Love Heartfelt

Love Heartfelt
episode 8.Penolakan Raisya


__ADS_3

Raisya Resi,dan Ika telah sampai di kafe,Begitu masuk ke dalam kafe, mereka mencari keberadaan Rifky.


dengan melihat-lihat sekeliling kafe,terlihatlah rifky yang melambaikan tangan ke arah mereka,Dia duduk di pojok dekat jendela,dimana dari jendela itu, bisa terlihat pemandangan halaman kafe yang indah.


setelah mereka semua duduk,ternyata Rifky mengajak seorang teman bersamanya, temannya itu,juga masih satu kelas dengan rafael dan raisya.


setelah memesan makanan,mereka semua menikmati makanannya sambil bercerita dan tertawa bersama.


di sebelah sudut kafe lainnya, ternyataa ada Rafael,Gio,Miko, meri dan seorang teman perempuannya.


mereka juga tengah berkumpul bersamaa,Namun mereka belum menyadari kalau di dalam kafe tersebut ada Raisya dan teman-temannya itu.


Rifky dari tadi terlihat gugup dan keringatan,dari Raut wajahnya, sudah terlihat cemas dan jemarinya juga mulai dingin.


"apa aku ungkapkan sekarang saja yaa,sepertinyaa sekarang waktu yang tepat" gumamnya.


"Raisyaa!" Rifky pun mulai memanggil nama itu dengan sedikit gemetar,Raisya yang awalnya menghadap Resi memutar tubuhnya ke arah depan,karena Rifky duduk berhadap-hadapan dengannya.


"Yaa, kenapa ky?" jawab Raisyaa.


"sebenarnya aku mengajak kalian semua kesini,karena ada yang mau aku sampaikan,khususnya buat kamu Raisya."


semua mata sekarang menatap Rifky dengan penuh tanda tanya.


Raisyaa seperti yang sudah tahu apa yang akan dikatakan Rifky,dia juga mulai gelisah,dari tadi Raisya ingin Amy ada disini,tapi sampai sekarang batang hidungnya pun belum kelihatan.


"aaaaaa, ternyata sudah masuk magrib yaa,daritadi kita gak sadar karena keasyikan bercerita",ucap Raisya mencairkan suasana yang mulai tegang.


"Ky,apa bisa bicaranya setelah kita sholat magrib saja?" tanya Raisya


"yaaa kita sholat saja dulu",jawab Rifky dengan menghembuskan nafasnya.

__ADS_1


Mereka semua menunaikan kewajibannya di musholla yang berada di samping kafe tersebut..


kini mereka semua sudah duduk kembali,di meja yang mereka tempati tadi.


Tanpa melewatkan kesempatan lagi,Rifky segera menyampaika, apa yang memenuhi pikiran dan hatinya,selama beberapa bulan terakhir ini.


Rifky menghampiri Raisya,Dia berlutut di depan Raisya, kemudian Rifky juga sudah memegang setangkai bunga,yang entah darimana datangnya lalu dia berkata sambil menatap mata indah Raisya.


"Raisya,jujur walau belum terlalu lama mengenalmu secara langsung,tapi dalam beberapa bulan ini Aku merasakan ada sesuatu yang lain di hatiku,gak tau kenapa awalnya aku sudah menepis rasa ini,aku takut akan kehilangan seorang teman,jika nantinya aku mengungkapkannya,tapi malam ini disaksikan oleh sahabat-sahabat kamu juga sahabatku Andri,Aku mengatakan kalau aku mencintai dan menyayangimu lebih dari seorang teman.Apakah kamu mau menjadi seorang yang spesial di hatiku??".


Rifky pun akhirnya mengungkapkan perasaannya di kafe itu,dia tidak menyadari kalau semua mata sekarang menoleh ke arah meja mereka, dan menyaksikan apa yang baru saja dikatakan nya tadi.


begitu juga Rafael dan teman-temannya yang menyaksikan itu,awalnya Rafael tidak terlalu menghiraukannya,bahkan menertawakannya dia mengira hanya anak alai, yang mengungkapkan perasaan di depan umum itu.tetapi setelah melihat orangnya, baru dia terdiam karena merasa mengenali semua orang yang duduk di meja tersebut..


entah kenapa ada Perasaan yang membuatnya marah,juga cemas kalau perempuan itu menerima perasaan Rifky,terlihat wajahnya yang tidak ikhlas sekarang.


di dalam kafe tersebut ada Amy yang baru saja datang,dan ternyata dia juga sudah menyaksikan adegan itu,Raut wajahnya juga terlihat sedih,dia berusaha menahan sesuatu yang daritadi mau keluar dari matanya..


teriakan dari orang-orang sekitar mengejutkan Raisya,dia tidak tahu bagaimana caranya menjawab Rifky,dia mau menolak tapi tidak tahu cara mengungkapkannya,dia takut Rifky tersinggung dan malu atas penolakannya, apalagi di hadapan orang banyak.


