
pukul 03.00 dini hari,Reyhan kembali ke rumah Raisya, awalnya dia segan untuk pulang,takut mengganggu keluarga Raisya, namun saat ini dia harus bersama Raisya..
Reyhan menghubungi ponsel Raisya hingga berkali-kali,tapi Raisya tidak menjawab ponselnya.
" kenapa tidurnya seperti orang mati sih? " gunam Reyhan..bagaimana ini,apa aku ketuk pintu rumahnya saja ? gumam Reyhan
ketika Reyhan ingin mengetuk pintu,tiba-tiba ponselnya berdering, dengan cepat Reyhan menekan tombol berwarna hijau..
" kamu kenapa bangunin aku Rey? kamu nggak kenal waktu ya? " gerutu Raisya dengan suara serak bangun tidur..
" buka pintu,aku di luar" jawab Reyhan datar.
" kamu kena..."
" cepat buka dong,nanti kita bisa bicara di dalam. " potong Reyhan.
Setelah Reyhan masuk ke dalam kamar,Raisya kembali menarik selimut,untuk melanjutkan tidurnya..
" dasar tukang tidur, padahal tadi pas di telfon ingin bertanya..tapi setelah di kamar,tepar lagi.. " ucap Reyhan pelan.
" Aku dengar Rey,aku belum tidur. sudah gak berminat tuh bicara sama kamu. sekarang kamu bersih-bersih setelah itu matikan lampu dan segera tidur! tolong jangan mengganggu yang punya kamar. " sindir Raisya
" Aku mau sholat malam dulu, memangnya kamu tukang tidur,jangan-jangan telingamu sudah di kencingi setan,sehingga berat untuk melaksanakan sholat,padahal sudah bangun " sindir Reyhan kembali.
Reflek Raisya melempar bantal yang ada di sebelahnya pada Reyhan.
" Auww, kamu kenapa sih? kalau ngantuk ya tidur saja " sentak Reyhan.
" bisa diam nggak! ganggu orang saja..kalau kamu bicara lagi bukan hanya bantal yang kulempar tapi juga botol parfum ini! " ucap Raisya sambil memegangi botol parfumnya.
" iii serem sadis, " cibir Reyhan yang kemudian berlari menuju kamar mandi..
pagi ini,cuaca sangat mendung mentari belum menampakkan sinarnya, namun kediaman Raisya sudah di penuhi oleh beberapa orang yang datang untuk bertakziah,ternyata masih banyak orang-orang yang belum takziah, diantara orang -orang itu terlihat juga Rafael bersama teman-temannya.
" Aku turut berduka cita tante, maaf kemarin nggak bisa datang pada saat pemakaman karena lagi dinas di luar kota.." ucap Rafael pada Bund Hani..
" Makasih nak Rafael, yaa tante mengerti dengan kesibukan nak Rafael.." balas bunda Hani
"Yang sabar ya Bo, kamu juga Ky " ucap Rafael pada, Raisya dan Rizky yang duduk di sebelah bunda.
" adek mana?" tanya Rafael
" Adek lagi mandi " jawab bunda.
setelah berbincang-bincang dengan keluarga Raisya,akhirnya Reyhan teringat akan sesuatu hal penting yang ingin ia katakan pada Raisya,tapi dia tidak mungkin mengatakannya di hadapan semua orang..
" Bo, ada yang ingin kubicarakan denganmu, apa kita bisa berbicara sebentar ucap Rafael yang masih melihat aura kesedihan pada wajah Raisya.
" emmmmm " Raisya terlihat Ragu untuk menjawab ucapan Rafael.
" Apa aku boleh bicara sebentar dengan Raisya tante?" tanya Rafael.
" maaf nak Rafael, tapi Nak Reyhan masih tidur, kalau kamu ingin berbicara sama Raisya harus izin suaminya dulu... jelas Bunda
" Bun, kak Rey tadi malam pulangnya subuh,sepertinya baru tidur setelah subuh, ucap Syifa yang tiba-tiba sudah datang dan bergabung bersama keluarganya.
" Hai dek, apa kabar?" sapa Rafael.
" kabarku tidak baik kak,mungkin cukup waktu buatku untuk menerima semua ini" lirih Syifa.
__ADS_1
" yang sabar dek, semoga kamu tabah dan ikhlas,Insya Allah Om Husnul khotimah dan semoga di ampuni dosa-dosanya.."
"Aamiin" jawab semua nya..
" makasih kak," ucap Syifa.
