Love Heartfelt

Love Heartfelt
25


__ADS_3

" Rey Aku mau bicara,bisa kamu matiin musiknya bentar gak? "


" Bicara aja,Memangny aku tuli,gak bisa dengar gitu? " ucap reyhan.


" memang sih kamu gak tuli,tapi apakah nyaman kita berbicara dengan iringan music yang begitu kencang dan keras begini? "


jemari Raisya menekan tombol off pada pemutar musik tersebut.


Rahang yang tegas terlihat jelas Reyhan menggertakkan giginya ,kemudian dia menepikan mobilnya..


" Kamu maunya apa?mau turun disini? silahkan dengan senang hati, "ucap Reyhan sambil membuka pintu pada Sentral lock..


" Ok Reyhan,memang susah bicara baik-baik sama kamu,kalau memang itu keinginanmu Aku akan turuti,Aku akan turun sekarang ujar Raisya ".


Tiba-tiba Reyhan menekan Central lock pada pintu mobil,agar Raisya tidak bisa membuka pintu..


" kenapa kamu kunci? buka pintunya! jadi cowok kenapa Plin-Plan banget sih,tadi nyuruh turun,sekarang malah ga....."


" Ujung-ujungnya Semua ini akan membuat Aku Ribut sama papa, udah ketebak biar bagaimanapun tetap menantu idaman yang akan di bela,jadi gak ada gunanya ." Reyhan pun memotong pembicaraan Raisya.


Silahkan kamu bicara,saya punya waktu 5 menit untuk dengarin,gak lebih dari itu, " ucap Reyhan dengan Angkuhnya..


" dasar cowok Angkuh," ucap Raisya.


" satu..dua..tig.."


" Reyhan Aku tahu kamu gak suka ngantarin Aku,Aku tahu kamu juga punya urusan sendiri tetapi,Aku harus bagaimana Rey?tadi Aku sudah telfon papa kamu,tapi, tetap saja Dia nyuruh kamu yang Antar aku ".


" Aku tahu kamu sudah punya cewek,Aku juga gak bakalan Rebut kamu dari dia, nanti setelah waktu yang tepat kita akan bilang pada orang tua kita,kalau kita memang tidak cocok Rey, Tapi jangan untuk sekarang dulu Reyhan, sekarang Ayahku terlihat bahagia sekali karena Aku menuruti keinginannya untuk menerima perjodohan ini,Aku melihat semangat hidup Ayah kembali."


" Maaf kalau Aku ngerepotin kamu,Aku akan berangkat sendiri sekarang, dan tidak akan memberitahu orang tua kita, jadi silahkan kamu pergi saja,terima kasih dah nganterin sampai disini ." Ucap Raisya.


" Sudah bicaranyaa? Pandangan Reyhan lurus ke arah depan,tanpa melihat ke arah Raisya.


"Jangan sangkut paut kan pacar, kamu juga sudah memiliki pacar kan? kamu juga gak bisa ninggalin dia hanya karena Aku kan?jangan bisanya bilang hanya Aku doang.."


" untuk sekarang Aku akan mengantarmu sampai tujuan,anggap aja ini hanya demi kemanusiaan, gak lebih, Lagian pantang Bagi Devano Arreyhan untuk ninggalin cewek di tengah jalan, Lupakan yang tadi,itu hanya gertakan jelas Reyhan.


Raisya Geleng-geleng kepala mendengar pengakuan Reyhan..


"Aku tahu kamu anak yang baik " batin Raisya.


" Dasarrr Mul.."


" waktumu berbicara sudah habis! " Ucap Reyhan sambil menginjak pedal Gas.


setelah memakan waktu 2 jam Akhirnya Raisya sampai di depan kosnya.

__ADS_1


sebelum meninggalkan mobil Reyhan Raisya mengucapkan Terima kasih kepada Reyhan.


