
keesokan harinya,Raisya duduk dibawah pohon mangga yang berada di halaman belakang rumahnya, dia terlihat lagi baca buku,tetapi hati dan pikirannya tidak berada disana,sejak dari tadi dia memikirkan Rafael yang akan bertunangan,padahal dia sudah mencoba merelakan semuanya,akhirnya Raisya berusaha menenangkan dirinya sambil mendengarkan music menggunakan earphone...
baru beberapa detik lantunan lagu maher zain menggema di telinganya,namun tiba-tiba Resi mengejutkan Raisya dengan memukul pundaknya,dan merebut earphonenya, kemudian menjauhkannya dari Raisya.
"kamu bagaimanaa sih sya,dari tadi di cari-cari juga,mana ponselnya gak aktif lagi,eehh ternyataa malah asik-asikan di sini dengarin musikk."
"kamu kenapa ada di sini? aku baik-baik saja kok,kalau kamu mau menghadiri acara tunangan itu,pergi saja resi! aku sudah ikhlas" ujar Raisya dengan wajah sendu.
"kamu gila yaa,mana mungkin aku hadir disanaa meninggalkanmu sendirian dengan keadaan begini,kita semua dari tadi mencemaskanmu tahu gak? dan kenapa juga ponselmu tiba-tiba gak aktif? tanya Resi dengan sedikit menaikkan nada bicaranya.
"aku malas semua orang menghubungiku,seolah-olah ini hari patah hati bagiku,terutama kamu,Amy,dan Ika.
apalagi Dia masih mencoba menghubungiku terus,apa maksudnya coba? mau jelasin apalagi sih dia?" ujar Raisya dengan emosi.
"ya wajarlah sya kita semua mencemaskanmu,jangan sok tegar deh jadi orang,lihat saja matamu masih bengkak,semalam
kamu berikan alasan apa sama keluargamu?
"Resi sudah cukup aku menangisinya,buat apa bersedih lagi,yang ada aku capek sendiri,mungkin ini sudah jalannya,anggap saja putus cinta biasa seperti anak-anak ABG labil lainnya.
dan mengenai kelurgaku,tadi pagi ketika sarapan aku jelasin kepada mereka, aku banyak menangis tadi malam kerena terharu dengan acara perpisahan.sedih akan berpisah dengan teman-teman,awalnya bunda merasa sedikit curigaa,tapi aku meyakinkannya dengan meyuruh bunda bertanya kepadamu, agar bunda percaya," jelas Raisya.
"kamu jangan ngajakin aku berbohong dong,"cebik Resi sambil tertawa.
akhirnyaa kedatangan Resi sedikit mengobati kesedihan Raisya,tidak lama setelah itu kedua sahabat Raisya lainnya yakni Ika dan Amy juga datang ke rumah Raisya,mereka semua berusaha untuk menghibur Raisya. hingga malam hari,barulah mereka semua pulang.
🌸🌸🌸
tok...tokk...tokkk suara ketukan pintu membangunkan Raisya,matanya baru saja mulai terpejam,karena dari tadi dia sangat sulit untuk tidur,bayang-bayang Rafael selalu saja menghampiri pikirannya.
diliriknya jam yang menempel di dinding kamarnya,kemudian dengan malas dan mata yang sedikit terpejam dia beranjak untuk membuka pintu kamarnya..
"kakakk,susah sekali sih dibanguninnya" ucap bunda begitu pintu kamarnya terbuka.
"kenapa sih bun?udah jam 11 malam juga,tadi mata kakak gak mau tidur,baru saja terpejam tapi dah di bangunin lagi ma bunda," ucap Raisya dengan kesal.
__ADS_1
"kak itu di depan ada teman-temanmu lo,sebenarnya ada apa sih kak?"tanya bunda penasaran.
"Resi,Amy dan Ika maksudnya bun?bukannya mereka sudah pulang?" Raisya bukannya menjawab bunda Hani malah melontarkan pertanyaan kembali.
"Iya kak,tetapi mereka datang kembali,dan merek..."
"mereka mau nginap disini?suruh langsung ke kamar kakak saja deh bunnn,lagian biasanya juga kan mereka main masuk saja ke sini,ucap Raisya yang memotong perkataan bunda Hani.
"huussss kak,makanya dengarin dulu bunda ngomong,orang belum selesai eehh malah di potong," ujar bunda.
"tadi sahabat kakak itu datang bersama yang lainnya juga,rame lo kak di ruang tamu,untung saja ayah lagi di luar kota,jadi bunda bisa izinin mereka semua buat masuk ke dalam malam-malam begini."jelas bunda kembali.
Rame-rame bun?kok bisaa?memangnyaa ada siapa lagii?tanya Raisya penasaran.