" kamu tetap saja baik sama keluargaku walaupun hubungan kita telah berakhir..seandainya kita masih bersama By,pasti aku akan lebih kuat lagi menjalani ini semua,karena ada kamu di sisiku. Astaghfirullah Ampuni Aku ya Allah, aku tahu telah menikah dan mempunyai suami tapi kenapa aku merasa kalau Reyhan tidak bisa kujadikan tempat bersandar dan berkeluh kesah. apalagi saat ini dia hanya sibuk memikirkan masalahnya " batin Raisya.
" bagaimana kak? Raisyaa! suara bunda menyadarkan Raisya dari lamuan.
" Aaah,kenapa bun? "
" itu Nak Rafael ingin menyampaikan hal yang penting katanya mau berbicara di taman belakang saja.
bunda mau ke kamar mandi dulu. kalau kalian tetap ingin berbicara sebaiknya,kamu izin dulu sama suamimu .kalau pun nak Rey mengizinkan, kalian tetap tidak bisa bicara berdua,ajaklah syifa juga bersama dengan kalian! " tegas bunda.
akhirnya setelah kepergian bunda mereka bertiga pergi ke taman belakang.
adek tidak akan bisa mendengar pembicaraan kalian kak,anggap saja adek nggak ada di sini. " cengir syifa. begitu mereka tiba di taman belakang.
Adek akan menutup telinga pakai ini," ucap syifa yang menunjukkan headset di tangannya kemudian dia pun duduk di bangku panjang yang ada di taman.
" Iya dek " jawab Rafael dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal..
keduanya hanya berdiri saling diam,tidak ada yang memulai pembicaraan.
sementara itu di dalam kamar Reyhan baru selesai mandi,sekitar 15 menit yang lalu dia bangun karena mendengar suara keramaian di bawah,Reyhan menyadari kalau itu suara dari orang-orang yang datang takziah..
" aduhh aku kesiangan,kenapa Raisya nggak bangunin sih, mana di bawah banyak orang lagi,apa kata tante Hani dan yang lain kalau aku masih tidur, apalagi kalau orang-orang menanyakan suami Raisya.."
Reyhan pun bergegas masuk ke dalam kamar mandi.
Reyhan kemudian menghampiri bunda Hani karena ibu-ibu yang berbicara dengannya tadi sudah pamit pulang. dia pun duduk di samping bunda Hani.
" maaf Bunda,Reyhan baru bangun. tidurnya baru setelah subuh tadi bun," ucap Reyhan.
" ya nggak apa nak Rey, apa nak Rey mau sarapan dulu? " tanya bunda.
" nanti saja bunda,tunggu Raisya saja dulu,oh ya,Raisya kemana bunda? " tanya Reyhan yang sejak tadi mencari-cari keberadaan Raisya di sana.
" sepertinya masih di taman belakang nak, mungkin masih belum selesai berbicara dengan nak Rafael ".
" Rafael bun? tanya Reyhan memastikan.
" ya nak Rey, memangnya tadi Raisya nggak bangunin kamu untuk minta izin berbicara sama nak Rafael? kamu sudah kenal kan sama dia ?"
" Raisya nggak ada bangunin aku.
ya aku sudah mengenal Rafael," jawab Reyhan datar.
" Astaghfirullah, Raisya bagaimana sih, sudah di bilangin minta izin suami dulu, eeh malah nggak dengar perkataan bundanya juga.
tadi nak Rafael minta izin ke bunda, katanya ada hal penting yang mau di bicarakan sama Raisya,dia ingin berbicara di taman belakang supaya lebih nyaman.
terus bunda bilang Raisya harus izin suaminya dulu,dan kalau nak Rey izinin mereka juga harus mengajak syifa ke taman belakang,karena nggak baik kalau mereka hanya berbicara berdua saja. setelah itu bunda pergi ke kamar mandi. ketika balik ke sini lagi mereka sudah nggak ada. bentar ya nak Rey bunda panggilin Raisya dulu. "jelas bunda
" biar Aku saja bunda,sebaiknya bunda di sini saja! kelihatannya sudah agak sepi,bunda juga kan harus istirahat " ujar Reyhan.
" maafin Raisya ya nak Rey. mungkin karena dia banyak pikiran jadinya lupa minta izin.."
__ADS_1
Reyhan pun hanya menganggukkan kepalanya.
" Aku ke belakang dulu ya bun,ucapnya sambil berlalu.
" hey, kamu apa kabar? pasti terasa berat ya menjalani semua ini? " Rafael pun memulai pembicaraan sambil terus menatap mata sendu Raisya.
" Berat banget, aku nggak tahu bagaimana menjalani hidup lagi setelah semua kejadian yang menimpaku ini. " tanpa aba-aba air mata Raisya mengalir dengan sendirinya.