Amy yang baru saja hendak beranjak keluar kafe,tiba-tiba saja menghentikan langkah kakinya,begitu mendengar Jawaban dari Raisya.


"Terima kasih ky,telah mengungkapkan perasaanmu,tetapi Aku sudah menganggapmu hanya sebagai seorang teman,dan kita memang cocoknya hanya menjadi seorang teman ky,Maaf aku bukan bermaksud membuatmu malu atau membuatmu tersinggung,tapi aku cukup terharu mendengar ungkapan hatimu ky."


"dan juga kamu tidak usah mencemaskan mengenai hubungan kita, setelah ini kita akan tetap terus berteman kok,aku menolakmu bukan berarti aku marah dan tidak mau menjadi temanmu lagi."


"aku bukan orang yang tepat untuk kamu Rifky! ada orang yang lebih tepat lagi buat kamu."


mendengar Ucapan Raisya,air mata yang dari tadi ditahan Amy, keluar begitu saja,dia menyesal telah berpikiran buruk kepada Raisya.


dia menyangka Raisya tidak mempedulikan perasaanya terhadap Rifky,lalu Raisya akan jadian bersama Rifky.padahal mereka telah lama bersahabat,harusnya dia mengenal sifat Raisya.

__ADS_1


yes akhirnya di tolak jugaa,Aku kira tadi cewek kepala batu itu akan menerimanya,aku ini kenapa sih,knp jadi senang cewek itu menolaknya ya?."


"aaahhhh,kenapa juga aku mau tahu urusannya,"ucap Rafael dalam hatinya.


Rifky akhirnya menerima keputusan Raisya,walaupun merasa sedih dan kecewa, Namun dia juga tida bisa memaksakan Raisya membalas perasaannya.....


*****


9 bulan Raisya sudah kelas dua ataupun kelas sebelas,banyak sudah kejadian yang telah dilalui bersama sahabatnya,sekarang hubungan mereka berempat kembali baik-baik saja.


Raisya telah berusaha mendekatkan Rifky dan Amy,tetapi Rifky hanya menganggap Amy sebagai teman biasa,karena sebenarnya Rifky belum bisa move-on dari Raisya.


Akhir-akhir ini Raisya dan Rafael juga jarang berdebat ataupun bertengkar seperti dulu,semenjak Acara Pensi yang diadakan sekolah waktu itu,mereka jadi sering berkomunikasi,sama-sama jadi pengisi acara ketika itu, membuat keduanya cukup mengenal lebih dekat,bahkan mereka sering bernyanyi berdua di saat ada acara-acara yang di selenggrakan sekolah,semua orang senang melihat mereka,banyak yang menilai mereka serasi kalau menjadi pasangan,sama-sama pintar,sama-sama mempunyai suara yang bagus ketika bernyanyi.


tetapi hanya ada satu orang yang sampai sekarang masih saja membenci Raisya,terlebih melihat kedekatan Raisya dengan Rafael selama ini.orang itu selalu saja mencari masalah dengan Raisya,yaa orang itu adalah meri,dia yang telah lama menyukai Rafael tidak menyukai kalau Raisya sering di sanding-sandingkan dengan Rafael.


Sore itu keluarga Raisya tengah berkumpul di ruang keluarga,sepulang sekolah tadi Raisya,syifa dan Rizky tengah membantu syifa mengerjakan tugas sekolahnya,bunda hanum juga lagi asik menonton televisi,sedangkan ayah Arif belum pulang bekerja..


"Bunda adek mau nitip makanan sama Ayah,bisa tolong telfonin ayah gak bun,?"


tiba-tiba syifa berbicara kepada bunda,karena sudah bosan mengerjakan tugasnya..


"memangnya adek mau nitip makanan apa?"tanya bunda.


"Adek mau Pempek bun", jawab syifa.


"dasar bocah pemalas,tugas belum selesai mau minta makanan",ucap Rizky sambil mengangkat salah satu sudut bibirnya.


"bilang saja kalau abang juga mau"balas syifa sambil tersenyum mengejek.


beberapa saat kemudian ayah pulang,tetapi kali ini ayah mengajak sahabatnya yang bernama Om Wijaya ke Rumah.

__ADS_1


Om Wijaya ini sangat dekat dengan Ayah Arif,dan telah banyak membantu Ayah,dari mulai ayah membangun kantornya,sampai saat sekarang, juga tidak lepas dari bantuan dan dukungan Om Wijaya.


__ADS_2