" Kamu tidak mau istirahat dulu, ucap Raisya"


" Gak usah banyak basa-basi sok pake nawarin segala,Aku mau istirahat dimana? kamu sendirian kan di kos, kamu mau kita di grebek warga? udah gak sabar ya pengen cepat nikah sama Aku? " Sindir Reyhan.


" Maksudnya kamu bisa duduk sebentar di depan,kan disitu ada sofaa,ntar Aku buatin minum deh,lagian siapa bilang aku sendirian di kos,Ada temanku di dalam." Jelas Raisya


" Gak minat! Mending Aku pergi ke rumah temanku.


satu lagi, tolong jangan sampai Papaku tahu kapan kamu kembali ke rumah,karena Aku tidak mau di suruh menjemput mu,Ok !" jelas Reyhan Sambil membukakan pintu Raisya dan berlalu pergi dari sana,tanpa menunggu Jawaban dari Raisya.


🌻🌻🌻


Raisya sudah berada di rumah kembali,setelah selesai bimbingan Raisya sengaja tidak memberi tahu orang tuanya kapan dia akan kembali ke rumahnya,dia membuat Alasan kalau masih ada urusan kuliah di kota X tersebut,sehingga tidak tahu kapan akan pulang.


Dan Hari ini Raisya pulang sendiri,walaupun Ayah dan bunda bertanya kenapa gak ngabarin mereka kalau Raisya akan pulang ke rumah,Namun Raisya bisa memberikan alasan yang tepat..


Walaupun sudah berusaha keras menghindari yang namanya Reyhan,tapi tetap saja kedua orang tuanya berusaha selalu mndekatkan mereka,seperti sekarang Ayah dan bunda memberitahu kalau besok Raisya di suruh menghadiri acara peresmian yayasan sosial bersama dengan Reyhan,Alasannya simpel, Perusahaan Ayah dan perusahaan Om wijaya ikut menjadi donatur di yayasan tersebut,jadi Raisya dam Reyhan lah yang mewakili perusahaan masing-masing..


Awalnya Raisya menolak dengan menyuruh Rizky yang ke sana,tapi Rizky besok kuliahnya full dari pagi sampai sore,jadi mau gak mau ya terpaksa Raisya yang harus pergi..


tba-tiba Raisya teringat kalau Rafael juga akan kesana besok,yang bertugas sebagai Tim Keamanan di sana..


" aduhh,Besok kan Rafael di sana juga,mudah-mudahan dia gak melihat Aku datang bersama Reyhan."


dan pagi ini Raisya telah selesai mandi,dia sedang memakai riasan ringan di wajahnya.


ketika Raisya mengolesi bedak tipis-tipis di pipinya,ponselnya pun berbunyi,Raisya kemudian melihatnya dan langsung tersenyum begitu melihat nama " My Bo" di layar ponselnya..


dengan segera Raisya menekan warna hijau pada layarnya..


" Assalamualaikum Bie,selamat pagi ucap " Rafael dari seberang sana.


"Waalaikumussalam Bo," Pagi juga balas Raisya.


"Bie Aku nanti bakalan sibuk seharian karena acara peresmian itu,kalau gak sempat kabarin kamu,jangan marah ya, besok Aku akan ajak kamu ke rumah yaa.."


"Aku buru-buru Bie,cuma mau ngasih tahu itu aja,ntar aku Aku hubungi kembali ya" .Ucap Rafael


"Tung."


tut..tut..tutt..


panggilan itu terputus begitu saja,padahal Raisya ingin memberi tahu kalau dia juga akan pergi ke acara itu..


" yaa..gimana ne,aku belum sempat bilang lagi kalau nanti akan kesana juga " ucap Raisya sambil melempar ponselnya ke atas kasur.

__ADS_1


Pukul 08.15 Reyhan telah sampai di Rumah Raisya, setelah berpamitan keduanya pun berangkat..


Kali ini Reyhan bersikap biasa saja pada Raisya begitu juga sebaliknya,karena keduanya berfikir kalau ini hanya urusan pekerjaan saja,walaupun keduanya tahu niat terselubung orang tua mereka,tapi mereka mencoba bersikap profesional.


di perjalanan mereka diam saja,hanya alunan lagu dari pemutar musik mobil Reyhan yang terdengar,tapi kali ini Reyhan memutar lagunya dengan pelan..


