Love Heartfelt

Love Heartfelt
20


__ADS_3

 


"kamu boleh sedih,tetapi jangan sampai membenci keluargamu, walaubagaimana pun keluargalah yang menyayangi tanpa syarat dan tempatmu kembali,sesalah apa pun dirimu".


 ~ Raisya~


🌸🌸🌸🌸🌸


kedua bola mata Raisya membulat menatap Rafael,wajahnya bingung banyak sekali pertanyaan yang ada di kepalanyaa..


"gak usah kaget gitu by, aku akan menceritakan semuanyaa.aku tau banyak sekali yang kamu ingin tanyakan,ucap Rafael..


cowok yang berparas tampan itu, dengan wajah datar menatap Raisya,kemudian berkata


"by Aku ngelakuin semua itu hanya untuk orang tuaku , sedikitpun aku tidak berniat untuk menyakitimu,apalagi dengan sengaja meninggalkanmu dan bertunangan dengan Meri".


"tapi harusnya kamu kabarin aku,setidaknya jelasin semuanya jangan menghilang gak ada kabar,terus tiba-tiba muncul eee taunya mau tunangan sama meri,sakit tau gak. setidaknya kalau kamu bilang aku bisa ikhlasin dari awal walaupun mungkin sulit tapi aku akan mencoba ikhlas."


"ya aku memang salah, tapi bisa gak kamu diam dulu?dengarin aku selesai cerita dulu by.


dari kecil orang tua kami sering bilang mau jodohin Aku sama meri,tapi sambil bercanda aja sih,gak pernah buat kesepakatan apapun.mungkin karena papa dan mama sahabatan sama orang tua meri,dan dari kecil kami memang sudah bersahabat,kadang meri di antar ke rumah ,atau kadang aku yg di ajak mama main ke rumah meri,sudah seperti keluarga,bahkan aku dah nganggap meri itu adek.


semenjak kami remaja gak tau kenapa tiap ada cewek yang menyukaiku atau dekat denganku,dia selalu marah-marah kadang sampai kasar ma cewek itu ya cemburu gitu lahh..


dia dah sering sih ngungkapin perasaannya tapi aku selalu menolaknya dan bilang aku dah menganggap dia sebagai adek..


tapi dia gak mau dia tetap menyukaiku katanya perasaanya gak bisa hilang sampai akhirnya dia menangis-nangis sama orang tuanya minta d jodohin ama aku sya,bahkan sampai ngancam mau bunuh diri kalau kami tidak berjodoh..


orang tuanya cerita sama mama dan papa,minta aku di jodohkan sama meri saja.


papa dan mamaku bilang tunggu aku selesai pendidikan dulu..tapi mereka mohon sama orang tuaku agar bertunangan saja dulu yang penting ada ikatan di antara aku dan meri.


ketika papa nelfon dan jelasin semuanya aku langsung menolak,dan Aku jelasin kalau aku sudah menganggap meri sebagai adek. bahkan aku bilang aku sudah mempunyai kekasih dan aku menceritakan kamu by".


Raisya hanya diam saja mendengarkan itu semua.


awalnya papa dan mama gak maksa aku lagi buat bertunangan sama meri,bahkan mereka bilang ketika aku libur mereka minta aku untuk ajak kamu ke rumah buat kenalan sama kamu sya..


beberapa hari setelah itu,aku dapat kabar dari komandan kami yang di sana katanya papa masuk rumah sakit, karena tiba-tiba mengalami serangan janrung dan kritiss, Aku kaget by,aku gak percaya bagaimana bisa papa kan tidak punya riwayat jantung,pola hidupnya juga sehat..setelah mama jelasin katanya papa sakit karena kepikiran meri yang mau bunuh diri karena aku gak mau bertunangan sama dia,papa sudah menganggap meri sebagai anaknya sendiri,papa ikut sedih atas kondisi meri,tetapi aku diminta agar tidak pulang kata mama takut ganggu pendidikanku,padahal aku sudah bersikeras untuk pulang mau melihat keadaan papa,hatiku gak tenang mikirin papa..

__ADS_1


mama juga bilang,papa akan sehat kalau aku mau segera bertunangan dengan meri, jangan sampai aku menyesal kalau aku gak nurutin keinginan papa siapa tau ini untuk yang terkhir kalinya..


Aku takut by aku mikirin itu semua siang dan malam sampai aku tidak konsentrasi untuk belajar dan latihan disana..mama tiap hari nelfon selalu mohon-mohon sama aku buat bertunangan demi papa..Aku gak berani memberi tahu mu by,aku gak mau buat kamu bersedih makanya aku gak pernah menghubungi kamu lagi,tapi percayalah tidak satu hari pun aku lewatkan tanpa mengingatmu,rindu ingin mendengar suaramu tapi aku gak berani memberitahu masalahku padamu by,aku memang pengecut..


akhirnya kuputuskan untuk mengikuti keinginan orang tuaku, dan mama bilang aku harus putus denganmu tidak boleh lagi ada hubungan apapun walupun itu hanya berteman agar papa senang dan bisa sehat lagi,karena kalau meri sampai tahu aku masih berhubungan dengan mu walau dalam hal apapun dia mengancam akan bunuh diri kembali.


aku gak tau ancaman itu hanya akal-akalannya saja, atau memang serius tetapi yang jelas, meri sudah dua kali masuk IGD karena nekat melakukan percobaan bunuh diri.


"sepertinya meri memang cinta mati padamu Bo" itu bukan hanya ancamannya ucap pemilik mata indah itu.."


