amy.


aku tidak pernah melihat amy menatapku dengan cara seperti ini.


sial ,gara-gara cowok sombong ini ,aku menjadi malu menatap orang-orang."


gumamku.


setelah pembagian panitia acara selesai,


tiba -tiba Mery memberikan usulan.


dia mengatakan kalau anggota Osis harus menampilkan sesuatu untuk mengisi acara pensi. misalnya membuat band,sehingga bisa bernyanyi saat Acara pensi di mulai.


atau bisa juga menampilkan dance,atau yang lainnya.


"Raisya kamu kan dari tadi gak menyimak pertemuan ini,bagaimana kalau kamu saja yang tampil untuk perwakilan osis,"


ucapnya sambil melihat sinis kearahku.


Aku terkejut mendengar perkataannya,seolah- olah dia menyudutkanku saat ini.


"maaf tapi aku gak berminat ,kenapa mesti menunjuk orang lain sih,kalau kakak mau tampil ya sudah tampil saja sendiri,gak usah nunjuk-nunjuk," Jawabku.


"Apa kamu bilang? gak sadar diri banget sih jadi orang. kamu tau gak, dari tadi kamu tu gak fokus sama sakali buat ngikutin pertemuan ini.Jangan mentang-mentang kamu sudah menjadi anggota osis lalu kamu menjadi seenaknya saja." ucap Meri


"Cukup ! kita bahas itu lain kali saja, lagian sudah sore, sebaiknya kita sudahi saja dulu pertemuan kali ini.


besok bisa kita sambung kembali," Ucap Rafael.

__ADS_1


Aku malas berdebat dengan Meri, semenjak kejadian yang lalu,dia sangat membenci diriku.


aku telah mencoba bersikap ramah kepadanya, baik itu ketika bertemu saat di kantin,di perpustakaan ataupun ketika pertemuan osis.


tetapi sepertinya dia sudah mengibarkan bendera perang terhadapku.


semua orang meningalkan ruangan,tetapi Aku dan sahabatku masih berada di dalam.


Amy hanya diam saja tidak bersikap seperti biasanya.


Rifky yang juga belum keluar ruangan, berjalan menghampiri kami.


"kalian kenapa belum pulang? tadi kalau gak salah Ada yang bilang kalau dia sidah kelaparan " Sindir Rifky sambil menatapku.


"ciiiee, ada yang perhatian ni,ucap Ika sambil menyenggol tanganku."


aku pun memberikan kode pada Ika,dengan membuat gerakan mata agar dia sadar kalau ada Amy di sini.


Ika menampar jidatnya sendiri,Resi hanya tersenyum saja.Amy berjalan terlebih dahulu meninggalkan kami.


kami semua mengejarnya ke tempat parkiran,karena tergesa-gesa dan tidak memperhatikan jalan,tiba-tiba kakiku kesandung batu dan tubuhku tidak bisa menahan keseimbangan Aku hampir saja jatuh,tetapi sebuah tangan menahan tanganku dengan sangat kuat.


sehingga aku bisa berdiri kembali,Aku melihat si pemilik tangan tersebut, dan ternyata yang menolongku Si ketua Osis yang menyebalkan itu.


"kalau jalan tu pakai mata,"


ucapnya dengan wajah datar.


Namun, karena Aku terburu-buru ke tempat parkir untuk mengejar Amy,Aku pun lupa berterima kasih kepadanya.


" Cewek batu,kamu tidak bisa mengucapkan Terima kasih ya teriaknya."


Di parkiran terjadi drama lagi ,Rifky mengajakku agar pulang bersamanya.dan hal itu membuat Amy semakin marah,dia pergi sendiri dengan motornya meninggalkan Ika dan kami semua tanpa bicara sepatah kata pun.


"Rifky, kamu pulang duluan saja! kita mau ke mini market dulu sebelum pulang".


Aku pun memberikan Alasan untuk menolak tawarannya itu.


" baiklah Aku duluan ya " ucap Rifky, dia pun berlalu pergi dengan motornya.


" kenapa Amy pulang sendiri ya,tanpa bicara pada kita? dia juga meninggalkan aku,"


ucap Ika.


"sepertinya dia marah sama Aku karena melihat kedekatanku dengan Rifky,


padahal kami hanya berteman,tidak lebih." jelasku.


"di ruangan tadi apa yang terjadi Sya? kenapa ketua osis itu menegur kalian berdua?"


tanya Resi.


"kelihatannya juga tadi amy bete banget deh Sya melihat kamu duduk berdekatan dengan Rifky."


tambah Ika lagi.


Iya makanya, aku juga mau jelasin sama dia kalau tadi tu aku gak bisa fokus karena lapar,dan Rifky memberikan aku Roti pengganjal lapar,


itu aja kok gak seperti yang di bilang Rafael cowok yang menyebalkan itu.

__ADS_1


" mungkin karena Amy sangat menyukai Rafael makanya bersikap dingin begitu kepadamu " Resi pun mencoba menyimpulkan asumsinya sendiri.


" kenapa Hari ini menyebalkan banget sih,mana tadi di permalukan,terus Amy pakai salah faham lagi. "Umpatku di dalam hati.


__ADS_2