" hey, Raisya yang aku kenal bukan cengeng seperti ini, dia seoarang wanita yang kuat,pemberani dan nggak pernah rapuh. aku yakin kamu pasti bisa memutuskan apa yang terbaik untuk kehidupanmu kedepannya." balas Rafael menenangkan Raisya.
" kamu sudah mengetahui semua kejadiannya? mengenai Reyhan juga?" tanya Raisya.
" iya,lebih tepatnya aku tahu semuanya dari Resi.kemarin dia menyampaikan kabar duka ini,tapi saat itu aku lagi dinas di luar kota dan nggak bisa meninggalkan tugas, lalu aku menanyakan Resi kronologi kecelakaan yang menimpa Om Arif. " jelas Rafael
" ternyata hidup ini sangat keras Raf, ayah pergi meninggalkan kami untuk selamanya. kenapa hidupku harus rumit begini?kenapa kisah cintaku tidak berjalan mulus?,bahkan aku telah merelakan cintaku,dan mencoba menerima cinta yang baru,tapi tetap saja sepertinya aku harus merelakan sekali lagi." lirih Raisya
" hei, kamu harus tetep semangat Raisya! kamu harus menata hidupmu kembali,kamu bisa mulai kerja aku tadinya mau membicarakan masalah ini, aku punya kenalan direktur di rumah sakit B dan aku telah merekomendasikan kamu untuk bekerja di sana,katanya kamu hanya perlu mengantarkan lamaran saja.
setelah itu kamu bisa langsung bekerja di sana. kalau urusan rumah tanggamu,aku pikir kamu cukup cerdas untuk mengambil keputusan.intinya jangan memaksakan bersama kalau kamu tidak bahagia!
semua keputusanmu ada padamu Bo! "
" ehmmm ehemm... "
Rafael dan Raisya segera menoleh ke sumber suara dan ternyata itu suara Reyhan yang saat ini telah duduk di samping Syifa, sementara Syifa sendiri tidak menyadari kehadiran Reyhan karena telinganya di tutupi headset,sedangkan punggungnya disandarkan ke bangku dan dia juga memejamkan matanya.
" kamu sudah bangun Rey? " sapa Raisya.
Reyhan mengabaikan Raisya dan segera melepas headset yang dipakai Syifa.sontak saja Syifa kaget kemudian membuka kedua matanya dan segera membenarkan duduknya.
" Kak Rey sudah bangun? kenapa datangnya diam-diam sih kak,bikin aku kaget saja deh " omel Syifa.
" Dek kamu sudah bisa masuk ke dalam rumah,kak Rey sudah di sini sekarang ,kamu bantuin bunda karena lagi repot beresin rumah di dalam , karena para pelayat sudah pulang, "jelas Reyhan.
" ooh ya sudah adek ke dalam yaa kak, ucap Syifa pada semuanya ".
mereka pun kompak menjawab iya..
Raisya berjalan mendekati Reyhan,namun Reyhan segera berdiri dan mengangkat kedua tangannya seolah memberi kode,jangan mendekat,tetap berada di sana.
" Rey,saya sebelumnya sudah minta izin sama bunda Raisya, " ucap Rafael.
Reyhan tersenyum dengan sinis mendengar Rafael serta menatap Rafael dengan tajam.
" memangnya ada urusan penting apa yang kamu bicarakan dengan istri orang,sehingga butuh berbicara secara privasi begini,kenapa tidak berbicara di rumah saja bersama dengan yang lain? ".
" Rey,kamu nggak lihat aku di temani Syifa? " Raisya menjawab ucapan Reyhan.
" ooh begitu, jadi kamu nggak perlu izin dari suamimu untuk berbicara dengan mantan pacarmu? kelihatannya urusan percintaan kalian berdua belum selesai. kalian mau melanjutkannya lagi? " tegas Reyhan.
" Rey kamu kan lagi tidur,kamu pulang ke rumah baru menjelang subuh kan? "
" kenapa kamu tidak membangunkanku? " sentak Reyhan.
" bisa sopan nggak kalau berbicara sama perempuan? dia istri yang baru saja kamu nikahi yang saat ini lagi berkabung dan itu semua di sebabkan oleh suami yang nggak tahu diri ini.."balas Rafael.
" ooh,jadi kamu menceritakan semua permasalahan rumah tanggamu kepada mantan pacarmu ini? hebat sekali kamu Raisya,aku kira kamu mengetahui batas-batas seorang istri,ternyata aku salah menduga." ucap Reyhan dengan marah.
Lalu Reyhan berjalan mendekati Rafael..
__ADS_1