"ada teman kamu yang ngantarin kamu pulang waktu itu juga kak,siapa namanyaa? Nak Raf...."
Raisya langsung saja berlari keluar kamar,tanpa memperhatikan penampilannya yang baru bangun tidur,begitu dia mendengar ucapan bunda yang terakhir tadi,walaupun bunda belum selesai bicara dia sudah tahu siapa yang di maksud oleh bundanya itu.
sontak bunda hani berteriak memanggil Raisya ,dan dengan cepat dia menarik hijab rumahan Raisya yang ada di kamarnya.
"'eeehh maaf bun lupa," ucap Raisya,"
dengan segera dia mengggunakaan hijabnya itu, kemudian berjalan menuju Ruang tamu,dan di susul oleh bunda Hani.
sementara itu di ruang tamu,terlihat sahabat-sahabat Raisya bersama Rafael,miko dan Gio.semuanya lagi fokus mendengarkan Rafael yang sedang berbicara.
"kalian semua kenapa tiba-tiba ada di rumahku malam-malam begini?" tanya Raisya yang sekarang sudah berada di ruang tamu..
sontak saja semuanya menoleh ke Raisya dan bunda Hani.
" kita semua nemanin kak Rafael kesini,katanya ada masalah penting yang ingin di bahas sama kamu,mana gak bisa menunggu hari esok lagi sya," jawab Amy."
"benar banget tadi sepulang dari sini,Aku tiba-tiba saja di telfon ma kak Rafael sya,dan minta kita buat ketemuan,akhirnya sekarang sampailah kita semua di sini kembali," ucap Resi.
"mau bagaimana lagi sya, hari juga sudah malam dan kita sudah dapat izin untuk menginap disini, jadi kita tidur di kamar kamu ya," ucap Ika yang beranjak dari duduknya dan memberi kode kepada Amy dan Resi untuk segera pergi dari sana juga.
__ADS_1
"Bunda kita izin duluan ya ke kamar Raisya, udah ngantuk nihh bun," ucap Resi.
yang di balas dengan anggukan oleh bunda Hani.
"kak kita tinggal ya,silahkan berjuang! ujar Amy dengan menaikkan salah satu bibirnya...
"kita juga menunggu di luar saja bun," ucap Gio.
sekarang di ruang tamu hanya ada bunda Hani,Rafael dan Raisya saja.suasana hening sejenak karena Rafael terlihat canggung di depan bunda Hani.
"sebenarnya ada hal penting apa yang ingin nak Rafael sampaikan?sampai malam-malam datang kesini tanya bunda Hani.
bunda Hani tadi sedikit keget dengan kedatangan Mereka semua,dia merasa ada yang aneh, mengingat Resi dan yang lainnya baru saja pulang eeeh ternyata balik lagi,takut terjadi sesuatu karena mereka juga datangnya malam-malam.
setelah mendengar penjelasan dari Resi, bahwa ada masalah penting antara Raisya dan Rafael yang harus segera diselesaikan sekarang juga,akhirnya bunda mengizinkan Rafael dan teman-temannya bertamu malam-malam.
awalnya bunda Hani menyarankan pada Rafael agar besok saja bertemu dengan Raisya,tetapi Rafael memohon agar bunda mengizinkannya untuk bertemu dengan Raisya malam ini,sebab dia besok pagi harus kembali ke kota X untuk melanjutkan pendidikannya.
bunda Hani menyadari kalau Rafael tidak akan bisa berbicara pada Raisya kalau dia tetap berada di ruang tamu tesebut.
"Nak Rafael hari sudah semakin malam, sebaiknya kamu segera bicara dengan Raisya bunda tunggu di ruang keluarga yaa." ucap bunda yang berjalan meninggalkan mereka berdua.
setelah bunda hani terlihat duduk menonton tv di ruang keluarga barulah Rafael sedikit lega dan memulai berbicara.
"maaf sudah menggangu waktumu malam-malam begini." ucap Rafael,dengan wajah bersalah.
"sudah tahu mengganggu,malah minta maaf" sindir Raisya sambil menatap Sinis Rafael.
Melihat ekspresi Raisya Rafael hanya tersenyum.
"by wajahmu terlihat lucu kalau lagi marah,"ucap Rafael kembali.
"sudahlah kak ,tidak usah ngarayu malam-malam begini,langsung ke intinya saja,sebenarnya ada hal penting apa yang mau kak Rafael sampaikan,apa kakak mau pamer dan memberi tahu kalau sekarang kakak sudah Resmi bertunangan dengan wanita itu?" ucap Raisya dengan ketus..
Justru aku kesini mau ngasih kabar kalau aku tidak jadi bertunangan by" ucap Rafael dengan wajah berbinar.
__ADS_1
Apaaaa?? ucap raisya yang terkejut mendengar berita itu.....