"by...itu hany.."


kamu gak boleh berasumsi sendiri mengenai meri aku sebagai sesama cewek bisa melihatnya dari cara dia melihat kamu aja aku tau kalau dia tulus cinta sama kamu..


caranya saja yang salah dia seharusnya tidak perlu kasarin cewek yang ada di sekeliling kamu kan,harusnya dia bisa mendapatkan cintamu dengan cara dia sendiri..


"by aku sudah muak dengan meri,semuanya palsu bahkan neri dan keluarganya juga sudah mempengaruhi orang tuaku buat bohongin aku by".


mengenai penyakit papa ternyata itu hanya sandiwara , agar aku mau bertunangan sama meri,aku mengetahuinya di malam kami mau bertunangan,aku mendengar meri berbicara sama mama kalau rencana mereka berhasil, terus mama bilang gak sia-sia pengorbanan meri yang mencoba bunuh diri..


aku marah ,kecewa sama semuanya,terutama keluargaku.


aku tidak ingin pulang , rasa sedih dan kecewa ini membuatku sangat membenci orang tuaku..


"kamu boleh sedih,tetapi jangan sampai membenci keluargamu, walau bagaimana pun keluargalah yang menyayangi tanpa syarat dan tempatmu kembali,sesalah apa pun dirimu".


dan satu lagi walaupun mereka berbohong tetapi mengenai meri yang mencoba bunuh diri itu fakta bo,dia benar-benar mencintaimu..


kalau dia mencintaiku itu masalah perasaannya,aku tidak bisa membalasnya by aku mencintaimu..perasaan ini juga tidak bisa bisa di paksakan..


sekarang pulanglah dulu bo,udah makin larut gak enak juga sama tetangga, kasihan teman-temanmu mereka pasti kedinginan menunggu di depan.


"aku berharap kita seperti dulu lagi syaa,jangan pernah berubah karena masalah ini yaa,dan aku mohon tolong maafin aku".


Raisya hanya diam saja mendengar perkataan Rafael..Rafael pun memasang jaketnya kemudian berpalamitan kepada bundaa tapi ketika sudah melangkah di pintu dia belum merasa tenang sebelum Raisya mau menjawab perkataannya tadi.


"By kamu sudah maafin aku kan? perasaanmu masih sama kan?".


masih ada hari esok untuk membahasnya Bo.

__ADS_1


ucap Raisya sambil tersenyum..


☘️☘️☘️☘️


setelah kejadian itu Hubungan Raisya dan Rafael kembali sepertu dulu,Rafael terus melanjutkan pendidikannya begitu juga dengan Raisya,sekarang dia sudah kuliah di luar kota jauh dari keluarganya,dia mengambil jurusan kesehatan di salah satu universitas ternama .dia sudah terbiasa hidup jauh dari keluarganya sekarang,


memang pada awalnya Raisya sangat canggung apalagi jauh dari bunda karena dari dulu selalu ada bunda yang mengurusi keperluannya..untungnya ada Amy yang kuliah di tempat yang sama dengannya walaupun beda jurusan namun,mereka masih bisa tinggal dan menyewa rumah kos yang sama.


hubungannya dengan Rafael sekarang memang sudah makin membaik tetapi kadang Raisya Ragu apakah hubungan mereka kelak akan disetujui orang tuanya Rafael,sementara mereka jelas-jelas sangat menyayangi meri.namun,Rafael sudah menjelaskan kalau orang tuanya tidak memaksa dia untuk dijodohkan dengan meri lagi,bahkan meri juga sekarang sibuk dengan kuliahnya sehingga pikirannya sedikit teralihkan dari Rafael..


pagi ini seperti biasa Raisya dan Ami bersiap-siap mau pergi ke kampus, mereka sudah memastikan semua pintu terkunci ,di saat Raisya hendak melangkahkan kakinya keluar,tetapi langkahnya terhenti karena mendengar suara ponselnya yang berdering di dalam tasnya..


"siapa sih yang nelfon pagi-pagi begini,gak tau apa orang udah telat,ayo berangkat mi! aku malas mengangkatnya,ujar Raisya".


"angkat dulu sya,siapa tahu penting".


udah kalau memang penting, ntar lagi juga pasti nelfon lagi kan. yukk buruan udah telat nee..


sesampainya di kampus Raisya mematikan ponselnya tanpa melihat panggilan yang ntah sudah beberapa kali menghubunginya tadi..


Hari ini mereka akan ada paraktek di laboratorium,makanya Raisya sangat berkonsentrasi sekali dan tidak mau di ganggu.


saat Raisya praktek di labor,tiba-tiba dari jendela kaca dia melihat Amy yang ngos-ngosan berlari ke arah pintu,Amy minta izin sama dosen pembimbing Raisya untuk berbicara dengan Raisya karena ada masalah yang penting..


merekapun bicara di luar ruangan.


"Raisya kenapa kamu matikan ponselmu,apa kamu gak tau dari tadi bunda sudah berkali-kali menghubungimu?"


"memangnya yang nelfon tadi bunda ya?"


"iya dan kamu tahu bunda bilang apa ke aku? kamu segera di suruh pulang ke rumah sekarang sya,karena ayahmu subuh tadi mengalami kecelakaan,dan dibawa ke rumah sakit,sekarang berada di ruang ICU".


Raisya sock mendengar kabar dari Amy cairan bening itu tiba-tiba keluar begitu saja dari matanya tanpa bisa ditahan..


Raisya merasa seolah -olah tubuhnyaa menjadi lemas tak berdaya,Amy berusaha menenangkan Raisya..


"Sya, ayo kita pulang sekarang aku akan mengurus izinnya dulu sebentar."


Tetapi Raisya segera menghentikan Amy..

__ADS_1


"Amy berhenti!.


__ADS_2