Begitu sampai di tempat Acara, tempat itu telah dipenuhi oleh para tamu undangan,karena Acara sudah di mulai..


setelah memarkirkan mobilnya, Reyhan dan Raisya masuk dengan menunjukan undangannya masing-masing,dan harus melalui tim keamanan yang ketat terlebih dahulu sebelum memasuki tempat itu,karena Acara itu di hadiri oleh Mentri Sosial.


Raisya sangat berharap agar Rafael tidak berada di pintu masuk,setelah melihat sekeliling dia bersyukur karena tidak menemukan Rafael di sana..


setelah melewati tim keamanan,keduanya pun masuk dan mencari bangku kosong,ternyata d bangku itu pun tertulis nama perusahaan para donatur..


Hanya karena kebetulan atau memang sengaja di setting oleh panitia, Raisya dan Reyhan tidak mengerti,yang jelas sekarang mereka duduk berdekatan.


Raisya melihat ke sekelilingnya,mencari keberadaan Rafael,tetapi dia tidak menemukannya.


Mentri Sosial telah selesai memotong Pita peresmian Yayasan tersebut,dan Akan kembali ke meja tempat duduknya,dan muncul lah sosok Yang di cari Raisya.


bersama beberapa orang polisi lainnya Rafael berdiri di belakang Mentri tersebut,dan berjalan mengiringinya di belakang..


Raisya terpana melihat Rafael memakai seragam lengkap seperti itu,Pemilik Mata indah itu menatap Rafael dengan punuh. kekaguman. memang, bukan untuk pertama kalinya dia Melihat Rafael mengenakan seragam seperti ini.Namun, untuk kali ini Raisya merasa ketampanan Rafael bertambah berkali-kali lipat di matanya, gak tau deh di mata orang lain..


Apalagi di mata cowok bermulut Cabe yang berada sebelahnya,jangankan untuk melihat panitia dan tim keamanan,melihat Mentri nya saja dia seolah enggan,dari tadi dia hanya sibuk memainkan ponsel.


Setelah Buk mentri duduk kembali,Rafael pun berbalik dan menghilang entah kemana,Raisya kembali melihat di sekelilingnya tetapi tidak menemukannya..


" Mencari siapa? dari tadi sepertinya matamu Jelalatan , Naksir ya sama Polisi?" sudahlah mereka juga tidak Akan menyukai cewek Cengeng sepertimu." sindir Reyhan.


"Apaan sih,bisa diam gak? memangnya kenapa kalau Aku Naksir Sama salah satu Polisi,Bukan Urusanmu juga kan?"


" memang bukan Urusanku,Tapi ingat kamu sudah memiliki pacar,jadi gak usah genit.."


" tolong di jaga tu mulut ! jangan seenaknya saja ngatain orang genit,Makanya kalau gak tahu apa-apa mending kamu diam, " balas Raisya.


Reyhan hanya tersenyum Sinis mendengar perkataan Raisya.


setelah susunan Acara selesai semua tamu di persilahkan untuk mencicipi beberapa Snack dan juga minuman.


" Reyhan dan Raisya Berjalan Menuju meja makanan, keduanya sibuk memilih Snack yang mereka sukai.


Tiba-tiba Raisya Kaget mendengar Ada yang memanggilnya dengan Panggilan yang familiar di telinganya..


" Bie ini benaran kamu? " rafael tiba-tiba berada di sebelah Raisya dia memastikan kalau yang di lihatnya dari kejauhan tadi benaran Raisya.


" Kamu kenapa Ada di sini Bie? kenapa gak bilang sama Aku sih, kalau kamu datang kesini juga?, " tanya Rafael dengan kecewa.

__ADS_1


........... bersambung dulu ya maaf bukan bermaksud menggantung🤭🤭😂


__ADS_2